Jadwalkan Demo

Menerapkan Buddy System dalam Onboarding Karyawan Baru, Perlukah?

Rizka Maria Merdeka | February 9, 2024 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, pendekatan inovatif terhadap manajemen sumber daya manusia menjadi semakin penting. Salah satu praktik yang semakin diterapkan dalam dunia perusahaan adalah “buddy system.” Buddy system merupakan strategi yang efektif dalam onboarding karyawan baru di perusahaan.

Dengan memahami konsep ini, kita dapat menggali lebih dalam tentang pengertian buddy system, manfaat signifikan yang dapat diperoleh perusahaan dari penerapannya dalam proses onboarding, serta langkah-langkah konkret untuk mengimplementasikannya dengan sukses. Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang bagaimana buddy system bukan hanya menjadi pendekatan inovatif, tetapi juga solusi yang efektif dalam memastikan integrasi yang mulus, pengenalan budaya perusahaan, dan pertumbuhan profesional karyawan baru di era bisnis yang dinamis ini.

Simak selengkapnya!

Baca juga: Apa Itu Sistem ATS? Ini Pengertian, Cara Kerja, dan Keunggulan Menggunakannya dalam Rekrutmen

Apa itu buddy system?

Dalam konteks pekerjaan, “buddy system” merujuk pada praktik di mana dua atau lebih karyawan bekerja sama atau bermitra untuk saling mendukung dan memastikan keberhasilan dan keamanan dalam lingkungan kerja. Tujuan utama dari buddy system di tempat kerja adalah untuk meningkatkan keamanan, memperkenalkan karyawan baru ke budaya perusahaan, memfasilitasi integrasi mereka ke dalam tim, dan menciptakan atmosfer kerja yang mendukung pertumbuhan dan kolaborasi.

Penerapan buddy system sendiri dapat bervariasi tergantung pada jenis industri dan karakteristik perusahaan, tetapi pada dasarnya, tujuannya adalah untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, inklusif, dan mendukung pertumbuhan profesional karyawan.

Baca juga: Onboarding Karyawan: Pengertian, Manfaat, Cara Melakukan Prosesnya dengan Tepat

Manfaat penerapan buddy system dalam onboarding karyawan baru

Penerapan buddy system dalam onboarding karyawan baru di perusahaan dapat memberikan sejumlah manfaat yang signifikan. Berikut adalah beberapa manfaat utama:

1. Pengenalan yang lebih cepat

Karyawan baru dapat lebih cepat dan efisien terbiasa dengan lingkungan kerja, kebijakan perusahaan, dan proses operasional melalui bimbingan dan dukungan dari seorang “buddy”. Hal ini dapat membantu mengurangi kurva belajar dan mempercepat integrasi karyawan baru.

2. Memahami budaya perusahaan

Buddy system membantu karyawan baru memahami budaya perusahaan dengan lebih baik. Seorang buddy yang sudah berpengalaman dapat menjelaskan nilai-nilai perusahaan, etika kerja, dan norma-norma yang mungkin sulit dipahami tanpa bantuan langsung.

3. Pertukaran informasi

Pasangan kerja dapat bertukar informasi tentang pekerjaan dan tanggung jawab mereka. Hal ini membantu karyawan baru mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang tugas-tugas pekerjaan, serta memahami bagaimana pekerjaan mereka berhubungan dengan pekerjaan orang lain di perusahaan.

4. Dukungan emosional

Penerimaan karyawan baru seringkali dapat menjadi pengalaman yang menegangkan. Dengan adanya seorang buddy, karyawan baru memiliki seseorang yang dapat memberikan dukungan emosional, menjawab pertanyaan, dan membantu mereka merasa lebih nyaman di lingkungan kerja.

5. Peningkatan kepuasan dan keterlibatan

Karyawan yang merasa didukung dan dipahami selama periode onboarding memiliki kecenderungan untuk lebih puas dan terlibat dalam pekerjaan mereka. Buddy system dapat membantu menciptakan pengalaman onboarding yang positif, yang dapat berkontribusi pada retensi karyawan jangka panjang.

6. Pemecahan masalah yang cepat

Dengan adanya buddy, karyawan baru memiliki sumber daya tambahan untuk membantu memecahkan masalah yang mungkin timbul. Hal ini dapat mengurangi frustrasi dan meningkatkan efisiensi dalam menyelesaikan tugas-tugas pekerjaan.

7. Pertumbuhan profesional

Buddy yang berpengalaman dapat membimbing karyawan baru dalam pengembangan keterampilan dan pemahaman yang diperlukan untuk sukses dalam peran mereka. Ini membuka peluang bagi pertumbuhan profesional dan pengembangan karir jangka panjang.

Dengan mengimplementasikan buddy system dalam onboarding, perusahaan dapat menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, mendukung, dan memastikan bahwa karyawan baru dapat dengan cepat beradaptasi dan berkontribusi secara efektif.

Baca juga: Mengukur Keberhasilan Onboarding: Metrik dan Praktik Terbaik untuk Evaluasi Karyawan Baru

Cara menerapkan buddy system di perusahaan

Menerapkan buddy system di perusahaan dapat melibatkan beberapa langkah strategis agar program ini berhasil. Berikut adalah beberapa panduan umum untuk menerapkan buddy system dalam onboarding karyawan:

1. Identifikasi buddy yang tepat

Pilih karyawan senior atau yang lebih berpengalaman yang memiliki pemahaman yang baik tentang budaya perusahaan, proses operasional, dan tugas-tugas pekerjaan. Pastikan mereka memiliki keterampilan interpersonal yang baik dan kemampuan untuk membimbing dan memberikan dukungan.

2. Pelatihan untuk buddy

Berikan pelatihan kepada buddy mengenai peran mereka dalam mendukung karyawan baru. Sertakan informasi tentang harapan perusahaan, bagaimana memberikan dukungan yang efektif, dan cara memfasilitasi integrasi karyawan baru.

3. Kenalkan karyawan baru dan buddy

Segera setelah karyawan baru bergabung, kenalkan mereka kepada buddy mereka. Jelaskan peran buddy dan tujuan dari sistem ini. Pastikan ada waktu untuk berkenalan dan membahas harapan bersama.

4. Jadwalkan pertemuan rutin

Tetapkan jadwal pertemuan rutin antara karyawan baru dan buddy. Pertemuan ini dapat digunakan untuk membahas kemajuan, menjawab pertanyaan, dan menyediakan platform bagi karyawan baru untuk berbagi pengalaman mereka.

5. Buat checklist onboarding

Buat checklist onboarding yang mencakup langkah-langkah dan informasi yang perlu diketahui oleh karyawan baru. Ini dapat membimbing buddy dan karyawan baru melalui proses onboarding dengan lebih terstruktur.

6. Fasilitasi komunikasi terbuka

Pastikan ada saluran komunikasi terbuka antara karyawan baru dan buddy. Dorong mereka untuk bertukar informasi, memberikan umpan balik, dan melibatkan manajemen jika ada kekhawatiran atau pertanyaan yang lebih besar.

7. Evaluasi dan perbaikan terus-menerus

Lakukan evaluasi berkala terhadap efektivitas buddy system. Dengan mendapatkan umpan balik dari karyawan baru dan buddy, perusahaan dapat menyesuaikan program ini agar sesuai dengan kebutuhan dan mencapai hasil yang diinginkan.

8. Inklusivitas

Pastikan bahwa seluruh tim atau departemen memiliki pemahaman tentang keberadaan buddy system dan bagaimana itu dapat meningkatkan onboarding. Hal ini membantu menciptakan lingkungan kerja yang inklusif.

9. Perubahan berkelanjutan

Sistem buddy dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan perubahan dalam organisasi. Pastikan bahwa program ini bersifat dinamis dan dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan perusahaan.

Menerapkan buddy system memerlukan komitmen dari manajemen dan partisipasi aktif dari seluruh tim. Dengan pendekatan yang terstruktur dan berkelanjutan, buddy system dapat menjadi alat yang efektif dalam membantu karyawan baru beradaptasi dan merasa diakui dalam perusahaan.

Baca juga: Human Capital Management System (HCMS): Memahami Pengertian, Lingkup Kerja, dan Mengapa Setiap Perusahaan Memerlukannya

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email