Ketahui Pengertian dan Cara Membuat Elevator Pitch yang Efektif

By Rizka Maria Merdeka   |  

Elevator pitch adalah presentasi bisnis yang dilakukan dalam waktu yang sangat singkat dengan tujuan promosi diri atau bisnis yang dimiliki. Biasanya presentasi ini berisi penjelasan ringkas yang disampaikan selama 30 – 60 detik.

Meskipun demikian, biasanya presentasi bisnis dalam elevator pitch secara keseluruhan pun hanya terbatas hingga 10 menit saja. Hal tersebut termasuk tanya-jawab, diskusi, dan lain sebagainya.

Dengan keterbatasan waktu tersebut, seseorang harus mampu membuat presentasi yang seefektif dan semenarik mungkin untuk membuat audiens tertarik dengan apa yang disampaikan. Lalu, bagaimana caranya membuat elevator pitch yang efektif?

Artikel kali ini akan membahas tentang pengertian dan cara membuat elevator pitch yang bisa Anda terapkan. Simak pembahasan selengkapnya!

Baca juga: Penjelasan Lengkap Tentang Metode Kanban Untuk Manajemen Proyek yang Lebih Terkontrol

Apa itu elevator pitch?

Elevator pitch adalah presentasi bisnis singkat yang biasanya dilakukan dalam durasi waktu sangat singkat, yaitu antara 30 detik sampai 60 detik. Jenis presentasi bisnis ini tentunya menjadi tantangan tersendiri karena dilakukan dengan sangat singkat. Meskipun dilakukan dalam waktu yang sangat singkat, elevator pitch harus tetap dikemas semenarik mungkin agar calon investor atau klien berminat terhadap apa yang disampaikan.

Alasan dilakukannya elevator pitch dengan waktu yang singkat yaitu karena biasanya durasi pertemuan dengan klien tidak panjang, sehingga Anda harus memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya untuk mempromosikan diri atau bisnis Anda.

Elevator pitch adalah kesempatan untuk membagikan ringkasan singkat tentang diri Anda dan penawaran bisnis. Selain itu, elevator pitch bisa menjadi kesempatan untuk menjalin relasi nyata yang dapat berguna di kemudian hari. Sekalipun manfaatnya tidak langsung dirasakan secara instan, Anda harus siap ketika ada momen yang mengharuskan Anda untuk melakukan elevator pitch

Faktanya, secara sadar atau tidak, kebanyakan orang pernah melakukan elevator pitch. Sebab,  ada banyak jenis pitch yang berbeda, mulai wawancara hingga peluang bisnis baru. Hal tersebut yang menjadi alasan Anda untuk selalu mempersiapkan pitch yang juga merupakan langkah penting dalam mempromosikan diri dan perusahaan Anda. 

Kemudian, ketika mencari informasi tentang siapa yang menjadi target pitch Anda, Anda harus mengincar titik kontak terbaik, bukan hanya yang tertinggi. Memilih relasi yang berhubungan atau tertarik dengan hal yang ditawarkan akan memberi Anda kesempatan yang lebih baik dan peluang keberhasilan yang lebih besar. 

Elevator pitch adalah presentasi bisnis yang tidak hanya dilakukan oleh sales atau marketing yang tugasnya memang mempromosikan produk atau jasa dari suatu perusahaan. Pitch ini juga dapat digunakan dalam situasi lain, seperti memperkenalkan bisnis kepada calon klien atau investor. Selain itu, elevator pitch juga dapat digunakan untuk mempresentasikan ide baru kepada CEO atau atasan Anda.

Baca juga: Business Process Outsourcing (BPO): Pengertian, Tujuan, Hingga Keuntungan Layanan BPO Bagi Perusahaan

Cara membuat elevator pitch yang efektif

Ketika Anda akan melakukan elevator pitch, sebaiknya susun dulu skenario atau buat draft tentang hal apa saja yang akan Anda sampaikan nanti. Ada beberapa cara yang dapat diterapkan ketika Anda ingin membuat elevator pitch yang efektif dan menarik. Berikut di antaranya.

1. Perkenalkan diri

Pitch yang bagus dimulai dengan perkenalan singkat dan berkesan. Perkenalan tersebut dapat dilakukan sesederhana memberitahu nama, serta slight overview tentang Anda atau perusahaan Anda. 

Untuk perkenalan yang efektif Anda bisa siapkan satu kalimat tentang diri Anda atau perusahaan sebelum memulai elevator pitch. Ketika melakukan elevator pitch gunakan bahasa yang formal namun tidak kaku. Selain itu, bahasa tubuh juga bagian penting dalam perkenalan yang berkualitas, termasuk kontak mata.

2. Apa yang Anda lakukan dan tawarkan?

Sampaikan tujuan, misi, dan daftar produk atau layanan yang Anda tawarkan sebagai panduan. Tulis satu atau dua kalimat tentang apa yang Anda lakukan setiap hari dalam bisnis, atau ringkasan tentang bisnis, produk, atau jasa yang Anda tawarkan.

3. Masalah apa yang Anda pecahkan?

Pada bagian ini, Anda harus menjelaskan apa masalah yang Anda atau perusahaan Anda ingin selesaikan. Misalnya, Anda bekerja di bidang pengembangan software, khususnya HRIS. Anda bisa menjelaskan bahwa perusahaan Anda dapat menyelesaikan kendala pekerjaan HR di perusahaan dengan mengembangkan fitur payroll dan absensi otomatis.

4. Apa yang membuat Anda unik dan berbeda dari yang lain?

Investor atau klien tidak akan menghabiskan waktunya untuk mendengar sesuatu yang sama dan bisa didengarnya dari pihak lain. Mereka ingin mengetahui apa hal yang membedakan Anda atau perusahaan Anda dengan yang lainnya.

Gunakan unique selling proposition (USP) sebagai panduan dan tulis apa yang membedakan Anda atau bisnis Anda dari yang lain. Anda bisa mulai dengan keunikan, inovasi, atau hal yang menjadikan Anda lebih unggul dibandingkan orang lain atau perusahaan lain.

5. Ajukan pertanyaan

Elevator pitch biasanya dilakukan secara 1-on-1. Oleh karena itu, Anda perlu memiliki engagement khusus dengan orang yang bersangkutan. Libatkan audiens dengan ajukan pertanyaan yang berhubungan dengan pelanggan dan bisnis.

Pertanyaan ini umumnya dijadikan “pancingan” agar Anda dapat mengetahui permasalahan klien atau audiens Anda. Dengan begitu, Anda dapat melanjutkan ke tahap berikutnya yaitu call to action.

Sebagai contoh, Anda dapat mengajukan pertanyaan, “Apakah saat ini perusahaan Anda sudah menggunakan software HRIS?”

6. Call to action

Setelah pitch selesai berikan ajakan untuk bertindak atau melakukan sesuatu. Misalnya menyerahkan kartu nama Anda sambil menjelaskan bahwa mereka bisa menghubungi Anda bila ingin mengetahui informasi tersebut dengan lebih jelas.

CTA atau call to action adalah pernyataan untuk membuat audiens semakin penasaran dan ingin tahu lebih lanjut tentang yang Anda presentasikan. Selain itu, CTA bisa mendorong adanya follow up hingga pembelian barang dan jasa yang ditawarkan.

Berikan kartu nama Anda dan sampaikan kepada klien atau audiens untuk menghubungi Anda jika mereka ingin mengetahui informasi lebih lanjut.

Baca juga: Kenali Blue Ocean Strategy: Definisi, Kelebihan, Hingga Penerapannya Dalam Bisnis

GreatDay HR: Bantu HR kelola proses rekrutmen karyawan lebih praktis, efektif, dan efisien

elevator pitch adalah gdhr

Salah satu tanggung jawab HR adalah mengatur dan memfasilitasi jalannya proses rekrutmen karyawan baru di perusahaan. Memilih dan memilah jumlah lamaran juga CV yang terlampau banyak pasti akan membuat Anda kewalahan.

Selain itu prosesnya juga memakan waktu yang lama dan tenaga yang tidak sedikit, sehingga menyebabkan pekerjaan lainnya terkadang terbengkalai. CV dan lamaran yang berupa dokumen cetak juga tidak ramah lingkungan dan tidak beraturan.

Untuk mengatasi hal tersebut, aplikasi GreatDay HR hadir guna mempermudah dan membuat pekerjaan HR termasuk rekrutmen menjadi lebih efektif dengan fitur Recruitment. Alihkan data-data berupa dokumen ke bentuk digital dan buat penyaringan kandidat yang lebih sesuai agar proses rekrutmen menjadi lebih nyaman dan ramah lingkungan.

Terlebih lagi, GreatDay HR menyediakan fitur yang memungkinkan Anda untuk mengatur wawancara langsung melalui fitur Greatday Meet di aplikasi yang dapat diakses melalui ponsel pintar Anda. Segera unduh aplikasinya sekarang di AppStore dan PlayStore atau kunjungi websitenya dan jadwalkan demonya, gratis!

Baca juga: Apa Itu Cost Benefit Analysis? Berikut Pengertian, Manfaat, dan Cara Penghitungan CBA

Tags :

Related Topics