Jadwalkan Demo

Apa Itu Dismissal Rate dan Pengaruhnya dalam Pengelolaan SDM

Rizka Maria Merdeka | April 1, 2024 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

Pemahaman mengenai dismissal rate menjadi semakin penting bagi perusahaan untuk mengelola sumber daya manusia mereka dengan lebih baik. Dismissal rate, yang merupakan persentase dari jumlah karyawan yang dipecat atau di-PHK dibandingkan dengan total karyawan dalam suatu periode waktu, bukan hanya sekadar angka statistik.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang konsep dismissal rate, mulai dari pengertian dasarnya hingga pengaruhnya terhadap pengelolaan sumber daya manusia di perusahaan. Selain itu, akan dibahas juga tentang cara menghitung dismissal rate, perbandingan dismissal rate dengan metrik HR lainnya, seperti turnover rate dan retention rate, untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif.

Baca sampai habis!

Baca juga: Pahami 21 HR Metrics yang Penting bagi HR Profesional dan Cara Menghitungnya

Apa itu dismissal rate?

Dismissal rate adalah persentase atau angka yang mengukur jumlah karyawan yang dipecat atau di-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dalam suatu periode waktu tertentu, dibandingkan dengan jumlah total karyawan di perusahaan atau dalam suatu kelompok tertentu dalam periode yang sama. Dismissal rate sering digunakan oleh perusahaan untuk mengevaluasi tingkat stabilitas tenaga kerja dan efektivitas kebijakan manajemen sumber daya manusia.

Tingginya dismissal rate bisa menjadi tanda peringatan bagi perusahaan karena bisa menunjukkan masalah seperti ketidakcocokan budaya perusahaan, kinerja yang buruk, atau masalah manajemen yang lebih luas. Di sisi lain, dismissal rate yang rendah dapat menunjukkan kestabilan dalam kekuatan kerja dan keberhasilan dalam menjaga karyawan yang berkualitas.

Perusahaan sering menggunakan dismissal rate sebagai salah satu indikator dalam mengevaluasi kebijakan HR, efektivitas manajemen, dan keberhasilan dalam mempertahankan karyawan yang berbakat dan produktif.

Baca juga: Turnover Rate vs. Attrition Rate: Dua Metrik Penting bagi HR Perusahaan

Pengaruh dismissal rate dalam pengelolaan SDM

Dismissal rate memiliki pengaruh yang signifikan dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) di perusahaan karena mencerminkan stabilitas tenaga kerja, kepuasan karyawan, dan efektivitas kebijakan manajemen. Berikut adalah beberapa pengaruh utama dismissal rate dalam pengelolaan SDM:

1. Stabilitas tenaga kerja

Tingkat dismissal rate yang tinggi dapat menimbulkan ketidakstabilan dalam kekuatan kerja perusahaan. Ini dapat mengakibatkan gangguan dalam operasi, meningkatkan biaya penggantian karyawan, dan menurunkan produktivitas karena seringnya pergantian karyawan.

2. Citra perusahaan

Tingkat dismissal rate yang tinggi dapat merusak citra perusahaan di mata calon karyawan, pelanggan, dan mitra bisnis. Perusahaan dengan reputasi yang buruk dalam hal memperlakukan karyawan dapat kesulitan menarik dan mempertahankan bakat-bakat terbaik.

3. Kepuasan karyawan

Dismissal rate yang tinggi dapat menyebabkan kecemasan dan ketidakpastian di antara karyawan yang tersisa. Hal ini dapat berdampak negatif pada moral dan motivasi karyawan, serta meningkatkan turnover secara keseluruhan.

4. Biaya penggantian karyawan

Tingkat dismissal rate yang tinggi dapat meningkatkan biaya penggantian karyawan, termasuk biaya perekrutan, pelatihan, dan integrasi karyawan baru. Ini dapat membebani anggaran perusahaan dan mengurangi profitabilitas.

5. Evaluasi kebijakan SDM

Dismissal rate adalah indikator yang penting dalam mengevaluasi efektivitas kebijakan manajemen sumber daya manusia, seperti proses perekrutan, evaluasi kinerja, pengembangan karyawan, dan manajemen konflik. Tingkat dismissal rate yang tinggi mungkin menunjukkan kebutuhan untuk meninjau dan memperbarui kebijakan yang ada.

6. Produktivitas dan kinerja perusahaan

Dismissal rate yang tinggi dapat mengganggu kinerja perusahaan secara keseluruhan karena seringnya gangguan dalam kekuatan kerja. Karyawan yang merasa tidak stabil dalam pekerjaan mereka mungkin kurang termotivasi untuk memberikan kontribusi maksimal pada perusahaan.

Dalam pengelolaan SDM, penting bagi perusahaan untuk memahami penyebab dismissal rate yang tinggi dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasinya, seperti meninjau proses perekrutan, meningkatkan evaluasi kinerja, menyediakan pelatihan dan pengembangan yang lebih baik, serta meningkatkan komunikasi dan keterlibatan karyawan.

Dengan mengelola dismissal rate secara efektif, perusahaan dapat meningkatkan stabilitas tenaga kerja, kepuasan karyawan, dan kinerja keseluruhan.

Baca juga: Penting bagi HR! Memahami Attrition Rate, Penyebab, dan Cara Menghitungnya

Cara menghitung dismissal rate

Dismissal rate biasanya dihitung dengan membagi jumlah pemutusan karyawan oleh jumlah rata-rata karyawan selama periode tertentu, kemudian dikalikan dengan 100 untuk mengekspresikannya sebagai persentase.

Rumus untuk menghitung Dismissal Rate adalah:

Dismissal Rate = Jumlah Pemutusan / Rata-rata Jumlah Karyawan × 100%

Jumlah Pemutusan merujuk pada total jumlah karyawan yang dihentikan selama periode tertentu.

Rata-rata Jumlah Karyawan mewakili jumlah rata-rata kepala selama periode yang sama.

Contoh:

Misalkan sebuah perusahaan memiliki 10 pemutusan dalam satu tahun, dan rata-rata jumlah karyawan sepanjang tahun itu adalah 300. Menggunakan rumus:

Dismissal Rate=10/300×100%=3,3%

Oleh karena itu, dismissal rate untuk perusahaan tersebut untuk tahun itu akan menjadi 3,3%.

Baca juga: Strategi Rekrutmen Internasional: Mencari Bakat Global untuk Organisasi Anda

Dismissal rate vs metriks lainnya

Meskipun metrik seperti tingkat turnover atau tingkat pengurangan karyawan mencakup berbagai penyebab kepergian karyawan, Tingkat Pemecatan berkonsentrasi pada pemutusan hubungan kerja yang dilakukan secara tidak sukarela yang dilakukan oleh pemberi kerja. Hal ini memberikan gambaran tentang keefektifan kebijakan SDM, interaksi karyawan, dan keputusan manajerial.

  1. Turnover rate: Meskipun tingkat perpindahan mencakup seluruh pemecatan, tingkat pemecatan secara khusus melacak pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh pemberi kerja.
  2. Retention rate: Mengukur proporsi karyawan yang dipertahankan selama suatu periode, berbeda dengan tingkat pemecatan yang berfokus pada pemutusan hubungan kerja.

Berikut adalah tabel perbandingan antara dismissal rate dengan metrik lainnya:

dismissal rate gdhr

Baca juga: Training and Development: Pengertian, Manfaat, dan Tren Terkini T&D 2024

Minimalisir naiknya dismissal rate melalui proses rekrutmen yang efektif dengan GreatDay HR

dismissal rate adalah gdhr

Tingginya dismissal rate di suatu perusahaan memberikan citra bahwa perusahaan tersebut memiliki banyak pegawai yang kurang berkualitas baik secara kinerja maupun kepribadian. Hal tersebut juga bisa merupakan dampak dari penyaringan kandidat atau rekrutmen yang tidak efektif. Ini tentu buruk bagi perkembangan perusahaan dan HR.

Untuk mengoptimalkan proses rekrutmen, GreatDay HR menyediakan fitur Recruitment untuk membantu proses penyaringan calon karyawan menjadi lebih efektif dan efisien. Alihkan data-data berupa dokumen ke bentuk digital, dengan begitu HR bisa melihat dan memilih profil kandidat yang terbaik bagi perusahaan dengan lebih mudah.

Terlebih lagi, fitur Recruitment GreatDay HR juga memungkinkan Anda untuk mengatur wawancara langsung di aplikasi mobile yang dapat diakses melalui ponsel pintar Anda. Segera berlangganan GreatDay HR sekarang! Klik di sini untuk info lebih lanjut.

Baca juga: Pentingnya dan Contoh Program Reskilling yang HR Wajib Tahu

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email