UMR Jakarta 2021, Sesuaikah Dengan Gaji Anda?

By Rifqi Renanda   |  

Banyak orang beranggapan bahwa Jakarta adalah kota untuk mencari uang. Setiap orang yang sudah mendapatkan pekerjaan di Kota Metropolitan ini mengharapkan gaji yang setimpal dengan pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan. Namun, tahukah Anda berapa jumlah UMR Jakarta 2021? 

Tidak jarang, seorang karyawan di Jakarta justru mendapatkan upah yang rendah dan tidak sesuai dengan UMR yang telah ditetapkan. Padahal, UMR ada untuk melindungi hak karyawan supaya tetap bisa hidup layak dengan upah yang sesuai. Biaya hidup terus mengalami peningkatan membuat UMR naik setiap tahunnya. 

Untuk memastikan apakah gaji Anda sudah sesuai dengan UMR Jakarta 2021, yuk cari tahu lebih lanjut disini!

Apa itu Upah Minimum Regional (UMR)

Upah Minimum Regional atau yang biasa dikenal sebagai UMR adalah standar jumlah gaji yang ditetapkan oleh gubernur suatu provinsi atau kabupaten/kota yang meliputi upah pokok dan tunjangan tetap bagi para karyawan atau pekerja.

Asal-usul UMR di Indonesia 

Penetapan UMR di Indonesia sudah diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 1 Tahun 1999. Selanjutnya, berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada tahun 2000, penetapan UMR di Indonesia mengalami beberapa perubahan. 

Sebelumnya, sistem pengupahan UMR dilakukan secara tidak langsung. Kini, sistem tersebut sudah tidak berlaku karena sekarang penetapan upah minimum yang ditetapkan oleh gubernur. 

Selain itu, Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 226 Tahun 2000, juga secara resmi mengubah istilah UMR menjadi UMP (Upah Minimum Provinsi) dan UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota). 

Berdasarkan peraturan tersebut, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi juga mengkategorikan UMR ke dalam beberapa tingkatan dengan yang terbagi menjadi: 

  1. UMR Tingkat I 

UMR Tingkat I adalah istilah lain dari UMP (Upah Minimum Provinsi) yang ditetapkan oleh gubernur. 

  1. UMR Tingkat II

UMR Tingkat II adalah istilah lain dari UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) yang ditetapkan oleh gubernur atas usulan bupati atau wali kota

Proses Penetapan UMR di Indonesia

Sebelum akhirnya ditetapkan oleh gubernur, penetapan UMR suatu wilayah harus melalui beberapa proses, antara lain: 

  1. Dewan Pengupahan Daerah (DPD) melakukan pengecekan lapangan terkait informasi harga kebutuhan yang umumnya dibutuhkan oleh para karyawan atau pekerja agar bisa hidup sejahtera dan layak. 
  2. Data terkait informasi harga kebutuhan yang didapatkan oleh DPD kemudian dijadikan besaran angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang berbeda-beda di setiap provinsi dan kabupaten/kota. 
  3. Lalu, DPD merumuskan besaran UMR yang berlaku di suatu daerah mengacu pada hasil Kebutuhan Hidup Layak (KHL). 
  4. Setelah itu, gubernur akan mengesahkan UMR berdasarkan rekomendasi dari DPD. 

Rincian UMR Jakarta 

Anies Baswedan selaku gubernur DKI Jakarta menetapkan kenaikan UMR Jakarta 2021. Namun, kenaikan ini hanya ditujukan bagi perusahaan atau bisnis yang tak terdampak pandemi Covid-19 mengingat beberapa sektor industri mengalami kesulitan dan penurunan pendapatan. 

Kenaikan UMR Jakarta 2021 ini sudah mengacu pada perhitungan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dengan mempertimbangkan pertumbuhan PDB dan tingkat inflasi secara nasional.

Adapun besaran UMR Jakarta 2021 dan wilayah sekitarnya mengacu pada surat keputusan gubernur: 

  • DKI Jakarta : Rp 4.416.186
  • Kabupaten Bekasi: Rp 4.791.843
  • Kota Bekasi: Rp 4.782.934 
  • Kota Depok: Rp 4.339.514 
  • Kabupaten Bogor: Rp 4.217.206 
  • Kota Bogor: Rp 4.169.806
  • Kota Tangerang: Rp 4.262.015 
  • Kabupaten Tangerang: Rp 4.230.792 
  • Kota Tangerang Selatan: Rp 4.230.792

Kenaikan UMR DKI Jakarta dari Tahun ke Tahun

UMR DKI Jakarta setiap tahunnya selalu mengalami kenaikkan, dengan alasan banyak faktor yang mendukungnya. Adapun sejarah kenaikan UMR DKI Jakarta setiap tahunnya seperti di bawah ini

  1. UMR DKI Jakarta 1997 Rp. 172.500
  2. UMR DKI Jakarta 1998 Rp. 198.500
  3. UMR DKI Jakarta 1999 Rp. 231.000
  4. UMR DKI Jakarta 2000 Rp. 286.000
  5. UMR DKI Jakarta 2001 Rp. 426.300
  6. UMR DKI Jakarta 2002 Rp. 591.300
  7. UMR DKI Jakarta 2003 Rp. 631.600
  8. UMR DKI Jakarta 2004 Rp. 671.600
  9. UMR DKI Jakarta 2005 Rp. 711.800
  10. UMR DKI Jakarta 2006 Rp. 819.100
  11. UMR DKI Jakarta 2007 Rp. 816.100
  12. UMR DKI Jakarta 2008 Rp. 972.600
  13. UMR DKI Jakarta 2009 Rp. 1.069.900
  14. UMR DKI Jakarta 2010 Rp. 1.118.000
  15. UMR DKI Jakarta 2011 Rp. 1.290.000
  16. UMR DKI Jakarta 2012 Rp. 1.529.150
  17. UMR DKI Jakarta 2013 Rp. 2.200.000
  18. UMR DKI Jakarta 2014 Rp. 2.441.000
  19. UMR DKI Jakarta 2015 Rp. 2.700.000
  20. UMR DKI Jakarta 2016 Rp. 3.100.000
  21. UMR DKI Jakarta 2017 Rp. 3.355.750
  22. UMR DKI Jakarta 2018 Rp. 3.648.035
  23. UMR DKI Jakarta 2019 Rp 3.940.973
  24. UMR DKI Jakarta 2020 Rp 4.267.349
  25. UMR DKI Jakarta 2021 Rp 4.416.186

Komponen UMR

Dalam menghitung Upah minimum tentunya ada dasar-dasar yang perlu diketahui seperti PP Pengupahan No 78 Tahun 2015 Pasal 41, yang menjabarkan jika upah minimum merupakan upah bulanan terendah yang terdiri atas:

Upah Pokok Tanpa Tunjangan

Upah pokok tanpa tunjangan merupakan imbalan dasar yang dibayarkan kepada pekerja menurut tingkat dan jenis pekerjaan yang mereka emban di waktu tertentu. Umumnya, besaran upah pokok ini sudah dilakukan berdasarkan atas dasar kesepakatan pekerja dan pengusaha.

Upah Pokok Termasuk Tunjangan Tetap

merupakan pembayaran yang sifatnya rutin, tetap dan tidak dipengaruhi oleh kehadiran karyawan, kontribusi, prestasi, dan faktor lainnya. Biasanya diberikan kepada pekerja maupun keluarganya, seperti tunjangan anak, tunjangan perumahan, dan tunjangan daerah.

Sehingga dari hal ini dapat dilihat jika mengacu pada PP Pengupahan, maka komponen UMR hanya terdiri dari upah pokok dan tunjangan tetap.

Sebagai catatan tunjangan tidak tetap, bersifat tidak sama baik dari besarannya. Karena umumnya didasarkan pada kehadiran yang akhirnya mempengaruhi uang makan dan uang transport. Sehingga tidak dapat dikatakan dapat masuk dalam komponen penyusun UMR.

Komposisi Penghitungan UMR

Dalam aturannya komposisi upah pokok dan tunjangan dalam upah minimum, terdiri dari upah pokok ditambah tunjangan tetap. Persentase upah pokok paling sedikit adalah 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap.

Sebagai contoh dalam perhitungannya, sebutkanlah jika upah minimum ada di angka 3.000.000, maka setiap perusahaan yang hendak mempekerjakan sseorang karyawan minimal membayar dengan uang pokok Rp 2.250.000 (tujuh puluh lima persen) dan tunjangan tetap 750.000 (dua puluh lima persen). Sementara jika pengusaha hanya membayar upah pokok saja tanpa tunjangan tetap, maka paling sedikit adalah Rp 3.000.000.

Lihat Kesesuaian Gaji Anda

Berdasarkan UMR Jakarta 2021 yang telah ditetapkan oleh Anies Baswedan, mungkin saja perusahaan Anda mengalami kendala untuk melakukan perhitungan gaji yang sesuai ditambah dengan bonus atau potongan yang diberikan kepada karyawan. 

Mudahkan perhitungan gaji dengan menggunakan aplikasi GreatDay HR yang menawarkan fitur lengkap termasuk pengelolaan keuangan perusahaan. GreatDay HR, sebagai aplikasi canggih yang mudah digunakan bagi semua kalangan menawarkan proses pemberian gaji yang sudah terintegrasi dengan sistem. 

Hal-hal seperti perhitungan gaji dan jaminan sosial sesuai dengan peraturan pemerintah, pengecekan terhadap slip gaji karyawan, hingga pengaturan siklus gaji, semuanya dilakukan secara otomatis. 

Daftarkan diri Anda untuk melihat fitur lengkap lainnya dan mudahkan manajemen perusahaan Anda! 

Tags : UMR Jakarta

Related Topics