Integritas: Kejujuran, Komitmen, Konsistensi Sebagai Landasan Profesionalisme Kerja

By Rifqi Renanda   |  

Kata integritas seringkali kita dengar, terutama bagi Anda yang sudah bekerja. Bahkan kata ini dapat dikatakan menjadi salah satu yang paling penting di dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

Namun, sayangnya, terkadang integritas menjadi salah satu kata yang sering diabaikan dan disalahpahami oleh perusahaan. 

Lalu, apa sebenarnya integritas dan landasan apa saja yang perlu dipegang untuk membangun sebuah integritas? Yuk, langsung saja simak penjelasan di bawah ini!

Apa itu Integritas?

Kata “integritas” memang mudah diucapkan, namun seringkali,  prakteknya sangat sulit untuk dilakukan.

Setiap perusahaan membutuhkan sebuah integritas yang dijadikan sebagai pondasi untuk membangun kepercayaan antar karyawan. Pasalnya, seseorang yang berintegritas adalah mereka yang selalu jujur dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan yang dilakukannya. 

Ibu Stephanie Regina, Founder Haloka Talks, saat berbicara di Event GreatDay Connect yang berjudul “Building Credibility & Integrity in Company” (12/8) menuturkan bahwa integritas menjadi sesuatu yang amat istimewa dan berkaitan dengan prinsip moral seseorang. 

Itulah mengapa setiap perusahaan pasti akan mencari kandidat yang memiliki integritas tinggi karena mereka bisa dipercaya dalam melakukan pekerjaan.

Tiga Landasan Pembentuk Integritas

“Memang, untuk membentuk moral karyawan tidaklah mudah dan membutuhkan waktu yang panjang. Tetapi, sebuah perusahaan bisa menuntut karyawan untuk merealisasikan tiga landasan pembentuk integritas—Kejujuran, Komitmen, dan Konsistensi”, ujar Ibu Stephanie Regina (12/8).

Lantas, apa yang dimaksud dari tiga landasan pembentuk integritas yang dituturkan Ibu Stephanie Regina tersebut?

Tiga landasan pembentuk integritas dijadikan perusahaan sebagai kunci utama untuk mendorong karyawan agar menjadi seseorang yang berintegritas. Tiga landasan tersebut tidak cukup hanya diketahui dan dipahami saja, tetapi harus direalisasikan dalam melakukan pekerjaan.

Untuk mengetahui lebih mengenai tiga landasan pembentuk integritas, langsung simak penjelasan di bawah ini ya!

1. Kejujuran

Salah satu aspek penting dalam bekerja adalah kejujuran—baik jujur dalam berkata, jujur dalam bertindak, dan lainnya. Dengan memiliki karyawan yang jujur, maka perusahaan akan dengan mudah mencapai tujuan yang ditetapkan. 

Kejujuran bisa dikatakan sebagai sebuah kunci kesuksesan bagi sebuah perusahaan. Ketika karyawan mengabaikannya maka akan berdampak buruk bagi perusahaan baik dalam segi kepercayaan, keuangan, dan lainnya. Sebaliknya, ketika karyawan mampu menerapkan kejujuran, maka akan berdampak baik pada perusahaan.

Hal yang dapat menjadi pegangan bagi karyawan agar bisa jujur adalah Circle of SafetyCircle of Safety tersebut terdiri dari 2 hal penting, yaitu: trust & vulnerability.

Acara GreatDay Connect bersama Stephanie Regina yang membahas tentang integritas.

Ketika karyawan kita berbuat kesalahan, kita jangan langsung mencecar mereka untuk mengakui kesalahan yang mereka perbuat. Tetapi, kita harus melakukan pendekatan dengan mereka, maka pelan-pelan mereka baru bisa untuk berkata jujur”, ucap Ibu Stephanie Regina (12/8).

2. Komitmen 

Saat mewawancarai kandidat, pertanyaan yang terlintas di pikiran Anda biasanya yaitu seputaran komitmen. Memang, komitmen menjadi sangat penting untuk dimiliki seorang karyawan agar mereka lebih menjadi bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. 

Dalam dunia pekerjaan, komitmen merupakan kemauan seseorang yang kuat untuk menjadi bagian dari perusahaan dan menunjukkan kemampuan terbaiknya demi kesuksesan sebuah perusahaan.

Tetapi, seiring berjalannya waktu terkadang karyawan sering lupa akan pengucapan komitmen mereka di awal saat melakukan interview.

Menurut Ibu Stephanie Regina,  terdapat dua bagi perusahaan agar karyawan tetap mempertahankan komitmen di sebuah perusahaan. Yang pertama adalah dengan membuat individual development goal dan selanjutnya mengadakan one-on-one feedback session

3. Konsistensi

Dalam dunia kerja, sudah jamak bahwa setiap karyawan dituntut untuk bekerja secara konsisten. Konsisten merupakan sebuah sifat yang harus dipegang untuk mencapai tujuan sebuah perusahaan. 

Memiliki karyawan yang konsisten merupakan aset berharga dalam sebuah perusahaan yang bisa memberikan nilai lebih bagi kesuksesan perusahaan kedepannya.

Pasalnya, banyak perusahaan yang belum mengetahui bahwa karyawan juga membutuhkan dukungan untuk mempertahankan konsistensi mereka.

Kemudian, bagaimana cara untuk meningkatkan konsistensi karyawan dalam perusahaan? Ibu Stephanie Regina, selaku pembicara Event GreatDay Connect (12/8) berkata bahwa untuk meningkatkan konsistensi karyawan, perusahaan dapat memberikan penghargaan kepada karyawan ketika mendapat sebuah achievement dan mengadakan kegiatan rutin (bonding)

Pemberian apresiasi dapat dilakukan sebuah perusahaan di hari-hari nasional seperti Hari Kemerdekaan, Hari Ulang Tahun Perusahaan, dan lainnya. Selain itu, untuk kegiatan rutin juga dapat diadakan minimal satu bulan sebanyak 2 kali dengan tujuan agar lebih kenal antara satu sama lain.

Dengan begitu, mereka akan merasa dihargai, lebih nyaman untuk bekerja, dan merasa lebih dekat dengan antar rekan di perusahaan.

Dapat dilihat bahwa baik perusahaan kecil maupun besar, tiga landasan integritas tersebut harus diusahakan secara maksimal. 

Mengapa? Karena dengan memiliki karyawan yang berintegritas, maka akan dengan mudah membentuk budaya perusahaan yang baik dan meningkatkan profesionalisme kerja dari karyawan dapat dilakukan dengan mudah.

Bagaimana Cara Membangun Integritas di Tempat Kerja?

Setelah mengetahui tentang landasan yang dapat membentuk sebuah integritas, ternyata ada juga beberapa cara yang dapat dilakukan untuk membangun integritas di tempat kerja. 

Integritas tidak secara mentah-mentah tumbuh di dalam diri seseorang, tetapi harus ada usaha untuk mendorong diri agar menjadi seseorang yang berintegritas. Tentunya, ada cara-cara yang dapat dilakukan untuk menopang diri agar berhasil meraih integritas itu sendiri.

Yuk, langsung simak pemaparannya berikut ini!

1. Ciptakan Lingkungan Kerja yang Transparan

Menciptakan lingkungan kerja yang transparan tentunya akan membuat karyawan lebih nyaman, karena mereka dapat mengeluarkan opini secara bebas tanpa takut melanggar aturan.

Saling berdiskusi tentang masalah secara transparan akan membuat karyawan merasa nyaman dan dihargai dalam sebuah perusahaan. Hal tersebut akan membuat mereka semakin tertantang untuk memberikan kinerja terbaik dan menjaga integritas mereka. 

2. Beri Penjelasan Rinci Mengenai Apa itu Integritas

Bagi Anda yang ingin karyawannya memiliki integritas yang tinggi, maka hal utama yang perlu dilakukan adalah memberikan edukasi kepada karyawan terkait apa itu integritas yang sesungguhnya dalam perusahaan Anda. 

Dengan memberikan penjelasan integritas secara rinci, karyawan menjadi lebih paham apa yang menjadi harapan perusahaan kedepannya terutama dalam hal kejujuran, komitmen, dan konsistensi.

Maka dari itu, sebuah perusahaan perlu membuat serangkaian standar etika untuk para karyawan dan bersama-sama menerapkan etika kerja yang telah dibuat tersebut.

3. Memimpin dengan Memberi Contoh yang Benar

Faktanya, masih banyak pemimpin yang hanya membuat etika kerja yang perlu dilakukan karyawan, tetapi mereka sendiri masih belum bertindak sesuai dengan etika kerja. 

Dalam hal ini, para pemimpin terlebih dulu harus bisa memberikan contoh yang benar dan sesuai dengan harapan perusahaan kedepannya. Dengan kata lain, kalau bukan kita yang maju duluan? Siapa lagi?

Ketika pemimpin membuat serangkaian etika kerja, maka dialah yang harus menaatinya terlebih dulu. Perhatikan apa yang kita ucapkan, maka itulah yang harus kita terapkan. 

4. Bersikap Tegas kepada Karyawan Terkait Integritas

Sebagai seorang pemimpin perlu memberikan apresiasi kepada karyawan yang mematuhi dan bertindak sesuai dengan etika kerja yang berlaku. 

Sederhananya, dengan apresiasi yang diberikan tersebut, karyawan bisa merasa dekat, dihargai, dan tetap merasa nyaman untuk bekerja di dalam perusahaan tersebut.

Tetapi, jikalau karyawan melanggar etika kerja yang telah ditetapkan, maka kita perlu bertindak untuk meluruskan pelanggaran yang dilakukan seperti memberikan peringatan atau sanksi.

Kesimpulan

Tak ada perusahaan yang tak ingin memiliki karyawan yang berintegritas. Benar bukan? Tetapi, tumbuhnya integritas seorang karyawan dapat didorong oleh pemimpin dalam perusahaan itu sendiri.

Membentuk integritas seorang karyawan akan membutuhkan waktu yang lama karena. berkaitan dengan sikap, karakter, dan moral seseorang.

Namun, sebuah perusahaan bisa terus mendorong karyawan untuk ikut serta dalam menjalankan tiga landasan penting pembentuk integritas yakni 3K (Kejujuran, Komitmen, dan Konsisten. 

Dengan tumbuhnya karyawan yang berintegritas maka akan memberikan dampak positif pada perusahaan itu sendiri yakni terbentuknya budaya perusahaan yang baik dan tertata.

You are not working for me, You are working for a vision. Ketika Anda bekerja, bekerjalah untuk mencapai visi perusahaan, bukan bekerja untuk saya. Terkadang, ketika bekerja saya pun bisa salah dan saya berhak untuk ditegur. So, kalian harus bener-bener fokus kerja untuk sebuah visi”, Stephanie Regina, Founder Haloka Talks.

Bagaimana? Apakah kalian sudah paham tentang integritas? Kalau kalian sudah memahaminya, jangan lupa direalisasikan ya!

Jika kalian ingin mendapatkan berbagai insight baru seperti yang kalian telah baca disini, yuk, langsung aja ikuti event-event yang diadakan GreatDay Connect! Selain dapat insight baru, kalian juga bisa dapet FREE e-sertifikat dan Go Pay Vouchers!

Tags : Integritas

Related Topics