Mengenal Profesi Content Writer: Jenis, Tanggung Jawab, dan Skill Seorang Content Writer

By Rizka Maria Merdeka   |  

Content writer adalah salah satu profesi yang banyak dicari saat ini, terutama karena maraknya tren digital marketing. Seorang content writer bertugas menulis konten-konten berkualitas dan menjadi jembatan dalam hal penyampaian pesan dan informasi antara masyarakat dengan perusahaan.

Tidak terbatas pada hal itu, dalam bidang marketing, content writer berperan serta dalam usaha menarik calon konsumen melalui konten tulisan yang dibuatnya agar tertarik dengan produk perusahaan. Lain halnya dengan sales yang secara langsung menawarkan dan menjual produk, content writer menjadi seseorang yang berada di belakang layar dalam proses promosi.

Sesuai dengan keahliannya, content writer membantu proses pemasaran dan promosi melalui tulisan-tulisan yang menarik untuk menghubungkan perusahaan dengan calon konsumen. Apa saja tugas dan keahlian seorang content writer? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini untuk mengetahui informasi lebih banyak tentang content writer!

Baca juga: Informasi Lengkap Tentang Digital Marketing: Pengertian, Kelebihan, Jenis, dan Strategi

Content writer adalah

Content writer adalah penulis profesional yang bertugas untuk memproduksi konten-konten dalam bentuk tulisan yang menarik dan berkualitas berupa artikel, e-book, script, backlink, copy ads, konten media sosial, jurnal, dan lain sebagainya.

Meskipun hasil pekerjaan seorang content writer dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, faktanya content writer lebih banyak berperan dalam mendukung upaya marketing. Content writer dianggap memiliki skill yang baik dalam menyampaikan pesan dan informasi melalui tulisan, baik untuk edukasi, tutorial, hingga promosi.

Konten yang dibuat oleh seorang content writer berupa juga artikel blog, post/caption di media sosial, atau apa pun yang ditulis dan dipublikasikan dalam platform online. Selain menulis, content writer juga bertanggung jawab mendatangkan traffic pengunjung di website perusahaan.

Dalam membuat konten tulisan, seorang content writer harus berorientasi kepada pembacanya/target audience. Mereka harus memikirkan bagaimana cara menulis konten yang membuat para pembaca online tertarik. Selain itu, seorang content writer juga harus mengetahui topik yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan tulisan, serta jenis perusahaan.

Misalnya, ketika diminta untuk membuat artikel di blog perusahaan yang bergerak di bidang retail, maka topik yang ditulis harus yang berkaitan dengan bisnis retail. Jika ada topik yang sedang hangat diperbincangkan namun tidak secara utuh berkaitan tentang retail, content writer harus mampu menganalisis dan mencari celah yang membuat topik tersebut juga bersinggungan dengan retail.

Mengikuti topik yang sedang hangat merupakan salah satu cara meningkatkan traffic laman web, media sosial, dan platform digital lainnya yang dimiliki perusahaan. Kenaikan traffic akan berpengaruh juga terhadap rating perusahaan pada mesin pencarian.

Baca juga: Wajib Tahu! Pekerjaan Swasta Dengan Gaji Tinggi

Jenis content writer

Profesi content writer memiliki beberapa jenis tergantung dari fokus konten yang dibuatnya, gaya penulisan, aturan, dan tujuan dari konten yang dibuatnya. Beberapa jenis content writer yang umum diketahui antara lain sebagai berikut.

1. SEO content writer

SEO content writer merupakan profesi yang paling banyak dibutuhkan, terutama di bidang bisnis online. Jenis content writer ini memiliki tugas utama yaitu membuat konten artikel. Biasanya, artikel yang dibuat kemudian diterbitkan di blog perusahaan.

Artikel yang telah diterbitkan tersebut akan bersaing di mesin pencarian dengan kompetitor dengan topik dan bidang yang sama. Oleh sebab itu, SEO content writer perlu memahami dasar-dasar SEO, seperti pemilihan focus keyword, penggunaan hyperlink, URL/slug, penggunaan gambar, dan lainnya. Selain itu, jumlah kata dan keterbacaan juga perlu diperhatikan dalam menulis artikel SEO.

2. Technical content writer

Internet masih menjadi tempat favorit untuk mendapat informasi teknis, salah satunya tutorial., Informasi yang berisi tutorial tersebut biasanya ditulis oleh seorang technical content writer. Berbeda dengan SEO content writer, seorang technical content writer perlu memiliki pengetahuan teknis tentang konten tutorial yg dibuat. 

Hal tersebut bertujuan agar content writer dapat memberikan informasi tutorial yang tepat bagi pembacanya. Selain itu, technical writer juga harus mampu mengemas istilah teknis yang rumit ke dalam bahasa yang mudah dimengerti.

3. Long-form content writer 

Long-form content writer adalah seorang content writer yang menulis sebuah topik secara mendalam dengan jumlah kata/volume yang banyak. Contoh konten tulisan yang biasa dibuat oleh long-form content writer antara lain guide book, e-book, mini research, dan lain sebagainya.

4. Blogger

Blogger adalah jenis content writer yang menulis dan mengelola konten tulisan secara independen dalam blog pribadinya. Biasanya, seorang blogger bebas menentukan topik sendiri serta menulis pandangan pribadinya. Selain itu, blogger juga bebas menentukan gaya penulisan sendiri, terlepas dari tujuan dan siapa yang akan membaca tulisannya.

Jenis konten tulisan yang dibuat pun lebih beragam, misalnya konten cerita misteri baik pengalaman pribadi, informasi umum, maupun fiksi, tutorial, review produk tertentu, dan lain sebagainya.

5. Jurnalis 

Berbeda dari content writer lain, seorang jurnalis harus mampu menulis dengan cepat dan berdasarkan fakta yang aktual. Sebab, konten berita bersifat dinamis, informasinya dapat berubah-ubah, dan diperbaharui kapanpun. Namun, agar pembaca online dapat nyaman berita, maka tak jarang gaya penulisan jurnalis online lebih santai namun tetap terkesan profesional.

Baca juga: Contoh Notulen Rapat Yang Tepat, Notulis Wajib Tahu!

Tanggung jawab seorang content writer

1. Membuat konten

Content writer bertugas untuk membuat konten yang sesuai dengan audiens dari brand. Selain itu, setelah selesai seorang content writer juga bertugas mengelola dan mengatur jadwal terbit konten tersebut. 

2. Melakukan riset

Dalam bekerja, content writer juga perlu melakukan riset. Riset diperlukan agar apa yang ditulis sesuai dengan fakta dan bersumber dari informasi akurat. Riset juga membantu content writer dalam mengetahui tren terbaru yang sedang banyak dicari oleh audiens. 

3. Memahami SEO

Di banyak perusahaan, content writer akan ditugaskan untuk menulis konten blog website berdasarkan kata kunci untuk SEO. Oleh karena itu, content writer juga bertugas untuk memahami cara kerja SEO.

4. Melakukan riset traffic website

Seorang content writer juga perlu melakukan riset traffic website untuk mengetahui apakah konten yang dibuat sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan dicari oleh audiens. 

5. Mengelola konten media sosial

Tidak jarang seorang content writer juga ditugaskan untuk mengelola konten media sosial. Baik membuat koten, membuat laporan perkembangannya, menjadi tugas content writer.

6. Memiliki kemampuan editorial

Kemampuan editorial sangat dibutuhkan untuk mengedit konten sebelum dipublikasikan.  Biasanya ini dilakukan untuk memastikan kembali apakah konten yang akan ditayangkan telah sesuai dengan yang dicari audiens, dan berkualitas atau tidak. Jika dirasa masih kurang, maka content writer perlu mengeditnya kembali sampai dirasa sesuai.

Baca juga: Wajib Dipahami! Strategi Pemasaran Untuk Membuat Perusahaan Anda Berkembang dengan Pesat!

Skill yang perlu dimiliki oleh content writer

Sama halnya dengan profesi lainnya, menjadi seorang content writer juga diperlukan beberapa skill atau keahlian khusus yang berkaitan dengan tulis-menulis. Berikut beberapa skill yang diperlukan oleh seorang content writer.

1. Analisis 

Seorang content writer harus memiliki kepekaan terhadap topik yang sedang ditulisnya. Mulai dari memahami untuk apa topik tersebut dibahas, seberapa penting untuk pembaca, hingga mengukur kekuatan kompetitor.

2. Kemampuan riset 

Dalam menulis konten artikel, jurnal, dll. diperlukan kemampuan riset untuk mengolah data dan fakta menjadi sebuah tulisan yang utuh. Jadi, konten yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan kebenaran informasinya dan dapat menjadi rujukan bagi para pembaca.

3. Komunikasi

Penulis berkomunikasi dengan pembaca melalui tulisan, maka skill komunikasi wajib dimiliki. Harapannya, content writer dapat membuat konten informatif yang nyaman dibaca dengan bahasa yang komunikatif dan mudah dimengerti. 

4. Kepenulisan 

Content writer diharuskan memiliki ilmu kepenulisan misalnya terkait format dan gaya kepenulisan, editorial atau self editing, penyusunan informasi, hingga pemilihan diksi dan penggunaan tanda baca. Selain itu, content writer juga harus mengetahui pembaharuan kata dan istilah dalam bahasa target.

5. Memahami target audiens

Sebagai content writer, Anda diperbolehkan memiliki ciri khas atau gaya penulisan tertentu. Namun, Anda juga perlu memperhatikan siapa target audiens yang akan membaca tulisan Anda. Sesuaikan gaya bahasa, pemilihan kata, dan cara penyampaian informasi/pesan dengan target audiens Anda.

Sebab, jenis pembaca yang mungkin membaca tulisan Anda beragam dari mulai usia hingga profesi. Misalnya pelajar sekolah menengah, mahasiswa, akademisi, pebisnis, dan lain sebagainya. Meskipun tidak terlalu kentara, akan selalu ada perbedaan gaya bahasa di antara para pembaca yang mempengaruhi pemahaman masing-masingnya.

Selain itu, seseorang membaca tulisan Anda tentunya karena ingin memperoleh informasi secara mendalam untuk menambah pengetahuannya. Maka dari itu, Anda harus peka dan dapat menyusun informasi yang dibutuhkan oleh setiap pembaca. 

6. SEO 

Skill SEO akan sangat berguna bagi penulis profesional. Semakin sering artikel yang dibuat masuk ke hasil pencarian, semakin besar audiens yang akan membaca artikelnya. Bahkan, bagi content writer yang menjadi bagian dari tim marketing, kemampuan SEO bisa membuat artikel mampu bersaing dengan konten yang dibuat kompetitor. 

Agar dapat menulis artikel yang seo-friendly, Anda perlu mempelajari kekurangan dan kelebihan konten kompetitor, memperhatikan kata kunci, dan melakukan optimasi pada kontennya.

7. Up To Date 

Pembaca online membutuhkan informasi yang aktual dan akurat. Jadi, content writer harus selalu update terhadap informasi dan keadaan sekitar, termasuk tren. Dengan begitu, Anda bisa menyajikan informasi akurat dan terbaru untuk para pembaca.

Baca juga: Ketahui Bagaimana Fungsi Iklan Bagi Pemerintah dan Perusahaan

GreatDay HR: Aplikasi HRIS solusi ringankan pekerjaan HR perusahaan

content writer adalah gdhr

Sebagaimana diketahui bahwa departemen di perusahaan yang bertanggung jawab dalam pengelolaan hal-hal terkait Sumber Daya Manusia (SDM) di perusahaan adalah HRD. Tugas yang menjadi tanggung jawab HRD antara lain menjalankan proses rekrutmen, mengelola data kehadiran karyawan, pengelolaan penggajian, employee engagement, pengawasan kinerja, pengajuan cuti, dan lain sebagainya. HR memastikan kesejahteraan, hak dan kewajiban, sarana prasarana, dan kenyamanan karyawan yang bekerja di perusahaan terjamin dengan baik.

Selain itu, HR juga berperan sebagai jembatan komunikasi antara karyawan dengan perusahaan, perusahaan dengan lingkungan sekitar, serta perusahaan dengan perusahaan lainnya. Dalam mengelola seluruh pekerjaan tersebut, tentunya membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, terutama jika dilakukan secara manual. Misalnya pengelolaan penggajian karyawan serta penghitungan komponen-komponen di dalamnya yang cukup rumit. Terlebih lagi jika karyawan yang bekerja di perusahaan berjumlah banyak.

Dengan tujuan untuk meringankan beban HR, aplikasi HRIS GreatDay HR hadir dengan kelengkapan fitur-fitur canggih yang dapat membantu mempermudah pekerjaan HR yang menumpuk. Dari mulai mengelola absensi karyawan, pengajuan cuti, hingga proses rekrutmen dilakukan secara praktis dan otomatis dengan satu aplikasi saja.

Terlebih lagi, semuanya terintegrasi dengan payroll, sehingga penghitungan penggajian dan pajak dilakukan secara otomatis melalui aplikasi GreatDay HR. Anda juga dapat dengan mudah mengaksesnya di mana saja dan kapan saja melalui ponsel pintar Anda. Unduh segera aplikasinya di AppStore dan Playstore, atau kunjungi lamannya dan dapatkan demo gratisnya!

Baca juga: Industri Kreatif dan Kontribusinya dalam Perekonomian Indonesia

Tags :

Related Topics