Jadwalkan Demo

Serupa tapi Tak Sama! Kenali Perbedaan Angkatan Kerja dan Tenaga Kerja

Rizka Maria Merdeka | January 4, 2024 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

Dalam dunia ketenagakerjaan Indonesia, pemahaman mendalam mengenai konsep angkatan kerja dan tenaga kerja serta perbedaan di antara keduanya menjadi landasan utama bagi semua pemangku kepentingan. Angkatan kerja mencakup seluruh individu dalam suatu populasi yang dapat bekerja atau mencari pekerjaan, sementara tenaga kerja merujuk pada individu atau kelompok yang aktif terlibat dalam kegiatan produktif.

Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian keduanya, menyoroti perbedaan mendasar antara angkatan kerja dan tenaga kerja, serta memaparkan aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah Indonesia yang berkaitan dengan aspek penting ini. Baca artikel selengkapnya!

Baca juga: Pengertian dan Jenis-Jenis Angkatan Kerja di Indonesia

Apa yang dimaksud dengan angkatan kerja dan tenaga kerja?

Angkatan kerja dan tenaga kerja adalah dua konsep yang berkaitan erat dalam konteks ekonomi dan ketenagakerjaan. Mari kita bahas keduanya:

  1. Angkatan Kerja (Labor Force): Angkatan kerja merujuk pada jumlah total individu dalam suatu populasi yang dapat bekerja atau sedang bekerja, termasuk orang-orang yang sedang bekerja dan mereka yang tidak bekerja tetapi aktif mencari pekerjaan.
  2. Tenaga Kerja (Labor): Tenaga kerja adalah kelompok individu atau pekerja yang secara aktif terlibat dalam kegiatan produktif atau pekerjaan untuk menciptakan barang dan jasa.

Sederhananya, angkatan kerja mencakup semua individu yang dapat bekerja atau mencari pekerjaan, sedangkan tenaga kerja adalah kelompok individu yang aktif terlibat dalam kegiatan produktif atau pekerjaan. Konsep ini sangat penting dalam analisis ketenagakerjaan dan perencanaan ekonomi karena memahami dinamika angkatan kerja dan tenaga kerja dapat membantu dalam mengidentifikasi masalah ketenagakerjaan dan merancang kebijakan yang sesuai.

Baca juga: Tren HR Global: Memahami Perubahan dalam Tenaga Kerja Internasional

Perbedaan angkatan kerja dan tenaga kerja

Perbedaan antara angkatan kerja dan tenaga kerja terletak pada cakupan dan fokus keduanya, berikut penjelasannya:

Cakupan

  1. Angkatan Kerja (Labor Force): Angkatan kerja mencakup seluruh populasi individu dalam suatu wilayah yang dapat atau sedang bekerja, termasuk baik yang sudah bekerja maupun yang sedang mencari pekerjaan (pengangguran aktif).
  2. Tenaga Kerja (Labor): Tenaga kerja, di sisi lain, merujuk secara khusus pada kelompok individu atau pekerja yang secara aktif terlibat dalam kegiatan produktif atau pekerjaan.

Fokus

  1. Angkatan Kerja (Labor Force): Fokus utama angkatan kerja adalah menyediakan gambaran menyeluruh tentang potensi pekerja di suatu wilayah, mencakup semua individu yang bisa dianggap sebagai “sumber daya kerja” dalam konteks ekonomi.
  2. Tenaga Kerja (Labor): Tenaga kerja lebih terfokus pada individu atau kelompok yang benar-benar terlibat dalam kegiatan ekonomi, yakni mereka yang sedang bekerja secara aktif untuk menciptakan barang dan jasa.

Singkatnya, angkatan kerja mencakup seluruh kelompok orang yang dapat atau mencari pekerjaan, sedangkan tenaga kerja merujuk pada mereka yang benar-benar terlibat dalam proses produksi atau kegiatan ekonomi. Kedua konsep ini penting dalam menganalisis kondisi ketenagakerjaan suatu wilayah atau negara serta merancang kebijakan ekonomi yang relevan.

Baca juga: Onboarding Karyawan: Pengertian, Manfaat, Cara Melakukan Prosesnya dengan Tepat

Aturan di Indonesia mengenai angkatan kerja dan tenaga kerja

Di Indonesia, terdapat berbagai aturan pemerintah yang mengatur aspek-aspek terkait angkatan kerja dan tenaga kerja. Beberapa peraturan tersebut melibatkan regulasi ketenagakerjaan, perlindungan pekerja, dan kebijakan ketenagakerjaan. Berikut adalah beberapa aturan utama yang berkaitan dengan angkatan kerja dan tenaga kerja di Indonesia:

1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan)

UU Ketenagakerjaan merupakan undang-undang pokok yang mengatur ketenagakerjaan di Indonesia. UU ini mencakup berbagai aspek, termasuk hak dan kewajiban pekerja, hubungan industrial, upah, jam kerja, serta aspek-aspek lain yang terkait dengan ketenagakerjaan.

2. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (UU PHI)

UU PHI mengatur penyelesaian perselisihan hubungan industrial, termasuk prosedur mediasi, arbitrase, dan tata cara penyelesaian sengketa antara pekerja dan pengusaha.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan

Peraturan ini mengatur tentang mekanisme penetapan dan penyesuaian upah minimum, serta berbagai ketentuan terkait dengan upah pekerja.

4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (UU K3)

UU K3 mengatur mengenai keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan tujuan melindungi pekerja dari risiko kecelakaan dan penyakit yang terkait dengan pekerjaan.

5. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Tenaga Kerja Asing (UU PPTKA)

Peraturan ini mengatur tentang pengelolaan tenaga kerja asing di Indonesia, termasuk izin kerja, perizinan, dan ketentuan terkait ketenagakerjaan.

6. Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 228 Tahun 2019 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja Bagi Pekerja Migran Indonesia yang Berada di Luar Negeri (Permenaker 228/2019)

Peraturan ini mengatur jaminan kecelakaan kerja bagi pekerja migran Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Regulasi-regulasi ini mencerminkan komitmen pemerintah Indonesia untuk melindungi hak-hak pekerja, menciptakan hubungan industrial yang sehat, serta mengelola ketenagakerjaan secara keseluruhan. Penting bagi pekerja, pengusaha, dan pihak terkait untuk memahami dan mematuhi ketentuan-ketentuan ini guna memastikan keberlangsungan dan kesejahteraan tenaga kerja di Indonesia.

Baca juga: Seberapa Penting Bonus Tahunan Karyawan? Ini Penjelasan dan Macamnya

Baik angkatan kerja maupun tenaga kerja, perusahaan atau pemberi kerja harus bisa mengelola SDM tersebut dengan baik dan efektif. Untuk melakukan hal tersebut, perusahaan biasanya memiliki HR yang berperan sebagai jembatan antara para pekerja serta pemberi kerja.

Untuk menyederhanakan dan membantu pekerjaan HR, GreatDay HR menyediakan solusi lengkap atas kendala-kendala dalam pekerjaan HR. Dengan sistem otomatis dan easy-to-use aplikasi GreatDay HR, perusahaan dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya sekaligus.

Yuk, mulai berlangganan dan unduh aplikasi GreatDay HR sekarang juga untuk tingkatkan efektivitas pengelolaan SDM perusahaan Anda! Klik di sini untuk info selengkapnya.

Baca juga: 8 Strategi Pemberdayaan Pegawai yang Efektif untuk Perusahaan

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email