Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur, Jenis dan Manfaatnya

By julianalimin   |  

Semua jenis perusahaan perlu yang namanya laporan keuangan. Pasalnya sebuah usaha bukan hanya sekedar menghitung masalah untung atau rugi saja, tapi juga bagaimana dapat mengatur, mengontrol dan mengevaluasi kondisi keuangannya dalam kurun waktu tertentu.

Dengan adanya satu periode serta mengevaluasinya untuk kebutuhan ke depan laporan keuangan, ke depannya akan menunjukan posisi keuangan sesuangguhnya. Serta menjadi indikator yang dapat menunjukkan posisi keuangan, yang nantinya memudahkan manajemen dalam pengambilan keputusan. Laporan keuangan digunakna untuk perusahaan mana pun, tidak terkecuali perusahaan manufaktur.

Selain itu perlu diingat juga kalau laporan keuangan untuk perusahaan dagang, jasa, dan manufaktur itu berbeda. Untuk menguraikan kebingungan ini, kami sudha membuat rangkumannya untuk Anda. 

Perbedaan Laporan Keuangan Perusahaan Dagang, Jasa, dan Manufaktur

A. Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Baca juga: Ini Cara Hitung HPP Paling Mudah!

Pada dasarnya perusahaan dagang mencari keuntungan dari penjualan produk yang tergolong sebagai bahan baku, produk setengah jadi, dan yang sudah siap dijual ke pasaran.

Memiliki sistem penjualan yang sederhana, dimana melakukan transaksi dengan konsumen, namun setelah menaikan harga terlebih dahulu.

Pada laporan keuangan perusahaan dagang sendiri terbagi menjadi beberapa yaitu

  • Laporan laba rugi
  • Laporan neraca
  • Laporan perubahan modal
  • Laporan arus kas
  • Laporan persediaan barang
  • Laporan hutang

B. Laporan Keuangan Perusahaan Jasa

Jika perusahaan dagang mencari keuntungan dengan melakukan transaksi dari penjualan barang, maka dalam industri jasa menawarkan suatu layanan atau keahlian. Sehingga tidak heran jika bentuk laporan memiliki perbedaan, dimana terdapat pada kolom persediaan dan pembelian.

Nantinya setiap terjadi pembelian maka akan masuk dalam kolom perlengkapan atau peralatan. Perbedaan selanjutnya adalah tidak ada harga pokok penjualan.

C. Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Dalam jenis perusahaan ini ada beberapa komponen yang harus terlibat di dalamnya seperti persediaan bahan baku, pembelian, persediaan saat proses produksi, harga pokok penjualan, bahan pendukung, dan akuntansi biaya. 

Namun jika di telaah lebih dalam maka perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang memiliki aktivitas seperti membeli bahan baku, baru kemudian diolah dengan mengeluarkan biaya lainnya hingga siap dijual. 

Sehingga tidak mengherankan jika secara umum ketiga laporan keuangan di atas memang berbeda-beda, namun dengan tujuan yang sama yaitu mengetahui nilai real dari sebuah perusahaan.

Setelah mengetahui di atas berikutnya kita akan membahas lebih dalam mengenai laporan keuangan dalam perusahaan manufaktur

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Menurut Standar Akuntansi Keuangan (PSAK No. 1 (2015:1) laporan keuangan merupakan penyajian yang tersusun dari posisi keuangan dan kinerja suatu entitas.

Sementara itu Harahap (2008:105) menuturkan gambaran kondisi keuangan dan hasilnya pada jangka waktu tertentu. Sehingga dapat diambil kesimpulan jika laporan jenis ini menjadi ukuran bagaimana posisi dan kondisi keuangan suatu perusahaan.

Dalam hal ini juga perlu diketahui mengenai adanya istilah harga pokok produksi. Indikator utama bagi perusahaan manufaktur, dan menjadi pembeda dengan perusahaan jasa atau dagang.

Sehingga dapat dikatakan jika industri manufaktur berjasa terhadap bagian kehidupan manusia, karena hampir semua sektor membutuhkan produk dari perusahaan jenis ini. Perlu diketahui juga jika bisnis ini menjual bahan mentah, yang nantinya akan dikirimkan kepada penjual pembuat produk. Dampak dari berhentinya industri ini, akan memberikan dampak yang besar kepada pasaran.

Baca juga: Mari Mengenal Gross Profit Margin dan Contohnya!

Jenis-Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Harga Pokok Produksi

Telah disinggung sebelumnya jika yang menjadi kegiatan utama dari perusahaan manufaktur adalah produksi, maka tentunya perlu ada harga pokok produksi. 
Dari laporan harga pokok produksi dapat terlihat, jumlah persediaan yang terpakai dalam proses produksi, biaya yang harus dikeluarkan. Biaya itu sendiri terdiri atas biaya bahan baku, tenaga kerja, maupun biaya overhead.

 Yang dimana juga menjadi penentu darii faktor penentu nilau jual produk kepada customer. Nantinya jika produk semakin banyak orang mencari, maka harga juga ikut meningkat.

Dengan adanya biaya ini juga sekaligus menjadi pembeda dari jenis laporan perusahaan dagang maupun jasa, serta berguna untuk mengetahui jumlah sisa proses produksi selama satu periode. 

Laba Rugi

Jumlah pendapatan, beban dan selisih yang ada akan menunjukan apakah perusahaan tersebut mengalami keuntungan atau justru sebaliknya. Dalam penghitungannya Anda perlu memperhatikan empat komponen penting yaitu Revenues (pendapatan), expense (biaya), profit (keuntungan), dan loss (kerugian)

Neraca Manufaktur

Berisi aktiva dan pasiva dimana kas, piutang, persediaan menjadi sumber keuangan utama seperti kas, aset, stok, dan piutang. Sedangkan yang masuk dalam pasiva adalah hutang serta modal yang dimiliki perusahaan. Bentuknya sendiri hampir sama dengan perusahaan lainnya. 

Perubahan Modal

Semua rincian modal awal, perubahan, deviden dan hal-hal lainnya yang tidak termasuk dalam kegiatan perusahaan ada pada laporan ini. Sementara itu secara bentuknya juga sama seperti pada laporan manufaktur pada umumnya. 

Biaya Bahan Baku 

Harga yang didapat dari suatu bahan pokok pada barang jadi. Dalam hal ini semua rincian bahannya dapat diketahui. Bisa termasuk pad pabrik, maupun barang jadi dari produsen lain. 

Biaya Tenaga Kerja Langsung 

Tenaga kerja langsung adalah tenaga kerja yang melalui proses pengolahan barang. Mengenai hal ini tentunya diperlukan kemampuan fisik maupun mesin. Sehingga dapat dikatakan biaya ini mencakup keduanya.

Biaya Overhead Pabrik 

Merupakan seluruh biaya yang timbul saat proses  pengolahan, dan tidak dapat digolongkan dalam biaya bahan baku atau biaya tenaga kerja langsung. Ada 3 jenis biaya yang termasuk kedalam biaya ini:

  1. Biaya yang sangat kecil kuantitasnya, dan dipergunakan untuk proses pengolahan,
  2. Biaya kerja tidak langsung, seperti contohnya pembayaran upah pekerja.
  3. Biaya penyusutan seperti pemakaian gedung, maupun alat alat lainnya yang digunakan selama produksi.  

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manfufaktur

1. Laporan Harga Pokok Produksi

2. Laporan Laba Rugi

3. Laporan Neraca 

Fungsi Laporan Keuangan Manufaktur

Laporan keuangan ini digunakan sebagai pembanding performa perusahaan sebelumnya. Baik untuk melihat adanya peningkatan dan penurunan. Selain itu dapat dilihat apakah margin yang didapatkan besar atau kecil.

Kesimpulan

Setelah mengetahui perbedaan dan jenis-jenisnya, selanjutnya ini adalah fungsi laporan keuangan perusahaan manufaktur yaitu berfungsi sebagai rangkuman laporan keuangan, indikator performa perusahaan, hingga menjadi data pembanding apakah ada peningkatan maupun penurunan.

Demikian ulasan yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat dan menjadi solusi untuk Anda yang memerlukannya. Jangan lupa untuk mengikuti artikel kami lainnya yang membahas seputar dunia pekerjaan dan komponen penting di dalamnya. 

Tags :

Related Topics