Jadwalkan Demo

Cara Menghitung Bonus Akhir Tahun Karyawan di Perusahaan

Rizka Maria Merdeka | June 21, 2023 | Info & Update
by GreatDay HR

Bonus akhir tahun merupakan salah satu bentuk apresiasi dan insentif yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan sebagai penghargaan atas kinerja mereka sepanjang tahun. Setiap akhir tahun, perusahaan di berbagai sektor dan industri di Indonesia memberikan bonus ini sebagai cara untuk memotivasi karyawan, meningkatkan kepuasan kerja, dan memperkuat ikatan antara karyawan dan perusahaan.

Penghitungan bonus akhir tahun dapat beragam tergantung pada kebijakan perusahaan. Beberapa perusahaan menerapkan rumus berdasarkan persentase dari gaji tahunan atau gaji bulanan karyawan, sedangkan yang lain dapat menggunakan penilaian kinerja individu sebagai dasar perhitungan. Persentase bonus yang diberikan juga dapat bervariasi tergantung pada kebijakan perusahaan dan kinerja karyawan tersebut.

Artikel GreatDay HR kali ini akan membahas tentang pengertian, rumus, hingga contoh cara menghitung bonus akhir tahun karyawan di perusahaan. Simak selengkapnya!

Baca juga: Lakukan Langkah Ini Saat Menghitung Bonus Karyawan

Pengertian bonus akhir tahun

Bonus akhir tahun adalah tambahan penghasilan yang diberikan kepada karyawan oleh perusahaan pada akhir tahun sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan atas kinerja atau kontribusi yang telah diberikan selama periode tersebut. Bonus ini biasanya diberikan sebagai imbalan tambahan di atas gaji atau upah bulanan yang sudah diterima oleh karyawan.

Bonus akhir tahun dapat dianggap sebagai bentuk insentif atau reward untuk mendorong karyawan agar tetap termotivasi dan berkinerja baik sepanjang tahun. Tujuan dari pemberian bonus akhir tahun antara lain untuk meningkatkan kepuasan dan loyalitas karyawan, memperkuat ikatan antara karyawan dan perusahaan, serta memotivasi karyawan untuk tetap berkomitmen dalam mencapai tujuan perusahaan.

Besaran bonus akhir tahun dapat bervariasi tergantung pada kebijakan perusahaan dan kinerja individu karyawan. Biasanya, perusahaan akan menetapkan persentase tertentu dari gaji pokok atau mengacu pada kriteria penilaian kinerja, seperti pencapaian target penjualan, produktivitas, atau kualitas kerja.

Bonus akhir tahun juga dapat diberikan dalam berbagai bentuk, seperti bonus tunai, bonus berupa saham atau opsi saham perusahaan, insentif liburan, tunjangan kesehatan atau asuransi tambahan, atau bahkan hadiah non-materiil seperti perjalanan wisata atau penghargaan khusus.

Kebijakan pemberian bonus akhir tahun harus ditetapkan secara jelas dan adil, dengan mempertimbangkan kinerja dan kontribusi setiap karyawan, serta kondisi keuangan perusahaan.

Baca juga: Ketahui Tentang Pengertian dan Cara Menghitung PPH Terutang

Cara menghitung bonus akhir tahun

Cara menghitung bonus akhir tahun karyawan di perusahaan dapat bervariasi tergantung pada kebijakan perusahaan dan kriteria yang ditetapkan. Berikut adalah beberapa langkah umum yang dapat digunakan dalam menghitung bonus akhir tahun:

1. Tentukan kriteria penilaian kinerja

Perusahaan harus menetapkan kriteria atau metrik penilaian kinerja yang jelas dan terukur. Kriteria ini dapat mencakup pencapaian target penjualan, produktivitas, kualitas kerja, kontribusi tim, atau tujuan lain yang relevan dengan bidang kerja karyawan.

2. Kumpulkan data kinerja karyawan

Kumpulkan data atau informasi yang relevan mengenai kinerja karyawan selama periode waktu yang ditetapkan. Hal ini dapat meliputi data penjualan, evaluasi kinerja, laporan proyek, atau apapun yang relevan dengan penilaian kinerja.

3. Hitung skor kinerja

Berdasarkan kriteria penilaian yang telah ditetapkan, berikan skor untuk setiap karyawan berdasarkan data kinerja yang dikumpulkan. Skor ini dapat diberikan dalam bentuk angka atau menggunakan skala penilaian yang telah ditentukan.

4. Tentukan bobot kriteria penilaian

Setiap kriteria penilaian mungkin memiliki bobot yang berbeda dalam perhitungan bonus akhir tahun. Misalnya, penjualan dapat memiliki bobot yang lebih tinggi daripada kriteria lainnya. Tetapkan bobot ini sesuai dengan kebijakan perusahaan dan pentingnya setiap kriteria dalam menilai kinerja karyawan.

5. Kalikan skor dengan bobot

Kalikan skor yang diberikan pada setiap kriteria dengan bobot yang ditetapkan. Misalnya, jika kriteria penjualan memiliki bobot 40% dan skor karyawan dalam kriteria tersebut adalah 80, maka nilai yang dihasilkan adalah 32 (80 x 0,4).

6. Jumlahkan nilai yang diperoleh

Jumlahkan nilai yang dihasilkan dari setiap kriteria yang dinilai untuk setiap karyawan. Nilai total ini akan menjadi indikator kinerja keseluruhan karyawan.

7. Tetapkan persentase bonus

Perusahaan harus menetapkan persentase bonus yang akan diberikan berdasarkan nilai total kinerja karyawan. Persentase ini dapat bervariasi tergantung pada kebijakan perusahaan dan kinerja keseluruhan perusahaan.

8. Hitung bonus akhir tahun

Kalikan persentase bonus dengan gaji atau penghasilan karyawan untuk mendapatkan jumlah bonus akhir tahun yang akan diberikan kepada karyawan. Misalnya, jika persentase bonus adalah 10% dan gaji karyawan adalah Rp 5.000.000, maka bonus akhir tahun yang diberikan adalah Rp 500.000 (10% x Rp 5.000.000).

Penting untuk dicatat bahwa metode di atas hanya merupakan contoh umum, dan perusahaan dapat memiliki metode yang berbeda dalam menghitung bonus akhir tahun sesuai dengan kebijakan dan kebutuhan mereka.

Baca juga: Pengertian Slip Gaji Online, Komponen, Beserta Cara Penghitungannya

Rumus dan contoh penghitungan bonus akhir tahun karyawan

Di Indonesia, terdapat beberapa rumus yang umum digunakan untuk menghitung bonus akhir tahun karyawan. Berikut ini adalah beberapa contoh rumus yang sering digunakan:

1. Bonus berdasarkan persentase dari gaji tahunan

Bonus = Persentase Bonus x Total Gaji Tahunan

Rumus ini menghitung bonus akhir tahun berdasarkan persentase tertentu dari total gaji karyawan selama satu tahun. Persentase bonus yang digunakan dapat bervariasi tergantung pada kebijakan perusahaan.

Contoh: 

Bonus berdasarkan persentase dari gaji tahunan Misalkan seorang karyawan memiliki total gaji tahunan sebesar Rp 150.000.000 dan perusahaan menetapkan persentase bonus akhir tahun sebesar 10%.

Bonus = 10% x Rp 150.000.000 = Rp 15.000.000

Dalam contoh ini, karyawan akan menerima bonus akhir tahun sebesar Rp 15.000.000.

2. Bonus berdasarkan persentase dari gaji bulanan

Bonus = Persentase Bonus x Gaji Bulanan

Rumus ini menghitung bonus akhir tahun berdasarkan persentase tertentu dari gaji bulanan karyawan. Persentase bonus yang digunakan juga dapat bervariasi tergantung pada kebijakan perusahaan.

Contoh: 

Bonus berdasarkan persentase dari gaji bulanan Misalkan seorang karyawan memiliki gaji bulanan sebesar Rp 10.000.000 dan perusahaan menetapkan persentase bonus akhir tahun sebesar 15%.

Bonus = 15% x Rp 10.000.000 = Rp 1.500.000

Dalam contoh ini, karyawan akan menerima bonus akhir tahun sebesar Rp 1.500.000.

3. Bonus berdasarkan penilaian kinerja individu

Bonus = Persentase Bonus x Total Gaji Tahunan x Skor Kinerja

Rumus ini menggabungkan penilaian kinerja individu dengan persentase bonus dan total gaji tahunan. Skor kinerja dapat diberikan berdasarkan penilaian yang objektif atau subjektif terhadap pencapaian karyawan selama periode yang ditentukan.

Contoh:

Bonus berdasarkan penilaian kinerja individu Misalkan seorang karyawan memiliki total gaji tahunan sebesar Rp 200.000.000, perusahaan menetapkan persentase bonus akhir tahun sebesar 8%, dan karyawan mendapatkan skor kinerja sebesar 85.

Bonus = 8% x Rp 200.000.000 x 85% = Rp 13.600.000

Dalam contoh ini, karyawan akan menerima bonus akhir tahun sebesar Rp 13.600.000 berdasarkan penilaian kinerja individunya.

Perlu diingat bahwa contoh-contoh di atas hanya ilustrasi umum. Setiap perusahaan dapat memiliki kebijakan dan rumus yang berbeda dalam menghitung bonus akhir tahun karyawan, sehingga penting untuk merujuk pada kebijakan dan pedoman perusahaan terkait perhitungan bonus.

Baca juga: Cara Memanfaatkan Tunjangan Karyawan Akhir Tahun dengan Sebaik Mungkin

Hitung bonus dan gaji karyawan lebih cepat dan akurat dengan GreatDay HR

bonus akhir tahun gdhr

Proses penggajian karyawan adalah tugas yang melekat pada departemen keuangan dan SDM di sebuah perusahaan. Hal ini melibatkan data kehadiran, pajak, bonus, tunjangan, dan potongan yang jika dilakukan secara manual akan memakan waktu dan tenaga yang besar.

Data kehadiran yang perlu disortir, potongan-potongan, kebijakan pajak, dan data lainnya membuat tugas penggajian seringkali membebani departemen SDM. Penting bagi perusahaan untuk memberikan gaji tepat waktu kepada karyawan, sehingga penggajian menjadi prioritas utama.

Untuk mengatasi kendala ini, GreatDay HR hadir dengan fitur-fitur canggih dalam satu aplikasi HRIS. Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk menghitung gaji secara otomatis dan efisien. Dengan menggunakan GreatDay HR, penghitungan gaji dan bonus karyawan menjadi otomatis, cepat, dan akurat.

Berlangganan GreatDay HR segera dan unduh aplikasinya untuk menikmati kemudahan dalam pengelolaan bonus dan gaji karyawan. Klik di sini untuk informasi lebih lengkap!

Baca juga: Perhitungan THR dan Apa Saja yang Perlu Diketahui Bagi Seorang Karyawan?

Trending Article
Subscribe News Letter
Get notification on your email