Contoh Lengkap Surat Perjanjian beserta Cara Pembuatannya

By Monica Permana   |  

Pada dasarnya, manusia disebut sebagai makhluk sosial yang berarti tidak dapat bertahan sendiri dan harus berinteraksi. Sama juga halnya dengan menjalankan sebuah bisnis, pasti membutuhkan peran orang lain agar bisa terus berjalan dan bertahan hidup. Perusahaan yang bekerja sama dengan pihak lain akan terus berjalan dan menghasilkan keuntungan lebih besar.

Kerja sama bisnis merupakan hal yang biasa terjadi. Perusahaan bisa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh modal yang lebih besar, memperlancar dan meningkatkan kemampuan produksi, serta memperluas pangsa pasar. Salah satu aspek penting dalam pelaksanaan kerja sama adalah memastikan kerja sama tersebut tertulis dan memiliki aturan yang jelas. Oleh karena itu, keberadaan surat perjanjian antara dua atau lebih pihak yang akan bekerja sama sangat dibutuhkan.  Mari ulik lebih dalam mengenai apa itu surat perjanjian di bawah ini!

Pengertian Surat Perjanjian

Secara umum, surat perjanjian merupakan dokumen tertulis berisi kesepakatan tentang hak dan kewajiban yang mengikat dua pihak atau lebih. Dibedakan menjadi dua yaitu Surat Perjanjian Autentik dan Surat Perjanjian di Bawah Tangan. Perbedaannya terletak pada ada atau tidaknya saksi. Pembuatan Surat Perjanjian Autentik membutuhkan kehadiran pejabat pemerintahan yang bertugas sebagai saksi sedangkan Surat Perjanjian di Bawah tangan tidak membutuhkan pejabat pemerintah sebagai saksi. 

Baca juga: Mari Mengenal Peraturan Perusahaan dan Aturan yang Mengaturnya

Tiga Aspek Utama 

  1. Pembuatan

Seluruh perbuatan atau tindakan oleh pihak yang terkait dalam perjanjian akan memiliki konsekuensi yang sudah terlebih dahulu ditentukan 

  1. Pelaku

Perjanjian dapat dilakukan dengan syarat terdapat minimal dua pihak yang setuju. Pihak yang bekerja sama bisa berupa, individu/perorangan maupun badan hukum/perusahaan.

  1. Pengikat

Sifat surat perjanjian adalah mengikat semua pihak yang terlibat di dalamnya. Maka dari itu, dalam surat perjanjian selalu menyertakan konsekuensi atau sanksi hukum yang mengatur semua pihak. 

Ciri-Ciri Surat Perjanjian

Perhatikan beberapa karakteristik yang mencirikan surat perjanjian:

  1. Isi

Isi surat perjanjian berdasarkan pada hukum, kesusilaan, dan terikat dengan kepentingan serta ketertiban umum

  1. Objek 

Objek surat perjanjian harus disebut dan dijabarkan dengan jelas

  1. Identitas

Identitas pihak-pihak terkait harus dituliskan dengan jelas, detail, dan lengkap 

  1. Saksi 

Keberadaan saksi-saksi pada saat penandatanganan surat perjanjian. 

  1. Tanda Tangan dan Nama Terang 

Harus memiliki tanda tangan dan nama terang dari pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian

  1. Menyertakan Pasal dan Ayat

Agar surat perjanjian dapat mengikat secara hukum, isi dari surat perjanjian terdiri dari pasal-pasal dan ayat.

  1. Mekanisme Penyelesaian 

Surat perjanjian harus mencakup mekanisme penyelesaian sengketa sebagai mekanisme penyelesaian yang bisa digunakan

  1. Latar Belakang

Surat perjanjian harus berisikan latar belakang mengapa surat perjanjian dibuat.

Baca juga: Apa Itu PO? Mari Mengenal Penjelasan Purchase Order Lebih Lanjut!

Syarat Perjanjian Kerjasama yang Sah

Berdasarkan Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 1.320, terdapat 4 syarat sah surat perjanjian:

  1. Disepakati Semua Pihak

Surat perjanjian harus disetujui oleh semua pihak. Surat perjanjian dianggap batal atau tidak sah jika ditemukan fakta bahwa terdapat pemaksaan. 

  1. Dilakukan Pihak yang Cakap 

Pihak yang menyetujui perjanjian kerja sama harus sah di mata hukum, artinya harus berusia dewasa dan bukan di bawah perwalian

  1. Suatu Hal Tertentu

Perjanjian kerja sama dapat dilakukan jika disertai objek tertentu yang dijanjikan. Objek tersebut harus merupakan barang yang memiliki nilai jual dan dapat diperjualbelikan

  1. Causa Halal

Surat perjanjian memiliki kekuatan hukum dan berlaku jika terdapat causa halal, yaitu tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan.

Struktur Surat Perjanjian Kerjasama 

Sama seperti format penyusunan dokumen lain, surat perjanjian kerja sama memiliki struktur:

  1. Judul

Sebagai identitas utama surat, judul menjadi representasi isi perjanjian

  1. Identitas Pembuat 

Bagian ini berisikan data pribadi pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian

  1. Premis 

Keterangan singkat perjanjian yang mencakup latar belakang pembuatan perjanjanjian

  1. Isi

Berbentuk poin atau butiran poin, isi disusun secara berurutan dan memiliki kesatuan 

  1. Penutup

Bagian ini berisikan kekuatan surat di hadapan hukum, surat perjanjian dapat digunakan sebagai alat bukti sah di hadapan hukum

  1. Tanda tangan

Surat perjanjian harus memiliki tanda tangan dari pihak-pihak yang terlibat.

Baca juga: Ini Pentingnya Laporan Pertanggungjawaban

Fungsi Surat Perjanjian

Lantas, apa saja fungsi dari surat perjanjian? 

  1. Dasar kesepakatan oleh pihak-pihak pembuat 
  2. Pedoman penggugatan pihak yang diketahui atau ditemukan melanggar kesepakatan
  3. Penjabaran mengenai hak dan kewajiban pihak-pihak yang mengadakan kesepakatan 
  4. Sebagai alat yang mampu mencegah atau menghindari sengketa antara pihak-pihak yang melaksanakan perjanjian
  5. Pedoma penyelesaian masalah jika terjadi sengketa

Cara Membuat Surat Perjanjian

  1. Berada dalam pendampingan pihak yang memahami tata cara pembuatan surat perjanjian, contohnya: notulen
  2. Mengetahui syarat surat perjanjian 
  3. Menentukan objek surat perjanjian jual beli lengkap dengan penjelasan kualifikasi
  4. Menentukan pihak-pihak yang terlibat 
  5. Menentukan hak dan kewajiban yang mengikat pihak-pihak yang terlibat, poin ini ditentukan atas kesepakatan bersama 
  6. Menulis rancangan kesepakatan 
  7. Memberikan judul perjanjian, misalnya: Surat Perjanjian Sewa Tanah 
  8. Menyertakan tanggal dan tempat pembuatan surat 
  9. Tanda tangan surat di atas materai

Contoh Surat Perjanjian

  1. Perjanjian Kontrak Kerja
  1. Surat Perjanjian Jual Beli 
  1. Surat Perjanjian Hutang 

Nah, Great People, setelah mengetahui bahwa surat perjanjian merupakan dokumen yang bisa dijadikan bukti adanya kerja sama. Kemudian mengetahui struktur penulisan surat perjanjian beserta contoh, fungsi, ciri, cara membuat, hingga syarat sah, Anda pasti paham betul pentingnya keberadaan surat perjanjian dalam kerjasama khususnya kerjasama bisnis. Jangan lupa bahwa terdapat 3 aspek pembentuk surat perjanjian, yaitu pembuatan, pelaku, dan pengikat. 

Tags :

Related Topics