Apa Itu Halo Effect? Kenali Pengertian dan Cara Mengatasi Halo Effect di Lingkungan Kerja

By Rizka Maria Merdeka   |  

Halo effect adalah penilaian terhadap sesuatu dan seseorang dari kesan pertama. Kesan pertama ini akan mempengaruhi sikap dan sifat seseorang atas suatu hal atau orang. Jika penilaian atau persepsi yang dihasilkan negatif, maka akan menurunkan nilai sifat lainnya.

Hal ini biasanya terjadi saat interview kerja. Kebanyakan kesan pertama dihasilkan dari penilaian penampilan. Oleh sebab itu, seseorang harus memikirkan penampilan ketika akan melakukan wawancara kerja. Hal tersebut juga berlaku sebaliknya.

Meskipun demikian, seseorang tidak bisa mengontrol pandangan orang lain. Selain dalam wawancara, terdapat beberapa kasus halo effect lainnya yang terjadi di lingkungan kerja. Artikel kali ini akan membahas tentang pengertian dan cara mengatasi halo effect di lingkungan kerja. Yuk, simak artikelnya untuk informasi selengkapnya!

Baca juga: Tips Jitu Menciptakan First Impression Positif di Tempat Kerja

Halo effect adalah

Halo effect adalah bias kognitif yang terjadi ketika kesan positif awal terhadap seseorang turut mempengaruhi persepsi individu secara keseluruhan. Contohnya, ketika bertemu dengan orang yang dianggap menarik, penilaian positif pun seringkali mengekor di pikiran Anda.

Efek ini tidak hanya mempengaruhi persepsi Anda terhadap seseorang berdasarkan daya tarik saja, namun juga mencakup sifat-sifat lainnya. Misalnya, orang yang berkacamata dianggap kutu buku dan pintar secara akademik.

Contohnya, ketika bertemu dengan orang yang dianggap menarik, penilaian positif pun seringkali mengekor di pikiran Anda.

Dapat dikatakan bahwa halo effect adalah jenis bias kognitif di mana kesan pertama kepada seseorang yang kemudian mempengaruhi perasaan dan pemikiran tentang karakter orang tersebut. Istilah halo effect sendiri diperkenalkan oleh seorang psikolog Amerika pada tahun 1920. Dirinya melakukan penelitian kepada atasan perwira dan bawahannya di Amerika. 

Thorndike meminta atasan perwira ini untuk menilai bawahannya berdasarkan kecerdasan, loyalitas, penampilan fisik, kepemimpinan dan ketergantungan. Tujuan penelitian ini sebenarnya untuk mengetahui bagaimana penilaian yang tinggi pada satu kategori di atas akan mempengaruhi penilaian di kategori lainnya, begitupun sebaliknya

Uniknya dari hasil penelitian ini diketahui bahwa, sifat negatif dan positif yang dibentuk oleh atasan perwira didasarkan pada kesan fisik saat mereka melihat bawahannya untuk pertama kali.

Baca juga: Menjadi Orang yang Open Minded di Kantor, Perlukah? Berikut Alasannya!

Contoh kasus halo effect di lingkungan kerja

Berikut beberapa contoh halo effect yang terjadi di lingkungan kerja. Contoh-contoh di bawah ini menggambarkan bagaimana stereotip atau persepsi yang dibangun berdasarkan kesan pertama dapat mempengaruhi seluruh penilaian terhadap seseorang di tempat kerja.

1. Pemberian beban tugas

Saat seorang karyawan melakukan pekerjaan di bidang tertentu dengan hasil yang baik, manajer cenderung percaya untuk memberikan pekerjaan lain meski di bidang yang berbeda. 

Padahal, hasil pekerjaan karyawan tersebut di bidang yang lain belum tentu akan sama baiknya dengan yang pernah ia kerjakan sebelumnya. Pasalnya, semua akan bergantung lagi pada potensi dan skill yang sebenarnya dimiliki karyawan. 

2. Rekrutmen karyawan 

Contoh lain dari halo effect adalah ketika seorang karyawan direkomendasikan oleh sumber terpercaya dan jarang ada perekrut yang menolak rekomendasi tersebut. 

Padahal pandangan atau stereotip ini bisa merugikan kandidat potensial lainnya serta membatasi proses rekrutmen secara menyeluruh. 

3. Menyikapi masalah karyawan

Ketika seorang karyawan dipandang lebih baik kinerjanya pada satu bidang tertentu dan saat dirinya membuat kesalahan seringkali manajer membiarkan hal itu terjadi. Sementara ketentuan ini mungkin tidak berlaku bagi karyawan lainnya. 

4. Evaluasi kinerja 

Dalam beberapa kasus penilaian kinerja karyawan bisa bersifat subjektif. Atasan bisa menilai bawahan berdasarkan pada karakteristik tunggal yang dimiliki karyawan tersebut dibanding aspek keseluruhan yang ada dalam pekerjaannya. 

Contoh sikap antusias atau positif dari pekerja bisa menutupi kurangnya pengetahuan dan keterampilan mereka atau karyawan yang memiliki tampilan menarik kerap dinilai dengan positif oleh manajer. 

Baca juga: Mengalami Demotivasi? Inilah Beberapa Cara Untuk Mengatasinya!

Cara mengatasi halo effect

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan agar halo effect tidak mengganggu penilaian secara objektif di tempat kerja.

1. Jangan cepat membuat kesimpulan

Awalnya mungkin akan sulit untuk tidak memiliki persepsi terhadap kesan pertama ketika bertemu dengan seseorang di tempat kerja. Namun, cobalah untuk bersikap lebih kritis terhadap penilaian pertama yang Anda bangun sendiri tersebut. 

Alih-alih langsung menyimpulkan, cobalah untuk mencari informasi lebih atau mengumpulkan data agar penilaian Anda lebih objektif.

2. Tetapkan tujuan dan harapan yang jelas

Selanjutnya, tetapkan standar tujuan dan harapan yang jelas. Artinya bila seorang manajer mengacu pada tujuan dan harapan sebelum memberikan evaluasi kinerja, manajer tersebut akan lebih objektif dalam memberikan penilaian terhadap karyawan.

3. Proses perekrutan yang terstruktur

Halo effect juga muncul dalam proses perekrutan. Setiap penilaian positif dan negatif yang dibuat, terkadang dipengaruhi oleh beberapa stereotip seperti dilihat dari tampilan fisik, hobi, perilaku, etnis, dan sebagainya yang akan menimbulkan masalah dalam proses perekrutan dan menghilangkan kandidat terbaik. 

Oleh karena itu, diperlukan proses perekrutan yang terstruktur sebagai berikut: 

  1. Pastikan orang yang berbeda akan menangani seleksi yang berbeda.
  2. Lakukan wawancara secara terstruktur. 
  3. Susun proses seleksi berdasarkan kinerja bukan persepsi. 
  4. Lakukan proses penyaringan yang ketat dengan mengabaikan stereotip.

4. Berikan kesempatan yang sama kepada karyawan lain

Upaya lain dalam mengatasi halo effect adalah dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada karyawan lain untuk bisa berkembang dengan baik dalam karirnya, tanpa pengecualian. Hal ini akan menciptakan persaingan yang sehat di lingkungan kerja.

Baca juga: Tips Menjawab Pertanyaan Tentang Motivasi Rekrutmen Saat Interview

Proses rekrutmen karyawan jadi lebih mudah dan efisien dengan aplikasi GreatDay HR

halo effect adalah gdhr

Salah satu tanggung jawab HR adalah mengatur dan memfasilitasi jalannya proses rekrutmen karyawan baru di perusahaan. Memilih dan memilah jumlah lamaran juga CV yang terlampau banyak pasti akan membuat Anda kewalahan.

Selain itu prosesnya juga memakan waktu yang lama dan tenaga yang tidak sedikit, sehingga menyebabkan pekerjaan lainnya terkadang terbengkalai. CV dan lamaran yang berupa dokumen cetak juga tidak ramah lingkungan dan tidak beraturan.

Untuk mengatasi hal tersebut, aplikasi GreatDay HR hadir guna mempermudah dan membuat pekerjaan HR termasuk rekrutmen menjadi lebih efektif. Alihkan data-data berupa dokumen ke bentuk digital dan buat penyaringan kandidat yang lebih sesuai agar proses rekrutmen menjadi lebih nyaman dan ramah lingkungan.

Hal ini juga menjadi salah satu cara mengatasi halo effect baik dari sisi perekrut maupun sisi calon karyawan. Sebab, GreatDay HR memfasilitasi perekrut untuk melihat CV dan profil calon karyawan dengan lebih mudah dan tidak terburu-buru. Sehingga informasi yang diperoleh juga tidak hanya “selewat”.

Terlebih lagi, GreatDay HR menyediakan fitur Greatday Meet yang memungkinkan Anda untuk mengatur wawancara langsung di aplikasi mobile yang dapat diakses melalui ponsel pintar Anda. Segera unduh aplikasinya sekarang di AppStore dan PlayStore atau kunjungi websitenya dan jadwalkan demonya, gratis!

Baca juga: Mengalami Culture Shock di Tempat Kerja? Begini Cara Untuk Mengatasinya!

Tags :

Related Topics