Jadwalkan Demo

Begini Asal-usul Adanya THR di Indonesia

Rizka Maria Merdeka | November 3, 2023 | Keuangan
by GreatDay HR

Tunjangan Hari Raya (THR) adalah istilah yang tak asing bagi setiap pekerja di Indonesia. THR merupakan hak yang diamanatkan oleh hukum untuk setiap pekerja, yang diberikan oleh pemberi kerja sebagai dukungan finansial menjelang perayaan hari raya, seperti Idul Fitri dan Natal.

Lebih dari sekadar bonus, THR memiliki makna yang dalam dalam sejarah perjuangan buruh di Indonesia. Untuk memahami makna dan asal-usul THR, kita perlu menggali lebih dalam ke dalam sejarah panjang perjuangan buruh dan perkembangan hukum ketenagakerjaan di tanah air.

Dalam artikel kali ini, GreatDay HR akan membahas tentang pengertian THR secara singkat dan asal-usul bagaimana THR akhirnya diberlakukan di Indonesia. Mari simak artikel selengkapnya untuk pembahasan lebih lanjut!

Baca juga: Lakukan Cara Mengatur THR Berikut Ini Agar Uangmu Tidak Hanya Lewat!

Sekilas tentang pengertian THR

THR atau Tunjangan Hari Raya adalah pembayaran atau tunjangan yang diberikan kepada pekerja atau karyawan sebagai bagian dari kompensasi mereka menjelang hari raya, seperti Idul Fitri bagi umat Islam. THR biasanya diberikan oleh perusahaan atau pemberi kerja kepada karyawan mereka sebagai bentuk penghargaan dan dukungan dalam merayakan hari raya.

Pemberian THR umumnya diatur dalam perundang-undangan dan sering kali berkaitan dengan hukum ketenagakerjaan. Persyaratan, jumlah, dan jangka waktu pemberian THR dapat bervariasi tergantung pada peraturan di masing-masing negara dan perjanjian antara pemberi kerja dan pekerja.

THR dapat berupa uang tunai, barang atau layanan, atau bentuk kompensasi lainnya yang diberikan kepada karyawan. Tujuan dari THR adalah untuk membantu karyawan merayakan hari raya dengan lebih baik dan merasa dihargai atas kontribusi mereka dalam pekerjaan.

Baca juga: Perhitungan THR dan Apa Saja yang Perlu Diketahui Bagi Seorang Karyawan?

Asal-usul THR di Indonesia

Asal-usul Tunjangan Hari Raya (THR) di Indonesia berkaitan erat dengan sejarah perjuangan buruh, perkembangan hukum ketenagakerjaan, dan perlindungan hak pekerja di negara ini. Berikut penjelasan yang lebih rinci mengenai asal-usul dan perkembangan THR di Indonesia:

1. Perjuangan Buruh

Sejarah THR di Indonesia dimulai dengan perjuangan buruh dan gerakan serikat pekerja pada awal abad ke-20. Pekerja Indonesia telah lama berjuang untuk hak-hak yang adil, termasuk upah yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan keluarga mereka. Perjuangan ini melibatkan berbagai aksi protes, mogok kerja, dan demonstrasi yang menuntut kondisi kerja yang lebih baik dan perlindungan hak-hak pekerja.

2. Peraturan Awal

Pada tahun 1948, pemerintah Indonesia mengeluarkan Peraturan Pemerintah No. 13 tentang Upah dan Peraturan Pemerintah No. 14 tentang Cuti Tahunan. Peraturan No. 13 mengatur hak pekerja untuk menerima THR, yang pada saat itu disebut “upah puasa.” Peraturan ini mengamanatkan bahwa pekerja memiliki hak untuk menerima tunjangan tambahan sebelum bulan Ramadan, yang merupakan bulan puasa bagi umat Islam. Peraturan No. 14 mengatur cuti tahunan bagi pekerja.

3. Undang-Undang Ketenagakerjaan

Perkembangan lebih lanjut dalam pengaturan THR terjadi dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan). UU Ketenagakerjaan menjadi landasan hukum yang lebih komprehensif untuk hak dan kewajiban pekerja serta pemberi kerja di Indonesia. Di dalamnya, terdapat ketentuan-ketentuan yang lebih rinci tentang THR dan cuti tahunan.

4. Kewajiban Pemberian THR

Menurut UU Ketenagakerjaan, pemberi kerja di Indonesia wajib memberikan THR kepada pekerjanya sebagai bentuk dukungan dalam merayakan hari raya. THR ini diberikan sebagai tambahan kepada upah pekerja dan diatur sebagai satu bulan gaji penuh, yang harus dibayarkan sebelum Hari Raya, seperti Idul Fitri bagi umat Islam atau Natal bagi umat Kristen. Tujuan THR adalah untuk membantu pekerja memenuhi kebutuhan selama perayaan, seperti keperluan makanan, pakaian, dan persiapan lainnya.

Pemberian THR juga merupakan upaya pemberi kerja untuk memberikan pengakuan dan apresiasi kepada pekerja atas kontribusi mereka dalam perusahaan. THR memastikan bahwa pekerja memiliki dana ekstra untuk merayakan hari raya dengan lebih layak dan bermartabat.

Seiring berjalannya waktu, aturan THR telah mengalami beberapa perubahan dan penyesuaian sesuai dengan perkembangan hukum ketenagakerjaan di Indonesia. Selain itu, pemerintah dan pihak terkait terus memantau pelaksanaan aturan THR untuk memastikan pemenuhan hak-hak pekerja dan mempromosikan kesejahteraan mereka.

Baca juga: Cara Menghitung Bonus Akhir Tahun Karyawan di Perusahaan

Hitung THR dan komponen gaji lainnya lebih praktis dengan GreatDay HR

asal-usul thr gdhr

Perhitungan upah, termasuk pengelolaan THR untuk karyawan, seringkali menghadapi hambatan dalam prosesnya. Informasi kehadiran, perhitungan pajak, bonus, tunjangan, dan potongan merupakan unsur-unsur yang terlibat dalam proses penggajian yang cukup memakan waktu dan tenaga jika dikelola secara manual.

GreatDay HR hadir dengan fitur Payroll untuk mengatasi masalah pengelolaan penggajian termasuk pemberian THR karyawan. Fitur ini memungkinkan Anda untuk secara otomatis menghitung gaji karyawan dan mempermudah prosesnya.

Tinggalkan perhitungan THR dan penggajian manual yang memakan banyak waktu! Melalui aplikasi GreatDay HR, penggajian dan perhitungan pajak dapat dilakukan secara otomatis, menghemat waktu yang berharga. Selain itu, Anda tidak perlu repot-repot menghitung kehadiran secara terpisah karena semuanya terintegrasi dengan sistem penggajian.

Jangan tunda lagi, segera berlangganan dan unduh aplikasi GreatDay HR sekarang! Untuk informasi lebih lanjut klik di sini!

Baca juga: Mekanisme Payroll #3: Penghitungan Komponen Tunjangan dalam Penggajian Karyawan di Perusahaan Secara Digital

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email