Jadwalkan Demo

Apa Itu Severance Pay? Ini Pengertian dan Mengapa Perusahaan Menawarkannya

Rizka Maria Merdeka | April 25, 2024 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

Di dunia kerja, istilah “severance pay” seringkali menjadi perbincangan penting saat karyawan mengalami pemutusan hubungan kerja. Severance pay, yang merupakan kompensasi finansial atau manfaat lain yang diberikan kepada karyawan yang dipecat atau dihentikan secara tidak sukarela oleh perusahaan, memainkan peran penting dalam mendukung karyawan yang menghadapi transisi pekerjaan.

Artikel ini akan menjelaskan secara komprehensif tentang severance pay, dimulai dari pengertian dan definisinya. Kami juga akan membahas tentang bagaimana cara kerja severance pay, termasuk prosesnya dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Selain itu, kami juga akan membahas alasan di balik mengapa perusahaan menawarkan severance pay kepada karyawannya, serta apakah setiap perusahaan memiliki kewajiban untuk memberikannya kepada karyawan yang dipecat.

Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang severance pay, pembaca akan dapat memahami pentingnya kompensasi ini dalam konteks hubungan kerja yang adil. Simak selengkapnya!

Baca juga: Pengertian Kompensasi, dan Tujuannya dalam Perusahaan

Apa itu severance pay?

Severance pay adalah jumlah uang atau manfaat lain yang diberikan kepada karyawan yang dipecat atau dihentikan dari pekerjaannya secara tidak sukarela oleh perusahaan. Biasanya, severance pay diberikan sebagai kompensasi atas masa kerja yang telah dihabiskan oleh karyawan tersebut di perusahaan, serta sebagai bantuan untuk membantu mereka dalam transisi ke pekerjaan baru.

Severance pay dapat bervariasi tergantung pada kebijakan perusahaan, hukum lokal, dan kondisi individual, termasuk lamanya masa kerja, posisi, dan alasan di balik pemutusan hubungan kerja. Pembayaran ini bisa berupa jumlah uang tunai, insentif finansial tambahan, manfaat kesehatan tambahan, atau bentuk kompensasi lainnya.

Tujuan dari severance pay adalah untuk memberikan perlindungan ekonomi sementara kepada karyawan yang kehilangan pekerjaan mereka, serta sebagai upaya untuk menjaga hubungan baik antara karyawan dan perusahaan. Selain itu, dalam beberapa yurisdiksi, ada juga peraturan hukum yang mengatur pemberian severance pay sebagai bagian dari hak-hak karyawan.

Baca juga: Penting Diperhatikan! Ini Alasan Pentingnya Kompensasi bagi Karyawan

Bagaimana cara kerja severance pay?

Severance pay biasanya diatur oleh kebijakan internal perusahaan atau dalam kontrak kerja antara perusahaan dan karyawan. Cara kerjanya bisa bervariasi tergantung pada faktor-faktor seperti hukum lokal, kebijakan perusahaan, dan situasi spesifik pemutusan hubungan kerja. Namun, secara umum, berikut adalah langkah-langkah umum tentang bagaimana severance pay bekerja:

1. Pemutusan Hubungan Kerja

Ketika seorang karyawan dipecat atau dihentikan secara tidak sukarela, biasanya ada proses formal pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh perusahaan. Ini bisa melibatkan pertemuan dengan manajemen, pemberitahuan resmi, dan mungkin juga negosiasi mengenai kondisi pemutusan.

2. Evaluasi Hak Severance Pay

Setelah pemutusan hubungan kerja, perusahaan akan mengevaluasi apakah karyawan tersebut memenuhi syarat untuk menerima severance pay berdasarkan kebijakan perusahaan dan/atau hukum lokal. Faktor-faktor yang dipertimbangkan bisa mencakup lamanya masa kerja, posisi, alasan di balik pemutusan, dan apakah ada kontrak kerja yang mengatur hak-hak severance pay.

3. Penawaran Severance Pay

Jika karyawan memenuhi syarat, perusahaan biasanya akan menawarkan paket severance pay. Paket ini bisa berupa jumlah uang tunai, insentif finansial tambahan, manfaat kesehatan tambahan, atau bentuk kompensasi lainnya.

4. Penerimaan dan Penandatanganan

Jika karyawan setuju dengan paket severance pay yang ditawarkan, mereka biasanya akan diminta untuk menandatangani dokumen resmi yang menyetujui kesepakatan tersebut. Dokumen ini mungkin mencakup persyaratan seperti perjanjian untuk tidak menuntut atau menggugat perusahaan di masa depan.

5. Pembayaran

Setelah dokumen disetujui dan ditandatangani, perusahaan akan mengeluarkan pembayaran severance pay sesuai dengan ketentuan yang disepakati. Pembayaran ini bisa dilakukan dalam satu kali pembayaran atau secara berkala sesuai dengan kesepakatan.

6. Transisi dan Penutupan

Setelah menerima severance pay, karyawan akan bertransisi dari perusahaan dan memulai fase baru dalam karir atau kehidupan mereka. Perusahaan dan karyawan biasanya akan menyelesaikan semua urusan administratif dan memastikan bahwa tidak ada sisa pekerjaan atau tanggung jawab yang belum diselesaikan.

Itulah secara umum bagaimana severance pay bekerja, meskipun detailnya dapat bervariasi antara perusahaan dan situasi individual.

Baca juga: Memahami Pengertian dan Cara Menghitung Salary Competitiveness Ratio (SCR)

Mengapa perusahaan menawarkan severance pay bagi karyawannya?

Perusahaan menawarkan severance pay kepada karyawannya atas beberapa alasan strategis dan etis:

1. Mempertahankan Reputasi Perusahaan

Memberikan severance pay kepada karyawan yang dipecat atau dihentikan secara tidak sukarela dapat membantu perusahaan menjaga reputasi baik. Dengan menangani pemutusan hubungan kerja secara adil dan menghormati hak-hak karyawan, perusahaan dapat menghindari kontroversi atau litigasi yang merugikan reputasi.

2. Mengurangi Risiko Hukum

Memberikan severance pay bisa membantu perusahaan mengurangi risiko hukum. Di banyak yurisdiksi, ada regulasi yang mengatur hak-hak karyawan terkait pemutusan hubungan kerja. Dengan menawarkan severance pay, perusahaan dapat mematuhi peraturan-peraturan ini dan menghindari potensi tuntutan hukum yang mahal.

3. Mempertahankan Hubungan Baik dengan Karyawan

Memberikan severance pay adalah cara perusahaan menunjukkan penghargaan kepada karyawan yang telah bekerja keras dan memberikan kontribusi selama masa kerja mereka. Ini dapat membantu mempertahankan hubungan baik dengan karyawan yang dipecat, sehingga mereka tetap memiliki pandangan positif terhadap perusahaan.

4. Membantu Transisi Karyawan

Severance pay dapat memberikan dukungan finansial kepada karyawan yang kehilangan pekerjaan mereka, membantu mereka menjalani transisi ke pekerjaan baru dengan lebih lancar. Ini dapat membantu mengurangi stres dan ketidakpastian finansial yang mungkin dialami oleh karyawan setelah kehilangan pekerjaan mereka.

5. Menarik Bakat Baru

Kebijakan perusahaan yang adil terhadap pemutusan hubungan kerja, termasuk memberikan severance pay, dapat membuatnya lebih menarik bagi bakat-bakat baru. Karyawan potensial cenderung memilih perusahaan yang dikenal memperlakukan karyawannya dengan baik, bahkan dalam situasi sulit seperti pemutusan hubungan kerja.

Secara keseluruhan, memberikan severance pay adalah langkah yang dapat membantu perusahaan mengelola risiko hukum, menjaga reputasi, dan memperlakukan karyawan dengan adil dan menghormati.

Baca juga: Begini Perhitungan Uang Pesangon dan Pajak Pesangon Karyawan

Apakah perusahaan wajib memberikan severance pay?

Apakah perusahaan wajib memberikan severance pay tergantung pada hukum dan peraturan di wilayah hukum tempat perusahaan tersebut beroperasi, serta pada kebijakan internal perusahaan itu sendiri. Secara umum, di banyak yurisdiksi, tidak ada persyaratan hukum yang memaksa perusahaan untuk memberikan severance pay kepada karyawan yang dipecat atau dihentikan secara tidak sukarela. Namun, ada beberapa pengecualian dan faktor yang perlu dipertimbangkan:

1. Kontrak Kerja

Jika ada kontrak kerja antara perusahaan dan karyawan yang mengatur hak-hak severance pay, perusahaan mungkin wajib memberikan kompensasi sesuai dengan ketentuan kontrak tersebut.

2. Undang-Undang Buruh dan Peraturan Pekerja

Di beberapa yurisdiksi, terutama di negara-negara dengan undang-undang ketenagakerjaan yang kuat, ada peraturan yang mengatur hak-hak karyawan terkait pemutusan hubungan kerja. Beberapa undang-undang mungkin memerlukan pembayaran kompensasi tambahan atau memberikan hak-hak lain kepada karyawan yang dipecat, tergantung pada alasan di balik pemutusan hubungan kerja dan lamanya masa kerja karyawan tersebut.

3. Kebijakan Perusahaan

Beberapa perusahaan mungkin memiliki kebijakan internal yang menetapkan bahwa mereka akan memberikan severance pay kepada karyawan yang dipecat atau dihentikan secara tidak sukarela, bahkan jika tidak ada persyaratan hukum yang memaksa mereka untuk melakukannya. Kebijakan semacam ini dapat membantu perusahaan menjaga reputasi, mempertahankan hubungan baik dengan karyawan, dan mengelola risiko hukum.

Meskipun tidak ada kewajiban hukum universal bagi perusahaan untuk memberikan severance pay, memberikan kompensasi kepada karyawan yang dipecat secara adil dan menghormati hak-hak mereka seringkali dianggap sebagai praktik yang baik dalam manajemen sumber daya manusia dan dapat membantu perusahaan menghindari masalah potensial di masa depan.

Baca juga: Perhitungan Pesangon Berdasarkan Undang-Undang Terbaru 2021

Lindungi kesehatan finansial karyawan Anda dengan Benefits by GreatDay HR

severance pay benefits by gdhr

Selain pemberian severance pay, fasilitas seperti pinjaman kepada karyawan juga memiliki peran penting dalam menjamin kesejahteraan finansial mereka. Meskipun demikian, banyak perusahaan yang cemas terhadap potensi risiko yang mungkin timbul akibat fasilitas tersebut, yang dapat mengganggu arus kas perusahaan.

Namun, saat ini tidak perlu lagi merasa khawatir! Benefits by GreatDay HR menawarkan solusi keuangan bagi karyawan melalui fitur-fitur pendukung finansial seperti Cash Advance dan Top Up & Bills. Dengan fitur Cash Advance, karyawan dapat mengakses sebagian dari gajinya sebelum tanggal penggajian, tanpa perlu mengkhawatirkan bunga atau angsuran. Ini bukanlah program pinjaman, karena dana yang ditarik adalah bagian dari gaji karyawan sendiri dan akan dipotong otomatis pada saat penggajian.

Selain itu, melalui fitur Top Up & Bills, karyawan dapat membayar berbagai tagihan, membeli pulsa, dan mengisi saldo uang elektronik dengan mudah, semua dilakukan melalui satu aplikasi.

Segera berlangganan dan unduh aplikasi Benefits by GreatDay HR sekarang juga! Klik di sini untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga: Sudah Tahu Perbedaan PKWT dan PKWTT?

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email