Jadwalkan Demo

Begini Kebijakan Pemberian THR untuk Karyawan yang Resign Menjelang Hari Raya

Rizka Maria Merdeka | March 19, 2024 | Payroll
by GreatDay HR

Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu hak yang diatur secara ketat dalam perundang-undangan ketenagakerjaan di Indonesia. Bagi karyawan yang memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaannya, pertanyaan tentang apakah mereka masih berhak atas THR seringkali muncul. Lalu, bagaimana aturan dan perhitungan THR untuk karyawan resign?

Artikel ini akan membahas mengenai ketentuan serta bagaimana perhitungan THR bagi karyawan yang memilih untuk resign dari perusahaan tempat mereka bekerja. Dari aturan terbaru yang mengatur tentang pemberian THR hingga langkah-langkah perhitungannya, simak artikelnya secara lengkap agar para karyawan dan pengusaha memahami hak dan kewajiban terkait dengan THR dalam konteks pengunduran diri karyawan.

Baca sampai habis!

Baca juga: Begini Asal-usul Adanya THR di Indonesia

Sekilas tentang aturan pemberian THR karyawan terbaru

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor M/2/HK.04/III/2024 yang mengatur tentang pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan tahun 2024 kepada pekerja/buruh di perusahaan.

Dalam surat tersebut, Menaker menguraikan beberapa ketentuan terkait pemberian THR oleh perusahaan, salah satunya adalah bahwa pembayaran THR tahun 2024 harus dilakukan paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran.

Ida menyatakan, “Pemberian THR keagamaan harus dilakukan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan,” pada hari Senin (18/3/2024). Ida juga menegaskan bahwa THR harus diberikan kepada semua pekerja, baik yang memiliki status tetap maupun kontrak.

Selain itu, Menaker menekankan bahwa pekerja harus memiliki masa kerja minimal satu bulan, sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menaker (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016, untuk memenuhi syarat menerima THR Keagamaan.

Menaker menjelaskan bahwa besaran THR untuk pekerja yang telah bekerja selama 12 bulan atau lebih adalah satu bulan gaji penuh. Sedangkan untuk pekerja dengan masa kerja kurang dari 12 bulan, THR akan diberikan secara proporsional.

Meskipun demikian, Menaker menegaskan bahwa perusahaan dapat memberikan THR kepada pekerja/buruh dengan nilai yang lebih tinggi daripada yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan. Ida juga menekankan bahwa perusahaan diimbau agar membayar THR lebih awal dari jatuh tempo kewajiban pembayaran.

Baca juga: Lakukan Cara Mengatur THR Berikut Ini Agar Uangmu Tidak Hanya Lewat!

Kebijakan THR untuk karyawan resign

Mengenai kebijakan atau ketentuan pemberian THR untuk karyawan resign, Pasal 7 dari Peraturan Menaker Nomor 6 Tahun 2016 menyatakan bahwa pekerja atau buruh yang memiliki status karyawan tetap dan mengalami pemutusan hubungan kerja dalam waktu 30 hari sebelum hari raya keagamaan memiliki hak untuk menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Aturan ini menjadi dasar bagi peraturan mengenai pemberian THR kepada karyawan yang mengundurkan diri.

Dengan demikian, jika pengunduran diri terjadi dalam waktu 30 hari sebelum hari raya keagamaan, karyawan yang mengundurkan diri tetap berhak menerima THR, sedangkan jika pengunduran diri terjadi sebelum waktu tersebut, karyawan tidak berhak atas THR.

Ketika seorang karyawan mengajukan pengunduran diri jauh sebelum hari raya, misalnya dua atau tiga bulan sebelumnya, namun pemutusan hubungan kerja terjadi dalam 30 hari sebelum hari raya, karyawan tersebut masih memiliki hak untuk menerima THR sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Permenaker, dan perusahaan diwajibkan untuk membayarnya.

Baca juga: Perhitungan THR dan Apa Saja yang Perlu Diketahui Bagi Seorang Karyawan?

Perhitungan THR untuk karyawan resign

Peraturan tentang perhitungan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016. Besarnya THR berkisar antara 1/12 hingga 1 bulan gaji, tergantung pada masa kerja karyawan. Untuk menghitungnya secara manual, Anda dapat menggunakan ketentuan sebagai berikut:

  1. Jika masa kerja karyawan adalah 12 bulan atau lebih, maka akan diberikan THR sebesar 1 bulan gaji.
  2. Jika masa kerja karyawan adalah sekitar 1 bulan atau lebih tetapi kurang dari 12 bulan, maka THR akan dihitung dengan rumus masa kerja/12 x 1 bulan gaji.

Contoh perhitungan THR karyawan resign

Sebagai contoh, perhitungan THR karyawan dapat diilustrasikan seperti berikut:

1. Contoh perhitungan THR karyawan resign dengan masa kerja <1 tahun

Misalnya, Ringgo adalah seorang karyawan dengan status PKWTT yang memiliki gaji Rp5.000.000 per bulan. Ringgo mengundurkan diri setelah menyelesaikan masa uji coba selama 3 bulan, dimulai dari tanggal 1 April 2024. Sementara itu, hari raya jatuh pada tanggal 11 April 2024. Dengan menggunakan rumus perhitungan THR sesuai ketentuan di atas, yaitu masa kerja/12 x 1 bulan gaji, maka:

Perhitungan besaran THR:

3/12 x Rp5.000.000 = Rp1.250.000

Dengan demikian, Ringgo berhak menerima tunjangan hari raya sebesar Rp1.250.000.

2. Contoh perhitungan THR karyawan resign dengan masa kerja  >1 tahun

Sekarang kita akan menggunakan contoh seorang karyawan bernama Ahmad, yang telah bekerja di sebuah perusahaan teknologi selama 16 bulan. Gaji bulanannya adalah Rp8.000.000. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, karena Ahmad telah bekerja selama lebih dari 12 bulan, dia berhak menerima tunjangan sebesar 1 bulan gaji penuh.

Perhitungan Besaran THR:

THR = 1 bulan gaji

= 1 x Rp 8.000.000

= Rp 8.000.000

Dengan demikian, Ahmad akan menerima Tunjangan Hari Raya sebesar Rp 8.000.000 sebagai penghargaan atas masa kerjanya yang telah melebihi 12 bulan di perusahaan tersebut.

Baca juga: Cara Menghitung THR Karyawan 2022

Pengelolaan THR dan gaji karyawan otomatis lebih efektif dengan GreatDay HR

kebijakan thr untuk karyawan resign

Menghitung upah serta mengelola Tunjangan Hari Raya (THR) bagi karyawan seringkali menjadi proses yang rumit dan memakan waktu. Oleh sebab itu, GreatDay HR menyajikan solusi dengan fitur Payroll yang dirancang untuk menangani masalah penggajian, termasuk pemberian THR kepada karyawan. Dengan fitur ini, Anda dapat secara otomatis menghitung THR, gaji karyawan, menghemat waktu dan tenaga dalam prosesnya.

Tinggalkan perhitungan THR dan penggajian manual yang boros waktu! Melalui aplikasi GreatDay HR, penggajian dan THR dapat dilakukan secara otomatis, menghemat waktu yang berharga. Selain itu, Anda tidak perlu lagi mengurus perhitungan kehadiran secara terpisah karena semuanya terintegrasi dengan sistem penggajian.

Tunggu apa lagi? Segera berlangganan dan unduh aplikasi GreatDay HR sekarang! Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini!

Baca juga: Mekanisme Payroll #3: Penghitungan Komponen Tunjangan dalam Penggajian Karyawan di Perusahaan Secara Digital

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email