Jadwalkan Demo

Terlalu Sering Zoom Meeting Bisa Menyebabkan Zoom Fatigue, Apa Itu?

Rizka Maria Merdeka | February 7, 2024 | Info & Update
by GreatDay HR

Dalam era di mana interaksi virtual melalui platform konferensi video semakin mendominasi, muncul fenomena yang dikenal sebagai “zoom fatigue”. Zoom fatigue mencerminkan dampak negatif dari pertemuan online yang terus-menerus, mempengaruhi kesejahteraan fisik dan mental individu.

Artikel ini akan menjelaskan pengertian zoom fatigue, mengidentifikasi gejala yang sering muncul dalam zoom fatigue, serta memberikan beberapa cara untuk mengatasi zoom fatigue. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang fenomena ini dan langkah-langkah praktis untuk mengelolanya, pembaca dapat menjaga kesehatan dan produktivitas mereka selama era pertemuan virtual yang terus berlanjut.

Simak selengkapnya!

Baca juga: Mengenal Minutes of Meeting (MoM) dan Perbedaannya dengan Notulen

Apa itu zoom fatigue?

Zoom fatigue adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kelelahan atau kepenatan yang dialami oleh seseorang setelah berpartisipasi dalam pertemuan atau aktivitas yang dilakukan secara virtual melalui platform video konferensi, seperti Zoom. Fenomena ini menjadi semakin umum seiring dengan peningkatan penggunaan teknologi konferensi video, terutama selama periode pandemi COVID-19 lalu di mana banyak pekerjaan dan pertemuan dilakukan secara online.

Meskipun pandemi telah selesai, budaya WFH dan WFA masih diberlakukan sehingga pertemuan melalui Zoom masih dilakukan. Karenanya, fenomena zoom fatigue masih menjadi hal perlu diwaspadai. Zoom fatigue dapat menyebabkan sejumlah dampak negatif baik secara fisik maupun mental. Dampak tersebut meliputi peningkatan kelelahan, penurunan konsentrasi, dan penurunan kinerja kognitif. Kelelahan fisik dapat menyebabkan ketegangan otot, terutama di leher, bahu, dan punggung.

Secara mental, zoom fatigue dapat menghasilkan peningkatan tingkat stres dan kecemasan, serta mengurangi motivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan virtual. Gangguan tidur juga dapat terjadi sebagai akibat dari kelelahan dan stres yang dialami selama pertemuan online. Secara keseluruhan, zoom fatigue dapat mengganggu kesejahteraan umum, menurunkan produktivitas, dan mempengaruhi kualitas hidup sehari-hari. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi dan mengatasi gejala zoom fatigue serta mengimplementasikan praktik kesehatan yang dapat membantu mengurangi dampak negatifnya.

Baca juga: Meeting Saat New Normal? Tak Perlu Khawatir Lagi!

Gejala zoom fatigue

Gejala zoom fatigue mencakup berbagai aspek yang mencerminkan kelelahan fisik dan mental yang dapat timbul setelah berpartisipasi dalam pertemuan atau aktivitas virtual menggunakan platform konferensi video seperti Zoom. Beberapa gejala yang umumnya terkait dengan zoom fatigue meliputi:

1. Kelelahan mata

Mata menjadi kering, merah, atau terasa lelah akibat fokus terus-menerus pada layar komputer.

2. Ketegangan otot

Terutama di leher, bahu, dan punggung akibat posisi duduk yang statis selama waktu yang lama.

3. Kesulitan berkonsentrasi

Menurunnya kemampuan untuk fokus dan memproses informasi dengan jelas setelah berinteraksi melalui pertemuan virtual.

4. Kelelahan mental

Rasa lelah, kebingungan, atau penurunan daya pikir yang dapat muncul akibat tingkat perhatian yang tinggi selama pertemuan online.

5. Stres dan kecemasan

Rasa stres atau kecemasan yang dapat timbul dari berbagai faktor, termasuk performa di hadapan kamera, masalah teknis, atau tekanan dari pertemuan yang padat.

6. Penurunan motivasi

Kurangnya motivasi untuk berpartisipasi atau berkontribusi dalam pertemuan atau tugas setelah merasa kelelahan secara fisik dan mental.

7. Gangguan tidur

Kesulitan tidur atau perubahan pola tidur sebagai akibat dari kelelahan dan stres yang dialami selama aktivitas virtual.

8. Rasa terisolasi

Meskipun berinteraksi secara online, beberapa orang mungkin merasa terisolasi sosial atau kurangnya koneksi emosional yang diperoleh dari pertemuan langsung.

9. Penurunan kinerja

Menurunnya efisiensi dan produktivitas dalam menyelesaikan tugas atau pekerjaan akibat kelelahan dan keterbatasan energi.

10. Ketidaknyamanan fisik

Discomfort fisik, seperti sakit kepala atau ketidaknyamanan lainnya, yang dapat muncul setelah berlama-lama di depan layar.

Penting untuk diingat bahwa gejala zoom fatigue dapat bervariasi antar individu, dan kesadaran terhadap gejala ini penting agar langkah-langkah pencegahan dan manajemen dapat diambil guna menjaga kesejahteraan fisik dan mental.

Baca juga: 4 Cara Membuat Meeting Anda Menjadi Lebih Efektif

Cara mengatasi zoom fatigue

Ada beberapa cara yang dapat membantu mengatasi zoom fatigue:

1. Atur jadwal dengan bijak

Hindari mengatur pertemuan secara berurutan tanpa jeda. Sisipkan istirahat di antara pertemuan untuk memberikan waktu istirahat fisik dan mental.

2. Gunakan format komunikasi yang beragam

Tidak semua interaksi memerlukan pertemuan video. Pertimbangkan untuk menggunakan email, panggilan suara, atau pesan teks untuk komunikasi yang lebih sederhana.

3. Beri jeda di antara pertemuan

Jangan terlalu panjang dalam menjadwalkan pertemuan dan berikan waktu di antara pertemuan untuk memberi kesempatan untuk istirahat singkat.

4. Variasi aktivitas

Jika memungkinkan, coba untuk melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan fisik selama pertemuan, seperti berjalan-jalan atau berdiri.

5. Atur lingkungan kerja yang nyaman

Pastikan ruang kerja Anda nyaman dan bebas gangguan. Pencahayaan yang baik dan kursi yang ergonomis dapat membantu mengurangi ketegangan fisik.

6. Gunakan fitur non-verbal dengan bijak

Pemanfaatan fitur non-verbal seperti reaksi emoji, mengangguk, atau mengangkat tangan dapat membantu menggantikan ekspresi wajah dan memberikan variasi dalam komunikasi.

7. Ambil jeda untuk meregangkan otot

Selama istirahat atau di akhir pertemuan, lakukan beberapa gerakan peregangan untuk meredakan ketegangan otot.

8. Kembangkan kesadaran diri

Sadari tanda-tanda zoom fatigue dan beri diri Anda izin untuk beristirahat jika diperlukan. Dengarkan tubuh dan pikiran Anda.

9. Berikan prioritas keseimbangan

Pastikan untuk memisahkan waktu kerja dan waktu pribadi. Hindari bekerja terlalu banyak di luar jam kerja yang normal.

10. Berbicara dengan atasan atau rekan kerja

Diskusikan kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental dan fisik dengan atasan atau rekan kerja. Membangun pemahaman bersama tentang kebutuhan individu dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat.

Menerapkan langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi risiko zoom fatigue dan meningkatkan kesejahteraan selama interaksi virtual.

Baca juga: Ini Pengertian dan Pentingnya Melakukan Town Hall Meeting bagi Perusahaan

Kesimpulannya, zoom fatigue merupakan tantangan kesehatan mental dan fisik yang muncul seiring dengan peningkatan penggunaan pertemuan virtual. Gejala seperti kelelahan mata, ketegangan otot, dan penurunan konsentrasi dapat mempengaruhi kesejahteraan secara menyeluruh.

Pemicu zoom fatigue melibatkan tingkat perhatian yang tinggi, keterbatasan gerakan, dan faktor-faktor stres. Namun, dengan menyadari gejalanya Anda bisa menerapkan langkah-langkah untuk mengatasi zoom fatigue seperti mengatur jadwal dengan bijak, beri jeda di antara pertemuan, dan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, individu dapat mengatasi dampak negatif zoom fatigue.

Dengan pendekatan yang berfokus pada keseimbangan dan kesadaran diri, kita dapat menjaga kualitas interaksi virtual sambil merawat kesehatan mental dan fisik.

Baca juga: Memahami Corporate Culture: Definisi dan Tips Membangunnya

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email