Jadwalkan Demo

Cara Menghitung Tingkat Absensi Karyawan (Absenteeism Rate)

Rizka Maria Merdeka | April 29, 2024 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

Memahami tingkat absensi karyawan atau absenteeism rate adalah hal yang esensial bagi setiap organisasi yang berusaha meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasionalnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang apa itu tingkat absensi karyawan, bagaimana cara menghitungnya, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya, serta dampak dari tingginya tingkat absensi terhadap sebuah perusahaan.

Mengukur berapa sering karyawan tidak hadir dalam periode tertentu tidak hanya memberikan wawasan tentang kesejahteraan dan kepuasan karyawan, tetapi juga membantu identifikasi area yang memerlukan perbaikan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif dan mendukung.

Dengan memahami penyebab dan konsekuensi dari absensi karyawan, perusahaan dapat mengimplementasikan strategi yang efektif untuk menurunkan tingkat absensi dan meningkatkan retensi karyawan. Simak selengkapnya!

Baca juga: Penggunaan Sistem Absensi Pegawai Memberikan Banyak Keuntungan bagi Perusahaan, Apa Saja?

Apa itu tingkat absensi karyawan (absenteeism rate)?

Tingkat absensi karyawan, atau sering juga disebut absenteeism rate, adalah sebuah metrik yang digunakan untuk mengukur frekuensi atau durasi ketidakhadiran karyawan dari tempat kerja dalam periode tertentu. Tingkat ini sangat penting bagi perusahaan untuk mengidentifikasi pola ketidakhadiran karyawan dan mengukur dampaknya terhadap produktivitas dan efisiensi operasional.

Cara menghitung tingkat absensi karyawan

Untuk menghitung persentase kehadiran karyawan, langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah mengumpulkan data tentang berapa hari karyawan tersebut absen. Tentukan periode waktu yang ingin Anda analisis—apakah itu bulanan, kuartalan, atau tahunan. Selanjutnya, hitung total hari kerja dalam periode tersebut, pastikan untuk tidak menghitung hari libur nasional, akhir pekan, dan hari cuti.

Rumus untuk menghitung persentase kehadiran karyawan adalah sebagai berikut:

Tingkat Absensi Karyawan = (Jumlah Hari Absen / Total Hari Kerja) ×100

Misalnya, untuk periode satu tahun dengan detail sebagai berikut:

  1. Total hari dalam setahun adalah 365 hari.
  2. Hari libur akhir pekan berjumlah 104 hari.
  3. Hari libur nasional ada 11 hari.
  4. Hari cuti karyawan adalah 12 hari.
  5. Maka, jumlah hari kerja adalah 238 hari.

Contoh:

Jika seorang karyawan bernama Rio absen selama 20 hari dalam satu tahun, maka:

Tingkat Absensi Karyawan = (20 / 238 ) × 100 = 8,4%

Dengan demikian, persentase kehadiran Rio adalah:

Persentase Kehadiran = 100% − 8,4% = 91,6%

Oleh karena itu, persentase kehadiran Rio selama satu tahun tersebut adalah 91,6%.

Baca juga: Apa Itu Absenteeism? Berikut Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Faktor yang mempengaruhi tingkat absensi

Tingkat absensi karyawan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkisar dari kondisi personal karyawan hingga lingkungan kerja yang lebih luas. Berikut ini adalah beberapa faktor utama yang sering mempengaruhi tingkat absensi:

  1. Kesehatan fisik dan mental

    • Kondisi kesehatan fisik yang buruk, seperti penyakit kronis atau cedera, sering menjadi penyebab utama absensi.
    • Masalah kesehatan mental, termasuk stres, depresi, dan kecemasan, juga bisa menyebabkan karyawan sering tidak hadir.
  2. Kepuasan kerja dan keterlibatan

    • Karyawan yang tidak puas dengan pekerjaan mereka atau merasa tidak terlibat dengan pekerjaan cenderung memiliki tingkat absensi yang lebih tinggi.
    • Faktor seperti kurangnya pengakuan, promosi yang tidak adil, atau gaji yang tidak memadai dapat mempengaruhi kepuasan kerja.
  3. Kebijakan dan praktik manajemen

    • Kebijakan cuti yang ketat atau tidak fleksibel dapat menyulitkan karyawan untuk mengatur kebutuhan pribadi dan profesional, sehingga meningkatkan absensi.
    • Gaya manajemen yang buruk, kurangnya dukungan dari atasan, dan konflik di tempat kerja juga dapat mempengaruhi tingkat absensi.
  4. Kondisi kerja

    • Lingkungan kerja yang tidak aman atau tidak nyaman dapat menyebabkan absensi lebih sering.
    • Faktor seperti penerangan yang buruk, peralatan yang tidak memadai, atau suhu ruangan yang tidak sesuai dapat mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan karyawan.
  5. Work-life balance

    • Keseimbangan yang buruk antara kehidupan pribadi dan profesional bisa membuat karyawan merasa lelah dan stres, yang pada akhirnya meningkatkan absensi.
    • Jam kerja yang panjang atau tuntutan kerja yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan ini.
  6. Komitmen terhadap pekerjaan

    • Karyawan yang merasa tidak terikat secara emosional atau tidak memiliki komitmen terhadap organisasi cenderung lebih sering absen.
    • Kurangnya rasa memiliki atau tidak adanya tujuan bersama dapat mengurangi motivasi untuk hadir.
  7. Isu sosial dan ekonomi

    • Faktor eksternal seperti masalah keluarga, tanggung jawab keperawatan, atau masalah transportasi bisa menyebabkan karyawan tidak dapat hadir.
    • Isu sosial ekonomi seperti kemiskinan, akses ke perawatan kesehatan, atau masalah perumahan juga dapat mempengaruhi absensi.

Mengidentifikasi dan memahami faktor-faktor ini bisa membantu perusahaan dalam merancang strategi yang lebih efektif untuk mengelola absensi dan meningkatkan keterlibatan serta produktivitas karyawan.

Baca juga: Presensi dan Absensi, Apakah Sama? Berikut Penjelasannya!

Dampak tingginya tingkat absensi karyawan

Tingkat absensi yang tinggi dapat memiliki beberapa dampak negatif bagi perusahaan, termasuk:

  1. Pengurangan produktivitas: Kurangnya tenaga kerja yang dapat mengakibatkan penurunan output.
  2. Beban kerja yang meningkat bagi karyawan lain: Ini dapat menyebabkan kelelahan dan potensial absensi lebih lanjut.
  3. Biaya yang lebih tinggi: Terutama jika perlu merekrut tenaga kerja sementara atau lembur untuk menutupi kekurangan.

Mengelola tingkat absensi yang efektif termasuk memastikan kondisi kerja yang baik, kebijakan kesehatan yang mendukung, dan manajemen yang responsif terhadap kebutuhan dan kesejahteraan karyawan. Keseimbangan ini dapat membantu meminimalkan absensi dan meningkatkan efisiensi dan moral di tempat kerja.

Baca juga: 10 Alasan Mengapa Perusahaan Harus Menggunakan Sistem Daftar Kehadiran Online

Rekam dan kelola data kehadiran karyawan lebih akurat, praktis, dengan GreatDay HR

cara menghitung tingkat absensi karyawan

Tingkat absensi atau ketidakhadiran karyawan merupakan salah satu dampak dari pengelolaan absensi yang tidak efektif dan manual. Sebab, pengisian dan pengelolaan data absensi yang manual masih sarat akan human error serta mudah dimanipulasi.

GreatDay HR hadir dengan fitur Attendance yang dapat menjadi solusi perekaman kehadiran dan pengelolaan data absensi karyawan. Tidak perlu lagi buku kehadiran dan mesin fingerprint yang bikin karyawan antri absensi tiap pagi. Tinggal lakukan selfie di ponsel, kehadiran karyawan langsung terekam akurat dan anti manipulasi.

Beralih ke pengelolaan absensi yang otomatis bersama GreatDay HR! Unduh aplikasinya dan berlangganan sekarang.

Baca juga: Pengertian dan Kegunaan Teknologi Geofencing dalam Sistem Absensi

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email