Pengertian, Jenis, dan Fungsi Neraca Saldo Bagi Bisnis

By Rizka Maria Merdeka   |  

Neraca saldo adalah daftar penting dalam pencatatan keuangan, untuk memeriksa keseimbangan jumlah debit dan kredit pada semua akun yang ada di dalam buku besar. Simak penjelasan lengkap tentang pengertian, fungsi, dan cara membuat neraca saldo dalam artikel berikut. Untuk penyusunan laporan keuangan usaha yang dibutuhkan tidak hanya jurnal penyesuaian atau ayat jurnal penyesuaian melainkan neraca saldo juga penting saat sebelum atau sesudah penyesuaian. Karena neraca saldo juga termasuk kedalam tahapan siklus akuntansi yang akan disusun setelah melakukan pencatatan pada buku besar. Laporan keuangan dibuat agar dapat mengetahui bagaimana kondisi keuangan selama bisnis tersebut berjalan. Adanya laporan keuangan memang sangat membantu pebisnis untuk menjalankan bisnisnya hingga jangka panjang.

Dari laporan keuangan yang dibuat berdasarkan kondisi perusahaan, akan didapatkan informasi dari seluruh aktivitas finansial dari perusahaan tersebut. Kemudian diharapkan terdapat kesimpulan sehingga dapat dibuat sebuah strategi hingga keputusan. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait neraca saldo, fungsi, dan jenisnya, simak ulasan dalam artikel berikut ini!

Baca juga: Apa Itu Salary? Berikut Definisi, Komponen, dan Perbedaannya dengan Upah

Pengertian neraca saldo

Neraca saldo adalah daftar yang berisi keseluruhan data jenis akun beserta saldo total yang terdapat di setiap akun yang disusun secara sistematis yang bersumber dari buku besar pada periode waktu tertentu. Neraca dapat dikatakan sebagai alat persiapan untuk mengetahui keseimbangan total jumlah antara debit dan kredit pada akun yang ada dalam buku besar. Dalam proses pembukuan perusahaan agar dapat menghasilkan laporan keuangan biasanya terdapat proses pembuatan neraca saldo. Apa sebenarnya pengertian dari neraca saldo? Dalam laporan keuangan internasional, neraca saldo biasanya disebut dengan trial balance.

Trial balance atau neraca saldo ini sangat mendukung dalam proses pembuatan laporan keuangan perusahaan. Pengertian neraca saldo adalah sebuah neraca yang berisi mengenai informasi saldo dari seluruh akun yang ada dalam sebuah laporan keuangan. Akun-akun yang dibutuhkan untuk setiap laporan keuangan perusahaan berbeda-beda. Misalnya dalam perusahaan A memiliki aset tetap yang berupa gedung, sedangkan perusahaan B tidak memiliki aset tetap berupa gedung. Dari pengertian neraca saldo, pasti akan ada banyak akun yang harus dilaporkan dan juga jumlah dari saldo masing-masing akun tersebut. Dalam neraca saldo, akun-akun tersebut harus tersusun secara sistematis.

Maksud dari sistematis di sini adalah akun-akun dari neraca saldo tersebut harus disusun berdasarkan kode akun. Kode akun biasanya dapat diketahui dari buku besar yang disusun oleh perusahaan. Neraca saldo memiliki peran yang cukup berpengaruh pada pembukuan. Proses pembuatan neraca saldo dilakukan setelah memindah postingan dari buku besar. Bisa dikatakan neraca saldo menjadi perantara antara buku besar dan laporan keuangan. Jika terjadi kesalahan pencatatan baik dari akun atau nominalnya, maka akan berpengaruh pada laporan keuangan. Maka dari itu pencatatan neraca saldo juga diperlukan ketelitian dan kehati-hatian.

Untuk memastikan apakah neraca saldo sudah benar, jumlah saldo debit dan kredit harus seimbang atau balance. Hal ini membuktikan jika jumlah transaksi debit dan kredit sudah sama. Neraca saldo akan memberikan informasi mengenai saldo-saldo akhir setiap akun setelah disesuaikan dengan jurnal. Kemudian, neraca saldo ini dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan sebuah laporan keuangan perusahaan.

Baca juga: Fraud Triangle: Penyebab Kecurangan Laporan Keuangan Perusahaan

Fungsi neraca saldo

Dari penjelasan mengenai pengertian neraca saldo, dapat dilihat bahwa neraca saldo memiliki pengaruh dalam proses pembukuan perusahaan. Dari neraca saldo inilah dapat diketahui apakah penyusunan buku besar sudah tepat atau terdapat kesalahan. Neraca saldo akan menampilkan seluruh saldo-saldo dari setiap akun yang telah disesuaikan dengan transaksi perusahan yang terjadi pada setiap periodenya.

Neraca saldo memiliki peran yang cukup berpengaruh ketika melakukan penyusunan laporan keuangan. Fungsi neraca saldo juga perlu diketahui agar lebih memahami apa itu neraca saldo. Dibawah ini akan dijelaskan apa saja fungsi neraca saldo.

1. Persiapan laporan keuangan

Fungsi dari neraca saldo disini adalah sebagai bahan untuk penyusunan laporan keuangan. Neraca saldo dibuat sebelum melakukan penyusunan sebuah laporan keuangan perusahaan. Maka dari itu, pembuatan laporan keuangan menggunakan neraca saldo sebagai dasar atau fondasi dalam laporan keuangan. Seluruh informasi yang tertera dalam laporan keuangan didasarkan pada neraca saldo.

2. Pencatatan

Neraca saldo sebagai tempat pencatatan atas informasi keuangan perusahaan. Seperti dalam ilmu akuntansi, pencatatan merupakan salah satu proses dalam pembukuan. Neraca saldo mencatat seluruh saldo dari setiap akun perusahaan. Pencatatan harus dilakukan secara sistematis agar memudahkan pembaca untuk mendapatkan informasi keuangan perusahaan.

3. Koreksi agar tidak terjadi kesalahan

Dari neraca saldo, semua saldo akun pada akhir periode akan tertera bersama dengan akun-akun yang harus dilaporkan pada laporan keuangan. Jika total dari neraca saldo baik sebelah debit ataupun kredit tidak seimbang, maka terdapat kesalahan pencatatan. Adanya pembuatan neraca saldo akan mempermudah mendeteksi kesalahan tersebut. Neraca saldo dapat menjadi alat untuk mengawasi perusahaan. Setiap akun yang tercatat pada neraca saldo akan terlihat jumlah saldo dari masing-masing akun tersebut. Maka dari itu, dapat dilakukan monitoring apakah akun-akun tersebut benar sesuai dengan kondisi perusahaan.

4. Monitoring Perusahaan

Neraca saldo dapat menjadi alat untuk mengawasi perusahaan. Setiap akun yang tercatat pada neraca saldo akan terlihat jumlah saldo dari masing-masing akun tersebut. Maka dari itu, dapat dilakukan monitoring apakah akun-akun tersebut benar sesuai dengan kondisi perusahaan.

Baca juga: Profesi Akuntan: Pengertian, Jenis, Hingga Tugas dan Tanggung Jawabnya

Jenis neraca saldo

Setelah memahami pengertian neraca saldo dan fungsinya, perlu diketahui juga jenis-jenis dari neraca saldo. Neraca saldo ini digunakan pada tahap tertentu, seperti setelah penyusunan buku besar ataupun sebagai penutup. Terdapat beberapa jenis dari neraca saldo diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Neraca Saldo Belum Disesuaikan

Neraca saldo sebelum disesuaikan dalam bahasa inggris disebut dengan unadjusted trial balance. Pengertian dari neraca saldo belum disesuaikan atau unadjusted trial balance adalah neraca yang berisi informasi mengenai saldo-saldo untuk setiap akun yang ada pada buku besar. Dapat dikatakan neraca saldo jenis ini dibuat setelah penyusunan buku besar. Sehingga akan mudah untuk mendeteksi kesalahan atas pencatatan akun ataupun jumlah saldo yang ada dari buku besar.

2. Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

Adjusted trial balance merupakan nama lain dari neraca saldo setelah disesuaikan. Pengertian dari neraca saldo setelah penyesuaian adalah neraca yang dibuat dimana saldo dari setiap akunnya telah disesuaikan kembali dengan jurnal penyesuaian. Penyesuaian ini dilakukan berdasarkan standar akuntansi akrual dimana terdapat beberapa akun yang perlu disesuaikan.

3. Neraca Saldo Penutup

Post-closing trial balance adalah sebutan untuk neraca saldo penutup. Neraca saldo penutup dibuat setelah proses pembukuan selesai. Maka dari itu, neraca saldo penutup biasanya dibuat pada setiap akhir periode. Saldo-saldo yang ada pada neraca ini akan digunakan kembali saat penyusunan laporan keuangan atau pembukuan di periode berikutnya.

Baca juga: Business Plan: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Cara Membuatnya

Hitung gaji otomatis bebas kendala dengan aplikasi GreatDay HR

fungsi neraca saldo gdhr

Pengelolaan proses penggajian karyawan merupakan salah satu tanggung jawab pekerjaan HR di perusahaan. Data kehadiran, pajak, bonus, dan potongan-potongan merupakan elemen-elemen yang ada di dalam penggajian yang pengelolaannya cukup menguras tenaga dan waktu jika dilakukan manual. Terlebih lagi dalam hal penghitungan pajak yang cukup rumit karena peraturan dan kebijakannya yang sering mengalami pembaharuan. Selain itu, payroll atau penggajian harus dilakukan dengan akurat dan presisi. Hal tersebutlah yang terkadang membuat pengelolaan penggajian memakan waktu lama, bahkan berhari-hari.

Data-data absensi yang harus disortir, potongan-potongan, kebijakan pajak yang berlaku, dan data lain yang harus diolah dalam penghitungan penggajian terkadang membuat HR harus lembur. Padahal masih banyak pekerjaan HR lain yang juga harus diselesaikan. Pasalnya, karyawan di perusahaan harus memperoleh gaji atau salary sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, sehingga proses penggajian biasanya dijadikan prioritas oleh HR. 

Untuk mengatasi kendala dan meringankan tugas HR terutama dalam pengelolaan gaji karyawan dan penghitungan pajak, GreatDay HR hadir dengan fitur-fitur canggih dalam satu aplikasi HRIS yang memungkinkan Anda untuk menghitung gaji secara otomatis dan ramah lingkungan. Tinggalkan pengerjaan penggajian secara manual yang memakan waktu lama. Melalui aplikasi GreatDay HR, proses penggajian dan pajak dilakukan secara otomatis sehingga dapat diselesaikan dengan lebih cepat.

Selain itu, Anda tidak perlu ribet menghitung absensi secara terpisah karena seluruhnya telah terintegrasi dengan payroll. Lakukan penghitungan gaji, pajak, dan pekerjaan HR lainnya melalui satu aplikasi HRIS saja di ponsel pintar Anda. Anda juga dapat mengakses seluruh data yang berkaitan dengan HR lebih praktis di mana saja dan kapan saja. Segera unduh aplikasinya di AppStore dan PlayStore melalui ponsel pintar Anda atau kunjungi laman greatdayhr.com/id-id/ dan dapatkan demonya secara gratis sekarang!

Baca juga: Laporan Keuangan – Pengertian, Fungsi, Hingga Contohnya

Tags :

Related Topics