Employee Empowerment: Definisi, Manfaat, dan Penerapannya di Perusahaan

By Rizka Maria Merdeka   |  

Employee empowerment adalah salah satu aspek yang perlu diperhatikan ketika perusahaan ingin meningkatkan produktivitas. Dalam Bahasa Indonesia, employee empowerment diartikan sebagai pemberdayaan karyawan. Hal tersebut berkaitan dengan filosofi manajemen yang menekankan pentingnya memberikan karyawan kewenangan untuk membuat keputusan independen dan bertindak berdasarkan keputusan tersebut. Dengan kata lain, employee empowerment adalah kebalikan langsung dari manajemen mikro.

Selain itu, employee empowerment memiliki beberapa keuntungan atau manfaat bagi peningkatan produktivitas karyawan di perusahaan. Artikel kali ini akan membahas tentang definisi, manfaat, dan bagaimana penerapan employee empowerment di perusahaan. Simak artikelnya untuk mengetahui informasi lebih banyak!

Baca juga: Sederhanakan Pengelolaan Manajemen SDM di Perusahaan dengan Fitur-Fitur Solutif GreatDay HR

Employee empowerment adalah

Employee empowerment atau pemberdayaan karyawan dalam lingkungan kerja artinya memberikan karyawan sarana, kemampuan, dan wewenang untuk melakukan sesuatu. Ini melibatkan upaya untuk mengambil keuntungan penuh dari sumber daya manusia organisasi dengan memberi setiap orang lebih banyak informasi dan kontrol atas bagaimana mereka melakukan pekerjaan mereka. Berbagai teknik pemberdayaan berkisar dari partisipasi dalam pengambilan keputusan hingga penggunaan tim yang dikelola sendiri atau diberdayakan.

Dengan kata lain, employee empowerment adalah proses berbagi kekuasaan dengan karyawan, sehingga meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan mereka, dan keyakinan mereka bahwa mereka adalah kontributor berpengaruh bagi organisasi.

Faktanya, bahwa memberikan kekuasaan kepada karyawan meningkatkan perasaan efisiensi diri mereka dan rasa ‘memiliki’ pekerjaan. Karyawan yang diberdayakan memancarkan kepercayaan diri yang meningkat saat melakukan pekerjaan mereka. Ini adalah perasaan kepemilikan dan kendali atas pekerjaan mereka yang memotivasi karyawan untuk memaksimalkan kontribusi mereka dalam membuat organisasi sukses. Di era individualisme yang semakin meningkat, pemberdayaan adalah hal yang dicari oleh calon pekerja muda dalam organisasi.

Banyak organisasi mengikuti struktur tim yang telah membuka jalan bagi pemberdayaan karyawan. Pemberdayaan akan semakin diperlukan untuk mempercepat proses pengambilan keputusan, memanfaatkan peluang lingkungan dan untuk melayani pelanggan dan masyarakat dengan lebih baik.

Tujuan pemberdayaan adalah untuk membebaskan karyawan dari kontrol yang ketat dan memberi mereka kebebasan untuk bertanggung jawab atas ide dan tindakan mereka sendiri, untuk melepaskan bakat terpendam yang jika tidak akan tetap tidak dapat diakses. Program pemberdayaan karyawan ini menawarkan cara memperlakukan orang dengan hormat dan bermartabat. Ini adalah suatu keharusan bagi organisasi yang ingin sukses di dunia yang kompetitif.

Pemberdayaan tidak boleh disamakan dengan pendelegasian wewenang. Pendelegasian adalah pemberian wewenang oleh atasan kepada bawahan untuk tujuan tertentu seperti membeli bahan tertentu dari vendor tertentu. Namun, pemberdayaan memiliki cakupan yang lebih luas karena bawahan diberikan otonomi atau kebebasan yang memadai untuk memilih jenis bahan dari vendor yang menurutnya paling baik.

Baca juga: Penjelasan Lengkap Tentang Metode Kanban Untuk Manajemen Proyek yang Lebih Terkontrol

Manfaat employee empowerment

Employee empowerment dapat menanamkan kepercayaan yang lebih besar pada kepemimpinan, mendorong motivasi karyawan, menghasilkan kreativitas yang lebih besar, dan meningkatkan retensi karyawan yang semuanya pada akhirnya menghasilkan laba yang lebih baik.

Karyawan yang termotivasi

Salah satu manfaat employee empowerment adalah meningkatkan motivasi karyawan. Pemberdayaan karyawan melalui otonomi yang lebih besar secara langsung berkaitan dengan peningkatan motivasi karyawan. Para ahli setuju bahwa karyawan yang memiliki kontrol lebih besar atas bagaimana, kapan, dan di mana mereka melakukan pekerjaan mereka akan bekerja lebih keras dan menemukan pekerjaan mereka lebih menarik.

Selain itu, ketika diberi kesempatan untuk menunjukkan apa yang bisa mereka lakukan, karyawan akan memberikan yang terbaik dan merasa lebih puas.

Kepercayaan yang lebih besar pada kepemimpinan

Pemimpin yang memberdayakan karyawannya lebih mungkin dipercaya oleh bawahannya dibandingkan dengan pemimpin yang tidak memberdayakan karyawannya. Ini bukan untuk mengatakan bahwa memberdayakan karyawan melibatkan mendorong pekerjaan ke bawahan yang manajer tidak ingin melakukannya sendiri.

Pemimpin yang memberdayakan karyawan mereka bertindak sebagai pelatih, mendorong karyawan mereka untuk melakukan pekerjaan terbaik mereka dan mendukung mereka di sepanjang jalan. Karyawan yang diberdayakan merasa bahwa pemimpin mereka tidak akan memanfaatkan kerja keras mereka sebaliknya, mereka akan mengakui dan merayakan kemenangan mereka.

Meningkatkan kreativitas

Para pemimpin yang dianggap memberdayakan memiliki bawahan langsung yang lebih mungkin dinilai oleh rekan-rekan mereka sebagai orang yang sangat kreatif. Tidak mengherankan, bawahan yang membiarkan karyawan mereka berpikir sendiri dan berkolaborasi lintas tim menghasilkan lebih banyak ide baru.

Tidak hanya itu, bawahan langsung yang merasa diberdayakan lebih cenderung menjadi sukarelawan untuk tugas tambahan dan mendukung organisasi mereka di luar fungsi pekerjaan sehari-hari mereka. Psikolog menduga bahwa individu yang diberdayakan lebih berkomitmen untuk tujuan yang bermakna, dan menggunakan kreativitas mereka untuk mencapainya.

Fondasi perusahaan yang lebih kuat

Pada akhirnya, perusahaan yang memberlakukan pemberdayaan karyawan memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan perusahaan yang tidak menerapkannya. Sebab, bisnis dengan karyawan yang memiliki semangat dan motivasi tinggi 21% lebih menguntungkan.

Keuntungan bisnis dan tingginya kinerja perusahaan akan memperkuat fondasi perusahaan karena fondasi yang kuat berasal dari karyawannya.

Baca juga: Business Process Outsourcing (BPO): Pengertian, Tujuan, Hingga Keuntungan Layanan BPO Bagi Perusahaan

Penerapan employee empowerment di kantor

Employee empowerment merupakan rangkaian proses yang dilakukan secara bertahap dalam organisasi agar dapat dicapai secara optimal dan membangun kesadaran dari anggota organisasi akan pentingnya proses pemberdayaan sehingga perlu adanya komitmen dari anggota terhadap organisasi.

Desire 

Tahap pertama dalam model empowerment adalah adanya keinginan dari manajemen untuk mendelegasikan dan melibatkan pekerjaan. Hal-hal termasuk dalam desire antara lain: 

  1. Pekerja diberi kesempatan untuk mengidentifikasikan permasalahan yang sedang berkembang.
  2. Memperkecil directive personality dan memperluas keterlibatan pekerja.
  3. Mendorong terciptanya perspektif baru dan memikirkan strategi kerja. 
  4. Menggambarkan keahlian tim dan melatih karyawan untuk mengawasi sendiri (self control).

Trust 

Setelah adanya keinginan dari manajemen untuk melakukan pemberdayaan, langkah selanjutnya adalah membangun kepercayaan antara manajemen dan karyawan. Adanya saling percaya di antara anggota organisasi akan tercipta kondisi yang baik untuk pertukaran informasi dan saran adanya rasa takut. Hal-hal yang termasuk dalam trust yaitu: 

  1. Memberi kesempatan pada karyawan untuk berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan.
  2. Menyediakan waktu dan sumber daya yang mencukupi bagi karyawan dalam menyelesaikan kerja.
  3. Menyediakan pelatihan yang mencukupi bagi kebutuhan kerja. 
  4. Menghargai perbedaan pandangan dan menghargai kesuksesan yang diraih oleh karyawan.
  5. Menyediakan akses informasi yang cukup.

Confident 

Langkah selanjutnya setelah adanya saling percaya adalah menimbulkan rasa percaya diri karyawan dengan menghargai terhadap kemampuan yang dimiliki oleh karyawan. Hal-hal yang termasuk tindakan yang dapat menimbulkan confident antara lain yaitu:

  1. Mendelegasikan tugas yang penting kepada karyawan.
  2. Menggali ide dan saran dari karyawan.
  3. Memperluas tugas dan membangun jaringan antara departemen.
  4. Menyediakan jadwal job instruction dan mendorong penyelesaian yang baik.

Credibility 

Langkah keempat menjaga kredibilitas dengan penghargaan dan mengembangkan lingkungan kerja yang mendorong kompetisi yang sehat sehingga terciptanya organisasi yang memiliki performance yang tinggi. Hal-hal yang termasuk credibility antara lain:

  1. Memandang karyawan sebagai partner strategis. 
  2. Peningkatan target di semua bagian pekerjaan. 
  3. Memperkenalkan inisiatif individu untuk melakukan perubahan melalui partisipasi.
  4. Membantu menyelesaikan perbedaan-perbedaan dalam penentuan tujuan dan prioritas.

Accountability 

Tahap dalam proses pemberdayaan selanjutnya adalah pertanggung jawaban karyawan pada wewenang yang diberikan. Dengan menetapkan secara konsisten dan jelas tentang peran, standar dan tujuan tentang penilaian terhadap kinerja karyawan, tahap ini sebagai sarana evaluasi terhadap kinerja karyawan dalam penyelesaian dan tanggung jawab terhadap wewenang yang diberikan. Hal-hal yang termasuk accountability antara lain: 

  1. Menggunakan jalur training dalam mengevaluasi kinerja karyawan.
  2. Memberikan tugas yang jelas dan ukuran yang jelas.
  3. Melibatkan karyawan dalam penentuan standar dan ukuran.
  4. Memberikan bantuan kepada karyawan dalam penyelesaian beban kerja.
  5. Menyediakan periode dan waktu pemberian feedback.

Communication 

Langkah terakhir adalah adanya komunikasi yang terbuka untuk menciptakan saling memahami antara karyawan dan manajemen. Keterbukaan ini dapat diwujudkan dengan adanya kritik dan saran terhadap hasil dan prestasi yang dilakukan pekerja. Hal-hal yang termasuk dalam communication antara lain sebagai berikut.

  1. Menetapkan kebijakan open door communication
  2. Menyediakan waktu untuk mendapatkan informasi dan mendiskusikan permasalahan secara terbuka. 
  3. Menciptakan kesempatan untuk cross training.

Baca juga: 10 Ide Game Teamwork Sederhana Untuk Membangun Kekompakan Tim di Kantor

Tingkatkan employee engagement di perusahaan dengan aplikasi GreatDay HR

empowerment adalah gdhr

Selain employee empowerment, perusahaan juga perlu meningkatkan employee engagement. Sebab, keterlibatan karyawan dengan perusahaan akan membuat karyawan merasa lebih dihargai dan memiliki peran. Selain itu, hal tersebut berguna untuk memperlancar jalinan komunikasi selama bekerja.

Sebab, komunikasi merupakan salah satu hal yang dapat menjadi solusi sekaligus masalah di lingkungan kerja. Komunikasi yang buruk akan menyebabkan konflik yang juga dapat ditangani dengan komunikasi yang baik.

Selain itu, pekerjaan pun akan terasa lebih ringan jika dikerjakan bersama dengan koordinasi yang baik melalui komunikasi. Oleh sebab itu, GreatDay HR hadir sebagai solusi untuk membantu meringankan pekerjaan HR untuk meningkatkan keterlibatan karyawan dalam perusahaan.

Fitur Employee Engagement yang mencakup Chat, Social Feed, Employee Profile, dan Announcement dapat membuat karyawan di perusahaan menjadi lebih terikat dan selalu terkoneksi satu sama lain, terutama dengan perusahaan.

Melalui fitur Chat, karyawan dapat saling berkomunikasi bahkan membuat grup percakapan internal sehingga memudahkan dalam berbagi dokumen dan berbincang tentang pekerjaan. Sedangkan melalui Social Feed, karyawan yang gemar bermain media sosial dapat berbagi gambar, video, dan update tentang kegiatan atau keriaan di kantor.

Anda juga dapat membuat pengumuman internal melalui fitur Announcement. Selain itu, fitur Employee Profile dapat memudahkan karyawan untuk saling mengenal dengan melihat profil masing-masing. Terlebih lagi, semuanya bisa diakses dengan hanya satu aplikasi HRIS saja melalui ponsel pintar Anda.

Unduh aplikasinya di Appstore dan Playstore, atau kunjungi websitenya untuk informasi lebih lengkap dan jadwalkan demo sekarang juga!

Baca juga: 8 Ide Konsep yang Bisa Diterapkan Untuk Employee Gathering Virtual

Tags :

Related Topics