Jadwalkan Demo

Penjelasan Definisi Aset Perusahaan yang Tidak Berwujud, Karakteristik, Serta Contohnya

Rizka Maria Merdeka | October 23, 2023 | Info & Update
by GreatDay HR

Aset tidak berwujud, terkadang disebut aset intangible, memainkan peran yang semakin penting dalam dunia bisnis yang didorong oleh teknologi dan inovasi. Meskipun mereka tidak memiliki wujud fisik, aset ini memiliki nilai ekonomi yang signifikan dan seringkali menjadi elemen penting dalam penilaian nilai perusahaan.

Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan apa itu aset tidak berwujud, karakteristiknya, dan memberikan sejumlah contoh konkret bagaimana perusahaan memanfaatkannya. Simak selengkapnya!

Baca juga: Pahami Apa Itu Aset Perusahaan dari Mulai Pengertian, Sifat, Hingga Jenisnya

Definisi aset tidak berwujud

Aset tidak berwujud (intangible assets) adalah jenis aset yang tidak memiliki bentuk fisik atau substansi yang dapat disentuh. Mereka merupakan komponen nilai ekonomi yang dimiliki oleh suatu entitas, tetapi mereka tidak memiliki bentuk fisik seperti barang-barang atau properti. 

Penting untuk mencatat bahwa aset tidak berwujud dapat memiliki masa manfaat yang terbatas, seperti paten yang memiliki masa berlaku tertentu. Dalam laporan keuangan, aset ini biasanya diakui jika mereka memenuhi kriteria pengakuan, seperti memiliki nilai yang dapat diukur dengan andal dan kemungkinan manfaat ekonomi yang akan diperoleh oleh entitas. Mereka juga dapat tunduk pada uji penurunan nilai jika nilai mereka mengalami penurunan dalam jangka waktu tertentu.

Baca juga: Memahami Copyright: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Mengapa Perusahaan Harus Berhati-hati dengan Copyright

Karakteristik aset yang tidak berwujud

Aset yang tidak berwujud (intangible assets) umumnya memiliki beberapa karakteristik, antara lain sebagai berikut:

1. Tidak Memiliki Bentuk Fisik

Aset tidak berwujud adalah aset yang tidak memiliki substansi fisik. Ini berbeda dengan aset berwujud seperti properti, peralatan, atau stok barang yang memiliki bentuk fisik yang jelas. Aset tidak berwujud mungkin terdiri dari hak-hak, ide-ide, atau konsep yang tidak dapat diraba atau dilihat secara fisik.

2. Nilai Ekonomi

Meskipun mereka tidak memiliki bentuk fisik, aset tidak berwujud memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Nilai ini bisa muncul dari hak eksklusif, seperti hak cipta atau paten, yang memberikan hak eksklusif kepada pemiliknya untuk menggunakan, mendistribusikan, atau menjual produk atau jasa tertentu. Nilai juga bisa berasal dari reputasi perusahaan (goodwill), yang mencerminkan tingkat kepercayaan dan loyalitas pelanggan.

3. Hak atau Kontrol

Aset tidak berwujud seringkali terkait dengan hak-hak hukum atau kontrak yang memberikan entitas pemilik atau kontrol atas sesuatu yang memiliki nilai. Sebagai contoh, hak cipta memberikan pemegangnya hak eksklusif untuk mendistribusikan atau menggunakan karya intelektual tertentu.

4. Tidak Selalu Terlihat dalam Neraca

Dalam laporan keuangan, aset tidak berwujud tidak selalu terlihat dalam neraca secara langsung. Namun, mereka akan dicatat jika memenuhi kriteria pengakuan tertentu. Pengakuan biasanya tergantung pada apakah aset tersebut memiliki nilai yang dapat diukur dengan andal dan apakah manfaat ekonomi yang akan diperoleh oleh entitas dari aset tersebut diharapkan.

5. Masa Manfaat yang Beragam

Aset tidak berwujud dapat memiliki masa manfaat yang bervariasi. Misalnya, hak cipta biasanya berlaku selama masa hidup pemegang hak plus beberapa tahun tambahan, sedangkan lisensi perangkat lunak mungkin memiliki masa berlaku yang lebih pendek, seperti satu tahun. Masa manfaat aset tersebut mempengaruhi perhitungan amortisasi atau depresiasi dalam laporan keuangan.

6. Subyektif dalam Penilaian

Penilaian nilai aset tidak berwujud seringkali lebih subyektif daripada aset berwujud. Penentuan nilai seringkali melibatkan faktor-faktor seperti estimasi masa manfaat, prospek keberhasilan di masa depan, atau potensi dampak perubahan dalam industri atau peraturan.

7. Dapat Menurun Nilainya

Nilai aset tidak berwujud dapat mengalami penurunan seiring waktu jika faktor-faktor tertentu mempengaruhi nilai atau manfaat yang diharapkan dari aset tersebut. Sebagai contoh, perubahan dalam industri atau reputasi perusahaan dapat mengurangi nilai goodwill yang terkait dengan merek perusahaan.

8. Perlindungan Hukum

Beberapa aset tidak berwujud, seperti hak cipta, paten, atau merek dagang, dilindungi oleh hukum. Ini memberikan perlindungan hukum yang memungkinkan pemiliknya untuk mengambil tindakan hukum terhadap penggunaan atau reproduksi yang tidak sah.

9. Penting dalam Penilaian Nilai Perusahaan

Aset tidak berwujud, terutama goodwill, dapat memiliki dampak signifikan dalam penilaian nilai perusahaan. Dalam transaksi mergers and acquisitions (M&A), aset tidak berwujud seringkali menjadi faktor penting dalam menilai nilai perusahaan yang sedang diakuisisi.

Karakteristik-karakteristik ini membuat aset tidak berwujud menjadi bagian penting dalam penilaian nilai bisnis, pengelolaan kekayaan intelektual, dan pengambilan keputusan strategis dalam banyak perusahaan.

Baca juga: Optimalkan Efisiensi Biaya Administratif dengan Analisis ROI dari Investasi HRIS

Contoh aset perusahaan yang tidak berwujud

Berikut adalah beberapa contoh aset yang tidak berwujud (intangible assets) dalam kontek perusahaan.

1. Hak Cipta (Copyrights)

Hak cipta adalah hak hukum yang memberikan pemiliknya eksklusivitas dalam mendistribusikan dan memanfaatkan karya-karya intelektual seperti buku, lagu, dan program komputer. Misalnya, perusahaan penerbitan memiliki hak cipta atas buku-buku yang mereka terbitkan. Hak cipta ini dapat memberikan aliran pendapatan yang signifikan melalui penjualan, lisensi, atau royalti.

2. Merek Dagang (Trademarks)

Merek dagang adalah simbol, nama, logo, atau frase yang digunakan untuk mengidentifikasi produk atau jasa dari suatu perusahaan. Contoh merek dagang terkenal adalah logo Apple atau merek “Coca-Cola”. Merek dagang yang kuat dapat membantu membedakan produk perusahaan dari pesaing dan membangun kesetiaan pelanggan.

3. Goodwill

Goodwill adalah nilai tambahan yang melekat pada reputasi baik suatu perusahaan. Ini mencerminkan sejauh mana pelanggan atau pasar percaya pada merek perusahaan tersebut. Goodwill dapat muncul ketika perusahaan mengakuisisi bisnis lain dan membayar lebih dari nilai buku aset dan hutang. Ini mencerminkan bahwa ada nilai tambahan yang tidak terlihat dalam neraca yang diakuisisi dari bisnis tersebut.

4. Patent

Patent adalah hak eksklusif untuk menghasilkan, menggunakan, dan menjual penemuan atau inovasi tertentu selama periode waktu tertentu. Paten mungkin mencakup teknologi baru, metode, atau produk yang unik. Misalnya, perusahaan farmasi yang mengembangkan obat baru dapat memegang paten untuk melindungi hak eksklusif mereka untuk memproduksi obat tersebut.

5. Lisensi Perangkat Lunak (Software Licenses)

Banyak perusahaan menggunakan perangkat lunak dalam operasional mereka. Mereka sering memegang lisensi perangkat lunak yang memberi izin kepada mereka untuk menggunakan perangkat lunak tertentu dalam aktivitas bisnis. Misalnya, sebuah perusahaan mungkin memiliki lisensi Microsoft Office untuk digunakan oleh karyawan mereka.

6. Hak Paten (Franchise Rights)

Hak paten dapat mencakup hak eksklusif untuk mengoperasikan bisnis atau layanan tertentu dalam wilayah geografis tertentu. Sebagai contoh, waralaba restoran seperti McDonald’s memberikan hak eksklusif kepada pemilik waralaba untuk menjalankan bisnis restoran dengan menggunakan merek dan proses yang telah dipatenkan.

7. Hak Eksploitasi Mineral dan Sumber Daya Alam

Perusahaan pertambangan sering memiliki hak eksklusif untuk mengeksploitasi sumber daya alam seperti minyak, gas, batu bara, atau mineral dalam wilayah tertentu. Ini adalah aset berharga karena nilai komoditas yang tinggi.

8. Hak Musik dan Hiburan

Perusahaan hiburan seperti label rekaman atau studio film sering memegang hak eksklusif untuk memproduksi, mendistribusikan, atau menyiarkan musik, film, atau acara televisi tertentu. Hak ini dapat menghasilkan pendapatan dari penjualan, siaran televisi, atau penawaran streaming.

9. Hak Eksklusif Distribusi

Perusahaan dapat memegang hak eksklusif untuk mendistribusikan produk atau jasa tertentu dalam wilayah tertentu. Misalnya, distributor tunggal produk elektronik tertentu di suatu negara.

10. Hak Pemilik Situs Web (Website Domain Ownership)

Hak kepemilikan situs web atau nama domain yang populer dapat menjadi aset berharga bagi perusahaan. Nama domain yang mudah diingat dan populer dapat membantu dalam branding dan penjangkauan pelanggan melalui internet.

Semua aset ini memiliki nilai ekonomi yang signifikan, dan perusahaan harus melindunginya dan memanfaatkannya untuk keuntungan mereka. Mereka sering menjadi faktor kunci dalam penilaian nilai perusahaan, terutama dalam transaksi M&A, dan bisa menjadi sumber pendapatan jangka panjang yang signifikan.

Baca juga: Apa Itu HAKI? Ketahui Pengertian, Fungsi, dan Jenis HAKI dalam Perusahaan

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email