Financial Check Up, Bagaimana Menjaga Kesehatan Keuangan?

By Verencia Augusta   |  

Keuangan merupakan sesuatu yang perlu direncanakan, diupayakan, dan dijaga untuk pemenuhan kebutuhan hidup. Istilah perencanaan keuangan (financial planning) mungkin sudah menjadi hal lumrah yang sering Anda dengar sebagai seseorang yang sudah masuk dalam dunia kerja. 

Selain melakukan perencanaan keuangan, menjaga kesehatan keuangan juga penting untuk dilakukan. Layaknya manusia, keuangan juga dapat mengalami kondisi kritis ketika tidak dikelola dengan baik dan benar. 

Lalu, bagaimana cara untuk membuat perencanaan keuangan dan melakukan financial check up secara rutin agar keuangan tetap sehat? Temukan jawabannya hanya dalam artikel ini! 

Memahami Perencanaan Keuangan Dengan Tepat

Dilansir dari Financial Planning Standard Board Indonesia, perencanaan keuangan adalah kiat untuk mencapai tujuan hidup melalui pengelolaan keuangan yang terintegrasi dan terencana. Lebih lanjut, Financial Planning Standard Board Indonesia menyebutkan beberapa hal yang menjadi tujuan hidup seseorang, diantaranya adalah: 

  • Menyiapkan pendidikan anak
  • Menyiapkan warisan
  •  Menyiapkan dana untuk berbagai keperluan seperti rumah, ibadah haji, 

Pada kesempatan kali ini, GreatDay Connect Online Seminar menghadirkan topik tentang keuangan yang dibawakan oleh Robby Christy selaku Head of Advisor Finansialku. 

Kak Roby memaparkan bahwa perencanaan keuangan dianalogikan sebagai peta untuk sampai pada tujuan perjalanan yang sudah kita tentukan, dimana perencanaan keuangan diibaratkan sebagai navigasi dalam hidup. 

Dalam menentukan tujuan untuk bepergian, biasanya kita juga meninjau kondisi jalan yang akan kita tempuh untuk bisa sampai dengan selamat. 

Sama halnya ketika sedang menentukan tujuan saat mau pergi ke suatu tempat, perencanaan keuangan juga dilakukan dengan melihat kondisi keuangan saat ini dan apa yang menjadi tujuan di masa mendatang. 

Kondisi keuangan seseorang adalah segala hal yang berhubungan dengan pemasukan (income), pengeluaran (expense), aset, hutang, dan kewajiban. Saat melakukan perencanaan keuangan Anda harus mengetahui terlebih dahulu apakah goals untuk jangka pendek, menengah, atau panjang. 

Setelah menentukan tujuan dan mengetahui dengan pasti kondisi keuangan yang dimiliki, langkah selanjutnya dalam merencanakan keuangan adalah memilih investasi yang sesuai dengan goals yang telah kita tetapkan. 

Salah satu hal penting yang perlu Anda ketahui dalam merencanakan keuangan adalah dengan menyusun skala prioritas. Anda dapat mengacu pada piramida perencanaan keuangan oleh Finansialku: 

1. Cash Flow, Dana Darurat, dan Pinjaman

Arus kas (cash flow), dana darurat, dan pinjaman sebagai skala prioritas pertama dengan tujuan supaya Anda dapat memperoleh keamanan keuangan. Yang menjadi bagian dalam arus kas, dana darurat, dan pinjaman adalah rekening, deposito, emas, serta RDPU (Reksa Dana Pasar Uang) pinjaman. 

2. Manajemen Risiko

Manajemen risiko menunjukan skala prioritas kedua yang juga bertujuan untuk mencapai keamanan keuangan. Manajemen risiko sendiri terdiri atas 3 hal yang harus Anda penuhi dalam hidup, yaitu asuransi jiwa, asuransi penyakit kritis, dan asuransi kesehatan. 

3. Tujuan keuangan

Tujuan keuangan adalah investasi capital gain yang merupakan salah satu bentuk dari kenyamanan keuangan yang memungkinkan seseorang untuk melakukan pemenuhan kebutuhan atas hidupnya, seperti membeli rumah, membeli mobil, dana liburan, pendidikan anak, dsb. 

4. Rencana Pensiun

Rencana pensiun merupakan bentuk lain dari kenyamanan keuangan dan kondisi seseorang mendapatkan penghasilan pasif dan penghasilan investasi cash flow

5. Distribusi Kekayaan (DK)

Distribusi kekayaan merupakan tingkatan paling atas dan terakhir dalam piramida perencanaan keuangan yang bertujuan untuk mewariskan harta atau kekayaan yang dimiliki ke generasi selanjutnya. Distribusi kekayaan bisa Anda rencanakan ketika keamanan dan keuangan sudah terpenuhi dengan baik. 

Perlu diingat bahwa sebagai warga negara Indonesia, kita memiliki kewajiban untuk membayar pajak. Ketika menyusun skala prioritas perencanaan keuangan, jangan lupa untuk sisihkan uang Anda untuk membayar pajak, ya! 

Supaya semakin paham bagaimana membuat perencanaan keuangan dengan tepat, Kak Robby mengambil ilustrasi, Ronald seorang staff sales berusia 28 tahun dengan rincian pemasukan: 

  • Gaji bulanan sebesar Rp 12.000.000
  • Komisi penjualan sebesar Rp 5.000.000
  • Investasi sebesar Rp 2.000.000 

Sehingga, total pemasukan Ronald selama 1 bulan adalah sebesar Rp 19.000.000. Fase selanjutnya dari pemasukan adalah pengeluaran. Adapun rincian pengeluaran Ronald dalam sebulan, diantaranya: 

  • Pajak sebesar Rp 1.300.000 
  • Sedekah sebesar Rp 2.000.000 
  • Investasi sebesar Rp 2.000.000 
  • Asuransi sebesar Rp 500.000
  • Cicilan sebesar Rp 4.000.000 
  • Belanja sebesar Rp 5.000.000. 

Jadi, total seluruh pengeluaran Ronald dalam sebulan adalah sebesar Rp 14.800.000. Tahap selanjutnya dalam melakukan perencanaan keuangan adalah financial check up

Financial check up dilakukan dengan melihat kondisi keuangan saat ini yang meliputi pemasukan, pengeluaran, aset dan kewajiban. 

Tips Menjaga Kesehatan Keuangan

Melanjuti dari pembahasan sebelumnya, tahapan terakhir bagi Anda dalam melakukan perencanaan keuangan adalah financial check up

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan financial check up? Dikutip dari Clever Girl Finance, financial check up merupakan cara yang bisa digunakan untuk melihat seberapa baik kondisi keuangan Anda untuk bisa mencapai tujuan yang telah ditetapkan. 

Dengan melakukan financial check up secara rutin, Anda bisa mencapai tujuan keuangan yang sudah diimpikan. 

Pendapat lain dari The Balance, menyebutkan bahwa financial check up adalah kesempatan setahun sekali untuk meninjau kembali kondisi keuangan selama setahun terakhir, apakah Anda masih berada dalam jalur yang tepat dalam mengelola keuangan. 

Jadi, bukan hanya kesehatan saja yang perlu Anda cek secara rutin tetapi juga kondisi keuangan dengan melakukan pemeriksaan finansial (financial check up). Adapun beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam menjaga kesehatan keuangan menurut Kak Robby, yaitu:

1. Arus Kas (Cash Flow

Ketika melakukan pemeriksaan keuangan dan melihat bahwa arus kas Anda sudah berantakan, apa yang seharusnya dilakukan? 

Untuk membuat cash flow kembali sehat, tanyakan hal ini kepada diri sendiri; apakah penghasilan yang terlalu kecil sehingga tidak mencukupi kebutuhan hidup atau pengeluaran dan hutang yang terlalu besar. Terdapat istilah fase budgeting dalam arus kas ketika melakukan pemeriksaan keuangan. 

Fase budgeting yang didalamnya terdapat pemasukan berupa gaji dan bonus digunakan untuk melakukan pembayaran terhadap hal-hal utama seperti membayar pajak, premi asuransi, cicilan, melakukan donasi, pengeluaran bulanan, dan akhirnya disisihkan untuk menabung. 

Menabung memungkinkan setiap orang untuk mendapatkan penghasilan pasif, terutama jika berinvestasi. Selain itu, Anda juga bisa mencapai tujuan dengan lebih cepat ketika arus kas sudah dapat dialokasikan dengan tepat. 

2. Dana Darurat 

Dana darurat merupakan hal penting pada saat memeriksa keuangan Anda. Dana darurat adalah dana yang dipersiapkan secara terpisah untuk kebutuhan cadangan dan pengeluaran tidak terduga. Dana untuk kebutuhan cadangan dapat digunakan ketika kehilangan pekerjaan (PHK), adanya perubahan jabatan, atau potongan gaji. 

Sedangkan, yang termasuk pengeluaran tak terduga adalah dana yang dikeluarkan untuk biaya yang bersifat emergency seperti biaya pengobatan, perbaikan rumah, dan biaya perbaikan lainnya. 

Robby Christy pada GreatDay Connect Online Seminar ini menyampaikan bahwa setidaknya setiap orang memiliki dana darurat minimal sebesar 6 kali dari gaji yang didapatkan. 

Untuk yang sudah berkeluarga minimal 9 kali dari gaji dan jika Anda sudah memiliki anak diharapkan memiliki dana darurat minimal sebesar 12 kali dari gaji yang didapatkan. 

Lebih lanjut, Kak Robby juga berbagi pengetahuan untuk konsep utama dalam dana darurat yaitu alim. Alim sendiri merupakan singkatan dari aman, likuid, dan mudah dijangkau. 

Dalam mempersiapkan dana darurat, terdapat 4 instrumen yang bisa digunakan yaitu rekening yang terpisah, deposito, logam mulia, dan reksadana (pasar uang). 

3. Hutang 

Jika Anda memiliki hutang yang perlu dilunasi, lakukanlah identifikasi untuk mengetahui apakah hutang dalam bentuk produktif atau konsumtif. 

Hutang produktif adalah hutang yang digunakan untuk membeli barang atau aset yang mendatangkan dan meningkatkan pemasukan, salah satu contoh nya adalah beli rumah. 

Kebalikan dari hutang produktif, hutang yang bersifat konsumtif tidak mendatangkan pemasukan justru menambah pengeluaran seseorang, contohnya adalah pinjaman online, kartu kredit, cicilan kendaraan, dsb.

Adapun cara yang bisa dilakukan untuk melunasi hutang supaya pada saat financial check up kondisi keuangan Anda sehat adalah

  1. Jangan menambah kredit baru 
  2. Fokus untuk menambah pemasukan yang bisa digunakan untuk menyiapkan dana darurat dan bayar cicilan 
  3. Fokus melunasi hutang yang masih tersisa mulai dari pokok yang terkecil 

“Kalau bisa jangan berhutang kecuali kalian tau bagaimana cara melunasinya dan mampu untuk bayar” – Robby Christy, Head of Advisor Finansialku. 

4. Risiko Kehidupan 

Setiap orang memiliki tanggal lahir yang pasti, tetapi tidak untuk tanggal kematian. 

Risiko dalam kehidupan adalah hal yang tidak bisa kita hindari dan harus dihadapi. Ketidakpastian dalam risiko kehidupan yang mungkin terjadi dan mempengaruhi kondisi keuangan adalah: 

  1. Risiko sakit; pada saat sakit kita pasti harus membayar tagihan rumah sakit yang menyebabkan pengeluaran tak terduga terjadi. 
  2. Risiko sakit kritis; sakit kritis adalah bentuk lain dari pengeluaran tak terduga yang meliputi bayar tagihan rumah sakit, biaya pengobatan, terapi, dsb. 
  3. Meninggal; ketika seseorang sudah sampai pada akhirnya hidupnya terdapat 2 kemungkinan apakah meninggalkan hutang yang akhirnya harus dilunasi oleh keluarga atau justru meninggalkan warisan. 

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Anda memerlukan piramida proteksi yang terdiri dari: 

  1. Asuransi kesehatan
  2. Asuransi sakit kritis 
  3. Asuransi jiwa 

Kembali pada pembahasan pada saat awal tadi, sudah disampaikan bahwa dengan asuransi kesehatan dan kritis, Anda bisa mencapai keamanan keuangan. Sedangkan, asuransi jiwa bisa digunakan untuk distribusi kekayaan pada generasi selanjutnya. 

So, jangan lupa mempersiapkan diri dan keuangan untuk risiko kehidupan di masa mendatang dengan menyediakan piramida proteksi agar kondisi keuangan juga senantiasa sehat. 

5. Investasi 

Hal terakhir yang bisa Anda lakukan untuk membuat kondisi keuangan tetap sehat adalah dengan berinvestasi. Pada dasarnya, investasi selalu bertumbuh dan tidak selalu menghasilkan profit. 

Dalam berinvestasi tentunya ada return dan risk yang harus Anda hadapi. Namun, dengan investasi Anda bisa mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dilansir dari KoinWorks, investasi merupakan kegiatan finansial yang dilakukan untuk bisa menambah nilai uang di masa mendatang.

Kesimpulan

Financial check up bisa Anda lakukan secara rutin untuk memastikan bahwa keuangan dalam keadaan stabil dan apa yang telah menjadi tujuan dapat tercapai dengan tepat waktu. Selain itu, jangan lupa untuk selalu merencanakan keuangan dengan menentukan skala prioritas dengan tepat. Hal terakhir yang bisa dilakukan adalah menjaga kesehatan keuangan dengan mengatur dan menambah arus kas, menyiapkan dana darurat, dan menghindari hutang. 

Semoga keuangan Anda tetap sehat baik di masa kini maupun mendatang dan jangan lupa untuk melakukan financial check up. Dapatkan pengetahuan lainnya dengan topik menarik hanya di GreatDay Connect Online Seminar. Have a Great Day, Great People! 

Written by: Verencia Augusta

Edited by: Muhammad Rifqi Renanda

Tags : Financial Checkup, Kesehatan Keuangan

Related Topics