Jadwalkan Demo

Penting! 4 Jenis Budaya Kerja yang Dapat Mempengaruhi Perusahannya

Rizka Maria Merdeka | September 7, 2021 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

Jika Anda bekerja di dalam perusahaan atau organisasi, Anda mungkin pernah mendengar istilah budaya kerja. Atau kantor Anda bahkan sudah mengimplementasikannya dengan baik.

Bagaimanapun kondisi di perusahaan Anda dalam hal budaya kerja, umumnya hal tersebut dirancang berdasarkan berbagai peraturan khusus dalam hal manajemen dan operasi.

Setelah mengetahui hal tersebut, Anda mungkin memiliki beberapa pertanyaan seperti:

  • Apa yang dimaksud dengan budaya kerja?
  • Apa saja budaya kerja yang ada?
  • Manfaat budaya kerja seperti apa?

Dalam artikel ini, GreatDay HR akan menjawab tiga pertanyaan tersebut dan lebih banyak lagi. Tanpa basa-basi lagi, mari kita ulas.

Apa itu Budaya Kerja?

Budaya kerja adalah konsep yang dapat mengarahkan kepercayaan, perilaku, dan proses berpikir karyawan dari suatu organisasi.

Umumnya, budaya kerja dirancang melalui kumpulan peraturan yang dibuat berdasarkan pada ideologi dan prinsip organisasi serta diskusi yang matang antara tim sumber daya manusia dengan para petinggi perusahaan. 

Hasil diskusi mengenai budaya kerja tersebut nantinya akan menghasilkan cara kerja dan cara interaksi antar karyawan yang unik untuk perusahaan, hingga cara berfungsinya suatu perusahaan.

Singkatnya, budaya kerja dapat dikatakan menjadi sebuah kumpulan asumsi dasar yang diteliti berdasarkan hasil penelitian pada masalah yang dihadapi perusahaan. 

Dengan demikian, penting bagi sebuah perusahaan untuk menerapkan budaya kerja yang positif demi memastikan semuanya berjalan dengan kondusif dan lebih produktif.

Baca juga: Baru Pindah Kerja? Inilah Cara Beradaptasi dengan Lingkungan Kerja Baru

Jenis-jenis Budaya Kerja

Berdasarkan Organizational Culture Assessment Instrument (OCAI), terdapat empat jenis budaya kerja yang diklasifikasikan berdasarkan parameter yang spesifik, yaitu: 

  • Clan Culture
  • Adhocracy Culture
  • Market Culture
  • Hierarchy Culture

Untuk memahami lebih dalam mengenai empat jenis budaya kerja tersebut, perhatikan penjelasan lengkap dibawah ini: 

Budaya Kerja Klan (Clan Culture)

Ilustrasi budaya kerja klan

Clan Culture atau Budaya kerja klan adalah budaya yang cenderung membuat suasana kerja bersahabat, ramah, dan kolaboratif. 

Semua karyawan pada perusahaan yang menerapkan budaya kerja ini pasti akan merasa berada dalam satu keluarga besar karena clan culture memang menitikberatkan pada komunikasi yang transparan dan kerjasama yang baik.

Keuntungan Menerapkan Budaya Kerja Klan (Clan Culture)

Budaya Kerja Klan yang juga mudah beradaptasi ini menghasilkan tingkat keterlibatan karyawan yang tinggi dan membuat karyawan lebih bahagia. Adaptabilitas tinggi ini sangat memungkinkan pertumbuhan pasar untuk terjadi di dalam perusahaan yang menerapkan budaya klan.

Kekurangan Menerapkan Budaya Kerja Klan (Clan Culture)

Budaya kerja yang bergaya keluarga akan sulit untuk dipertahankan seiring berkembangnya perusahaan. Struktur kepemimpinan yang horizontal juga dapat membuat kegiatan operasional sehari-sehari terlihat kurang arah dan menjadi berantakan.

Dimana Biasanya Menemukan Budaya Kerja Klan (Clan Culture)?

Clan culture umumnya ditemukan di perusahaan yang masih berkembang dan pada startup. Hal ini karena kedua perusahaan tersebut berfokus fokus pada kolaborasi, komunikasi, dan pembangunan tim atau team building

Dalam hal kepemimpinan, perusahaan akan menanyakan feedback atau umpan balik kepada karyawan terhadap keputusan-keputusan yang telah diambil oleh perusahaan.

Cara Menerapkan Clan Culture di Perusahaan Anda

Untuk menumbuhkan budaya klan di dalam perusahaan Anda, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah bertanya kepada karyawan Anda. 

Komunikasi sangat penting untuk budaya klan yang sukses, jadi beri tahu tim Anda bahwa Anda terbuka untuk umpan balik. 

Cari tahu apa yang mereka hargai, perubahan apa yang ingin mereka lihat, ide apa yang mereka miliki untuk membantu mendorong perusahaan lebih jauh. 

Selanjutnya, Anda harus mempertimbangkan hasil pemikiran mereka dan lakukan tindakan untuk mewujudkannya.

Baca juga: Etika Profesi dan Dampaknya pada Lingkungan Kerja

Budaya Kerja Pasar (Market Culture)

ilustrasi budaya kerja pasar

Budaya kerja pasar adalah budaya kerja yang fokus terhadap profitabilitas dan memanfaatkan persaingan sebagai fondasi untuk menjalankan perusahaan. 

Persaingan ini diharapkan untuk meningkatkan motivasi karyawan dan membuat mereka kompetitif sehingga perusahaan secara keseluruhan akan lebih produktif.

Dibanding empat budaya kerja yang lain, budaya kerja pasar ini dikatakan sebagai budaya kerja paling agresif karena sangat menitikberatkan pada persaingan. Lantas, apa saja sebenarnya keuntungan dan kerugian budaya kerja yang sangat fokus pada persaingan ini? Perhatikan penjelasan dibawah ini!

Keuntungan Menerapkan Budaya Kerja Pasar (Market Culture)

Perusahaan yang dengan bangga menerapkan budaya pasar umumnya menguntungkan dan sukses. Ini karena setiap anggota organisasi terfokus secara eksternal yang membuat semuanya memiliki tujuan utama yang dapat dicapai.

Kekurangan Menerapkan Budaya Kerja Pasar (Market Culture)

Budaya kerja pasar sering dianggap sebagai kebalikan dari budaya kerja klan, dimana budaya kerja ini justru menghambat proses belajar setiap karyawan.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, market culture ini membuat karyawan di dalam perusahaan menjadi sangat kompetitif.  Umumnya, karyawan akan diberikan target yang sulit untuk dicapai dan kinerja mereka akan digunakan sebagai dasar untuk menentukan perolehan mereka. 

Jika tidak dikelola dengan baik, justru akan memunculkan budaya yang tidak sehat, menimbulkan konflik, dan bahkan dapat mengurangi produktivitas.

Dengan demikian, Ppmimpin perusahaan yang menerapkan budaya kerja pasar ini harus bisa membuat lingkungan persaingan yang sehat karena persaingan antar karyawan.

Dimana Biasanya Menemukan Budaya Kerja Pasar (Market Culture)?

Tujuan dari perusahaan yang menerapkan budaya kerja pasar adalah menjadi yang terbaik di industrinya.  Karena itu, budaya kerja ini seringkali diterapkan pada perusahaan besar dan salah satu yang terbaik di industrinya.

Perusahaan-perusahaan tersebut selalu ingin bersaing dan mengalahkan perusahaan manapun yang mereka anggap sebagai ancaman.

Cara Menerapkan Market Culture di Perusahaan Anda

Karena setiap aspek budaya pasar terkait dengan laba perusahaan, mulailah dengan mengevaluasi setiap posisi dalam organisasi Anda. Hitung ROI (Return on Investment) dari setiap peran dan berikan tolak ukur yang masuk akal. 

Pertimbangkan juga untuk memberi penghargaan kepada karyawan dengan performa terbaik untuk mendorong kinerja yang serupa.

Budaya Kerja Hierarki (Hierarchy Culture)

ilustrasi budaya kerja hierarki

Budaya kerja hierarki adalah budaya kerja yang menekankan lingkungan kerja yang terstruktur dan formal. Perusahaan sepenuhnya dikendalikan oleh orang-orang yang berjabatan tinggi dikarenakan pengalaman dan kemampuan mereka yang lebih banyak. 

Perusahaan yang menerapkan budaya kerja hierarki ini menganggap bahwa perusahaan akan berjalan seperti seharusnya jika semua anggota organisasi mengikuti peraturan yang tegas dan struktur yang efisien. 

Dengan demikian, budaya kerja ini kerap dianggap menjadi budaya kerja yang tepat untuk membuat perusahaan lebih produktif.

Tapi, apakah hanya itu saja keuntungan budaya kerja hierarki? Bagaimana dengan kekurangannya? Simak ulasan dibawah ini!

Baca juga: Simak Contoh Struktur Organisasi Perusahaan dan Manfaatnya!

Keuntungan Menerapkan Budaya Kerja Hierarki (Hierarchy Culture)

Dengan organisasi internal dijadikan sebagai prioritas membuat budaya hierarki memiliki arah yang jelas. Terdapat proses yang terdefinisi dengan baik yang memenuhi tujuan utama perusahaan.

Kekurangan Menerapkan Budaya Kerja Hierarki (Hierarchy Culture)

Kekakuan budaya hierarki menyisakan sedikit ruang untuk kreativitas dan hal ini membuat perusahaan-perusahaan ini relatif lambat beradaptasi dengan pasar yang berubah.

Perusahaan akan selalu lebih diutamakan daripada individu sehingga umpan balik dari karyawan tidak selalu dihargai.

Dimana Biasanya Menemukan Budaya Kerja Hierarki (Hierarchy Culture)?

Budaya hierarki dapat ditemukan di kedua ujung spektrum perusahaan, dari organisasi yang sudah ada dari dulu hingga bisnis-bisnis yang bergerak di industri layanan pelanggan. Restoran cepat saji contohnya.

Perusahaan-perusahaan yang menerapkan budaya kerja hierarki sangat fokus pada bagaimana kegiatan operasional sehari-hari dilakukan dan tidak tertarik untuk melakukan perubahan dalam waktu dekat.

Cara Menerapkan Hierarchy Culture di Perusahaan Anda

Untuk membangun budaya hierarki adalah dengan mengisi celah-celah yang ada dalam organisasi. Pertimbangkan setiap tim dan departemen untuk memastikan mereka memiliki tujuan jangka panjang dan jangka pendek yang jelas.

Budaya Kerja Adhokrasi (Adhocracy Culture)

ilustrasi budaya kerja adhokrasi

Budaya kerja Adhokrasi adalah budaya kerja yang memberikan kebebasan bagi karyawan untuk berinovasi dan menciptakan hal baru untuk membantu perusahaan bersaing dengan lebih baik.

Lingkungan di dalam perusahaan yang mengimplementasikan budaya kerja adhokrasi umumnya lebih kreatif dan dinamis. Ini berasal dari pemimpin perusahaan yang kerap dianggap sebagai inovator yang berani mengambil resiko dan motivator yang selalu bisa mendorong karyawannya untuk menghasilkan ide-ide baru.  

Budaya kerja ini terdengar sangat seru, ya? Namun, tunggu dulu, tidak semua hal yang seru artinya bagus. Seperti semua hal, pasti ada keuntungan dan kerugiannya. Perhatikan penjelasan dibawah ini untuk mengetahuinya:

Keuntungan Menerapkan Budaya Kerja Adhokrasi (Adhocracy Culture)

Budaya kerja adhokrasi berkontribusi besar pada margin keuntungan dan ketenaran. Hal ini membuat karyawan tetap termotivasi dengan tujuan untuk mencari cara yang baru, ide-ide  baru, dan fokus yang besar pada kreativitas. Kombinasi ini semua dapat sangat menguntungkan untuk perkembangan profesional karyawan.

Kekurangan Menerapkan Budaya Kerja Adhokrasi (Adhocracy Culture)

Risiko tetaplah sebuah risiko, jadi kemungkinan usaha baru tidak akan berjalan dengan baik dan bahkan dapat merugikan bisnis Anda selalu ada. 

Budaya adhokrasi juga dapat mendorong persaingan antar karyawan yang terlalu intens karena tekanan untuk memunculkan ide-ide baru meningkat.

Dimana Biasanya Menemukan Budaya Kerja Adhokrasi (Adhocracy Culture)?

Pikirkan Google, Facebook atau Apple — ini adalah perusahaan yang mewujudkan fokus eksternal dan sifat pengambilan risiko dari budaya adhokrasi. 

Mereka memanfaatkan energi kreatif secara maksimal dan melakukan apa yang belum pernah dilakukan sebelumnya. 

Budaya adhokrasi adalah hal yang biasa dalam industri teknologi yang selalu berubah di mana produk-produk baru sedang dikembangkan dan dirilis secara teratur.

Baca juga: Industri Kreatif dan Kontribusinya dalam Perekonomian Indonesia

Cara Menerapkan Hierarchy Culture di Perusahaan Anda

Tergantung pada industri Anda, mungkin akan sulit untuk mengembangkan budaya adhokrasi yang mencakup strategi bisnis berisiko tinggi. 

Namun, menerapkan strategi dan sesi brainstorming memberi karyawan kesempatan untuk berbagi ide-ide baru yang dapat membantu mendorong perusahaan lebih jauh. 

Menghargai ide-ide sukses mendorong tim untuk berpikir out of the box juga.

Manfaat Budaya Kerja Positif pada Perusahaan

ilustrasi manfaat budaya kerja positif

Menerapkan budaya yang tepat dapat membuat perusahaan berjalan bebas hambatan. Selain itu, budaya kerja yang positif juga dapat membuat lingkungan menjadi nyaman, sehingga mempermudah perkembangan karir karyawan.

Lalu, apa saja sebenarnya manfaat budaya kerja positif pada sebuah perusahaan? Berikut beberapa contohnya.

1. Lingkungan Kerja Menjadi Produktif

Penerapan budaya kerja yang positif akan membuat karyawan lebih nyaman dan puas saat bekerja. Hal Ini akan membuat suasana kantor menjadi kondusif dan produktif.

Sebaliknya, jika karyawan merasa terintimidasi dan cemas, maka sangat mungkin pekerjaan mereka akan terganggu dan produktivitas mereka pun akan menurun karenanya.

2. Komunikasi Terbuka, Kerjasama Terjalin

Politik kantor yang rumit kerap membuat suasana kantor menjadi tidak kondusif. Hal ini sudah bukan rahasia lagi. Masalah-masalah yang dihadapi bahkan bisa menjadi lebih ruwet saat berhubungan dengan politik kantor.

Maka dari itu, sebaiknya jalur komunikasi selalu dibuat se transparan mungkin dimana semua anggota dalam organisasi selalu terbuka terhadap feedback.

Dengan penerapan budaya yang tepat, komunikasi yang lebih terbuka ini dapat dicapai.  Semua permasalahan yang tadinya rumit untuk diatasi karena politik kantor kini dapat diselesaikan dengan cepat.

Hasil dari komunikasi yang dilakukan dengan lebih lancar ini adalah bertumbuhnya rasa empati pada sesama karyawan dan kerjasama yang lebih solid.

3. Suasana Kerja Menyenangkan

Kita semua pasti setuju, kalau di kantor itu tetap butuh tertawa dan bercanda di tengah pusing bekerja. Ini dapat membuat kita merasa lebih ceria dibandingkan yang bekerja terus menerus tanpa bercanda.

Bahkan, sebuah studi dari Harvard Business Review menemukan bahwa lingkungan kerja yang positif justru dapat mendorong kreativitas dan membuat orang semakin semangat untuk bekerja.

Dengan demikian, sebaiknya Anda menyediakan berbagai fasilitas dan menerapkan kebijakan tertentu yang dapat menjadi moodbooster bagi karyawan Anda. Fasilitas seperti ruang santai, tempat untuk membeli camilan, atau hanya memberikan apresiasi pada karyawan yang layak mendapatkannya.

Baca juga: Tips & Trik Menciptakan Lingkungan Kerja yang Menyenangkan

Terapkan Budaya Kerja dengan Lebih Mudah Bersama GreatDay HR

Budaya Kerja pada perusahaan Anda dapat memberikan gambaran yang cukup jelas tentang tim Anda dan apa yang Anda hargai. 

Saatnya Anda melakukan evaluasi terhadap budaya perusahaan Anda dan catat apa yang benar-benar penting bagi organisasi Anda — di mana Anda selaras dan di mana area Anda untuk perbaikan? 

Meskipun Anda dapat mengendalikan budaya kerja pada perusahaan Anda, ingatlah bahwa dinamika kantor dapat berubah saat Anda memasukkan anggota tim baru. Jadi, pekerjakanlah orang yang dapat memberikan nilai plus terhadap budaya kerja perusahaan Anda, bukan hanya yang cocok dengan budaya yang ada.

Untuk merekrut orang-orang yang memberikan nilai tambah tersebut dan memberikan pelatihan, Anda membutuhkan satu aplikasi terintegrasi. GreatDay HR dapat menjadi aplikasi tersebut.

Dengan fitur rekrutmen, proses pencarian karyawan baru Anda dapat dilakukan dengan lebih mudah dari sebelumnya. Filter calon karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda hanya dengan beberapa klik dan lakukan wawancara dengan mereka, semua di dalam satu aplikasi!

Selain itu, Anda juga dapat mempublikasikan kebijakan baru kepada semua karyawan dengan sekali klik! Komunikasi antar setiap anggota di dalam organisasi juga lebih lancar dan transparan.

Fitur-fitur diatas membuat nyaman, bukan? Jadi, ajukan demo sekarang! Penerapan budaya kerja positif di dalam perusahaan Anda dijamin dapat dilakukan dengan lebih mudah dari sebelumnya!

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email