Jadwalkan Demo

Cemas Saat Mendekati Deadline? Ikuti Cara Menghilangkan Kecemasan Berlebihan Berikut!

Rizka Maria Merdeka | May 10, 2023 | Tips Bekerja
by GreatDay HR

Apakah Anda sering merasakan kecemasan berlebihan ketika menghadapi deadline pekerjaan yang mendekat? Kecemasan yang disebabkan oleh tekanan pekerjaan dapat menjadi tantangan yang nyata bagi kesejahteraan dan produktivitas kita. Oleh sebab itu, Anda perlu mencari cara untuk menghilangkan kecemasan berlebihan yang efektif.

Dalam artikel ini, GreatDay HR akan membahas lebih lanjut tentang kecemasan berlebihan yang disebabkan oleh deadline pekerjaan dan memberikan tips praktis tentang cara mengatasi kecemasan tersebut. Dari teknik manajemen waktu yang efektif hingga strategi relaksasi yang terbukti, Anda akan menemukan langkah-langkah konkret yang dapat membantu Anda menghadapi kecemasan yang muncul akibat deadline pekerjaan.

Dengan memahami sumber kecemasan dan menerapkan pendekatan yang tepat, Anda dapat menghadapi deadline dengan lebih percaya diri dan mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh kecemasan berlebihan. Yuk, simak selengkapnya!

Baca juga: Mengelola Konflik di Tempat Kerja: Strategi Komunikasi dan Penyelesaian yang Sukses

Apa itu cemas berlebihan?

Kecemasan berlebihan, atau yang sering disebut sebagai gangguan kecemasan, adalah kondisi di mana seseorang mengalami kecemasan yang berlebihan dan berkepanjangan dalam situasi-situasi sehari-hari tanpa alasan yang jelas atau proporsional. Kecemasan adalah reaksi alami yang dialami oleh hampir semua orang dalam beberapa situasi, tetapi pada individu dengan gangguan kecemasan, tingkat kecemasan tersebut jauh lebih intens dan sulit dikendalikan.

Orang dengan kecemasan berlebihan cenderung merasa khawatir, gelisah, atau takut secara terus-menerus, bahkan dalam situasi yang sebenarnya tidak berbahaya. Mereka sering kali mengalami gejala fisik seperti denyut jantung yang cepat, gemetar, berkeringat, sulit tidur, atau kesulitan berkonsentrasi. Kecemasan berlebihan dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang, termasuk kesehatan fisik, hubungan interpersonal, pekerjaan, dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Penting untuk menyadari bahwa kecemasan berlebihan bukanlah kesalahan individu atau tanda kelemahan. Gangguan kecemasan adalah gangguan mental yang dapat diobati. Perawatan untuk kecemasan berlebihan dapat melibatkan terapi psikologis, seperti terapi kognitif perilaku (CBT), terapi perilaku, atau terapi pengurangan stres. Kadang-kadang, obat-obatan seperti antidepresan atau obat penenang juga dapat digunakan sebagai bagian dari perawatan yang komprehensif.

Baca juga: Jangan Terlalu Sering Menunda Pekerjaan! Begini Cara Atasi Kebiasaan Buruk Prokrastinasi

Penyebab rasa cemas berlebihan

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kecemasan berlebihan. Beberapa penyebab yang umum termasuk:

1. Keturunan dan faktor genetik

Kecenderungan untuk mengalami kecemasan dapat diturunkan dalam keluarga. Jika ada anggota keluarga yang menderita gangguan kecemasan, individu tersebut mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami kecemasan berlebihan.

2. Perubahan kimia otak

Ketidakseimbangan zat kimia dalam otak, seperti serotonin, dopamin, dan noradrenalin, dapat berperan dalam mengatur mood dan emosi. Jika terjadi ketidakseimbangan ini, individu dapat rentan terhadap kecemasan berlebihan.

3. Pengalaman traumatis

Pengalaman traumatis seperti kecelakaan, kekerasan, atau kehilangan yang signifikan dapat menyebabkan gangguan kecemasan. Trauma yang dialami di masa kecil juga dapat berkontribusi pada perkembangan kecemasan berlebihan di kemudian hari.

4. Stres kronis

Tekanan yang berkepanjangan dan stres yang terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari dapat memicu kecemasan berlebihan. Masalah keuangan, tekanan pekerjaan, atau konflik interpersonal adalah beberapa contoh situasi yang dapat menyebabkan stres kronis.

5. Perubahan kehidupan yang signifikan

Peristiwa-peristiwa seperti pernikahan, perceraian, kematian orang terdekat, pindah rumah, atau perubahan pekerjaan dapat menjadi pemicu kecemasan berlebihan. Perubahan ini dapat mengganggu keseimbangan emosional dan menyebabkan ketidakpastian yang memicu kecemasan.

6. Kondisi kesehatan fisik

Beberapa kondisi kesehatan fisik, seperti gangguan tiroid, gangguan hormonal, atau gangguan neurologis, dapat berkontribusi pada perkembangan kecemasan berlebihan. Efek samping dari obat-obatan tertentu juga dapat mempengaruhi tingkat kecemasan.

7. Pola pikir dan kebiasaan yang tidak sehat

Pola pikir yang negatif, kecenderungan untuk meremehkan diri sendiri, perfeksionisme, atau kebiasaan hidup yang tidak sehat seperti kurang tidur, makan tidak sehat, atau kurang olahraga dapat mempengaruhi keseimbangan emosional dan memicu kecemasan berlebihan.

Penting untuk diingat bahwa penyebab kecemasan berlebihan dapat bervariasi antara individu. Beberapa orang mungkin memiliki kombinasi faktor yang berbeda, sedangkan yang lain mungkin mengalami kecemasan berlebihan tanpa penyebab yang jelas.

Baca juga: Skill Problem Solving: Bagaimana Menjadi Problem Solver yang Bisa Diandalkan?

10 Cara menghilangkan kecemasan berlebihan

Berikut adalah 10 cara yang efektif dan ampuh untuk menghilangkan kecemasan berlebihan, terutama bagi Anda yang sering mengalaminya di tempat kerja:

1. Latihan pernapasan

Praktik pernapasan dalam yang teratur dan dalam dapat membantu menenangkan sistem saraf dan mengurangi gejala kecemasan. Cobalah teknik pernapasan seperti pernapasan perut atau pernapasan 4-7-8, di mana Anda menghirup selama 4 detik, tahan selama 7 detik, dan buang napas selama 8 detik.

2. Olahraga teratur

Aktivitas fisik seperti olahraga aerobik, berjalan kaki, atau yoga dapat meningkatkan produksi endorfin dan meredakan kecemasan. Melakukan olahraga secara teratur dapat membantu mengurangi ketegangan dan meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan.

3. Terapkan pola tidur yang sehat

Kurang tidur atau gangguan tidur dapat memperburuk gejala kecemasan. Penting untuk menjaga rutinitas tidur yang teratur, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman, dan berlatih kebiasaan tidur yang sehat untuk memastikan tidur yang berkualitas.

4. Terapi kognitif perilaku (CBT)

CBT adalah pendekatan terapeutik yang terbukti efektif dalam mengelola kecemasan. Terapi ini membantu mengidentifikasi pola pikir negatif dan menggantinya dengan pola pikir yang lebih realistis dan adaptif. CBT juga melibatkan teknik-teknik seperti restrukturisasi kognitif dan desensitisasi sistematis.

5. Kelola stres dengan baik

Menemukan cara-cara efektif untuk mengelola stres dapat membantu mengurangi kecemasan. Cobalah teknik-teknik seperti meditasi, relaksasi otot progresif, atau menghabiskan waktu untuk melakukan hobi yang menyenangkan. Menjaga keseimbangan antara pekerjaan, waktu luang, dan istirahat juga penting dalam mengurangi stres.

6. Hindari pemicu kecemasan

Identifikasi faktor-faktor yang memicu kecemasan berlebihan dan upayakan untuk menghindarinya jika memungkinkan. Ini mungkin melibatkan mengatur batasan dengan situasi atau orang tertentu, menghindari paparan berita yang negatif, atau mengelola kebiasaan yang memperburuk kecemasan.

7. Jaga pola makan yang sehat

Diet yang seimbang dan sehat dapat membantu menjaga keseimbangan emosional. Hindari konsumsi kafein berlebihan dan gula, dan perhatikan asupan makanan yang memberikan nutrisi yang cukup. Konsumsi makanan yang kaya akan omega-3 seperti ikan berlemak, kacang-kacangan, dan biji-bijian juga dapat mendukung kesehatan mental.

8. Temukan dukungan sosial

Berbagi perasaan dan pengalaman dengan orang-orang terdekat dapat membantu mengurangi kecemasan. Temui teman-teman, anggota keluarga, atau cari dukungan dalam kelompok dukungan sosial atau kelompok dukungan yang dapat memberikan pemahaman, dukungan emosional, dan saran praktis. Merasa didengar dan dipahami oleh orang lain dapat membantu mengurangi kecemasan dan memberikan rasa koneksi yang penting.

9. Kurangi konsumsi media sosial

Terlalu banyak paparan terhadap media sosial dapat meningkatkan kecemasan dan perasaan tidak adekuat. Batasi waktu yang dihabiskan di platform media sosial dan beri diri Anda jeda dari berita yang mengganggu. Fokus pada interaksi sosial yang nyata dan mengisi waktu dengan aktivitas yang meningkatkan kesejahteraan.

10. Gunakan teknik pengalihan pikiran

Ketika merasa cemas, coba gunakan teknik pengalihan pikiran untuk memindahkan fokus dari kecemasan yang berlebihan. Ini bisa mencakup mendengarkan musik yang menenangkan, membaca buku yang menghibur, menulis jurnal, atau melibatkan diri dalam aktivitas kreatif. Menemukan hal-hal yang memberikan sukacita dan membantu melupakan kecemasan dapat membantu mengurangi kekhawatiran yang berlebihan.

Baca juga: Stress Karena Pekerjaan? Lakukan 5 Olahraga untuk Menghilangkan Stress Berikut Ini!

Penting untuk diingat bahwa setiap orang berbeda, jadi tidak semua metode akan sama efektifnya untuk setiap individu. Untuk mengetahuinya, Anda bisa bereksperimen dengan menerapkan berbagai strategi dan temukan yang paling cocok untuk Anda. Jika kecemasan berlebihan terus berlanjut atau mengganggu kehidupan sehari-hari Anda, penting untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental yang dapat memberikan perawatan dan dukungan yang diperlukan.

Trending Article
Subscribe News Letter
Get notification on your email