Apa Itu Cost Benefit Analysis? Berikut Pengertian, Manfaat, dan Cara Penghitungan CBA

By Rizka Maria Merdeka   |  

Cost benefit analysis adalah penghitungan terhadap biaya manfaat yang kerap digunakan untuk menganalisis keputusan bisnis. Cost benefit analysis merupakan penghitungan yang dilakukan dengan menjumlahkan manfaat suatu situasi atau tindakan dan mengurangi biaya yang terkait dengan pengambilan tindakan tersebut.

Beberapa konsultan atau analis keuangan membangun model cost benefit analysis dengan menetapkan nilai dollar pada barang tidak berwujud. Contohnya seperti manfaat dan biaya yang dibutuhkan untuk tinggal di kota tertentu. CBA juga mencakup manfaat dan biaya tidak berwujud atau efek dari keputusan seperti kinerja karyawan ataupun kepuasan pelanggan.

Dengan mempertimbangkan semua opsi dan potensi peluang yang terlewat, analisis cost benefit alias CBA ini lebih menyeluruh dan memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik.

Artikel kali ini akan mengulas tentang Cost Benefit Analysis (CBA) beserta manfaat dan cara menghitungnya. Untuk informasi lebih lengkap, simak ulasan berikut ini!

Baca juga: Mengenal Activity Based Costing Beserta Fungsi dan Penerapannya Dalam Bisnis

Cost Benefit Analysis (CBA) 

Cost benefit analysis adalah proses yang digunakan untuk mengukur manfaat dari keputusan atau pengambilan tindakan. Penghitungan cost benefit analysis berdasarkan atas penggunaan metrik keuangan seperti pendapatan serta biaya yang dihemat.

Secara garis besar, cost benefit analysis adalah proses perbandingan biaya yang diperkirakan dengan manfaat yang berkaitan erat dengan pembuatan keputusan, untuk menentukan apakah keputusan yang akan dibuat tersebut sesuai atau tidak dengan perspektif bisnis.

Yang dimaksud dengan biaya dalam CBA adalah kelemahan-kelemahan yang mungkin bisa muncul dari keputusan tersebut, serta manfaat atau keuntungan yang bisa diperoleh. Secara sederhana, cost benefit analysis bisa diartikan sebagai proses menghitung semua biaya dari sebuah kegiatan bisnis atau sebuah keputusan.

Apabila melalui analisis tersebut ditemukan bahwa manfaat (benefit) lebih besar dari biaya (cost), maka bisa dianggap bahwa keputusan tersebut sudah tepat. Sebaliknya, jika biaya lebih besar dari manfaat, maka pengambilan keputusan tersebut harus dipikirkan kembali.

Metode ini adalah cara pengambilan keputusan berbasis data yang paling banyak dilakukan, baik oleh perusahaan besar maupun perusahaan kecil atau startup. Namun secara lebih luas lagi, metode ini juga bisa diterapkan dalam pengambilan keputusan yang tidak berhubungan dengan bisnis atau perusahaan.

Melalui upaya tersebut, manajemen akan mengetahui apakah keputusan membuat suatu kebijakan dapat memenuhi orientasi bisnis atau tidak. Sederhananya, setiap keputusan perusahaan yang hendak dipilih harus dianalisis mendalam untuk memaksimalkan perolehan manfaat. Jadi, jika suatu perusahaan hampir selalu tepat dalam mengambil keputusan, dapat diartikan pihak manajemen sudah memahami apa itu cost benefit analysis.

Baca juga: Perpanjangan Insentif Pajak 2021, Benefit Apa Saja Yang Didapatkan Badan Usaha?

Manfaat Cost Benefit Analysis

Penerapan cost benefit analysis akan mendatangkan sejumlah manfaat untuk perusahaan. Beberapa manfaat dari CBA di antaranya sebagai berikut.

  1. Efisiensi penggunaan sumber daya ekonomi organisasi. Melalui hal ini, kekuatan finansial perusahaan bakal lebih sejahtera
  2. Penggunaan anggaran menjadi lebih selaras dengan hasil kebijakan yang diambil
  3. Analisis biaya dapat diketahui secara langsung melalui besaran nominal uang yang digunakan
  4. Pengambilan keputusan kebijakan yang lebih objektif tanpa memandang segala kepentingan, seperti opini dan politik
  5. Karena berbasis dengan data, CBA bisa menjadi alat terbaik untuk mendukung program pelatihan karyawan

Baca juga: Melakukan Analisis Kinerja Keuangan Menggunakan Rasio Profitabilitas

Cara menghitung CBA

Selanjutnya, setelah memahami konsep dasar dan manfaat cost benefit analysis, berikut adalah Langkah-langkah yang dapat diambil untuk menerapkannya.

1. Susun kerangka analisis

Untuk bisa melakukan analisis yang tajam dan mendapatkan hasil akurat, Anda harus membuat kerangka kerja analisis terlebih dahulu. Bagaimana bentuk kerangka kerja ini berbeda-beda, tergantung pada spesifikasi organisasi Anda.

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah mengidentifikasi tujuan dan sasaran yang ingin Anda dapatkan. Mulailah dengan bertanya, apa yang Anda butuhkan untuk mencapai kesuksesan? Ini akan membantu Anda untuk mengidentifikasi dan memudahkan Anda dalam memahami biaya serta manfaat yang Anda miliki.

Tujuan yang ingin Anda capai sangat penting dalam menginterpretasikan hasil analisis Anda. Putuskan metrik seperti apa yang Anda gunakan untuk melakukan analisis, lalu tentukan nilai dari biaya dan manfaat yang Anda miliki dengan mata uang. Dengan demikian, Anda akan bisa memutuskan mana yang lebih tinggi antara biaya yang harus dikeluarkan atau manfaat yang akan didapatkan.

2. Identifikasi biaya dan manfaatnya

Biaya dan manfaat adalah dua aspek terbesar yang terdapat pada konsep CBA. Langkah selanjutnya yang harus Anda lakukan dalam mengaplikasikan analisis biaya manfaat adalah dengan membuat dua daftar yang berbeda. Daftar pertama berisi biaya-biaya yang diperkirakan dan daftar kedua berisi manfaat atau keuntungan yang diharapkan akan diperoleh dari keputusan yang akan diambil.

Biaya-biaya yang harus dihitung dalam cost benefit analysis meliputi:

  1. Direct cost (biaya langsung): biaya pekerja, biaya manufaktur, biaya bahan baku, dan biaya inventaris.
  2. Indirect cost (biaya tidak langsung): biaya sewa, biaya utilitas (listrik dan air), serta biaya lain yang menunjang operasional bisnis.
  3. Intangible cost (biaya tidak teraba): biaya yang cukup sulit ditentukan, seperti turunnya kepuasan konsumen setelah penerapan program layanan baru yang menyebabkan pengurangan jumlah pelanggan.
  4. Opportunity cost (biaya peluang): jumlah keuntungan yang didapatkan dari satu strategi bisnis dibandingkan dengan strategi lainnya.

Sementara, manfaat yang harus dihitung dalam cost benefit analysis adalah:

  1. Direct benefit (manfaat langsung): peningkatan pendapatan dan penjualan dari produk baru yang dibuat.
  2. Indirect benefit (manfaat tidak langsung): peningkatan minat konsumen pada brand
  3. Intangible benefit (manfaat tidak teraba): moral karyawan yang semakin membaik karena keuntungan perusahaan meningkat.
  4. Competitive benefit (manfaat kompetitif): contohnya, menjadi pionir dalam industri yang digeluti.

3. Tentukan nilai dari setiap biaya dan manfaat

Tanpa adanya alat ukur yang pasti, akan sulit membandingkan antara biaya dan manfaat dalam cost benefit analysis. Untuk itu, dalam setiap item yang ada, Anda harus menentukan nilainya dengan mata uang. Dengan demikian, Anda bisa memperoleh hasil yang lebih akurat.

Biaya dan manfaat langsung akan mudah diukur dengan uang, namun biaya dan manfaat yang lain akan sulit untuk dihitung. Meskipun demikian, bukan berarti Anda tidak perlu mencoba. Kini banyak aplikasi software dan berbagai metode yang akan membantu Anda dalam menentukan nilainya.

4. Hitung total nilai biaya dan manfaat, kemudian buat perbandingan 

Setelah setiap biaya dan manfaat memiliki nilai masing-masing dalam mata uang, hitung dan bandingkan jumlah keduanya. Jika jumlah manfaat melebihi jumlah biaya, maka Anda bisa melanjutkan proses pengambilan keputusan. Namun apabila jumlah biaya ternyata lebih besar dari jumlah biaya lebih besar dari jumlah manfaat, maka Anda harus memikirkan kembali keputusan tersebut.

Selain perbandingan harga biaya dan manfaatnya, Anda juga harus kembali melihat kerangka kerja yang dibuat di awal. Apakah analisis manfaat dan biaya yang sudah Anda lakukan dapat membantu Anda mencapai kesuksesan yang Anda inginkan atau justru menyebabkan kemunduran bagi usaha Anda.

Baca juga: 5 Fungsi Manajemen Keuangan dan Hal Penting Lainnya Yang Harus Kalian Ketahui!

Lindungi karyawan dari risiko finansial berbahaya dengan fitur Benefits di aplikasi GreatDay HR

cost benefit analysis adalah gdhr

Di masa pandemi seperti sekarang ini pengguna pinjaman online mengalami peningkatan hingga 134% bahkan lebih. Banyak diantaranya berasal dari kalangan pegawai. Hal tersebut terjadi salah satunya karena merosotnya perekonomian negara akibat pandemi Covid-19 yang berdampak juga terhadap kondisi finansial para pegawai.

Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari banyak orang melakukan pinjaman online bahkan dengan bunga yang tinggi tanpa memikirkan risiko kedepannya. Padahal, hal tersebut akan berpengaruh terhadap kesehatan finansial mereka. Dampak buruknya adalah terlilit hutang dengan jumlah yang besar.

Untuk menghindari hal tersebut GreatDay HR hadir dengan fitur Benefits yang dapat melindungi Anda dan karyawan Anda dari risiko finansial yang berbahaya. Dengan fasilitas EWA (Earned Wage Access) karyawan Anda dapat menarik gaji lebih awal tanpa mengganggu arus kas perusahaan. Benefits memfasilitasi karyawan untuk mendapatkan gaji lebih awal dari tanggal gajian.

Program ini aman karena uang yang ditarik merupakan uang gaji karyawan sendiri dan bukan pinjaman sehingga tidak berbunga. Dengan begitu, kesejahteraan dan kesehatan finansial karyawan Anda akan terjamin dengan lebih baik.

Unduh segera aplikasi mobile GreatDay HR dan nikmati fitur Benefits sekarang juga! Kunjungi lamannya untuk info lebih lanjut, lalu jadwalkan demonya secara gratis!

Baca juga: Mengenal Manfaat, Tujuan & Metode Analisa Laporan Keuangan

Tags :

Related Topics