Kenali DiSC Personality Test: Tes Kepribadian yang Sering Digunakan Dalam Proses Rekrutmen Karyawan

By Rizka Maria Merdeka   |  

DiSC test adalah salah satu alat tes psikologi yang banyak digunakan dalam proses rekrutmen karyawan di perusahaan. Tujuan utama diberikannya DiSC test adalah untuk mengetahui kepribadian calon karyawan.

Selain digunakan dalam proses seleksi atau rekrutmen calon karyawan, DiSC test juga diberlakukan secara berkala terhadap karyawan yang bekerja di perusahaan. Jenis tes kepribadian ini mengukur bagaimana individu menanggapi aturan, lingkungan, masalah dan tantangan terutama dalam ruang lingkup pekerjaan.

Penjelasan lengkap tentang DiSC test diulas dalam artikel berikut ini. Simak artikelnya untuk mengetahui lebih banyak tentang pengertian, manfaat, hingga jenis-jenis kepribadian dalam DiSC personality test!

Baca juga: Kenali Pengertian, Tujuan, dan 8 Jenis Aptitude Test Dalam Proses Rekrutmen

DiSC test adalah

DiSC test adalah jenis tes psikologi yang digunakan untuk memberikan wawasan tentang kepribadian dan karakteristik perilaku individu. Tes ini dibuat berdasarkan model perilaku yang dikembangkan oleh William Moulton Marston, seorang psikolog fisiologis Harvard. 

DiSC test pada dasarnya akan mengukur dimensi kepribadian seseorang berdasarkan perilaku mereka dalam berbagai situasi. Misalnya, ketika menghadapi tantangan, menanggapi aturan, lingkungan, rekan kerja, atau suatu masalah.

Hasil analisis tersebut kemudian digunakan sebagai pertimbangan oleh perusahaan untuk lebih mengenal karyawannya dan merancang strategi yang dapat meningkatkan kerja tim, komunikasi, maupun produktivitas di tempat kerja. 

Banyak perusahaan yang mengadopsi tes kepribadian tersebut dalam lingkungan kerja mereka karena fungsi DiSC test tersebut. Pelaksanaan tes DiSC pada calon karyawan dan karyawan yang bekerja di perusahaan didasarkan atas tujuan-tujuan tertentu, antara lain sebagai berikut.

  1. Mengenal kepribadian lebih mendalam, sehingga perusahaan dapat menentukan tindakan yang tepat hingga memotivasi para karyawannya dengan baik.
  2. Meningkatkan hubungan kerja melalui pengenalan gaya komunikasi yang tepat pada masing-masing individu karyawan.
  3. Meningkatkan kerja tim (team work) melalui pengajaran konflik yang produktif dalam lingkungan kerja.
  4. Meningkatkan skill penjualan dengan baik melalui identifikasi dan tanggapan atas gaya pelayanan terhadap pelanggan.
  5. Memahami disposisi dan prioritas rekan kerja dalam satu tim sehingga pengelolaan tim menjadi lebih efektif.

Baca juga: 9 Jenis Tes Psikologi dalam Proses Rekrutmen Karyawan

Jenis kepribadian dalam DiSC test

Sebutan DiSC test sendiri berasal dari singkatan beberapa jenis kepribadian yaitu Dominance, influence, Steadiness, dan Compliance. Berikut penjelasan tentang jenis-jenis kepribadian DiSC.

Tipe kepribadian DiSC terdiri dari 4 komponen utama, antara lain sebagai berikut.

1. D – Dominance

Orang dengan kepribadian D cenderung percaya diri dan menekankan pencapaian hasil akhir. Orang dengan tipe kepribadian ini memiliki beberapa keunggulan, di antaranya:

  1. Kemampuan untuk berkomunikasi secara langsung, menggunakan fakta dan bahasa informal.
  2. Mampu berfokus pada hasil dan harapan yang realistis.
  3. Bersikap sangat tegas dan konklusif saat membuat keputusan.
  4. Menggunakan pendekatan berorientasi tujuan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan menghilangkan detail yang tidak perlu.
  5. Dapat bekerja di bawah tekanan.
  6. Memotivasi orang lain dengan menciptakan tantangan yang kompetitif.
  7. Mengarahkan orang lain secara impersonal dengan jelas dan tepat.
  8. Mengekspresikan keinginan untuk kontrol dan otonomi.

Orang dengan tipe kepribadian D juga memiliki kekurangan, antara lain sebagai berikut.

  1. Tidak mampu melibatkan orang lain dalam pemecahan masalah karena keinginan untuk solusi segera.
  2. Menghilangkan terlalu banyak detail demi singkatnya proses kerja.
  3. Menampilkan ketidaksabaran saat memberikan instruksi terperinci.
  4. Memiliki dorongan untuk mengkritik orang lain yang tidak merasakan urgensi.
  5. Mempertahankan kontrol dengan mendelegasikan tanggung jawab tetapi bukan otoritas.
  6. Mengarahkan orang lain dengan sangat kuat sehingga mereka tidak mengajukan pertanyaan atau mendiskusikan potensi masalah.
  7. Bereaksi secara agresif ketika orang lain mencoba membatasi otoritas atau otonomi.
  8. Bekerja dengan perasaan terdesak sehingga dapat menyebabkan orang lain merasakan stres yang tidak perlu.

2. i – influence

Orang dengan kepribadian i cenderung lebih terbuka dan menekankan pada hubungan dan mempengaruhi atau membujuk orang lain. Berikut adalah kelebihan dari orang dengan tipe kepribadian I.

  1. Memprioritaskan hubungan dan interaksi pribadi.
  2. Memfasilitasi brainstorming kelompok untuk mencari solusi masalah.
  3. Menawarkan banyak dorongan verbal saat mengembangkan orang lain.
  4. Mampu berkomunikasi secara spontan, ekspresif secara emosional.
  5. Dapat berimprovisasi dengan cepat berdasarkan intuisi.
  6. Mampu menggunakan jadwal fleksibel dan pendekatan terbuka untuk manajemen waktu.
  7. Memahami bagaimana memotivasi orang lain untuk mengambil tindakan.
  8. Membawa energi dan rasa senang untuk tim.

Kekurangan orang dengan tipe kepribadian I antara lain sebagai berikut.

  1. Terlalu optimis tentang orang atau situasi.
  2. Menghabiskan lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan orang daripada menyelesaikan tugas.
  3. Kesulitan mengikuti rutinitas yang konsisten dan dapat diprediksi.
  4. Mengalami kesulitan membatasi waktu dengan orang lain.
  5. Mempercayai firasat ketika lebih banyak perencanaan diperlukan.
  6. Menyediakan struktur yang tidak memadai untuk orang yang membutuhkan pendekatan kerja yang pasti.
  7. Mudah terganggu oleh banyak ide baru dan gagal fokus.
  8. Menghindari keputusan yang berpotensi kehilangan persetujuan atau terlihat buruk.

3. S – Steadiness

Orang dengan kepribadian S cenderung dapat diandalkan dan menekankan pada kerja sama dan ketulusan. Kelebihan dari orang dengan tipe S dalam DiSC test ini antara lain sebagai berikut.

  1. Memeriksa kembali tugas yang dilakukan secara teratur dan siap membantu.
  2. Menanggapi pertanyaan dengan kesabaran dan pengertian.
  3. Meminta feedback secara berkala.
  4. Memperhatikan kebutuhan dan perhatian orang lain.

Sementara itu, orang dengan tipe kepribadian S memiliki kekurangan berikut.

  1. Tidak mampu mengkomunikasikan secara langsung informasi negatif.
  2. Menjadi terlalu pasif saat ketegasan diperlukan.
  3. Menghindari konfrontasi dan tidak memberikan umpan balik kepada orang lain yang mungkin membutuhkannya.
  4. Menunda keputusan yang melibatkan konflik antarpribadi.

4. C – Compliance

Orang dengan kepribadian C cenderung menempatkan penekanan pada kualitas, akurasi, keahlian, dan kompetensi.

Kelebihan dari orang dengan tipe kepribadian ini adalah berikut.

  1. Meluangkan waktu untuk memikirkan semuanya saat membuat keputusan.
  2. Memberikan prosedur yang jelas saat memberikan tugas.
  3. Menggunakan pendekatan metodis yang disengaja saat memecahkan masalah.
  4. Merasa nyaman menganalisis informasi dalam jumlah besar.
  5. Memberikan tugas kerja secara tertulis dan meminta umpan balik tertulis.

Adapun kekurangan dari tipe kepribadian C adalah berikut.

  1. Mencari solusi sempurna alih-alih solusi yang bisa diterapkan.
  2. Mengambil banyak waktu untuk mengumpulkan informasi dan menilai risiko sebelum mengambil keputusan.
  3. Menghindari atau melawan orang yang tidak menggunakan pendekatan sistematis dalam mengatur pekerjaan.
  4. Merasakan dorongan untuk mengkritik orang yang tidak memenuhi standar kualitas dan akurasinya.
  5. Terlalu sering memeriksa, dengan terlalu banyak pertanyaan, ketika seseorang membutuhkan lebih banyak otonomi.
  6. Solusi yang terlalu rumit untuk masalah sederhana.

Perlu diingat bahwa dalam hal ini tidak ada kepribadian DiSC yang lebih unggul satu dengan yang lain. Masing-masing orang menjalani kehidupan dengan satu tipe DiSC. Dengan begitu, preferensi perilaku seseorang dapat dipahami dan digunakan untuk berinteraksi orang lain secara lebih efektif.

Baca juga: Perhatikan 7 Hal Ini Sebelum Tanda Tangan Kontrak Kerja

Manfaat DiSC personality test

Selain yang disebutkan sebelumnya, bahwa DiSC test dapat membantu perusahaan memahami lebih jauh tentang karyawannya, jenis tes ini memiliki manfaat lainnya. Berikut adalah beberapa manfaat dari DiSC test.

  1. Memudahkan dalam mengidentifikasi potensi individu yang berguna untuk menentukan bidang serta jenjang karir yang sesuai.
  2. Mengenal lebih dalam tentang kelebihan dan kekurangan dalam diri setiap individu.
  3. Membantu memudahkan dalam pemetaan atau perancangan jobdesc.
  4. Membangun lingkungan kerja yang nyaman dan kolaboratif.
  5. Mencari calon pemimpin baru yang potensial.

Baca juga: Mengenal Pengertian dan Ciri-Ciri Kepribadian Ambivert

Pengelolaan proses rekrutmen menjadi lebih praktis dan efisien dengan aplikasi HRIS GreatDay HR

disc test adalah gdhr

Salah satu tanggung jawab HR adalah mengatur dan memfasilitasi jalannya proses rekrutmen karyawan baru di perusahaan. Memilih dan memilah jumlah lamaran juga CV yang terlampau banyak pasti akan membuat Anda kewalahan.

Selain itu prosesnya juga memakan waktu yang lama dan tenaga yang tidak sedikit, sehingga menyebabkan pekerjaan lainnya terkadang terbengkalai. CV dan lamaran yang berupa dokumen cetak juga tidak ramah lingkungan dan terkesan berantakan

Untuk mengatasi hal tersebut, aplikasi GreatDay HR hadir guna mempermudah dan membuat pekerjaan HR termasuk rekrutmen menjadi lebih efektif. Alihkan data-data berupa dokumen ke bentuk digital dan buat penyaringan kandidat yang lebih sesuai agar proses rekrutmen menjadi lebih nyaman dan ramah lingkungan.

Terlebih lagi, GreatDay HR menyediakan fitur yang memungkinkan Anda untuk mengatur wawancara langsung di aplikasi mobile yang dapat diakses melalui ponsel pintar Anda. Segera unduh aplikasinya sekarang di AppStore dan PlayStore atau kunjungi lamannya kemudian jadwalkan demonya, gratis!

Baca juga: Punya Partner Kerja yang Menyebalkan di Kantor? Berikut 8 Tips Cara untuk Menyikapinya

Tags :

Related Topics