Indikator Kinerja Karyawan: Pengertian, Tujuan, dan Fungsinya

By Rizka Maria Merdeka   |  

Indikator kinerja karyawan merupakan kriteria yang seringkali dijadikan sebagai acuan dalam penilaian kualitas karyawan demi mempertahankan produktivitas seluruh karyawan di perusahaan. Selain itu, dengan adanya indikator kinerja karyawan, perusahaan dapat mengukur keberhasilan dan pencapaian tujuannya.

Penentuan indikator kinerja karyawan sendiri berbeda-beda tergantung dari kebijakan setiap organisasi atau perusahaan. Indikator tersebut juga dapat dijadikan dorongan bagi para karyawan untuk meningkatkan produktivitas dan performansi dalam melakukan pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Jika dalam suatu penilaian kinerja, seorang karyawan memenuhi kriteria yang baik berdasarkan indikator kinerja karyawan. Maka karyawan tersebut berhak mendapatkan reward atau apresiasi dari perusahaan. Hal tersebut dilakukan agar karyawan tersebut semakin bersemangat dalam melakukan pekerjaan dan meningkatkan kinerjanya. Selain itu, adanya reward juga dapat memicu semangat karyawan lainnya untuk melakukan hal yang sama dalam hal peningkatan kinerja.

Apa saja hal yang termasuk ke dalam indikator kinerja karyawan? Apa tujuan dan fungsinya? Artikel kali ini akan mengulas tentang indikator kinerja karyawan beserta tujuan dan fungsinya. Simak ulasannya untuk memperoleh informasi lebih banyak tentang indikator kinerja karyawan!

Baca juga: Nilai Kinerja Karyawan Menggunakan 9 Box Matrix!

Pengertian indikator kinerja karyawan 

Secara definisi, indikator kinerja adalah sebuah ukuran atau kriteria ukuran yang digunakan dalam penilaian dan pengawasan kinerja karyawan di organisasi atau perusahaan. Indikator kinerja tersebut dibuat dan diaplikasikan dalam usaha mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.

Indikator kinerja dirumuskan dan dibuat oleh setiap organisasi/perusahaan, sehingga indikatornya akan berbeda-beda tergantung kebijakan dan peraturan organisasi/perusahaan masing-masing. Selain itu, dengan adanya indikator kinerja, karyawan perusahaan akan lebih termotivasi untuk meningkatkan performa kerjanya.

Berikut adalah beberapa contoh poin indikator kinerja karyawan yang dijadikan sebagai acuan penilaian di perusahaan.

1. Presensi atau kehadiran

Tingkat kehadiran dapat menggambarkan kedisiplinan dan komitmen karyawan dalam bekerja. Presensi juga menunjukkan kepatuhan karyawan pada peraturan perusahaan mengenai waktu kerja dan kesadaran terhadap kewajibannya sebagai pekerja. Karena itu, presensi tidak hanya diukur dari kehadiran karyawan, tetapi juga ketepatan waktu masuk dan selesai kerja. Keterlambatan yang berulang mengurangi durasi jam kerja yang berarti juga mengurangi produktivitas.

2. Ketepatan waktu

Indikator ketepatan waktu paling banyak dipakai perusahaan yang memiliki jenis pekerjaan dengan deadline atau tenggat waktu sangat ketat yang tak bisa dilanggar. Ketepatan waktu dan kecepatan juga menunjukkan efisiensi kandidat dalam bekerja. Semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk bekerja, maka semakin efisien proses kerja mereka.

3. Perilaku

Aspek perilaku juga menjadi indikator penilaian kinerja pegawai yang cukup penting bagi banyak perusahaan. Bahkan, seringkali indikator ini menjadi yang paling dominan melebihi hasil pekerjaan, terutama untuk karyawan dalam masa percobaan atau kontrak. Karyawan yang memenuhi target pekerjaan bisa gagal untuk dipertahankan karena punya perilaku buruk di kantor, seperti menolak perintah atasan, sering berkonflik dengan rekan kerja, tidak tepat waktu, bolos kerja tanpa alasan, dan sebagainya.

4. Tanggung jawab peran

Indikator ini mengukur pemenuhan tanggung jawab dari peran yang dijalankan karyawan, mana yang sudah memenuhi harapan dan mana yang belum. Penilaian ini biasanya dilakukan pada karyawan yang baru, misalnya dalam masa percobaan, untuk mengetahui kecocokan kandidat dengan peran/pekerjaan yang diberikan. 

5. Kualitas pekerjaan

Kualitas pekerjaan adalah indikator penting dan digunakan perusahaan dalam menilai hasil kerja karyawan. Indikator ini menentukan keterampilan, kecakapan, dan tingkat kompetensi karyawan dalam bekerja. Hasil pekerjaan berkualitas berarti memenuhi standar mutu yang ditetapkan dan mengurangi komplain pelanggan.

6. Kuantitas hasil 

Hasil pekerjaan juga diukur dengan pemenuhan target dalam satuan waktu, misalnya target harian, mingguan, atau bulanan. Target dikonversi dalam ukuran kuantitas, misalnya target sales menjual sejumlah produk atau mendapatkan sekian pelanggan dalam sebulan. Kuantitas merupakan indikator penilaian kinerja pegawai yang paling sering digunakan karena paling mudah diukur dalam angka.

7. Karakter

Karakter juga menjadi salah satu kriteria penilaian kinerja karyawan yang tak bisa diabaikan. Bagi beberapa perusahaan, karakter yang sesuai dengan budaya perusahaan menjadi syarat nomor satu dalam mempertahankan karyawan. Sebagai contoh, di perusahaan yang menjunjung integritas, kejujuran menjadi syarat mutlak yang harus dimiliki setiap pegawai. Misalnya, perusahaan media massa yang punya reputasi dan kredibilitas kuat di mata publik tidak segan memecat karyawan yang menerima uang/suap dari narasumber.

8. Kerja sama tim

Indikator ini mengukur seberapa bagus karyawan menjalankan tugasnya dalam tim, bagaimana mereka berkomunikasi dengan atasan, menerima perintah dan menjalankannya, serta berkolaborasi dengan rekan kerja. Beberapa karyawan cukup baik dalam perannya untuk pekerjaan yang sifatnya individual, tetapi gagal dalam pekerjaan yang menuntut teamwork, misalnya sulit beradaptasi dengan orang lain.

9. Inisiatif

Banyak perusahaan yang menganggap inisiatif karyawan sebagai hal positif dalam penilaian kinerja, misalnya inisiatif pemecahan masalah yang jitu, inisiatif meredam konflik dalam tim, dan inisiatif untuk melakukan hal-hal baru yang memberikan hasil nyata. Karyawan yang punya inisiatif biasanya merupakan pekerja mandiri yang dapat menjalankan perannya tanpa perlu banyak supervisi dari atasan.

10. Kepemimpinan

Kepemimpinan merupakan keterampilan sosial yang juga menjadi indikator penilaian kinerja bagi karyawan yang memiliki anggota tim atau bawahan, seperti manajer atau supervisor. Karyawan yang memiliki leadership kuat dapat membawa pengaruh positif bagi kinerja tim, seperti menjaga motivasi anggota, mengefisienkan pekerjaan, dan mengatasi hambatan tim lebih cepat.

Baca juga: Kinerja Karyawan: Pengertian, Faktor yang Mempengaruhinya, dan Cara Meningkatkan Kinerja

Tujuan indikator kinerja karyawan

Tujuan dari disusunnya indikator kinerja karyawan salah satunya adalah agar perusahaan bisa memperoleh ukuran tentang sejauh mana keberhasilan yang sudah dicapai oleh perusahaan dalam periode atau kurun waktu tertentu.

Manfaat dari ukuran pencapaian tersebut yaitu sebagai acuan dalam peningkatan performa kerja perusahaan, khususnya para karyawan. Selain itu, indikator kinerja juga menjadi acuan dalam menyusun manajemen kinerja di perusahaan yang lebih baik kedepannya.

Baca juga: 5 Metode Sederhana Untuk Melakukan Penilaian Kinerja Karyawan

Fungsi indikator kinerja karyawan

1. Bagian dari perencanaan menengah

Fungsi indikator kinerja yang pertama yaitu sebagai bagian dari perencanaan menengah dalam sebuah instansi atau perusahaan. Perencanaan menengah adalah rencana yang dieksekusi dalam jangka waktu menengah di masa depan, yaitu sekitar 1-3 tahun.

Dalam menyusun rencana tersebut, organisasi atau perusahaan harus mengetahui tentang kinerja karyawannya terlebih dahulu. Selanjutnya, perusahaan dapat melakukan perencanaan dan menentukan kebijakan sesuai kinerja karyawannya.

2. Alat memantau dan mengendalikan kinerja

Indikator kinerja karyawan juga berfungsi sebagai alat untuk memantau serta mengendalikan kinerja karyawan. Hal ini karena indikator kinerja menyediakan informasi tentang karyawan tentang kinerjanya dalam rentang waktu tertentu.

Misalnya memantau komitmen karyawan dalam hal kehadiran atau presensi dengan aplikasi absensi berbasis online/digital. Aplikasi tersebut akan memberikan informasi berapa kali karyawan ini terlambat atau bekerja lembur, sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan selanjutnya untuk karyawan tersebut.

Perusahaan juga dapat mengendalikan kinerja karyawan agar selalu konsisten dan menunjukkan kemajuan yang positif.

3. Membantu evaluasi kinerja karyawan

Fungsi lainnya dari indikator kinerja adalah karyawan dapat memberikan gambaran dari kinerja karyawan perusahaan. Dengan adanya indikator kinerja tersebut, perusahaan bisa menilai apakah kinerja karyawan positif ataukah negatif.

Dengan demikian, perusahaan dapat mengevaluasi kinerja karyawan agar lebih konsisten dalam mempertahankan kinerja baiknya. Sebaliknya, jika kinerja negatif maka perlu dilakukan perbaikan dan pembaharuan.

4. Membantu mengukur akuntabilitas karyawan

Manfaat selanjutnya dari indikator kinerja karyawan adalah membantu dalam mengukur akuntabilitas kinerja karyawan dalam sebuah perusahaan. Jika seorang karyawan memiliki akuntabilitas yang baik, maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan.

Baca juga: Ini 7 Faktor yang Bisa Mempengaruhi Kinerja Karyawan!

Mengawasi kinerja karyawan lebih praktis melalui aplikasi GreatDay HR

Salah satu tugas HR di perusahaan adalah mengawasi kinerja dan produktivitas karyawan. Hal tersebut terkadang sulit dilakukan karena memang mengawasi dan mengukur kinerja karyawan tidak semudah itu. Ada beberapa data yang harus diperiksa, turun ke lapangan, dan lain sebagainya.

Selain itu, HR juga perlu tahu kondisi karyawannya di lingkungan kerja. Salah satu caranya adalah dengan sering mengunjungi workstation karyawan untuk dapat melihat langsung bagaimana mereka bekerja atau melakukan coaching clinic dan menjadwalkan konsultasi langsung dengan para karyawan. Hal itu tentu tidak mudah dilakukan terutama jika jumlah karyawan di perusahaan banyak.

Berangkat dari kendala tersebut, GreatDay HR hadir sebagai aplikasi HRIS terbaik yang menyediakan fitur-fitur yang dapat memudahkan pekerjaan HR di perusahaan. Fitur yang tersedia memungkinkan Anda untuk mengelola seluruh pekerjaan HR dari mulai absensi, pengajuan cuti, payroll, hingga rekrutmen hanya menggunakan satu aplikasi saja dan diakses dari ponsel pintar Anda.

Selain itu, fitur-fitur yang tersedia di dalam aplikasi GreatDay HR juga memudahkan HR dalam hal pemberian persetujuan atau pemberian tugas pada karyawan, serta mengetahui kondisi karyawan di perusahaan. Anda dapat mengetahui bagaimana mood karyawan melalui moodboard yang diisi oleh karyawan dalam aplikasi dengan memilih emoticon “feelings” beserta alasannya.

GreatDay HR juga dilengkapi dengan survei kesehatan yang harus diisi setiap hari untuk memonitor keadaan fisik karyawan saat itu, terutama selama pandemi. Dengan begitu, HR dapat mengetahui kondisi karyawan di perusahaan baik secara fisik maupun mental yang kemungkinan dapat mempengaruhi kinerja karyawan.

Tunggu apa lagi? Segera unduh aplikasinya di Appstore dan Playstore melalui ponsel pintar Anda atau kunjungi laman webnya, lalu jadwalkan demo gratisnya!

Baca juga: Ukur Kinerja Perusahaan Dengan 4 Metode Ini!

Tags :

Related Topics