Laporan Keuangan – Pengertian, Fungsi, Hingga Contohnya

By GreatDay HR   |  

Dalam menjalankan sebuah bisnis, diperlukan beberapa keterampilan tertentu yang memadai, seperti pengelolaan keuangan. Keuangan merupakan salah satu faktor terpenting dalam sebuah perusahaan.

Keuangan perusahaan merupakan faktor penentu apakah bisnis tersebut sukses atau tidak. Oleh karena itu, setiap perusahaan membutuhkan seseorang yang mampu mengelola keuangan dengan baik. Orang tersebut biasanya lebih dikenal dengan sebutan akuntan.

Seorang akuntan perusahaan bertanggung jawab untuk menyiapkan berbagai informasi keuangan perusahaan, baik untuk pihak internal (pemimpin) maupun eksternal (pemerintah dan kreditor). Informasi keuangan tersebut dapat berupa sebuah laporan yang biasa dikenal dengan sebutan laporan keuangan.

Namun, apa pengertian laporan keuangan? Apa saja jenis dan fungsinya? Simak artikel di bawah ini untuk penjelasan lebih lanjutnya!

Baca Juga: Resiko yang Mungkin Terjadi Tanpa Aplikasi Payroll Dan Slip Gaji

Definisi Laporan Keuangan

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), laporan adalah segala sesuatu yang dilaporkan. Sementara itu, laporan keuangan adalah laporan mengenai data keuangan perusahaan yang berasal dari pembukuan.

Secara umum laporan keuangan adalah laporan yang berisi pencatatan uang dan transaksi yang terjadi dalam bisnis, baik transaksi pembelian maupun penjualan dan transaksi lainnya yang memiliki nilai ekonomi dan moneter dengan periode tertentu.

Penentuannya ditentukan oleh kebijakan perusahaan apakah dibuat setiap bulan atau setiap satu tahun sekali, terkadang perusahaan juga menggunakan keduanya. Laporan keuangan merupakan sebuah instrumen untuk mengetahui kondisi finansial suatu perusahaan.

Laporan keuangan merupakan hal yang penting bagi pemimpin perusahaan maupun investor yang akan dan telah menanamkan modal karena hal tersebut merupakan catatan tertulis yang menyampaikan kegiatan bisnis dan kinerja keuangan perusahaan.

Laporan keuangan sering diaudit oleh lembaga pemerintah, akuntan, atau firma untuk memastikan keakuratan dan untuk tujuan pajak, pembiayaan, atau investasi.

Investor dan analis keuangan mengandalkan data tersebut untuk menganalisis kinerja perusahaan dan membuat prediksi tentang arah masa depan harga saham perusahaan.

Salah satu sumber terpenting dari data keuangan yang dapat diandalkan dan diaudit adalah laporan tahunan, yang berisi laporan keuangan perusahaan.

Jenis – Jenis Laporan Keuangan

Laporan keuangan terbagi menjadi 5 jenis, berikut jenis – jenis laporan keuangan yang harus kalian ketahui!

A. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi atau income statement atau profit and loss statement merupakan laporan keuangan yang memiliki rentang waktu. Satu tahun untuk laporan keuangan tahunan dan seperempat tahun untuk laporan keuangan triwulan.

Laporan laba rugi di laporan keuangan adalah memberikan gambaran tentang pendapatan, beban, laba bersih dan laba per saham sebuah bisnis. Laporan laba rugi merupakan salah satu laporan keuangan penting yang digunakan untuk melaporkan kinerja keuangan perusahaan selama periode tertentu.

Laporan laba rugi juga dikenal sebagai laporan pendapatan dan beban dengan periode waktu tertentu. Dalam laporan laba rugi, biaya dikurangkan dari pendapatan yang menghasilkan laba bersih.

Selain untuk mengetahui keuntungan atau kerugian, laporan laba rugi juga dibuat untuk memberikan informasi tentang pajak perusahaan, bahan evaluasi manajemen dan membantu dalam pengambilan keputusan.

Dalam laporan laba rugi, terdapat dua jenis laporan yang biasa digunakan oleh bisnis, pertama adalah single step dan kedua adalah multiple step.

1. Single Step

Laporan laba rugi single step atau langkah tunggal merupakan laporan keuangan yang  hanya menunjukkan satu kategori pendapatan dan satu kategori pengeluaran.

Laporan jenis ini bersifat sederhana, dimana pada jenis ini ini semua pendapatan dan keuntungan yang didapat ditempatkan di bagian awal laporan laba rugi.

Kemudian dikurangi dengan seluruh beban atau biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan. Selisih antara total pendapatan dan total beban inilah yang menunjukan laba-rugi perusahaan pada periode tersebut.

Persamaan yang digunakan dalam laporan laba rugi single step adalah:

Laba Bersih = (Pendapatan + Keuntungan) – (Beban + Kerugian)

2. Multiple Step

Lain halnya dengan single step, laporan jenis multiple step ini lebih kompleks dan berisi lebih banyak informasi. Namun, terdapat beberapa persamaan dalam menentukan keseluruhan perhitungan laba rugi.

Laporan laba rugi multiple step memecah pendapatan operasional dan biaya operasional juga pendapatan non-operasional dan biaya non-operasional.

Untuk membuat laporan laba rugi multiple step, pertama Anda harus memisahkan transaksi operasional dan non-operasional. Kemudian, Anda harus membandingkan biaya dan beban dengan pendapatan yang berkaitan.

Setelah itu Anda baru dapat menghitung laba operasionalnya. Laba operasional akan menunjukan perbedaan antara aktivitas biasa dan aktivitas insidentil atau ekstra ordinary.

Laporan laba rugi multiple step menggunakan tiga formula akuntansi yang berbeda untuk mengetahui nilai akhir pada laba bersih:

Laba kotor = Penjualan bersih – Harga pokok penjualan

Pendapatan operasional = Laba kotor – Biaya operasional 

Penghasilan bersih – Penghasilan operasi + Item non operasi

B. Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal atau ekuitas adalah salah satu jenis laporan keuangan yang penting terutama untuk perusahaan publik. Laporan ini menggambarkan perubahan baik berupa peningkatan atau penurunan aktiva bersih selama satu periode.

Beberapa informasi yang dicantumkan dalam laporan perubahan modal adalah jumlah modal awal operasional, prive, laba atau rugi, dan dividen yang dapat dibagikan. Itulah sebabnya, laporan ini diperlukan oleh investor yang akan menanamkan modal.

Dengan melihat laporan ini, investor dapat melihat efisiensi penggunaan modal dan potensi hasil yang akan didapat. Tidak heran, jika laporan ini juga penting untuk melihat kondisi perusahaan. 

C. Neraca

Neraca atau balance sheet merupakan gabungan dari segala laporan keuangan. Laporan keuangan jenis ini juga memiliki periode waktu tertentu dimana normalnya satu tahun sekali.

Neraca di laporan keuangan mengidentifikasi terkait pendanaan aset, baik dengan kewajiban, seperti utang, atau ekuitas pemegang saham, seperti laba ditahan dan tambahan modal disetor. Aset terdaftar di neraca dalam urutan likuiditas.

Sedangkan kewajiban dicantumkan dalam urutan pembayarannya. Kewajiban jangka pendek atau lancar diharapkan akan dibayar dalam satu tahun, sedangkan kewajiban jangka panjang atau tidak lancar adalah hutang yang diharapkan akan dibayar dalam waktu lebih dari satu tahun.

Singkatnya, untuk menyusun laporan neraca perusahaan, terdapat beberapa komponen neraca yang perlu disiapkan yaitu jumlah aktiva baik berupa harta atau aset, kewajiban berupa hutang, dan ekuitas atau modal perusahaan.

Untuk membuat neraca, Anda dapat menggunakan pedoman persamaan dasar Akuntansi yaitu:

Aset = Kewajiban + Modal

Aset untuk sisi aktiva sementara kewajiban dan modal untuk sisi pasiva. Antara sisi aktiva dan pasiva harus seimbang.

D. Laporan Arus Kas

Jenis laporan keuangan selanjutnya yaitu laporan arus kas atau biasa disebut dengan cash flow statement. Pada laporan jenis ini dimana semua pemasukan dan pengeluaran perusahaan dengan periode tertentu dicatat dalam laporan ini.

Untuk jenis laporan arus kas terdiri atas 3 aktivitas utama, yaitu aktivitas operasi (operating activities), aktivitas investasi (investing activities), aktivitas pendanaan (financing activities). 

E. Catatan Laporan

Jenis laporan yang satu ini merupakan gambaran secara rinci mengenai tambahan informasi dalam laporan keuangan lainnya. Melalui catatan laporan keuangan ini, baik pimpinan perusahaan maupun investor dapat mengetahui penyebab suatu kendala yang dihadapi dalam operasionalnya. 

Informasi dalam laporan ini bukanlah hal yang wajib dibuat oleh sebuah perusahaan. Oleh karena itu, laporan ini biasanya hanya dibuat oleh perusahaan-perusahaan skala besar.

Baca Juga: Hitung Gaji Karyawan Lebih Praktis Menggunakan Sistem Payroll

Fungsi Laporan Keuangan

Laporan keuangan dibuat dengan fungsi tertentu, salah satunya sebagai bahan evaluasi keuangan perusahaan. Berikut beberapa fungsi laporan keuangan yang harus kalian ketahui:

A. Bahan Evaluasi

Laporan keuangan dibuat sebagai bahan evaluasi keuangan sebuah perusahaan. Hal tersebut menjadi penentu apakah sebuah bisnis berjalan dengan baik atau tidak.

Dalam mengevaluasi sebuah bisnis, dibutuhkan data acuan sebagai pedoman penilaian kesuksesan sebuah perusahaan. Dengan adanya laporan keuangan, perusahaan dapat melihat rekam jejak keuangan perusahaan dengan rinci.

Hal ini dapat dijadikan pedoman untuk mengevaluasi kesuksesan sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Dengan begitu, laporan keuangan merupakan hal penting dalam menentukan kesuksesan perusahaan. 

B. Bentuk Pertanggungjawaban Perusahaan

Laporan keuangan merupakan rekam jejak pendanaan sebuah perusahaan yang dapat dijadikan sebagai bentuk pertanggungjawaban perusahaan kepada stakeholder terkait pajak dan lain sebagainya.

Misalnya jika pada perusahaan terbuka, investor dan pemegang saham akan menggunakan laporan ini untuk melihat kondisi perusahaan.

Apabila laporan keuangan perusahaan ditulis dengan rinci dan jelas, hal itu menandakan perusahaan tersebut kredibel di mata para stakeholder. Oleh karena itu, dibutuhkan kemampuan tertentu dalam menghitung dan menganalisis keuangan perusahaan.

C. Untuk Menilai Kondisi Usaha

Salah satu fungsi laporan keuangan yaitu sebagai bentuk penilaian kondisi sebuah usaha. Hal ini dapat membantu para pelaku usaha dalam mengetahui kondisi bisnis yang sedang mereka jalankan.

Misalnya, jika dari catatan keuangan terlalu banyak kerugian, berarti perusahaan sedang mengalami kemunduran. Sebaliknya jika di dalam laporan tersebut banyak data profit, berarti usaha sedang berkembang.

Dengan penilaian ini tentu pihak pimpinan bisa menentukan sikap melanjutkan usaha atau malah menutupnya karena kerugian usaha yang kronis.

Kesimpulan

Laporan keuangan dapat dianalogikan sebagai rekam jejak data keuangan sebuah perusahaan. Dikatakan seperti itu karena laporan keuangan berisikan data keuangan perusahaan secara rinci dan menyeluruh berdasarkan periode waktu tertentu. 

Dengan adanya laporan keuangan seorang pelaku usaha dapat membuat perencanaan bisnis yang lebih matang karena bisa melakukan evaluasi berdasarkan data faktual yang ada dalam laporan keuangan.

Setiap data transaksi harus tercatat secara lengkap agar tidak ada yang salah dalam perhitungan laporan keuangan. Hal tersebut yang membuat pembuatan laporan keuangan biasanya membutuhkan waktu berhari-hari. 

Pembuatan laporan keuangan secara manual akan sedikit merepotkan dan memakan waktu yang lama, terlebih jika hal tersebut jika dikerjakan sendiri. Tentu akan banyak waktu yang akan terbuang dan akan memperbesar resiko salah hitung yang dapat mengakibatkan kerugian.

Baca Juga: GreatDay HR Inovasi Aplikasi Payroll Rasa Sosmed

Oleh karena itu, dengan adanya digitalisasi di masa ini, kamu tidak perlu khawatir lagi karena GreatDay HR hadir sebagai solusi! GreatDay HR hadir dengan fitur canggih payroll yang mampu menjadi solusi bagi para HR dalam mengelola SDM perusahaan.

GreatDay HR adalah solusi bagi para HR dalam mengontrol daftar hadir, mengelola administrasi, penghitungan gaji & pajak, penghitungan tunjangan, dan masih banyak lagi di dalam satu aplikasi terintegrasi. Semua proses dan data administrasi yang dibutuhkan dan dilakukan di GreatDay HR akan tersimpan secara otomatis.

Adapun fitur penghitungan gaji dan pajak dilakukan menggunakan penghitungan payroll yang dilakukan secara akurat. Jadi, kalian tidak perlu khawatir terjadi salah hitung dalam proses penghitungan gaji dan pajak melalui GreatDay HR. 

Nah tunggu apalagi? Hubungi kami untuk mendapatkan demo GreatDay HR secara gratis dan rasakan kesempatan mengatur tugas HRD kalian di aplikasi GreatDay HR.

Tags : laporan keuangan

Related Topics