Jadwalkan Demo

Cari Tahu Tentang Pengertian dan Contoh Tenaga Kerja Terlatih

Rizka Maria Merdeka | October 19, 2022 | Info & Update
by GreatDay HR

Di Indonesia terdapat beberapa jenis tenaga kerja berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan, salah satunya adalah tenaga kerja terlatih. Tenaga kerja terlatih merupakan tenaga kerja yang mendapatkan pelatihan keterampilan melalui lembaga non-formal. Contohnya pelatihan di tempat kursus, klub seni, organisasi, dan lain sebagainya.

Biasanya, tenaga kerja terlatih memiliki pekerjaan yang bersifat praktikal atau yang lebih mengutamakan hard skill. Biasanya, perusahaan akan merekrut tenaga kerja terlatih berdasarkan lama “jam terbang” dan pengalaman bekerja.

Untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang tenaga kerja terlatih, simak pembahasan terkait tenaga terlatih dari mulai pengertian hingga contoh-contohnya dalam artikel berikut ini!

Baca juga: Mengenal UU No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

Pengertian tenaga kerja terlatih

Tenaga kerja terlatih adalah jenis tenaga kerja yang mampu menguasai suatu keterampilan atau keahlian melalui pendidikan non formal seperti dengan mengikuti pelatihan keterampilan, kursus, dan lain-lain. Keahlian yang dikuasai tenaga kerja ini juga bisa didapatkan dari pengalaman kerja yang sudah dilakukan dalam jangka waktu yang panjang.

Contoh tenaga kerja terlatih adalah sopir, chef, penjahit, dan lain-lain. Meskipun umumnya tidak melalui pendidikan formal, namun perlu Anda ketahui bahwa terdapat beberapa tenaga kerja terlatih yang juga perlu melalui pendidikan formal untuk bisa masuk ke dunia kerja. Contohnya seperti apoteker, ahli bedah, dan ahli forensik.

Baca juga: Pengertian dan Jenis-Jenis Angkatan Kerja di Indonesia

Kelebihan dan kekurangan tenaga kerja terlatih

Setiap perusahaan tentu akan membutuhkan tenaga kerja terlatih untuk mengerjakan tugas tertentu yang tidak bisa diselesaikan oleh tenaga kerja terdidik yang dimilikinya. Agar bisnis persewaan bus dapat membawa banyak keuntungan maka perusahaan membutuhkan tenaga kerja terlatih berupa sopir bus profesional.

Sama halnya dengan tenaga kerja jenis lainnya, tenaga kerja terlatih juga memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan, antara lain sebagai berikut.

Kelebihan tenaga kerja terlatih 

  1. Perusahaan umumnya tidak akan meminta ijazah pendidikan formal tenaga kerja terlatih. Namun, pemberi kerja mungkin akan membutuhkan sertifikat keahlian tertentu untuk memastikan bahwa tenaga kerja tersebut telah menguasai keahlian yang didapat dari mengikuti program pelatihan.
  2. Manajemen SDM dapat dengan mudah melakukan pengembangan keterampilan dengan cara mengadakan program pelatihan.
  3. Tenaga kerja terlatih yang sudah memiliki banyak pengalaman memiliki performa yang tinggi sehingga dapat meningkatkan produktivitas perusahaan.

Kekurangan tenaga kerja terlatih

  1. Perusahaan mungkin akan sulit untuk menemukan tenaga kerja terlatih yang benar-benar kompeten di bidangnya karena jumlahnya tidak banyak.
  2. Tenaga kerja terlatih yang sudah berpengalaman akan memiliki penawaran yang tinggi atas penggunaan jasa/keterampilannya.
  3. Tenaga kerja terlatih yang sudah berpengalaman kemungkinkan memiliki karakter yang sudah terbentuk sehingga cenderung sulit menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan baru.

Baca juga: Workforce Management: Pengertian, Manfaat, dan Penggunaan Sistem WFM

Contoh tenaga kerja terlatih

Tenaga terlatih dibutuhkan di perusahaan-perusahaan dan juga kebanyakan membuka usaha sendiri. Berikut di antaranya beberapa contoh pekerjaan tenaga kerja terlatih.

  1. Barista
  2. Sopir bus
  3. Fotografer dan videografer
  4. Penjahit 
  5. Tour guide
  6. Mekanik bengkel
  7. Tukang service elektronik
  8. Chef 
  9. Pemahat 
  10. Pengrajin kayu
  11. Pembatik 
  12. MUA (Makeup Artist)
  13. Florist
  14. Therapist 
  15. Barber

Baca juga: Sederhanakan Pengelolaan Manajemen SDM di Perusahaan dengan Fitur-Fitur Solutif GreatDay HR

Awasi performa dan kinerja karyawan di mana saja kapan saja dengan aplikasi GreatDay HR

contoh tenaga kerja terlatih gdhr

Kesuksesan perusahaan tergantung pada produktivitas sumber dayanya, yaitu tenaga kerja yang bekerja di dalamnya. Tenaga kerja baik yang terlatih atau jenis apapun merupakan aset berharga bagi perusahaan yang harus dikelola dengan sistem yang baik.

Selain itu, manajemen performa di perusahaan juga harus jelas dan terorganisir agar karyawan dapat dengan maksimal menyelesaikan pekerjaannya. Dalam hal ini, penyusunan KPI, alur pelaporan tugas, serta feedback harus diatur seefektif mungkin karena akan berkaitan dengan tujuan dan target perusahaan.

Untuk mengelola hal-hal tersebut, GreatDay HR berikan solusi cerdas dan praktis untuk manajemen performa karyawan di perusahaan. HR dan atasan dapat dengan mudah melihat hasil kerja karyawan, menentukan KPI, memberikan penilaian dan feedback, serta membuat rencana kerja langsung di satu aplikasi saja.

Kelola manajemen performa karyawan perusahaan secara otomatis dan fleksibel dengan GreatDay HR! Unduh aplikasinya atau kunjungi websitenya dan dapatkan demo GRATIS sekarang juga!

Baca juga: 9 Keterampilan Dasar Ini Wajib Dimiliki Karyawan

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email