Jadwalkan Demo

Ketahui Apa Itu Sense of Belonging dalam Dunia Kerja serta Contoh dan Cara Membangunnya

Rizka Maria Merdeka | December 15, 2023 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

Pembahasan tentang “sense of belonging” atau rasa memiliki menjadi semakin penting. Sense of belonging merujuk pada perasaan karyawan bahwa mereka benar-benar terhubung dengan perusahaan tempat mereka bekerja, merasa dihargai, dan diterima.

Artikel ini akan membahas pengertian sense of belonging di konteks dunia kerja, memberikan contoh-contohnya, serta membahas bagaimana cara membangun sense of belonging karyawan di tempat kerja. Dengan memahami betapa krusialnya konsep ini, kita dapat mengeksplorasi cara-cara praktis yang dapat diadopsi oleh perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, inklusif, dan memperkuat keterikatan karyawan terhadap perusahaan.

Simak selengkapnya dalam artikel ini!

Baca juga: 8 Strategi Pemberdayaan Pegawai yang Efektif untuk Perusahaan

Apa itu sense of belonging?

Sense of belonging dalam lingkungan kerja merujuk pada perasaan karyawan bahwa mereka merupakan bagian integral dari perusahaan tempat mereka bekerja. Ini mencakup perasaan bahwa mereka dihargai, diakui, dan diterima oleh rekan kerja dan pimpinan. Sense of belonging juga mencakup identifikasi positif terhadap nilai-nilai, budaya, dan tujuan perusahaan.

Sederhananya, sense of belonging adalah rasa merasa memiliki. Namun, konteks rasa ingin memiliki dalam hal ini bukan berarti ingin menguasai tempat kerja melainkan rasa ikut serta berkontribusi dan bertanggung jawab untuk kepentingan bersama dan perusahaan.

Hal ini memiliki dampak positif pada produktivitas, kepuasan kerja, dan retensi karyawan. Karyawan yang merasa memiliki akan lebih termotivasi untuk memberikan kontribusi maksimal, bersedia bekerja sama, dan memiliki loyalitas terhadap perusahaan mereka. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan memperkuat rasa kepemilikan dan keterlibatan di antara karyawan.

Baca juga; Tips Meningkatkan Employee Engagement Lintas Generasi di Perusahaan

Contoh sense of belonging dalam pekerjaan

Contoh-contoh dari sense of belonging dalam konteks pekerjaan melibatkan situasi-situasi di mana karyawan merasa terhubung, dihargai, dan memiliki identifikasi positif terhadap perusahaan tempat mereka bekerja. Berikut beberapa contoh:

1. Pengakuan Pencapaian

Seorang karyawan yang berhasil menyelesaikan proyek besar secara sukses menerima pengakuan dan apresiasi dari manajemen dan rekan kerja. Pemberian penghargaan ini tidak hanya meningkatkan motivasi karyawan tersebut, tetapi juga membuatnya merasa dihargai dan diterima dalam tim dan perusahaan secara keseluruhan.

2. Budaya Inklusivitas

Perusahaan menerapkan kebijakan inklusivitas yang mendukung keberagaman. Misalnya, mereka menyelenggarakan kegiatan sosial yang merayakan berbagai budaya atau menyediakan pelatihan kepekaan budaya untuk semua karyawan. Hal ini membantu menciptakan atmosfer di mana semua individu merasa diterima dan dihargai.

3. Tim Kerja yang Solid

Sebuah tim kerja yang saling mendukung dan berkolaborasi dengan baik dapat menciptakan sense of belonging. Misalnya, ketika seorang anggota tim mengalami kesulitan, rekan-rekan kerjanya bersedia membantu, memberikan dukungan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.

4. Partisipasi dalam Pengambilan Keputusan

Perusahaan mengadakan pertemuan rutin di mana karyawan dapat memberikan masukan dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan yang memengaruhi pekerjaan mereka. Dengan memberikan suara dalam keputusan-keputusan tersebut, karyawan merasa bahwa pendapat mereka dihargai dan bahwa mereka memiliki peran aktif dalam perkembangan perusahaan.

5. Peluang Pengembangan Karir

Sebuah perusahaan memberikan peluang bagi karyawan untuk mengikuti pelatihan, kursus, atau program pengembangan karir. Memberikan akses ini tidak hanya membantu karyawan meningkatkan keterampilan mereka, tetapi juga menunjukkan bahwa perusahaan berinvestasi dalam pertumbuhan dan pengembangan mereka.

6. Keseimbangan Kehidupan Kerja dan Kehidupan Pribadi

Perusahaan yang memahami kebutuhan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi karyawan menciptakan kebijakan dan lingkungan yang mendukung keseimbangan tersebut. Ini membantu karyawan merasa dihargai sebagai individu yang memiliki kehidupan di luar pekerjaan.

7. Keterlibatan dalam Acara Perusahaan

Karyawan merasa diikutsertakan dalam kegiatan-kegiatan perusahaan, baik itu kegiatan amal, acara sosial, atau kegiatan karyawan. Keterlibatan ini membantu membangun hubungan sosial, menciptakan atmosfer yang positif, dan meningkatkan rasa memiliki terhadap perusahaan.

Contoh-contoh tersebut mencerminkan berbagai cara di mana perusahaan dapat membangun dan memperkuat sense of belonging di antara karyawan mereka. Strategi-strategi ini tidak hanya menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif, tetapi juga dapat berkontribusi pada kesejahteraan dan keberhasilan jangka panjang perusahaan.

Baca juga: Employee Engagement di Era Kerja Jarak Jauh: Menjaga Keterlibatan Karyawan dalam Lingkungan Virtual

Cara membangun sense of belonging di dunia kerja

Membangun sense of belonging di dunia kerja melibatkan serangkaian tindakan dan kebijakan yang dirancang untuk menciptakan lingkungan yang mendukung, inklusif, dan memberikan rasa kebersamaan bagi seluruh karyawan. Berikut adalah beberapa cara yang dapat membantu membangun sense of belonging di lingkungan kerja:

Promosikan Budaya Inklusif

Agar semua karyawan merasa diterima, pastikan kebijakan dan prosedur perusahaan mencerminkan nilai inklusifitas. Sediakan pelatihan kepekaan budaya secara rutin, dan dorong keberagaman melalui inisiatif dan program yang mendukung.

Komunikasi Terbuka dan Jelas

Selenggarakan pertemuan reguler atau sesi dialog antara pimpinan dan karyawan. Manfaatkan platform komunikasi internal untuk menyebarkan informasi secara transparan. Tanggapi umpan balik dengan cepat dan terbuka.

Beri Pengakuan dan Apresiasi

Susun program penghargaan yang mencakup pengakuan formal dan hadiah. Buat forum penghargaan di mana karyawan dapat berbagi pencapaian mereka. Gunakan bahasa positif dan ungkapkan terima kasih secara teratur.

Kembangkan Hubungan Interpersonal

Sediakan waktu untuk kegiatan tim dan acara sosial. Jadwalkan retret atau kegiatan kelompok untuk membangun kebersamaan. Dukung mentoring atau program buddy system untuk memperkuat hubungan antar karyawan.

Libatkan Karyawan dalam Pengambilan Keputusan

Fasilitasi saluran komunikasi formal untuk ide dan masukan karyawan. Gunakan kelompok diskusi atau forum daring untuk mendengarkan pandangan karyawan. Implementasikan perubahan berdasarkan kontribusi karyawan.

Buat Lingkungan Kerja yang Nyaman

Dengarkan umpan balik terkait kenyamanan dan perbaiki sesuai kebutuhan. Sediakan fasilitas seperti ruang istirahat yang nyaman. Terapkan kebijakan kesehatan dan keselamatan yang mendukung kesejahteraan.

Pentingkan Keseimbangan Kehidupan Kerja dan Kehidupan Pribadi

Tawarkan opsi kerja fleksibel atau jadwal yang dapat disesuaikan. Sediakan layanan pendukung seperti daycare atau program kesehatan mental. Bangun kebijakan cuti yang fleksibel untuk mendukung keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi.

Sediakan Peluang Pengembangan Karir

Berikan akses ke program pelatihan dan sumber daya pengembangan. Selenggarakan sesi pembekalan keterampilan dan pemberian umpan balik kinerja. Buat rencana pengembangan individu bersama karyawan.

Fasilitasi Kegiatan Sosial

Sediakan anggaran dan dukungan untuk kegiatan sosial. Libatkan tim dalam proyek amal atau kegiatan sukarela. Kembangkan kalender acara yang beragam untuk memupuk hubungan sosial di antara karyawan.

Edukasi Tentang Nilai dan Budaya Perusahaan

Lakukan orientasi karyawan yang menyeluruh tentang nilai-nilai perusahaan. Terapkan metode pembelajaran berkelanjutan untuk memastikan pemahaman dan penerapan nilai-nilai dalam budaya sehari-hari.

Berikan Dukungan Mental dan Emosional

Sediakan program kesehatan mental, seperti konseling atau sesi meditasi. Sosialisasikan sumber daya kesehatan mental yang tersedia untuk karyawan. Rancang kebijakan yang menghilangkan stigma terkait kesehatan mental.

Baca juga: Employee Empowerment: Definisi, Manfaat, dan Penerapannya di Perusahaan

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email