Jadwalkan Demo

Pahami 21 HR Metrics yang Penting bagi HR Profesional dan Cara Menghitungnya

Rizka Maria Merdeka | February 15, 2024 | HRIS
by GreatDay HR

Dalam era dinamis dunia kerja, pemahaman yang mendalam terhadap kinerja dan kontribusi sumber daya manusia menjadi krusial bagi setiap organisasi. Bagi para profesional HR, pemahaman yang mendalam terhadap HR Metrics bukan hanya menjadi kebutuhan, tetapi juga suatu keharusan untuk mencapai efektivitas dalam mengelola tenaga kerja.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang HR Metrics, konsep yang mendasari pengukuran kinerja dan dampak strategis yang dimiliki oleh praktisi Sumber Daya Manusia (SDM). Dalam artikel ini, akan dibahas juga pentingnya HR Metrics bagi praktisi HR profesional, menyoroti manfaat yang dapat diperoleh, dan memberikan wawasan tentang jenis-jenis HR Metrics beserta rumus-rumus perhitungannya.

Simak selengkapnya!

Baca juga: HCMS, HRIS, HRMS, Mana yang Lebih Cocok untuk Bisnis Anda?

Apa itu HR metrics?

HR Metrics, atau Human Resources Metrics, merujuk pada pengukuran dan analisis data terkait dengan fungsi sumber daya manusia (SDM) atau human resources (HR) dalam sebuah organisasi. Tujuan utama HR Metrics adalah untuk memberikan wawasan dan informasi yang dapat digunakan oleh manajemen untuk membuat keputusan strategis terkait dengan tenaga kerja dan manajemen sumber daya manusia.

HR Metrics mencakup berbagai indikator kinerja dan ukuran yang membantu mengukur efektivitas dan dampak kebijakan, program, serta proses SDM di perusahaan. Beberapa contoh HR Metrics meliputi:

  1. Turnover Rate: Persentase karyawan yang meninggalkan perusahaan dalam periode waktu tertentu.
  2. Time to Fill: Waktu yang diperlukan untuk mengisi sebuah posisi kosong.
  3. Productivity Metrics: Mengukur produktivitas karyawan, seperti produksi per jam atau penjualan per karyawan.
  4. Absenteeism Rate: Persentase kehadiran karyawan dalam periode waktu tertentu.
  5. Employee Satisfaction: Pengukuran tingkat kepuasan karyawan terhadap pekerjaan dan lingkungan kerja.
  6. Training and Development Metrics: Menilai efektivitas program pelatihan dan pengembangan karyawan.
  7. Cost per Hire: Biaya total yang dikeluarkan untuk merekrut satu karyawan baru.
  8. Diversity Metrics: Mengukur tingkat keragaman dalam organisasi, seperti persentase karyawan dari berbagai latar belakang atau jenis kelamin.

Dengan menggunakan HR Metrics, perusahaan dapat mengidentifikasi tren, mengukur dampak kebijakan SDM, dan membuat keputusan berbasis data untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas tenaga kerja. Data yang diperoleh dari HR Metrics dapat menjadi dasar untuk perencanaan strategis, pengembangan karyawan, dan pengelolaan sumber daya manusia secara keseluruhan.

Baca juga: HR Wajib Tahu! Ini Prediksi Tren HR Terbaru di Tahun 2024

Mengapa HR metrics esensial bagi HR profesional?

HR Metrics menjadi esensial bagi para profesional SDM atau HR karena memberikan beberapa manfaat yang krusial dalam mengelola dan mengoptimalkan tenaga kerja di sebuah organisasi. Berikut adalah beberapa alasan mengapa HR Metrics sangat penting bagi HR profesional:

1. Mengukur kinerja dan efektivitas

HR Metrics memungkinkan HR profesional untuk mengukur kinerja dan efektivitas kebijakan, program, dan proses manajemen sumber daya manusia. Ini membantu menentukan apakah upaya yang dilakukan berhasil atau perlu disesuaikan.

2. Pengambilan keputusan berbasis data

HR Metrics memberikan data empiris yang dapat digunakan untuk membuat keputusan berbasis fakta dan bukan hanya berdasarkan intuisi. Keputusan yang didukung oleh data cenderung lebih akurat dan efektif.

3. Identifikasi tren dan masalah

Melalui analisis HR Metrics, HR profesional dapat mengidentifikasi tren jangka panjang dan masalah potensial dalam manajemen SDM. Ini memungkinkan perusahaan untuk mengambil tindakan preventif atau perbaikan sebelum masalah menjadi lebih besar.

4. Meningkatkan efisiensi operasional

Dengan memonitor HR Metrics seperti Time to Fill atau Cost per Hire, HR dapat mengidentifikasi cara untuk meningkatkan efisiensi dalam proses perekrutan dan pengelolaan sumber daya manusia secara keseluruhan.

5. Menyokong perencanaan strategis

Data dari HR Metrics membantu dalam perencanaan strategis organisasi. Hal ini mencakup perencanaan kebutuhan tenaga kerja, pengembangan karyawan, dan pemahaman lebih baik tentang kontribusi SDM terhadap tujuan perusahaan.

6. Evaluasi dampak program dan kebijakan

HR Metrics membantu dalam mengevaluasi dampak dari program pelatihan, kebijakan kesejahteraan, dan inisiatif HR lainnya. Ini memungkinkan perusahaan untuk mengalokasikan sumber daya dengan lebih efektif.

7. Komunikasi dengan pemangku kepentingan

Data HR Metrics dapat digunakan untuk memberikan informasi yang jelas dan terukur kepada pemangku kepentingan internal, seperti manajemen senior dan eksternal, seperti investor atau pihak berkepentingan lainnya.

Baca juga: Memahami Apa Itu HRM dan Perbedaannya dengan HRD dalam Perusahaan

HR metrics dan cara menghitungnya

Inilah 21 ukuran yang penting di bidang Sumber Daya Manusia, termasuk yang sederhana dan kompleks, yang harus dipahami oleh para profesional HR. Disertakan juga penjelasan singkat beserta rumus masing-masing.

REKRUTMEN

1. Waktu Penerimaan (Time to Hire)

Jumlah hari yang diperlukan oleh perusahaan untuk merekrut kandidat baru, dimulai dari proses pembukaan lowongan hingga kandidat menandatangani kontrak kerja.

2. Tingkat Penawaran (Offering Rate)

Persentase pelamar yang diwawancarai dan menerima surat tawaran dari perusahaan. Berikut rumus penghitungnya:

(Jumlah kandidat yang diberi surat penawaran : Jumlah kandidat yang diwawancarai) x 100

3. Tingkat Penerimaan (Acceptance Rate)

Persentase jumlah kandidat yang menerima tawaran pekerjaan. Rumusnya:

(Jumlah surat tawaran yang dikeluarkan perusahaan : Jumlah kandidat yang menerima tawaran tanda tangan kontrak) x 100

4. Biaya per Penerimaan (Cost per Hire)

Rata-rata biaya untuk merekrut satu karyawan baru, melibatkan biaya iklan, acara rekrutmen, vendor, perangkat lunak perekrutan, dan onboarding. Berikut rumusnya:

Jumlah pengeluaran untuk rekrutmen eksternal dan internal dibagi jumlah kandidat baru yang direkrut

5. Waktu Menuju Produktivitas (Time to Productivity)

Jumlah hari yang dibutuhkan untuk mencapai tingkat produktivitas yang memuaskan. Penting untuk menentukan apakah jumlah hari dihitung berdasarkan kalender atau hari kerja. Rumusnya adalah:

Jumlah hari di mana posisi telah terisi sampai karyawan baru mencapai kinerja yang memuaskan dibagi jumlah posisi yang terisi

6. Tingkat Pergantian Karyawan Baru (New-Hire Turnover)

Jumlah karyawan baru yang memutuskan untuk resign dalam periode tertentu, seperti satu tahun. Metric ini digunakan untuk mengetahui apakah terdapat ketidakcocokan antara karyawan baru dengan perusahaan atau dengan posisi yang dilamar.

[subscribe_content0

ENGAGEMENT & RETENTION

7. Skor Net Promotor Karyawan / eNPS (Employee Net Promoter Score)

Alat ukur metrik yang mengidentifikasi persentase karyawan yang merasa puas dan terhubung dengan perusahaan mereka, serta menunjukkan tingkat komitmen terhadap perusahaan tersebut. Tingkat kepuasan ini diukur berdasarkan sejauh mana karyawan bersedia merekomendasikan perusahaan kepada orang lain. Umumnya, metrik ini dievaluasi melalui survei skala 0-10. Rumusnya: 

((Jumlah karyawan yang ingin merekomendasi – Jumlah karyawan yang tidak ingin) : Jumlah responden) x 100

8. Tingkat Pergantian Total (Total Turnover Rate)

Persentase karyawan yang meninggalkan perusahaan (resign) dalam periode tertentu, seperti setahun, satu kuartal, satu bulan, atau dalam musim tertentu. Untuk analisis dan perencanaan mitigasi yang lebih baik, metrik ini dibagi menjadi dua kategori: karyawan yang resign secara sengaja (intended, dari perspektif perusahaan) karena efisiensi pekerja atau PHK, dan karyawan yang resign secara tidak sengaja (unintended turnover rate). Untuk kategori unintended, perlu dijelaskan lebih lanjut apakah itu sukarela (voluntary) atau sebab-sebab lainnya, seperti kematian, kriminalitas, dan faktor lainnya.

(Jumlah karyawan yang resign pada periode tertentu : Jumlah karyawan keseluruhan dalam periode tersebut) x 100

9. Tingkat Pergantian Talent (Talent Turnover Rate)

Persentase karyawan dengan kinerja terbaik dan berpotensi yang mengundurkan diri dari perusahaan. Metrik ini dianggap lebih signifikan daripada tingkat pergantian lainnya dalam perencanaan dan pengambilan keputusan perusahaan. Fokus pada kelompok karyawan kunci: kinerja terbaik, karyawan baru, performa buruk, berpotensi tinggi, dan karyawan yang berisiko.

10. Tingkat Retensi (Retention Rate)

Angka yang mencerminkan tingkat atau persentase karyawan yang tetap bekerja dalam perusahaan. Semakin tinggi angkanya, semakin baik indikasinya. Ini rumusnya: 

(Jumlah karyawan di akhir periode yang ditentukan : Jumlah karyawan di awal periode) x 100

EMPLOYEE VALUE & PERFORMANCE

11. Tingkat Absensi (Absenteeism Rate)

Dikenal juga sebagai absenteeism, merujuk pada persentase ketidakhadiran karyawan yang tidak terencana dalam periode tertentu. Tingginya persentase ini dapat mengindikasikan ketidakpuasan karyawan dan berpotensi sebagai prediktor terjadinya pergantian karyawan. Berikut rumusnya: 

(Jumlah hari ketidakhadiran tanpa alasan : Jumlah hari dalam kurun waktu tertentu) x 100

12. Jam Kerja Lembur (Overtime Hours)

Sebagai metode efektif untuk mengelola bisnis secara strategis, ini bermanfaat untuk mengukur produktivitas karyawan dan menilai pengalaman kerja karyawan. Penting untuk memiliki kebijakan pembayaran jam lembur yang jelas di perusahaan.

13. Pendapatan per Karyawan (Revenue per Employee)

Metrik ini mencerminkan efisiensi keseluruhan organisasi dan menjadi indikator kualitas karyawan yang direkrut. Rumusnya adalah:

Total pendapatan dibagi dengan jumlah karyawan

14. Kinerja & Potensi (Performance & Potential)

Untuk mengukur metrik ini, sering digunakan alat manajemen talenta ‘9-Box Matrix’ atau Matriks 9 Kotak. Matriks ini mengevaluasi dan memetakan kinerja serta potensi individu dalam tiga tingkatan yang berbeda. Ini membantu mengidentifikasi karyawan yang di bawah standar dan yang merupakan bakat terbaik.

15. Kinerja Karyawan (Employee Performance)

Metrik ini memberikan wawasan kepada HR dan manajemen tingkat atas mengenai kontribusi dan pencapaian tujuan perusahaan. Ini juga berfungsi sebagai alat evaluasi kinerja dan prestasi setiap karyawan dalam jangka waktu tertentu. Pendekatan untuk mengukur metrik ini dapat melibatkan self-assessments, 360-degree feedback, penilaian dari manajer, atau kombinasi dari ketiganya.

Baca juga: KPI 101: Panduan Awal untuk Menyusun Key Performance Indicators

TRAINING & MANAGEMENT

16. Biaya Pelatihan per Karyawan (Training Expenses per Employee)

Jumlah yang dikeluarkan perusahaan untuk biaya pelatihan per karyawan. Rumusnya: 

Total biaya program pelatihan perusahaan dibagi dengan jumlah karyawan keseluruhan

17. Tingkat Penyelesaian Pelatihan (Training Completion Rate)

Mengukur jumlah karyawan yang berhasil menyelesaikan pelatihan yang telah diberikan. Metrik ini juga dapat berfungsi sebagai indikator efektivitas inisiatif program SDM. Berikut rumus perhitungannya: 

(Total karyawan yang menyelesaikan program pelatihan : Jumlah karyawan yang seharusnya menyelesaikan program pelatihan) x 100

18. Tingkat Pengeluaran untuk Pelatihan (Training Spend Rates)

Metrik ini digunakan untuk membandingkan persentase biaya pelatihan dengan total biaya sumber daya manusia dan operasional. Ini membantu manajemen memahami dampak biaya pelatihan terhadap biaya lainnya. Berikut rumusnya: 

(Pengeluaran untuk pelatihan : Pengeluaran untuk human capital) x 100

dan

(Pengeluaran untuk pelatihan : Pengeluaran untuk operasional) x 100

19. Efektivitas Software SDM (Effectiveness of HR Software)

Merupakan metrik kompleks yang memerlukan elemen dan metrik lain untuk menentukan hasilnya. Sebagai contoh, untuk mengukur efektivitas perangkat lunak pembelajaran dan pengembangan SDM yang digunakan oleh departemen SDM perusahaan, dapat diukur melalui faktor seperti jumlah pengguna aktif, waktu rata-rata penggunaan perangkat lunak, dan durasi per sesi.

20. Rasio Praktisi HR terhadap Karyawan (Ratio of HR Professionals to Employees)

Pengukuran ini bertujuan untuk menentukan efisiensi biaya SDM. Berdasarkan laporan Bloomberg BNA, perkiraan rasio idealnya adalah 1.4:100. Semakin maju sistem analisis organisasi, semakin tinggi rasio ini. Berikut rumus hitungnya:

Total praktisi HR dibgi dengan jumlah total karyawan

21. Biaya SDM per Karyawan (Cost of HR per Employee)

Metrik ini berfungsi sebagai alat bantu untuk memahami pengeluaran biaya dalam pengembangan dan pengelolaan sumber daya manusia. Industri kecil cenderung memiliki biaya SDM per karyawan yang lebih besar dibandingkan dengan industri besar. Rumusnya: 

Total pengeluaran untuk fungsi HR dibagi dengan jumlah total karyawan

Baca juga: Optimalkan Efisiensi Biaya Administratif dengan Analisis ROI dari Investasi HRIS

Pekerjaan HR jadi lebih mudah dan efektif dengan software HRIS GreatDay HR

cara menghitung HR metrics

 

Seiring berkembangnya zaman, tantangan dalam pekerjaan HR di perusahaan juga turut berubah mengikutinya. Hal itu menuntut kita untuk lebih inovatif dan efektif dalam menanggulangi permasalahan yang ada. Masalah di era digital, tentu harus diselesaikan dengan cara digital pula.

GreatDay HR, aplikasi software HRIS terlengkap, hadir sebagai solusi atas semua kendala dalam pengelolaan SDM! Melalui fitur Employee Management, segala pekerjaan HR menjadi otomatis dan anti ribet. Mulai dari kelola kehadiran karyawan, pengajuan cuti, hingga penggajian, semua bisa. Kelola SDM dengan lebih nyaman, produktivitas tetap aman!

Segera berlangganan dan unduh aplikasi GreatDay HR sekarang juga! Info lebih lanjut, klik di sini.

Baca juga: Penerapan Software HRIS dalam Pengelolaan SDM di Industri Outsourcing

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email