Akuntansi Biaya dan Mengapa Perusahaan Anda Membutuhkannya

By Rifqi Renanda   |  

Salah satu kegiatan yang penting untuk dilakukan oleh seorang pengusaha adalah akuntansi biaya agar terlihat jelas kondisi finansial perusahaannya. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa istilah akuntansi biaya tidak asing di kalangan pelaku usaha dan individu-individu yang bekerja di sektor keuangan.

Tetapi, bagaimana dengan masyarakat awam? Sangat mungkin bagi orang-orang yang belum pernah berhubungan dengan kegiatan pengelolaan uang untuk tidak memahami mengenai akuntansi biaya. Apabila Anda adalah salah satunya, maka Anda datang ke artikel yang tepat karena kami akan membahas tuntas mengenai akuntansi biaya. Yuk, kita mulai!

Pengertian Akuntansi Biaya Menurut Para Ahli

Secara umum, dapat dikatakan bahwa akuntansi biaya adalah pencatatan keuangan yang menggolongkan dan meringkas hal-hal seperti biaya produksi dan pendapatan dari penjualan produk atau jasa dengan lengkap. Mengapa harus dilakukan dengan lengkap? Karena akuntansi biaya merupakan bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada pihak manajemen dan pihak luar (investor) dan akan digunakan untuk pengambilan keputusan di masa depan.

Definisi dari akuntansi biaya telah dibicarakan oleh berbagai macam ahli ekonomi sepanjang sejarah. Berikut adalah pendapat beberapa pakar ekonomi mengenai definisi akuntansi biaya:

Bastian dan Nurlela

Menurut Bastian dan Nurlela, akuntansi biaya adalah salah satu bidang ilmu akuntansi yang memiliki fokus lebih dalam mempelajari cara mencatat, mengukur, dan melaporkan informasi yang berhubungan dengan segala biaya yang dikeluarkan saat produksi.

Kholmi dan Yuninsih

Sedangkan Kholmi dan Yuningsih berkata bahwa akuntansi biaya merupakan proses yang berhubungan dengan melacak, mencatat, mengalokasikan, menganalisis, dan melaporkan seluruh biaya yang digunakan oleh perusahaan untuk melaksanakan kegiatan produksi.

Datar, Foster, dan Horngren

Lalu, Datar, Foster, dan Horngren mengartikan akuntansi biaya adalah suatu hal yang bertujuan untuk mencari tahu, mengukur, melaporkan, dan menganalisis semua aspek biaya, baik langsung maupun tidak langsung selama berhubungan dengan proses produksi dan pemasaran produk dan jasa dari suatu perusahaan.

Dari beberapa pengertian yang disebutkan oleh pakar-pakar ekonomi diatas, dapat disimpulkan bahwa akuntansi biaya adalah kegiatan mencatat, mengukur, melaporkan, dan menganalisis segala aspek yang berhubungan dengan biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk melakukan kegiatan produksi dan pemasaran.

Fungsi Akuntansi Biaya 

Seperti yang dapat dilihat sebelumnya, adalah penting bahwa akuntansi biaya untuk dilaksanakan di dalam suatu perusahaan karena dapat membantu mengetahui pengeluaran apa saja yang telah dilakukan. Namun, bukan hanya itu saja fungsi dari akuntansi biaya, dan berikut adalah beberapa fungsi akuntansi biaya yang lain:

Membantu Perhitungan Biaya Pokok Produk dan Harga Pokok Produk

Fungsi pertama akuntansi biaya adalah menghitung biaya pokok produksi yang dikeluarkan dimana untung dan/atau rugi termasuk ke dalam perhitungan. Dengan mengetahui hal tersebut, maka perusahaan akan lebih mudah memutuskan harga pokok produk yang tepat dan menguntungkan

Referensi Perencanaan Anggaran 

Fungsi kedua akuntansi biaya adalah sebagai bahan dasar saat sebuah perusahaan merencanakan anggaran. Pencatatan segala biaya yang dikeluarkan akan sangat membantu perusahaan untuk memahami berapa biaya yang dikeluarkan dan untuk keperluan apa saja. 

Apabila akuntansi biaya tidak dilakukan secara rinci dan akurat, maka proses perencanaan anggaran tidak akan sempurna atau bahkan tidak akan bisa dibuat karena kurang lengkapnya data. 

Baca juga: Pengertian Liabilitas dan Mengapa Ini Penting Untuk Mengembangkan Perusahaan Anda

Basis Informasi Pihak Manajemen

Lalu, akuntansi biaya juga dapat digunakan sebagai informasi biaya yang dilaporkan kepada pihak manajemen yang kemudian akan dievaluasi dan dilakukan berbagai macam pengendalian. Apabila ditemukan bahwa nominal pembiayaan terlampau besar atau terlampau kecil, maka pihak manajemen dapat menyesuaikannya sebagaimana mestinya. 

Klasifikasi Biaya

Karena akuntansi biaya mengelola seluruh biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan, maka biaya-biaya tersebut perlu dikelompokkan. Ini bertujuan agar akuntansi biaya terlihat lebih rapi dan lebih mudah untuk menemukan biaya yang dicari. Proses pengelompokkan tersebut disebut dengan klasifikasi biaya, yang mengkategorikan biaya yang dikeluarkan dalam empat klasifikasi utama. Perhatikan penjelasan klasifikasi biaya berikut ini:

Berdasarkan Fungsi Pokok dari Aktivitas Perseroan

Klasifikasi biaya pertama adalah yang didasari oleh fungsi pokok dari kegiatan perusahaan atau aktivitas perseroan. Dalam klasifikasi biaya ini, terdapat tiga biaya yang dipertimbangkan, yaitu:

  • Biaya Produksi (Production Cost): jumlah dari seluruh biaya yang dikeluarkan di dalam proses produksi dan meliputi biaya-biaya seperti, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan sejenisnya.
  • Biaya Pemasaran (Marketing Expenses): segala biaya yang dipergunakan untuk mempromosikan produk kepada konsumen. Salah satu contoh biaya pemasaran adalah biaya iklan.
  • Biaya Administrasi & Umum (General Administration Expenses): sedangkan biaya administrasi dan umum meliputi biaya yang mengatur aktivitas produksi dan pemasaran produk, seperti gaji karyawan. 

Berdasarkan Kegiatan atau Volume Produksi

Kategori selanjutnya dalam klasifikasi biaya adalah berdasarkan kegiatan atau volume produksi. Berbeda dengan klasifikasi biaya sebelumnya, pada klasifikasi biaya ini terdapat dua biaya yang menjadi bahan pertimbangan:

  • Biaya tetap: jenis biaya yang tidak berubah sama sekali terlepas dari kondisi volume produksi yang sedang naik maupun turun.
  • Biaya variabel: biaya yang berubah mengikuti volume produksi sehingga semakin banyaknya kegiatan produksi yang dilakukan perusahaan, semakin besar biaya variabel.

Berdasarkan Pembebanan Periode Akuntansi

Sedangkan klasifikasi biaya ketiga menggunakan pembebanan periode akuntansi sebagai basisnya dan mempertimbangkan dua biaya. Berikut adalah penjelasan kedua biaya tersebut:

  • Pengeluaran Modal (Capital Expenditure): Segala biaya yang dibelanjakan untuk mendapatkan aset tetap, membuat kegiatan operasional dan kapasitas produktif dari aset tetap tersebut lebih efisien, dan untuk memperpanjang masa manfaatnya.
  • Pengeluaran Penghasilan (Revenue Expenditure): Jenis biaya yang hanya bermanfaat pada periode saat ini. Oleh karena itu, jenis pengeluaran ini dikategorikan sebagai beban dalam laporan laba rugi periode yang sedang berjalan.

Berdasarkan Objek yang Dibiayai

Klasifikasi biaya keempat dan terakhir adalah pengelompokkan biaya yang melihat benda apa saja yang dibayarkan. Ada dua biaya yang termasuk dalam klasifikasi biaya ini, yaitu biaya langsung dan biaya tidak langsung. Simak penjelasan berikut:

  • Biaya Langsung (Direct Cost): biaya yang dapat langsung diketahui keterkaitannya dengan kegiatan produksi barang.
  • Biaya Tidak Langsung (Indirect Cost): kebalikannya, biaya tidak langsung tidak memiliki hubungan secara langsung dengan aktivitas produksi secara menyeluruh.

Jenis-jenis Akuntansi Biaya

Sumber: pexels.com

Agar kegiatan akuntansi biaya dapat dilakukan dengan lebih terorganisir, maka akuntansi biaya dibagi ke dalam beberapa jenis. Berikut adalah empat jenis akuntansi biaya, dimana masing-masing jenis memiliki fokus tersendiri:

Activity-Based Accounting

Activity-Based Accounting adalah jenis akuntansi biaya yang berguna untuk mengukur biaya produksi dan menghubungkannya dengan hasil produksi sehingga dapat mengetahui keuntungan produk. Dalam kata lain, activity-based accounting mencatat seluruh biaya yang memiliki keterkaitannya dengan aktivitas produksi. 

Baca juga: Mengenal Activity Based Costing Beserta Fungsi dan Penerapannya Dalam Bisnis

Cost-Volume-Profit

Sedangkan, cost-volume-profit berfungsi untuk memutuskan besarnya pembiayaan yang dibutuhkan saat disinkronisasikan dengan jumlah volume produksi jika biaya pokok produksi tidak berubah. 

Jika biaya untuk membuat sebuah produk tidak berubah namun kuantitas volume produk yang dihasilkan bisa bertambah, maka kemungkinan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi akan meningkat.

Contribution Margin

Lalu, contribution margin bermanfaat untuk melakukan analisis terhadap titik balik modal atau break-even point dan memberikan perkiraan sumber keuntungan perusahaan. Perlu diingat bahwa pembuatan contribution margin masih dalam bentuk pencatatan, oleh karena itu, perusahaan dapat langsung mengimplementasikan apa yang ditemukan dari pencatatan contribution margin ke dalam kegiatan produksi secara nyata

Standard Cost Accounting

Standard Cost Accounting berfokus pada pengukuran efisiensi dari sumber daya manusia (SDM), bahan baku yang nantinya akan diolah, serta alat produksi yang akan mengolah bahan baku tersebut. 

Contoh Penerapan Akuntansi Biaya

Masing-masing perusahaan tentunya memiliki cara yang berbeda untuk menjalankan bisnisnya. Contoh, cara beroperasi perusahaan Anda sangat mungkin memiliki perbedaan dengan gaya berbisnis kompetitor Anda, meski bergerak di industri yang sama. Oleh karena itu, akuntansi biaya diterapkan dengan metode-metode yang berbeda. Berikut adalah beberapa contohnya. 

Perusahaan Manufaktur

Semua perusahaan jenis ini pastinya akan mengubah bahan baku yang tersedia menjadi produk jadi yang akan dijual kepada pasar yang telah ditentukan. Untuk perusahaan manufaktur, akuntansi biaya digunakan untuk memantau biaya yang dikeluarkan pada semua proses produksi.

Perusahaan Jasa

Perusahaan jasa memberikan pelayanan untuk klien mereka, maka dapat dikatakan bahwa kegiatan bisnis mereka pun termasuk tidak rumit. Oleh karena itu, penerapan akuntansi biaya pada perusahaan jasa dapat dilakukan dengan mudah karena hanya menghitung harga pokok jasa dan hanya data tersebut yang akan tercantum di laporan keuangan.

Perusahaan Dagang

Sedangkan pada perusahaan dagang yang memang menjual barang kepada konsumen, akuntansi biaya digunakan untuk menghitung kas masuk, kas keluar, barang masuk, dan barang keluar. 

Pada titik ini, kami berharap Anda sudah memahami akuntansi biaya dan dapat menarik garis besar bahwa akuntansi biaya penting untuk dilakukan agar dapat melihat seberapa besar biaya yang dikeluarkan dan digunakan untuk apa secara lebih terorganisir. Pencatatan keuangan ini harus dilakukan dengan lengkap karena merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada pihak manajemen dan pihak investor untuk membantu dalam pengambilan keputusan.

Selain sebagai bentuk pertanggungjawaban, akuntansi biaya juga berfungsi untuk membantu perhitungan biaya pokok produk dan harga produk, referensi perencanaan anggaran, dan sebagai basis informasi pihak manajemen. Akuntansi biaya memiliki empat klasifikasi biaya, yaitu berdasarkan fungsi pokok dan aktivitas perseroan, berdasarkan volume produksi, berdasarkan pembebanan periode akuntansi, dan berdasarkan objek yang dibiayai.

Pembuatan akuntansi biaya harus dilakukan secara terorganisir, oleh karena itu, sebaiknya biaya tertentu dimasukan ke dalam jenis-jenis akuntansi seperti activity-based accounting, cost-volume-profit, contribution margin, dan standard cost accounting. Dapat dilihat bahwa akuntansi biaya mencakup banyak aspek yang sangat berkemungkinan membuat Anda kewalahan apabila melakukannya secara manual.

Dengan demikian, Anda membutuhkan aplikasi pendukung, dan GreatDay HR dapat menjadi solusi untuk Anda.

Dengan GreatDay HR, Anda dapat memantau pengeluaran langsung di aplikasi untuk agar Anda dapat membuat akuntansi biaya dengan lebih cepat dan fitur visualisasi laporan akan membantu Anda mengambil keputusan bisnis yang tepat. Anda juga dapat mengirimkan dan meminta laporan akuntansi biaya tersebut dalam format yang Anda butuhkan.

Ajak kami untuk mendatangi perusahaan Anda sekarang juga! Mungkin saja demo yang kami berikan akan membuat Anda yakin bahwa GreatDay HR dapat membantu pembuatan akuntansi biaya Anda.

Tags : akuntansi biaya

Related Topics