Jadwalkan Demo

Berikut Pengertian dan Cara Mengurangi Tingkat Perputaran Karyawan!

Rizka Maria Merdeka | February 13, 2023 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

Bagi pengusaha atau pemilik bisnis, salah satu hal yang selalu menjadi masalah adalah bagaimana mengurangi tingkat perputaran karyawan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa satu perusahaan harus mengeluarkan biaya hingga satu per lima dari gaji karyawan per tahunnya hanya untuk memberikan pelatihan, mencari, dan memperkerjakan karyawan pengganti.

Dengan kata lain, proses rekrutmen karyawan memakan biaya yang lebih besar dibandingkan membayar karyawan yang sudah ada. Oleh sebab itu, tingkat perputaran karyawan mempengaruhi produktivitas dan finansial perusahaan.

Hal ini lambat laun akan berubah menjadi salah satu hal yang mungkin merugikan perusahaan. Untuk menghadapi perputaran karyawan yang tinggi, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan oleh perusahaan dan beberapa strategi untuk mengatasi hal tersebut.

Apa saja? Artikel kali ini akan memberikan penjelasan tentang pengertian perputaran karyawan dan cara mengatasi tingkat perputaran yang tinggi. Simak lebih lengkap di sini!

Baca juga: Ketahui Penyebab Peningkatan Turnover Karyawan Pasca Libur Lebaran

Pengertian perputaran karyawan

Pada dasarnya, pengertian perputaran karyawan atau turnover karyawan adalah pergantian karyawan pada suatu perusahaan yang terjadi karena beberapa faktor penentu. Pergantian karyawan ini bisa dilakukan secara sukarela maupun tidak.

Lalu, ada juga istilah tingkat turnover yang menggambarkan intensitas perputaran karyawan di dalam sebuah perusahaan. Umumnya, pengukuran tinggi atau tidaknya tingkat tersebut berdasarkan jumlah karyawan yang berhenti kerja dalam periode waktu tertentu.

Sederhananya, perputaran karyawan adalah istilah bagi perusahaan yang mengalami pergantian karyawan secara cepat dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu tertentu. Ada beberapa faktor penentu yang menjadi penyebab hal ini terjadi. Bisa dari karyawan, perusahaan, atau pihak luar.

Meskipun merupakan hal yang wajar, perputaran karyawan bisa memberikan perusahaan keuntungan dan kerugian. Salah satu keuntungannya adalah perusahaan dapat mengurangi karyawan yang tidak berpotensi dan mendapatkan pengganti yang lebih baik lagi.

Sedangkan kerugiannya adalah jika angka employee turnover cukup tinggi, tingkat produktivitas perusahaan jadi menurun dan bisa berpengaruh pada pendapatan perusahaan yang ikut menurun.

Baca juga: Employee Turnover – Sebab Akibat dan Cara Mengendalikannya

Cara mengurangi tingkat perputaran karyawan

Berikut adalah beberapa cara atau strategi yang dapat digunakan untuk mengurangi tingkat perputaran karyawan.

1. Lingkungan kerja

Ada beberapa hal yang termasuk di dalam lingkungan kerja, mulai dari hubungan antar sesama karyawan, hubungan karyawan dengan manager atau bos hingga ke gaji dan tunjangan atau insentif yang berikan. Memperbaiki lingkungan kerja dapat memberikan dampak positif kepada karyawan tersebut dan pada akhirnya akan membuat karyawan menjadi betah untuk bekerja di perusahaan anda.

Ada beberapa hal yang dapat lakukan selaku pemilik perusahaan untuk memperbaiki lingkungan kerja, antara lain sebagai berikut.

  1. Menyeimbangkan pekerjaan di antara sesama karyawan. Sebagai pemilik perusahaan anda harus mengetahui secara detail letak kekurangan dan kekuatan karyawan anda dan memberikan pekerjaan yang sesuai dengan daya kerja karyawan tersebut. Jika anda memberikan pekerjaan yang tidak sesuai dengan yang dapat mereka lakukan maka secara otomatis produktifitas karyawan pun akan berkurang.
  2. Memberikan tawaran promosi atau meningkatkan gaji. Hal lain yang dapat anda lakukan dengan menaikkan gaji atau menaikkan tunjangan karyawan Anda.

2. Sumber Daya Manusia

Hal kedua yang dapat mengurangi perputaran karyawan di perusahaan adalah dengan mengembangkan kemampuan sumber daya manusia di perusahaan Anda. Hal ini dapat dimulai dari pelatihan yang diberikan kepada karyawan. Memberikan pelatihan pada karyawan memang bukan salah satu hal yang mudah untuk dilakukan. Namun, pastinya dapat meningkatkan kualitas dan loyalitas karyawan terhadap perusahaan.

3. Merekrut kandidat yang tepat dari awal

Pepatah bilang, lebih baik mencegah daripada mengobati. Hal ini juga berlaku untuk kasus tingginya turnover rate pada perusahaan. 

Biasanya perusahaan cenderung merekrut karyawan yang punya keterampilan sesuai dengan lowongan yang ada. Namun, apakah sudah pasti karyawan ini cocok dengan budaya kerja di perusahaan?

Hal ini yang kadang masih luput dari recruiter. Hal ini bisa diantisipasi dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang lebih menggali perilakunya bila menghadapi sebuah keadaan khusus. Jangan lupa juga untuk menunjukkan seperti apa lingkungan dan budaya kerja di perusahaan.

4. Tawarkan gaji dan tunjangan lain yang menarik

Bukan rahasia lagi bahwa karyawan datang untuk mendapatkan kompensasi yang baik atas kerja kerasnya. Kalau gaji dan tunjangan yang perusahaan tawarkan tidak menarik tentu akan meningkatkan kemungkinan karyawan berpindah ke perusahaan lain. 

Di Indonesia sendiri, beberapa standar minimal yang bisa digunakan adalah membayar sesuai dengan upah minimum (UMR), memberikan jaminan sosial minimal BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Tentu akan lebih menarik kalau perusahaan juga memberikan tunjangan transportasi dan makan misalnya. 

Untuk menentukan jumlah gaji yang akan dibayarkan pada karyawan, ada baiknya perusahaan melakukan riset gaji di daerah, untuk mengetahui berapa banyak gaji yang ditawarkan kompetitor. Termasuk tunjangan dan fasilitas lain apa yang diberikan oleh kompetitor pada karyawannya.

5. Berikan apresiasi

Pada dasarnya, kita semua ingin kalau pekerjaan kita mendapat pengakuan. Ketika karyawan melakukan sesuatu dengan benar, bisa mencapai target yang disepakati berikan apresiasi. Tunjukkan secara umum. 

Ketika karyawan berhasil menyelesaikan sebuah proyek yang besar, selesai tepat waktu bahkan lebih awal, hasilnya baik, tunjukkan apresiasi. 

Tentu saja apresiasi bukan diberikan pada segala hal, pada tugas-tugas yang memang sudah seharusnya dikerjakan sehari-hari. Namun ketika karyawan berhak mendapatkannya, berikan.

Tujuannya, tercipta lingkungan kerja yang positif. Karyawan akan merasa dirinya dilihat dan dihargai, hal ini tentu akan meningkatkan motivasi untuk memberikan kinerja yang lebih baik lagi. 

Meskipun kelihatannya sepele, memberikan apresiasi ketika dibutuhkan menjadi salah satu metode paling ampuh untuk menurunkan angka turnover. 

6. Buat jenjang karir di perusahaan

Ketika karyawan merasa karirnya di perusahaan stagnan, ia akan kehilangan motivasi untuk tetap bertahan di perusahaan. Untuk apa bertahan kalau karir tidak berkembang?

Sebagian besar karyawan ingin meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya sehingga bisa mencapai jenjang karir yang lebih tinggi. 

Dengan perusahaan memiliki jenjang karir yang jelas, hal ini jelas bisa menjadi salah satu alasan pindah kantor yang paling umum. 

Hal ini bisa mulai ditunjukkan dengan punya program pengembangan karyawan yang jelas. Sebagai atasan atau sebagai HR, bisa dengan menawarkan program coaching untuk mengarahkan karir karyawan. Bahkan bisa mendaftarkannya ke training berbayar di luar kantor.

7. Jika memungkinkan, gunakan skema jam kerja fleksibel

Salah satu fasilitas kerja yang diharapkan oleh karyawan di masa sekarang ini, baik itu oleh generasi millenial atau generasi setelahnya adalah jam kerja yang fleksibel. Hal ini didorong oleh keinginan memiliki work-life balance. 

Karyawan berharap bisa melakukan pekerjaan tanpa harus terikat dengan jam kerja dan dari mana saja, termasuk rumah. Yang artinya, karyawan punya kebebasan untuk mengatur waktu untuk melakukan hal lain di luar pekerjaan seperti lebih dekat dengan keluarga. 

Skema jam kerja fleksibel tentu tidak untuk semua industri. Namun, kalau memungkinkan, tidak ada salahnya memberikan fasilitas yang satu ini. 

Hal ini karena salah satu alasan tingginya turnover rate adalah perusahaan tempat bekerja tidak memfasilitasi work-life balance. Padahal, skema tersebut efektif untuk mengurangi tingkat perputaran karyawan.

Baca juga: Jangan Putus Asa! Ini Tips Hadapi Kondisi Saat Terkena Layoff

Proses rekrutmen jadi jauh lebih sederhana dan mudah dengan aplikasi GreatDay HR

perputaran karyawan gdhr

Sebelum memasuki dunia kerja, setiap orang harus melewati tahap rekrutmen terlebih dahulu sebagai tahap awal. Kebanyakan, proses rekrutmen memakan waktu yang cukup lama dengan berbagai tes dan tahapan. Proses rekrutmen tersebut tentunya dikelola dan direncanakan oleh HR perusahaan.

Dari mulai mengolah data kandidat yang masuk, menyeleksi, mengadakan tes untuk kandidat, hingga menyusun pertanyaan untuk interview. Hal tersebut menyebabkan banyaknya tumpukan dokumen di meja HR. Selain itu, HR juga terkadang harus lembur untuk menyortir email yang masuk.

Untuk menyederhanakan dan membuat proses rekrutmen menjadi lebih praktis, GreatDay HR hadir dengan fitur Recruitment sebagai solusi kendala HR. Tidak ada lagi tumpukan CV dan surel yang membludak. Penyortiran data kandidat, pertanyaan pre-interview, pengaturan jadwal interview, hingga update status kandidat semuanya otomatis di satu aplikasi saja!

Tunggu apa lagi? Dapatkan segera aplikasi di Appstore dan Playstore, kunjungi websitenya, dan jadwalkan demo GRATIS!

Baca juga: Tips Menjawab Pertanyaan Tentang Motivasi Rekrutmen Saat Interview

Trending Article
Subscribe News Letter
Get notification on your email