Jadwalkan Demo

Dampak Turnover Karyawan pada Bisnis dan Cara Mengatasinya

Rizka Maria Merdeka | April 13, 2023 | Bisnis
by GreatDay HR

Turnover karyawan yang tinggi menjadi salah satu masalah besar yang dihadapi oleh banyak perusahaan. Masalah ini dapat memiliki dampak negatif pada performa bisnis, biaya penggantian karyawan yang meningkat, dan berdampak psikologis pada karyawan yang tersisa. Oleh karena itu, perusahaan harus mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi dampak turnover karyawan yang tinggi.

Dalam lingkungan bisnis yang kompetitif saat ini, perusahaan harus mampu mempertahankan karyawan yang berkualitas untuk tetap bekerja di dalamnya. Namun, tidak selalu mudah bagi perusahaan untuk mempertahankan karyawan mereka, terutama jika mereka merasa kurang dihargai atau tidak puas dengan lingkungan kerja mereka. Hal tersebutlah yang kemudian menjadi salah satu alasan terjadinya turnover karyawan.

Dalam artikel ini, GreatDay HR akan membahas mengenai dampak-dampak yang ditimbulkan dari turnover karyawan terhadap bisnis serta beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mengatasinya. Simak artikel ini sampai habis untuk ketahui informasi lebih banyak!

Baca juga: Berikut Pengertian dan Cara Mengurangi Tingkat Perputaran Karyawan!

Dampak turnover karyawan pada bisnis

Berikut adalah beberapa dampak turnover karyawan pada bisnis beserta penjelasan lengkapnya:

1. Biaya penggantian karyawan meningkat

Setiap kali seorang karyawan meninggalkan perusahaan, maka perusahaan harus mencari pengganti yang baru. Proses rekrutmen, seleksi, dan pelatihan karyawan baru memerlukan biaya yang tidak sedikit. Jika perusahaan mengalami turnover karyawan yang tinggi, maka biaya penggantian karyawan yang tinggi juga akan terjadi dan dapat mengurangi keuntungan bisnis.

2. Hilangnya karyawan yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang berharga

Karyawan yang sudah berpengalaman dalam pekerjaannya memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tidak mudah digantikan oleh karyawan baru. Jika karyawan yang memiliki pengalaman dan pengetahuan yang berharga keluar dari perusahaan, maka hilangnya mereka dapat mengganggu kinerja perusahaan.

3. Menurunnya produktivitas dan kualitas kerja

Turnover karyawan yang tinggi dapat mengganggu kinerja tim dan menurunkan produktivitas karyawan yang tersisa. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya motivasi dan kepercayaan karyawan yang tersisa, serta perlu waktu bagi karyawan baru untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja dan pekerjaan mereka.

4. Dampak psikologis pada karyawan yang tersisa

Karyawan yang tersisa setelah adanya turnover karyawan dapat merasa tidak aman dan tidak nyaman karena lingkungan kerja yang berubah secara drastis. Hal ini dapat menyebabkan karyawan menjadi tidak termotivasi dan produktif dalam bekerja.

5. Pengaruh pada citra perusahaan

Turnover karyawan yang tinggi dapat memberikan kesan negatif pada citra perusahaan di kalangan karyawan dan calon karyawan. Hal ini dapat mengurangi minat calon karyawan untuk bergabung dengan perusahaan dan juga dapat mempengaruhi pandangan pelanggan terhadap perusahaan.

Baca juga: Bikin Karyawan Anda Betah dengan 10 Fasilitas Perusahaan Berikut Ini!

6. Kerugian waktu dan energi manajemen perusahaan

Manajemen perusahaan harus menghabiskan waktu dan energi untuk menangani masalah yang berkaitan dengan turnover karyawan. Mereka harus mencari cara untuk meningkatkan retensi karyawan dan mempertahankan karyawan yang berkualitas, sehingga perusahaan dapat mencapai performa bisnis yang optimal.

7. Menurunnya kepuasan pelanggan

Turnover karyawan yang tinggi dapat mempengaruhi kualitas layanan atau produk yang diberikan perusahaan. Jika karyawan baru tidak memahami dengan baik produk atau layanan yang ditawarkan, maka hal ini dapat menyebabkan kepuasan pelanggan menurun. Kepuasan pelanggan yang menurun dapat berdampak pada penurunan penjualan dan citra perusahaan yang semakin buruk.

8. Hilangnya nilai bisnis dan hubungan dengan karyawan

Karyawan yang telah bekerja untuk perusahaan selama beberapa waktu biasanya memiliki nilai bisnis yang tinggi, termasuk keahlian khusus, kontak pelanggan, dan hubungan kerja yang kuat. Jika karyawan tersebut meninggalkan perusahaan, maka nilai bisnis dan hubungan yang telah dibangun selama bertahun-tahun juga dapat hilang.

9. Mengurangi inovasi dan kreativitas

Karyawan yang telah bekerja untuk perusahaan selama beberapa waktu biasanya memiliki pemahaman yang lebih baik tentang proses kerja dan dapat memberikan saran atau ide untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Jika karyawan tersebut meninggalkan perusahaan, maka ide-ide kreatif dan inovatif mereka juga akan hilang. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan perusahaan dan mengurangi daya saing di pasar.

10. Menurunkan motivasi dan kepercayaan karyawan yang tersisa

Turnover karyawan yang tinggi dapat membuat karyawan yang tersisa merasa tidak dihargai dan kurang termotivasi dalam bekerja. Hal ini dapat menyebabkan karyawan menjadi lebih sulit untuk dipimpin dan mengurangi kepercayaan karyawan pada manajemen perusahaan. Karyawan yang tidak termotivasi dan kurang percaya diri dapat mengganggu kinerja tim dan performa bisnis secara keseluruhan.

Oleh karena itu, perusahaan harus mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi dampak dari turnover karyawan yang tinggi. 

Baca juga: Ketahui Penyebab Peningkatan Turnover Karyawan Pasca Libur Lebaran

Cara mengatasi dampak turnover karyawan

Berikut adalah beberapa cara efektif untuk mengatasi dampak turnover karyawan pada bisnis:

1. Meningkatkan retensi karyawan

Salah satu cara efektif untuk mengatasi dampak turnover karyawan adalah dengan meningkatkan retensi karyawan. Perusahaan dapat melakukan ini dengan memberikan insentif dan benefit yang menarik seperti tunjangan kesehatan, bonus tahunan, cuti tambahan, dan fleksibilitas waktu. Selain itu, perusahaan juga harus menciptakan lingkungan kerja yang baik dan memastikan karyawan merasa dihargai dan diakui atas kontribusinya dalam perusahaan.

2. Menyediakan pelatihan dan pengembangan

Menyediakan pelatihan dan pengembangan yang memadai untuk karyawan dapat membantu meningkatkan keterampilan dan kemampuan mereka dalam bekerja. Hal ini dapat membantu karyawan merasa lebih termotivasi dan terlibat dalam pekerjaannya, serta meningkatkan performa mereka. Selain itu, memberikan pelatihan dan pengembangan juga dapat meningkatkan kepuasan karyawan dan membuat mereka merasa dihargai dalam perusahaan.

3. Meningkatkan proses rekrutmen dan seleksi karyawan

Meningkatkan proses rekrutmen dan seleksi karyawan dapat membantu perusahaan menemukan karyawan yang lebih cocok dengan kebutuhan dan budaya perusahaan. Hal ini dapat membantu meningkatkan kinerja karyawan dan retensi mereka dalam jangka panjang. Perusahaan dapat meningkatkan proses rekrutmen dan seleksi karyawan dengan memperjelas kriteria pencarian, mengevaluasi kandidat secara objektif, dan menggunakan tes psikologis untuk mengukur kemampuan dan kepribadian kandidat.

4. Meningkatkan komunikasi dan keterlibatan karyawan

Meningkatkan komunikasi dan keterlibatan karyawan dapat membantu meningkatkan retensi dan kepuasan karyawan. Perusahaan dapat melakukannya dengan memberikan umpan balik yang konstruktif, membuka saluran komunikasi yang baik, dan mengadakan pertemuan reguler untuk mendiskusikan masalah dan kebutuhan karyawan.

5. Menyediakan program kesejahteraan karyawan

Menyediakan program kesejahteraan karyawan seperti program kesehatan dan kebugaran, program keseimbangan kerja-hidup, dan program dukungan karyawan dapat membantu meningkatkan retensi karyawan dan kepuasan mereka dalam bekerja. Program kesejahteraan karyawan dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan karyawan, sehingga membuat mereka merasa lebih dihargai dalam perusahaan.

Dengan mengambil tindakan yang tepat, perusahaan dapat mengatasi dampak dari turnover karyawan yang tinggi dan meningkatkan performa bisnisnya.

Baca juga: Memahami Pentingnya Agility Bagi Karyawan dan Perusahaan

Proses rekrutmen lebih efektif dan terstruktur dengan aplikasi GreatDay HR

dampak turnover karyawan gdhr

Jika turnover karyawan sudah terlanjur tinggi, maka perusahaan perlu melakukan rekrutmen untuk menggantikan karyawan yang pergi. Meskipun demikian, mengadakan rekrutmen bukanlah hal yang sederhana. Kebanyakan, proses rekrutmen memakan waktu yang cukup lama dengan berbagai tes dan tahapan yang harus dijalani.

Umumnya, orang yang bertanggung jawab atas berjalannya proses rekrutmen adalah HR. Dari mulai mengolah data kandidat yang masuk, menyeleksi, mengadakan tes untuk kandidat, hingga menyusun pertanyaan untuk interview. Hal tersebut menyebabkan banyaknya tumpukan dokumen di meja HR. Selain itu, HR juga terkadang harus lembur untuk menyortir email yang masuk.

Untuk menyederhanakan dan membuat proses rekrutmen menjadi lebih mudah dan efektif, GreatDay HR hadir dengan fitur Recruitment. Tidak ada lagi tumpukan CV dan surel yang membludak. Penyortiran data kandidat, pertanyaan pre-interview, pengaturan jadwal interview, hingga update status kandidat semuanya otomatis di satu aplikasi saja!

Tunggu apa lagi? Segera berlangganan dan unduh aplikasi GreatDay HR untuk menikmati kemudahan dalam menjalankan proses rekrutmen. Klik di sini untuk info lebih lanjut, lalu jadwalkan demo!

Baca juga: Apa Itu Budaya Kerja? Berikut Pengertian dan Jenis Budaya Kerja yang Perlu Diketahui

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email