Jadwalkan Demo

Konsep Balanced Scorecard, Fungsi, dan Contohnya

Rizka Maria Merdeka | November 23, 2023 | Bisnis
by GreatDay HR

Dalam dunia bisnis yang terus berkembang, penting bagi perusahaan untuk memiliki alat manajemen kinerja yang efektif guna mencapai tujuan strategis mereka. Salah satu konsep yang telah terbukti sukses dalam membimbing perusahaan menuju kesuksesan jangka panjang adalah Balanced Scorecard (BSC).

Dikembangkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton, BSC tidak hanya memusatkan perhatian pada aspek keuangan, tetapi juga menyertakan perspektif pelanggan, proses internal, dan pembelajaran serta pertumbuhan. Artikel ini akan membahas konsep Balanced Scorecard, menguraikan fungsinya yang krusial bagi perusahaan, dan contoh balanced scorecard sederhana.

Baca sampai habis!

Baca juga: Balanced Scorecard: Pengertian, Perspektif, Karakteristik, dan Manfaatnya Untuk Perusahaan

Konsep balanced scorecard

Balanced Scorecard (BSC) adalah suatu konsep manajemen kinerja yang dirancang untuk memberikan pandangan yang seimbang dan komprehensif mengenai kinerja suatu organisasi. Dikembangkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton pada awal tahun 1990-an, BSC merespon kekurangan model manajemen kinerja tradisional yang cenderung fokus hanya pada ukuran keuangan. Sebaliknya, BSC menggabungkan empat perspektif utama, yaitu keuangan, pelanggan, proses internal, dan pembelajaran serta pertumbuhan, untuk memberikan pemahaman yang lebih holistik dan menyeluruh.

Konsep Balanced Scorecard (BSC) melibatkan pengukuran kinerja organisasi dari empat perspektif utama yang saling terkait, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan.

Baca juga: Teknik Menyusun KPI Sebagai Penilaian Karyawan

Fungsi balanced scorecard bagi perusahaan

Balanced Scorecard (BSC) memiliki beberapa fungsi utama bagi perusahaan, yang dapat membantu dalam pengelolaan kinerja, pengambilan keputusan strategis, dan mencapai tujuan jangka panjang. Berikut adalah beberapa fungsi kunci Balanced Scorecard:

1. Mengartikulasikan dan Komunikasikan Strategi

BSC membantu perusahaan dalam merinci dan mengartikulasikan strategi bisnisnya. Dengan menyusun tujuan dan inisiatif strategis dalam empat perspektif, BSC membantu menyampaikan strategi secara lebih jelas kepada seluruh organisasi.

2. Mengukur Kinerja Holistik

Sebagai alat manajemen kinerja, BSC menyediakan pandangan yang seimbang dan komprehensif terhadap kinerja perusahaan dari berbagai perspektif. Ini mencakup aspek keuangan dan non-keuangan, sehingga memberikan gambaran yang lebih lengkap.

3. Meningkatkan Pemahaman dan Keterlibatan Karyawan

Dengan menyertakan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan dalam BSC, perusahaan dapat meningkatkan fokus pada pengembangan karyawan, pelatihan, dan inovasi. Ini dapat meningkatkan keterlibatan karyawan dan memotivasi mereka untuk mencapai tujuan strategis.

4. Memfasilitasi Pengambilan Keputusan

BSC menyediakan kerangka kerja yang membantu manajer dalam memahami dampak keputusan operasional pada tujuan strategis jangka panjang. Ini mempermudah pengambilan keputusan yang terarah dan terkait dengan visi dan misi perusahaan.

5. Peningkatan Responsif terhadap Perubahan

Dengan memasukkan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, BSC membantu organisasi menjadi lebih responsif terhadap perubahan lingkungan bisnis. Ini menciptakan lingkungan yang mendukung inovasi dan adaptasi terhadap perubahan pasar.

6. Mendorong Keseimbangan Antara Tujuan Jangka Pendek dan Panjang

BSC membantu perusahaan untuk tidak hanya fokus pada tujuan keuangan jangka pendek, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek jangka panjang seperti kepuasan pelanggan, efisiensi proses, dan inovasi.

7. Meningkatkan Pengukuran Kinerja Tidak Hanya dalam Uang

Tradisionalnya, kinerja sering diukur dengan parameter finansial. BSC mengakui pentingnya faktor-faktor non-keuangan dan memberikan perhatian yang setara terhadap elemen-elemen ini.

8. Mengalokasikan Sumber Daya secara Efektif

Dengan memiliki pandangan yang lebih lengkap tentang kinerja organisasi, perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya dengan lebih efektif sesuai dengan prioritas strategisnya.

9. Pemantauan Terhadap Strategi Jangka Panjang:

BSC membantu organisasi untuk terus memantau kemajuan terhadap tujuan jangka panjangnya, mengidentifikasi area yang memerlukan perhatian lebih lanjut atau penyesuaian strategis.

Melalui fungsi-fungsi ini, Balanced Scorecard menjadi alat yang kuat bagi perusahaan untuk merancang, mengukur, dan melaksanakan strategi bisnisnya dengan lebih efektif.

Baca juga: Mengenal Ikigai, Konsep Untuk Bekerja Secara Bahagia dan Produktif

Contoh balanced scorecard

Berikut adalah contoh sederhana dari Balanced Scorecard (BSC) untuk suatu perusahaan fiktif. Ingatlah bahwa setiap perusahaan memiliki karakteristik unik, sehingga BSC mereka dapat bervariasi tergantung pada strategi bisnis dan tujuan spesifik. Contoh berikut mencakup empat perspektif utama: Keuangan, Pelanggan, Proses Internal, dan Pembelajaran serta Pertumbuhan.

1. Perspektif Keuangan

  1. Tujuan Strategis: Meningkatkan Profitabilitas
  2. Indikator Kinerja:
    1. Pendapatan Tahunan
    2. Laba Bersih
    3. ROI (Return on Investment)
  3. Target: Peningkatan pendapatan 10% dari tahun lalu, Laba bersih 15%, ROI minimal 8%

2. Perspektif Pelanggan

  1. Tujuan Strategis: Peningkatan Kepuasan Pelanggan
  2. Indikator Kinerja:
    1. Tingkat Kepuasan Pelanggan
    2. Pangsa Pasar
    3. Retensi Pelanggan
  3. Target: Meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan menjadi 90%, Meningkatkan pangsa pasar sebesar 5%, Retensi pelanggan lebih dari 85%

3. Perspektif Proses Internal

  1. Tujuan Strategis: Meningkatkan Efisiensi Operasional
  2. Indikator Kinerja:
    1. Waktu Siklus Produksi
    2. Biaya Produksi
    3. Tingkat Kualitas Produk
  3. Target: Mengurangi waktu siklus produksi sebesar 15%, Menurunkan biaya produksi sebesar 10%, Meningkatkan tingkat kualitas produk menjadi 95%

4. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan

  1. Tujuan Strategis: Meningkatkan Kapabilitas Karyawan dan Inovasi Produk
  2. Indikator Kinerja:
    1. Tingkat Pelatihan Karyawan
    2. Ide Inovatif yang Diimplementasikan
    3. Waktu Penyampaian Produk Baru ke Pasar
  3. Target: Meningkatkan tingkat pelatihan karyawan 20%, Mengimplementasikan setidaknya 2 ide inovatif per kuartal, Mengurangi waktu penyampaian produk baru ke pasar menjadi 6 bulan.

Dalam contoh ini, setiap indikator kinerja dihubungkan dengan tujuan strategis dari masing-masing perspektif. Tim manajemen dapat mengukur kemajuan mereka terhadap tujuan-tujuan ini, dan jika diperlukan, dapat mengambil tindakan korektif atau melakukan penyesuaian strategis. Balanced Scorecard membantu menyelaraskan seluruh organisasi dengan visi dan misi jangka panjang sambil memberikan kerangka kerja yang seimbang antara keuangan dan aspek-aspek non-keuangan dari kinerja perusahaan.

Baca juga: 8 Ide Konsep yang Bisa Diterapkan Untuk Employee Gathering Virtual

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email