Jadwalkan Demo

Apa Itu Kartel? Berikut Pengertian dan Alasan Kartel Dilarang Pemerintah

Rizka Maria Merdeka | September 30, 2022 | Others
by GreatDay HR

Jika mendengar kata “kartel”, pasti dalam benak kebanyakan orang mengaitkannya dengan hal-hal yang negatif seperti “kartel narkoba”, “kartel senjata api”, dan lain sebagainya. Padahal tidak semua kartel berhubungan dengan perdagangan barang-barang berbahaya.

Meskipun demikian, kegiatan bisnis kartel pada umumnya dinilai tidak sehat dan mengganggu ekonomi masyarakat luas. Atas alasan tersebut, pemerintah melarang keberadaan kartel di Indonesia. Pandangan terkait kartel tersebut pun berlaku di hampir seluruh negara di dunia.

Dampak kartel yang paling umum adalah mempengaruhi peningkatan dan penurunan harga serta adanya pengendalian persediaan barang/suplai yang sewenang-wenang. Artikel kali ini akan membahas tentang pengertian, kelebihan dan kekurangan, serta alasan kartel dilarang oleh pemerintah. Simak artikelnya untuk tahu lebih banyak!

Baca juga: Fraud Triangle: Penyebab Kecurangan Laporan Keuangan Perusahaan

Pengertian kartel

Secara umum, kartel adalah pembentukan suatu kerjasama atau asosiasi antar pihak produsen demi menetapkan harga pada tingkat yang lebih tinggi agar dapat memberikan batasan pada suplai produk dan persaingan bisnis.

Pengertian lainnya dari kartel adalah suatu kegiatan dalam bentuk kerjasama antar beberapa perusahaan demi menetapkan suatu harga menguasai produksi dan penjualan, melakukan kegiatan monopoli atas suatu komoditas ataupun industri tertentu.

Aktivitas kartel terjadi karena munculnya persaingan usaha pada suatu bisnis industri, sehingga muncul ide untuk saling bekerjasama antar beberapa pebisnis agar bisa memenangkan persaingan tersebut. Artinya, kartel dilakukan agar beberapa pihak tertentu bisa menguasai pasar.

Dalam prosesnya, setiap pelaku kartel akan melakukan bentuk kesepakatan agar bisa membatasi jumlah ketersedian suatu produk tertentu dan membagi wilayah penjualan produknya. Dari hal tersebut, maka akan muncul kelangkaan produk, sehingga pelaku kartel bisa meningkatkan harga jual produknya demi mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Baca juga: Kenali Blue Ocean Strategy: Definisi, Kelebihan, Hingga Penerapannya Dalam Bisnis

Kelebihan dan kekurangan kartel

Dalam kartel, para pihak produsen biasanya membuat kesepakatan yang menguntungkan bagi masing-masing, di antaranya penentuan harga, jumlah pasokan, dan wilayah pemasaran. Meskipun demikian, kartel bisnis tidak selalu hanya memberikan keuntungan. Sama seperti bisnis lainnya, kartel juga memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri.

Keuntungan dari kartel

  1. Operasi kartel yang dapat menjalin hubungan kerja antara masing-masing perusahaan dengan pekerjanya cenderung lebih menguntungkan, karena kenaikan upah lebih mudah mereka peroleh.
  2. Setiap anggota organisasi ini memiliki posisi yang lebih baik untuk bersaing di pasar terbuka, sehingga risiko pemecatan menjadi minimal.
  3. Perusahaan mampu meminimalkan risiko kerugian akibat rendahnya penjualan karena produksi atau penjualan diatur dan jumlah terjamin.
  4. Mengurangi risiko penjualan barang dan risiko modal anggota karena penjualan diatur dan kuantitas produksi terjamin.
  5. Adanya monopoli organisasi perdagangan ini di pasar membuatnya berada pada tempat yang baik untuk menghadapi persaingan.
  6. Kartel dapat menerapkan rasionalisasi untuk menjaga harga jual tetap stabil.

Kekurangan kartel

  1. Setiap pengusaha menghadapi tantangan dalam mempersiapkan diri untuk berinovasi dan mengembangkan usahanya karena terikat dengan peraturan dan sanksi yang ada.
  2. Operasi kelompok perdagangan ini mungkin melibatkan inovasi minimal di kalangan pengusaha, karena perusahaan sudah mampu menghasilkan keuntungan tertentu dan cenderung stabil.
  3. Kegiatan kartel dalam dunia komersial dapat merugikan masyarakat, karena organisasi yang sudah menguasai pasar akan cenderung menaikkan harga untuk keuntungan yang lebih besar.
  4. Kartel tidak akan menimbulkan persaingan bagi masing-masing produsen, sehingga suasana dunia usaha menjadi tidak kondusif.
  5. Pada prinsipnya kartel akan menimbulkan ketidakstabilan harga yang dalam jangka panjang akan mempengaruhi daya beli konsumen.
  6. Upaya pengendalian harga produk kartel akan memicu inflasi yang dapat merugikan masyarakat.
  7. Keuntungan yang diperoleh setiap anggota kelompok cenderung lebih besar dan berjangka panjang.

Baca juga: Pengertian, Jenis, dan Fungsi Neraca Saldo Bagi Bisnis

Alasan kartel dilarang oleh pemerintah

Kegiatan bisnis kartel dinilai lebih banyak membawa kerugian bagi perekonomian masyarakat dibandingkan keuntungannya. Hal tersebut dilihat dari bagaimana pengendalian suplai dan penentuan harga yang dilakukan dengan sewenang-wenang oleh para pegiat kartel.

Selain itu, keberadaan kartel mengganggu perdagangan yang merupakan penggerak roda ekonomi negara karena memicu persaingan bisnis yang tidak sehat. Terlebih lagi, kartel bisnis secara luas dapat merugikan kepentingan umum dan merusak iklim usaha yang produktif. Hal-hal tersebut menjadi dasar alasan pemerintah melarang kartel bisnis di Indonesia.

Pemerintah melakukan upaya-upaya untuk melarang dan menghilangkan kartel bisnis dengan membuat peraturan-peraturan tertulis. Peraturan tersebut juga dibuat untuk melindungi dan menjamin hak perekonomian masyarakat.

Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 melarang adanya praktik kartel serta bentuk usaha tidak sehat lainnya. Meskipun perjanjian di antara pelaku bisnis merupakan hal yang biasa dilakukan, terdapat beberapa bentuk dan isi perjanjian yang dilarang oleh pemerintah dalam UU tersebut.

UU No. 5 Tahun 1999 Pasal 11, berbunyi:

“Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian, dengan pelaku usaha pesaingnya, yang bermaksud untuk mempengaruhi harga dengan mengatur produksi dan atau pemasaran suatu barang dan/atau jasa, yang dapat mengakibatkan terjadinya praktek monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat.”

Dengan diberlakukannya UU tersebut, pemerintah melarang adanya kartel di Indonesia karena jelas bahwa kartel bekerjasama untuk mengontrol pasar untuk keuntungan pribadi, serta mengancam alur perekonomian negara.

Baca juga: Dampak Negatif Kenaikan Harga BBM Terhadap Bisnis di Indonesia

Minimalisir risiko pemalsuan absensi karyawan dengan aplikasi GreatDay HR

apa itu kartel gdhr

Jika Anda seorang HR yang bertugas mengurusi SDM di perusahaan, tentu saja Anda pernah menghadapi masalah pemalsuan data absensi karyawan dan data absensi yang hilang. Hal tersebut jika dibiarkan akan membuat perusahaan rugi dan berpengaruh terhadap karyawan lainnya.

Oleh sebab itu, GreatDay HR hadir dengan fitur Attendance yang dapat menjadi solusi segala keresahan HR terkait absensi. Tidak perlu lagi melakukan pengisian absensi yang manual, harus mengantri, membuang banyak kertas dengan risiko hilang serta pemalsuan.

Melalui aplikasi GreatDay HR, karyawan hanya perlu melakukan selfie di ponsel pribadi untuk rekam kehadiran. Dalam beberapa detik saja data absensi sudah terdaftar secara otomatis dan terintegrasi dengan payroll.

Selain itu, GreatDay HR dilengkapi dengan sistem Face Matching, Liveness, dan Geotagging yang menjamin rekam kehadiran karyawan aktual, presisi, dan otentik. Tidak ada lagi celah bagi pemalsuan absensi. Data kehadiran juga tersimpan dengan aman di penyimpanan Cloud.

Tunggu apa lagi? Dapatkan kemudahan dalam pengelolaan data kehadiran karyawan di GreatDay HR dengan unduh aplikasinya segera! Kunjungi websitenya dan jadwalkan demonya, GRATIS!

Baca juga: 20 Ide Bisnis di Tahun 2022 yang Menghasilkan Banyak Uang

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email