Jadwalkan Demo

Unpaid Leave atau Cuti Tidak Berbayar, Apa Itu?

Rizka Maria Merdeka | February 23, 2024 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

Pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep keseimbangan kehidupan kerja dan hak-hak karyawan menjadi semakin penting. Salah satu aspek yang muncul dalam konteks ini adalah unpaid leave atau cuti tanpa gaji. Meskipun tidak secara tegas diatur dalam peraturan perundang-undangan, unpaid leave menjadi pilihan yang relevan bagi perusahaan yang ingin memberikan fleksibilitas kepada karyawan.

Artikel ini akan membahas mengenai pengertian unpaid leave, termasuk ketentuan atau dasar hukumnya di Indonesia, serta penghitungannya. Simak artikel selengkapnya untuk ketahui lebih banyak!

Baca juga: Simak 10 Alasan Cuti Mendadak Karyawan

Pengertian unpaid leave

Unpaid leave, atau cuti tanpa gaji, merujuk pada periode waktu ketika seorang karyawan mengambil cuti dari pekerjaannya tetapi tidak menerima upah atau gaji selama periode tersebut. Karyawan yang memutuskan untuk mengambil unpaid leave biasanya melakukan ini atas alasan pribadi, seperti kebutuhan keluarga, pendidikan lanjutan, atau alasan pribadi lainnya yang memerlukan waktu jauh dari pekerjaan.

Selama periode cuti tanpa gaji, karyawan biasanya tidak menerima kompensasi finansial dari pemberi kerja mereka. Namun, beberapa kebijakan perusahaan atau hukum ketenagakerjaan mungkin memungkinkan karyawan untuk tetap mempertahankan beberapa manfaat seperti asuransi kesehatan atau hak pekerja lainnya selama periode cuti tersebut.

Keputusan untuk mengambil unpaid leave biasanya harus disetujui oleh atasan atau manajer, dan prosedur serta persyaratan dapat bervariasi antar perusahaan. Sebelum mengambil unpaid leave, karyawan disarankan untuk memahami kebijakan perusahaan terkait cuti tanpa gaji, serta memastikan bahwa langkah-langkah yang diperlukan untuk mendapatkan persetujuan telah diikuti.

Baca juga: Ketahui Pengertian dan Aturan Cuti Bersama Bagi Karyawan Swasta di Indonesia

Ketentuan dan dasar hukum unpaid leave

Tidak ada undang-undang yang secara spesifik mengatur tentang unpaid leave. Unpaid leave adalah jenis cuti yang tergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan. Perusahaan yang menerapkan kebijakan unpaid leave umumnya mengikuti prinsip no work no pay, yang dasar hukumnya tercantum dalam Pasal 93 ayat 1 Undang-Undang Ketenagakerjaan, yang menyatakan bahwa upah tidak dibayar jika pekerja tidak melakukan pekerjaan.

Namun, ada pengecualian dalam Pasal 93 ayat (2) yang mencakup jenis-jenis cuti yang dianggap sebagai paid leave atau cuti yang dibayar, seperti:

  1. Cuti tahunan
  2. Cuti hari besar keagamaan
  3. Cuti bersama
  4. Cuti sakit
  5. Cuti hamil dan melahirkan
  6. Cuti keguguran
  7. Cuti karena alasan penting atau darurat

Selain jenis-jenis tersebut, pengajuan cuti dianggap sebagai unpaid leave.

Kebijakan unpaid leave umumnya bersifat opsional, dan perusahaan yang menerapkannya biasanya didasarkan pada pertimbangan solusi win-win dengan karyawan. Dengan demikian, karyawan dapat meninggalkan pekerjaan untuk sementara waktu tanpa harus mengundurkan diri, sementara perusahaan tidak perlu membayar gaji dan tunjangan kepada karyawan selama periode tersebut.

Baca juga: Benarkah Cuti Bisa Meningkatkan Produktivitas? Berikut 15 Alasannya!

Cara perhitungan unpaid leave

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, cuti tanpa gaji adalah jenis cuti yang sebenarnya tidak diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan. Namun, perusahaan yang memutuskan untuk menerapkan jenis cuti ini memiliki keleluasaan untuk menetapkan ketentuan perhitungan unpaid leave.

Proses perhitungan unpaid leave dapat dilakukan dengan menggunakan rumus berikut:

Total gaji yang diterima = Gaji pokok (jumlah gaji per hari dikalikan dengan jumlah hari unpaid leave)

Meskipun terdapat rumus standar tersebut, perusahaan tetap memiliki kewenangan untuk menetapkan kebijakan sesuai kesepakatan yang dicapai dengan karyawan. Dengan kata lain, pelaksanaan dan perhitungan unpaid leave pada dasarnya tergantung pada hasil negosiasi antara karyawan dan perusahaan.

Baca juga: Ketahui Ketentuan Hak Cuti Haid Bagi Karyawan Perempuan

Kelola cuti dan lembur karyawan lebih mudah dengan GreatDay HR!

unpaid leave adalah gdhr

Jika kebutuhan izin muncul tiba-tiba, seringkali pengajuan dapat dilakukan setelah izin diperoleh. Namun, terkadang, penggunaan formulir manual untuk mengajukan cuti dapat menjadi tugas yang merepotkan, tidak hanya bagi karyawan tetapi juga bagi departemen HR yang bertanggung jawab atas manajemen cuti.

Tantangan ini tidak hanya dirasakan oleh karyawan, tetapi juga oleh tim HR yang harus menangani proses pengajuan cuti. Oleh karena itu, GreatDay HR menawarkan fitur Cuti dan Lembur yang dapat mempercepat serta menyederhanakan proses pengajuan dan persetujuan cuti karyawan.

Karyawan dapat dengan mudah mengajukan cuti dan mengisi formulir secara online melalui aplikasi. HR dan atasan juga dapat memberikan persetujuan hanya dengan satu klik. Dengan demikian, proses pengajuan cuti menjadi lebih efisien dan otomatis.

Jangan ragu, segera berlangganan dan unduh aplikasinya sekarang! Untuk informasi lebih rinci, kunjungi situs kami di sini.

Baca juga: Ini 6 Hak Cuti Karyawan yang Diatur Dalam UU

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email