Hubungi Sales

Begini Perhitungan Uang Pesangon dan Pajak Pesangon Karyawan

Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023 | Pajak
by GreatDay HR

Dalam dunia ketenagakerjaan, pemutusan hubungan kerja seringkali diiringi oleh pemberian uang pesangon kepada karyawan yang terkena dampaknya. Namun, di balik manfaat finansial ini, terdapat peraturan perpajakan yang perlu dipahami baik oleh pemberi kerja maupun karyawan, yaitu pajak pesangon.

Artikel ini akan membahas secara komprehensif tentang uang pesangon berdasarkan aturan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Selain itu, artikel ini juga akan memberikan tarif-tarif pengenaan pajak atas uang pesangon dan contoh perhitungannya. Simak selengkapnya!

Baca juga: Perhitungan Pesangon Berdasarkan Undang-Undang Terbaru 2021

Uang pesangon menurut aturan perpajakan

Uang pesangon di Indonesia adalah pembayaran yang diberikan kepada pekerja yang dipecat atau mengundurkan diri dengan alasan tertentu, seperti restrukturisasi perusahaan atau pemutusan hubungan kerja (PHK). Aturan perpajakan terkait uang pesangon diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (UU PPh).

Berikut adalah beberapa poin penting terkait uang pesangon menurut aturan perpajakan di Indonesia:

1. Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21

Uang pesangon dianggap sebagai penghasilan yang dikenai pajak. PPh Pasal 21 adalah pajak yang dipotong oleh pemberi kerja pada saat pembayaran uang pesangon kepada pekerja. Tarif PPh Pasal 21 biasanya ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2. Pembebasan Pajak

Terdapat ketentuan pembebasan sebagian atau seluruh uang pesangon dari pajak. Pembebasan ini dapat tergantung pada beberapa faktor, termasuk masa kerja pekerja, jumlah uang pesangon yang diterima, dan alasan pemutusan hubungan kerja.

3. Batas Penghasilan Kena Pajak

Batas penghasilan kena pajak dapat memengaruhi besarnya pajak yang harus dibayarkan oleh penerima uang pesangon. Terdapat tarif pajak yang berbeda untuk berbagai tingkat penghasilan.

4. Perhitungan PPh Pasal 21

Perhitungan PPh Pasal 21 umumnya melibatkan pengurangan beberapa komponen, seperti biaya jabatan dan tanggungan keluarga, sebelum menghitung jumlah pajak yang harus dipotong.

5. Pentingnya Bukti Penerimaan Uang Pesangon

Penerima uang pesangon sebaiknya menyimpan bukti pembayaran dan dokumentasi terkait untuk keperluan perpajakan.

Penting untuk diingat bahwa peraturan perpajakan dapat mengalami perubahan, dan hal ini bisa mempengaruhi aturan terkait uang pesangon di masa mendatang. Oleh karena itu, disarankan untuk selalu merujuk pada peraturan perundang-undangan terbaru atau berkonsultasi dengan ahli perpajakan untuk informasi yang lebih akurat dan terkini.

Baca juga: Calon Karyawan Wajib Tahu! Penjelasan Lengkap Tentang  Pengertian dan Ketentuan PKWTT

Perhitungan uang pesangon karyawan

Mengenai perhitungan uang pesangon karyawan, besarannya telah diatur dalam UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam Pasal 156 ayat (2), disebutkan sejumlah besaran uang pesangon yang diberikan kepada karyawan berdasarkan masa kerja, berikut rangkumannya dalam bentuk tabel:

Masa kerja/tahun

Besaran pesangon

< 1 tahun 

1 bulan upah

1 s.d ≤ 2 tahun

2 bulan upah

2 s.d ≤ 3 tahun

3 bulan upah

3 s.d ≤ 4 tahun

4 bulan upah

4 s.d ≤ 5 tahun

5 bulan upah

5 s.d ≤ 6 tahun

6 bulan upah

6 s.d ≤ 7 tahun

7 bulan upah

7 s.d ≤ 8 tahun

8 bulan upah

> 8 tahun

9 bulan upah

Arief adalah seorang karyawan yang telah bekerja di PT Maju Bersama selama 5 tahun. Ia memiliki gaji pokok sebesar Rp 5.000.000,- per bulan dan juga menerima tunjangan tetap sebesar Rp 1.000.000,- setiap bulannya.

Namun, situasi di perusahaan mengalami perubahan, dan mereka mengambil keputusan untuk melakukan restrukturisasi yang menyebabkan Arief harus mengalami pemutusan hubungan kerja. Arief menerima pemberitahuan PHK dan akan menerima uang pesangon sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Berdasarkan data tersebut, berapakah uang pesangon yang akan diterima oleh Arief? Bagaimana perhitungannya jika Arief telah bekerja selama 5 tahun dengan gaji bulanan sebesar Rp 6.000.000,- (gaji pokok + tunjangan tetap)?

Langkah-langkah Perhitungan:

1. Hitung gaji bulanan

Gaji bulanan = Gaji pokok + Tunjangan tetap

Gaji bulanan = Rp5.000.000 + Rp1.000.000 = Rp6.000.000

2. Hitung masa kerja dalam bulan

Masa kerja (dalam bulan) = 5 tahun x 12 bulan/tahun = 60 bulan

3. Hitung uang pesangon

Uang pesangon = (1/12) x Masa kerja x Gaji bulanan

Uang pesangon = (1/12) x 60 x Rp6.000.000 = Rp300.000.000

Berdasarkan perhitungan di atas, Arief berhak menerima uang pesangon sebesar Rp300.000.000 karena pemutusan hubungan kerja setelah bekerja selama 5 tahun dengan gaji bulanan sebesar Rp6.000.000.

Baca juga: Apa Saja Hak Karyawan Kontrak? Berikut Penjelasannya!

Tarif dan contoh perhitungan pajak pesangon karyawan

Tarif pajak pesangon

Pesangon yang diberikan kepada para karyawan yang terkena PHK akan dikenakan tarif pajak berdasarkan besarnya penghasilan bruto yang didapatkan masing-masing karyawan. Besaran tarif yang dikenakan adalah sebagai berikut: 

  1. Penghasilan bruto sampai dengan Rp50.000.000 = 0%
  2. Penghasilan bruto Rp50.000.000 – Rp100.000.000 = 5%
  3. Penghasilan bruto Rp100.000.000 – Rp500.000.000 = 15% 
  4. Penghasilan bruto lebih dari Rp500.000.000 = 25% 

Lalu, pajak pesangon ini termasuk dalam jenis pajak apa sih? Pajak pesangon dan uang pensiun merupakan objek dari PPh 21. Namun dalam hal ini, tarif yang dikenakan pada uang pensiun lebih kecil dari uang pesangon. 

Tarif pajak pensiun adalah sebagai berikut:

  1. Penghasilan bruto sampai Rp50.000.000 dikenakan pajak sebesar 0%
  2. Penghasilan bruto lebih dari Rp50.000.000 dikenakan pajak sebesar 5% 

Contoh perhitungan

Sama halnya dengan penghasilan utama atau gaji, pesangon juga dikenakan pajak penghasilan seperti dijelaskan pada tarif pajak pesangon di atas. Berikut adalah contoh perhitungan pajak pesangon karyawan.

Siela merupakan pegawai PT Jaya Abadi. Berdasarkan hasil rapat besar perusahaan bersama dewan direksi dan pemegang saham, PT Jaya Abadi akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena kerugian produksi. 

Siela mendapat pesangon senilai Rp300.000.000 yang dibayarkan sekaligus oleh perusahaan. Bagaimana perhitungan pajak pesangon Siela? 

Jumlah Pesangon: Rp300.000.0000

Perhitungan pajak pesangon: 

0%   x Rp50.000.000   =                     0

5%   x Rp50.000.000   = Rp  2.500.000

15% x Rp200.000.000 = Rp30.000.000

____________________________________

                                        Rp32.500.000

Jadi, jumlah pajak pesangon yang harus dibayar oleh Siela adalah Rp32.500.000.

Baca juga: JHT: Pengertian dan Aturan Program Jaminan Hari Tua dari BPJS KT

Hitung pajak otomatis dan akurat dengan aplikasi GreatDay HR

perhitungan pajak pesangon

Setiap tahun pemerintah memperbaharui aturan mengenai penghitungan pajak sehingga hal tersebut berpengaruh terhadap penghitungan payroll perusahaan. Selain itu, komponen penggajian lainnya seperti potongan, bonus, BPJS, dan lain-lain tentu harus dihitung secara akurat.

GreatDay HR menyediakan fitur Payroll yang dapat membantu mempermudah penghitungan penggajian termasuk seluruh komponennya. Penghitungan gaji dan pajak yang biasanya memakan waktu berjam-jam jadi lebih cepat, akurat, dan otomatis.

Tunggu apa lagi? Segera berlangganan dan unduh aplikasinya sekarang juga! Dapatkan informasi lebih lengkap dengan klik di sini.

Baca juga: JKM BPJS Ketenagakerjaan: Pengertian, Manfaat, dan Cara Mengajukan Klaimnya

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email