Jadwalkan Demo

3 Tingkatan Manajemen yang Perlu Anda Ketahui, Apa Saja?

Rizka Maria Merdeka | January 18, 2024 | Info & Update
by GreatDay HR

Di perusahaan, manajemen pada umumnya dibagi menjadi 3 tingkatan manajemen atau level, yaitu top management (manajemen puncak), middle management (manajemen menengah), dan lower/first-line management (manajemen tingkat pertama). Tiga tingkatan manajemen ini bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan perusahaan.

Top management menetapkan arah dan visi, middle management mengkoordinasikan pelaksanaan rencana strategis, sementara lower atau first-line management menangani tugas-tugas operasional sehari-hari. Selain itu, mereka perlu berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif untuk memastikan kesinambungan dan keberhasilan perusahaan.

Artikel ini akan membahas secara lebih lengkap tentang 3 tingkatan manajemen tersebut. Mulai dari pengertian, siapa saja yang berada dalam level tersebut, hingga peran dan tugasnya. Baca sampai habis untuk ketahui lebih banyak!

Baca juga: Manajemen Kompetensi: Pengertian dan Pentingnya Bagi Perusahaan

1. Top Level Management

Top Level Management, atau sering disebut juga sebagai manajemen puncak, adalah tingkatan tertinggi dalam struktur manajemen suatu perusahaan. Manajemen puncak bertanggung jawab untuk mengambil keputusan strategis dan menetapkan arah umum perusahaan. 

Siapa saja yang berada di level management ini?

Top Level Management terdiri dari individu-individu yang memiliki otoritas tertinggi dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan suatu perusahaan. Beberapa posisi kunci dalam top level management melibatkan individu yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan strategis dan arah keseluruhan perusahaan. Contohnya: CEO, CFO, CTO, COO, CMO, President atau Managing Director, Chairman of the Board, dll.

Peran dan tugas top level management

Peran dan tugas Top Level Management (manajemen puncak) sangat penting dalam membimbing dan mengelola perusahaan secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa peran dan tugas utama yang dimiliki oleh top level management:

1. Menetapkan Visi, Misi, dan Tujuan perusahaan

Top level management bertanggung jawab untuk merumuskan visi jangka panjang, misi, dan tujuan perusahaan. Mereka menentukan arah strategis yang akan diikuti oleh perusahaan dalam mencapai keberhasilannya.

2. Pengambilan Keputusan Strategis

Mereka membuat keputusan strategis yang memiliki dampak jangka panjang terhadap perusahaan. Keputusan ini mencakup perluasan bisnis, diversifikasi, penentuan pasar target, dan keputusan lain yang mempengaruhi keseluruhan kesehatan perusahaan.

3. Pengelolaan Sumber Daya Finansial

Top management terlibat dalam manajemen sumber daya finansial perusahaan. Ini melibatkan perencanaan anggaran, alokasi dana, dan pengambilan keputusan keuangan yang strategis.

4. Pembuatan Kebijakan dan Prosedur

Mereka bertanggung jawab atas pembuatan kebijakan dan prosedur perusahaan. Kebijakan ini mencakup berbagai aspek seperti etika, keamanan, dan kebijakan internal lainnya yang memandu perilaku dan tindakan di seluruh perusahaan.

Baca juga: Implementasi Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (HSE) di Industri Makanan dan Minuman

5. Koordinasi dengan Pihak Eksternal

Top level management sering kali berinteraksi dengan pihak eksternal seperti pemegang saham, regulator pemerintah, dan mitra bisnis. Mereka harus memastikan hubungan yang baik dan memastikan bahwa keputusan perusahaan sesuai dengan kebijakan dan regulasi yang berlaku.

6. Pengelolaan Risiko dan Krisis

Manajemen puncak harus mengidentifikasi potensi risiko besar dan merancang strategi untuk mengelolanya. Mereka juga terlibat dalam manajemen krisis, yaitu merespon dan memitigasi dampak dari peristiwa tak terduga.

7. Membangun dan Mempertahankan Budaya perusahaan

Top level management berperan dalam membentuk dan mempertahankan budaya perusahaan. Mereka memastikan bahwa nilai-nilai dan norma-norma perusahaan diintegrasikan dalam perilaku seluruh anggota perusahaan.

8. Koordinasi dengan Tingkat Menengah dan Tingkat Pertama

Top management harus berkolaborasi dengan manajemen menengah untuk menyelaraskan strategi perusahaan dengan pelaksanaan di tingkat operasional. Komunikasi yang efektif antara tingkatan manajemen sangat penting.

9. Evaluasi Kinerja dan Pengembangan Karyawan Kunci

Menilai kinerja perusahaan secara keseluruhan dan mengidentifikasi karyawan kunci yang dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan perusahaan. Top management juga bertanggung jawab atas pengembangan kepemimpinan dan talenta di perusahaan.

Peran dan tugas ini membantu top level management untuk memberikan arah dan kepemimpinan yang diperlukan untuk mencapai tujuan perusahaan dan memastikan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Baca juga: Apa itu CEO? Bagaimana Peran dan Tugasnya dalam Perusahaan?

2. Middle Level Management

Middle Level Management, atau manajemen tingkat menengah, merujuk pada tingkat manajemen di suatu perusahaan yang berada di antara top level management (manajemen puncak) dan first-line management (manajemen tingkat pertama). Manajemen tingkat menengah memainkan peran penting dalam menghubungkan strategi perusahaan dengan pelaksanaan operasional sehari-hari. 

Siapa saja yang berada di level management ini?

Middle Level Management terdiri dari sejumlah posisi manajerial yang berada di antara tingkat puncak (top level management) dan tingkat pertama (first-line management). Beberapa contoh posisi yang umumnya terdapat dalam middle level management melibatkan individu-individu yang bertanggung jawab mengimplementasikan kebijakan dan strategi perusahaan di tingkat operasional. Contohnya Manajer Departemen, Manajer Proyek, Supervisor Tim/Unit kerja, Koordinator Fungsional, Kepala Unit, dll.

Peran dan tugas middle level management

Peran dan tugas Middle Level Management (manajemen tingkat menengah) melibatkan pelaksanaan strategi perusahaan di tingkat operasional dan koordinasi antara tingkat puncak dan tingkat pertama manajemen. Berikut adalah beberapa peran dan tugas kunci yang biasanya diemban oleh middle level management:

1. Implementasi Strategi

Menerjemahkan keputusan strategis yang diambil oleh top management menjadi rencana taktis dan langkah-langkah operasional yang dapat diimplementasikan di tingkat departemen atau unit kerja.

2. Koordinasi Antar Departemen

Berperan sebagai perantara antara berbagai departemen atau unit kerja di dalam perusahaan. Memastikan bahwa aktivitas di seluruh perusahaan berjalan sejalan dengan tujuan strategis.

3. Manajemen Tim dan Karyawan:

Memimpin tim atau unit kerja dan memastikan bahwa karyawan memahami tugas mereka, memiliki sumber daya yang cukup, dan mencapai target yang telah ditetapkan.

4. Pelaporan dan Evaluasi

Melakukan pelaporan kinerja berkala kepada top management. Mengevaluasi pencapaian kinerja individu dan tim serta memberikan umpan balik konstruktif.

5. Pengambilan Keputusan Taktis

Membuat keputusan taktis sehari-hari untuk memastikan efisiensi operasional dan mencapai tujuan departemen atau unit.

6. Penyampaian Kebijakan

Menyampaikan kebijakan dan pedoman perusahaan ke tingkat operasional. Memastikan pemahaman dan kepatuhan karyawan terhadap kebijakan tersebut.

Baca juga: Sekadar Jadi Manajer atau Jadi Pemimpin, Pilih yang Mana?

7. Pengelolaan Konflik

Menangani konflik di tingkat departemen atau unit. Membangun hubungan yang baik di antara anggota tim dan memastikan kolaborasi yang efektif.

8. Pengembangan Karyawan

Terlibat dalam pengembangan karyawan dengan menyediakan pelatihan, bimbingan, dan mentoring. Membantu karyawan meningkatkan keterampilan mereka.

9. Pelaksanaan Perubahan

Mengelola perubahan di tingkat operasional dan memastikan bahwa tim dapat beradaptasi dengan perubahan dalam lingkungan bisnis atau kebijakan perusahaan.

10. Pengelolaan Kontribusi ke Strategi perusahaan

Membuat keputusan yang mendukung pencapaian strategi perusahaan dan berkontribusi pada keseluruhan keberhasilan perusahaan.

11. Monitoring Kinerja

Memantau kinerja departemen atau unit kerja, mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan, dan mengambil tindakan korektif.

12. Pemberdayaan Tim

Mendorong pemberdayaan tim dengan memberikan tanggung jawab dan otonomi yang sesuai. Membangun lingkungan kerja yang mendukung kolaborasi dan inovasi.

Peran dan tugas middle level management sangat penting karena mereka berada di garis depan pelaksanaan strategi perusahaan. Keberhasilan mereka dalam mengelola tim dan operasional sehari-hari berkontribusi langsung pada pencapaian tujuan perusahaan.

Baca juga: Mengenal CTO: Pengertian, Tugas, dan Skill yang Wajib Dimiliki Seorang  CTO

3. Lower/first-line Level Management

Lower Level Management, yang juga dikenal sebagai first-line management atau manajemen tingkat pertama, merujuk pada tingkatan manajemen di suatu perusahaan yang berada di tingkat operasional yang paling bawah. Individu yang berada di tingkat ini bertanggung jawab langsung atas pelaksanaan tugas-tugas harian dan pemantauan kinerja karyawan di tingkat paling bawah hierarki perusahaan.

Siapa saja yang berada di level management ini?

Lower Level Management, atau manajemen tingkat pertama, melibatkan individu-individu yang berada di garis depan operasional perusahaan dan bertanggung jawab langsung atas pelaksanaan tugas-tugas harian. Contohnya: Kepala gudang, Manajer pabrik, Supervisor tim, Kepala shift, Kepala toko atau cabang, Manajer lini produksi, dll.

Peran dan tugas lower level management

Peran dan tugas Lower Level Management, atau manajemen tingkat pertama, sangat terfokus pada pelaksanaan tugas operasional sehari-hari dan memastikan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai dengan standar dan tujuan perusahaan. Berikut adalah beberapa peran dan tugas kunci yang diemban oleh manajemen tingkat pertama:

1. Supervisi Harian

Memberikan pengawasan langsung kepada karyawan dalam menjalankan tugas-tugas harian mereka. Memastikan bahwa pekerjaan diselesaikan dengan benar dan efisien.

2. Penugasan Pekerjaan

Menetapkan tugas dan tanggung jawab kepada karyawan sesuai dengan kebutuhan operasional. Memastikan bahwa setiap anggota tim memahami pekerjaan mereka.

3. Pelaksanaan Kebijakan

Memastikan kebijakan dan prosedur perusahaan diterapkan di tingkat operasional. Memberikan klarifikasi dan panduan kepada karyawan terkait dengan kebijakan tersebut.

4. Pelatihan Karyawan

Memberikan pelatihan awal kepada karyawan baru dan melibatkan diri dalam pengembangan keterampilan karyawan. Membantu integrasi karyawan baru ke dalam tim.

5. Pemantauan Kinerja

Memantau kinerja individu dan tim. Memberikan umpan balik secara teratur dan membantu karyawan dalam mencapai standar kinerja yang ditetapkan.

6. Pemecahan Masalah Harian

Menangani masalah operasional sehari-hari dan mengambil tindakan cepat untuk memecahkan masalah yang muncul di tingkat pelaksanaan.

7. Koordinasi Tim

Bertindak sebagai penghubung di antara anggota tim, memastikan kolaborasi yang efektif, dan memfasilitasi komunikasi antar departemen jika diperlukan.

8. Pengelolaan Waktu

Mengelola waktu karyawan untuk memastikan bahwa pekerjaan diselesaikan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Merencanakan dan mengatur jadwal kerja tim.

9. Motivasi Karyawan

Mendorong motivasi dan keterlibatan karyawan. Memberikan dukungan dan pembinaan untuk meningkatkan semangat kerja dan produktivitas.

10. Pelaporan Kinerja

Memberikan laporan kinerja kepada manajemen tingkat menengah atau sesuai dengan prosedur perusahaan. Menyampaikan informasi tentang pencapaian dan kendala di tingkat operasional.

11. Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Memastikan kepatuhan dengan kebijakan dan prosedur kesehatan dan keselamatan kerja. Melibatkan diri dalam pelatihan keselamatan dan mengidentifikasi risiko potensial.

12. Koordinasi dengan Tingkat Menengah

Berkolaborasi dengan manajemen tingkat menengah untuk menyelaraskan kebijakan dan strategi perusahaan dengan pelaksanaan operasional di tingkat pertama.

Peran dan tugas ini sangat penting karena manajemen tingkat pertama merupakan kunci untuk menciptakan lingkungan kerja yang produktif, menjaga tingkat kinerja yang tinggi, dan memastikan keberhasilan operasional harian perusahaan.

Baca juga: Mengenal Profesi CFO Chief Financial Officer: Pengertian, Tugas, dan Skill yang Wajib Dimiliki

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email