Apa itu Masyarakat Ekonomi ASEAN?

By Monica Permana   |  

Association of Southeast Asian Nations atau yang lebih dikenal dengan ASEAN dibentuk pada 1967. Bermula dari lima negara yaitu Indonesia, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Thailand, kini bekembang dan dalam prosesnya merekrut Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Laos, dan Kamboja. ASEAN berdiri sebagai bentuk kerja sama regional untuk menjaga stabilitas ekonomi dan sosial di daerah Asia Tenggara. 

Dalam perjalanannya, terdapat tiga pilar rencana jangka panjang pembentukan komunitas ASEAN, yaitu ASEAN Socio-cultural Community (ASCC), ASEAN Security Community (ASC), dan ASEAN Economic Community (AEC) atau yang lebih kita kenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Ditetapkan di Deklarasi Bali Concord II pada Oktober 2003, tujuan akhir MEA adalah untuk mengintegrasi ekonomi negara-negara anggota. Lima pilar MEA adalah Aliran bebas barang, jasa, investasi, tenaga kerja terampil, dan aliran modal yang lebih bebas. Pada 2007, detail rencana penerapan atau blueprint MEA ditandatangani.

Latar Belakang MEA

Awal mula MEA terjadi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang digelar di Kuala Lumpur Malaysia. Dalam KTT, terbentuklah suatu vision 2020, sebuah visi utama yang bersama-sama akan dijalankan pada 2020. Tujuan vision 2020 adalah untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara sebagai daerah dengan pembangunan ekonomi yang merata. 

Awalnya aktivitas MEA akan dilaksanakan pada tahun 2020, namun rencana dipercepat lima tahun lebih awal untuk meningkatkan daya saing ASEAN agar bisa menyaingi pasar global khususnya China dan India dalam hal menarik investasi asing. Kesepakatan mempercepat aktivitas MEA menjadi langkah nyata untuk menjadikan ASEAN sebagai kawasan perdagangan bebas. Selanjutnya kesepakatan ini dikenal dengan nama Deklarasi Cebu. ASEAN juga mengupayakan perjanjian kerjasama dagang antara ASEAN dengan negara mitra dagang seperti China, India, Jepang, Korea, Australia, dan Selandia Baru. 

Usaha memperkuat langkah percepatan integrasi ekonomi ASEAN dilakukan dengan meletakan sebuah kerangka hukum yang menjadi dasar komitmen negara anggota, dilakukan lewat penandatanganan ASEAN charter pada KTT ASEAN ke-13 pada 20 November 2007. Bersamaan dengan piagam ASEAN, blueprint MEA yang merupakan panduan dan jadwal strategis waktu dan tahapan pencapain disepakati. 

Baca juga: Sumber Daya Manusia dan Perkembangannya di Industri Bisnis

4 Kerangka Strategis MEA

Memiliki tujuan utama untuk menghadirkan kemakmuran dan pemerataan ekonomi bagi seluruh masyarakat kawasan ASEAN, dibentuk 4 kerangka strategis untuk mencapai tujuan dibentuknya MEA, yaitu:

1. Pasar dan basis produksi tunggal

Menciptakan pasar tunggal dan kesatuan basis produksi sebagai upaya perluasan melalui integrasi regional untuk mencapai skala ekonomi yang optimal. Lewat proses integrasi ekonomi, ASEAN secara perlahan akan menjadi kawasan yang bebas perdagangan barang, jasa, modal, dan tenaga kerja.

Source: Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA 2015: Memperkuat Sinergi ASEAN di Tengah Kompetisi Global)

2. Kawasan ekonomi berdaya saing

Dilakukan dengan memperkuat peraturan dalam kompetisi ekonomi seperti kebijakan perlindungan konsumen, perpajakan, aktivitas e-commerce, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI), dan pengembangan infrastruktur. 

3. Kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang merata 

Pemberdayaan ekonomi dilakukan untuk membantu Usaha Kecil dan Menengah terutama di Kamboja, Myanmar, Laos, dan Vietnam. Negara-negara ini diprioritaskan karena kondisi negara yang kurang aman karena berulang kali mengalami konflik politik, sosial, dan kebudayaan.

4. Kawasan yang terintegrasi dengan ekonomi global.

Mengintegrasikan ekonomi kawasan dengan ekonomi global dengan tujuan dasar untuk meningkatkan peran serta ASEAN dalam percaturan kebijakan global. 

Yang Perlu Diketahui tentang MEA

Setelah membahas mengenai awal mula dan kerangka, terdapat beberapa hal yang perlu Anda pahami agar siap menghadapi MEA:

1. Tidak perlu khawatir, bukan hal baru. 

Rencana pelaksanaan MEA setidaknya sudah ada sejak 2006, lebih dari satu dekade yang lalu. Keputusan percepatannya juga merupakan langkah yang wajar mempertimbangkan laju perkembangan ekonomi dunia. 

2. Peluang pasar semakin besar

Lewat MEA, peluang besar karena pasar semakin terbentang luas,namun disertai dengan resiko yaitu kompetitor juga semakin banyak. Anda harus lebih fokus untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas agar memiliki daya saing tinggi dan mampu bertahan di pasar.

3. Pemerataan yang memberikan keuntungan

Salah satu tujuan dibentuknya MEA adalah mengupayakan pemerataan ekonomi sehingga jarak ketimpangan berkurang.Lewat MEA, pasar internasional akan terbuka lebar dan akses ke pasar global akan lebih mudah dilakukan oleh pengusaha Indonesia. 

4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia

Faktor persaingan yang semakin banyak mau tak mau akan membuat orang-orang terpacu untuk meningkatkan kualitas diri sendiri jika tidak mau ketinggalan dan kalah saing. 

5. Infrastruktur yang semakin baik

Untuk memastikan keuntungan MEA dapat diterima dengan baik, negara tentu harus menyiapkan infrastruktur yang kokoh dan baik. Infrastruktur yang memadai menjamin keuntungan dapat diserap dengan maksimal

Keuntungan MEA bagi Anggota

MEA membuka peluang akan kesempatan dan lapangan kerja baru yang sebelumnya tidak dapat diakses. Sekitar 600 juta orang di Kawasan Asia Tenggara akan lebih mudah memperoleh lapangan pekerjaan. Agar mampu memaksimalkan pencarian dan pengaturan tenaga kerja dengan baik, perusahaan harus memiliki sistem pengelolaan sumber daya manusia yang mumpuni. 

Dengan sistem manajemen HR yang baik, perusahaan tidak akan kalah saing baik dalam merekrut sumber daya berkualitas hingga menjaga agar sumber daya tersebut tetap bertahan di perusahaan. Penggunaan sistem seperti GreatDay HR, software HR dan payroll No.1 di Indonesia, memungkinkan perusahaan untuk memaksimalkan sumber daya manusia perusahaan sehingga mampu bekerja dan bersaing demi kelangsungan hidup perusahaan GreatDay HR juga menyediakan fitur Recruitment lho! GreatDay Recruitment merupakan satu platform yang terstruktur yang menjadi wadah bagi recruiter dan job seeker bertinteraksi langsung. Semua proses rekrutmen mulai dari mengunggah informasi lowongan kerja hingga wawancara serta test dapat dilakukan di GreatDay Recruitment!

Baca juga: 8 Langkah Tepat Saat Melakukan Rekrutmen Karyawan

Manfaat MEA untuk Indonesia

1. Membantu menstabilkan ekonomi negara

Banyaknya hambatan perdagangan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan ekonomi Indonesia kurang stabil. Kehadiran MEA akan memberi manfaat untuk Indonesia agar bisa mengakses pasar yang lebih luas. Hal ini tentu berdampak positif bagi stabilitas ekonomi Indonesia

2. Ekspor dan Impor

Indonesia kaya akan sumber daya alam yang berkualitas dan tidak dimiliki oleh negara lain. Proses ekspor yang selama ini terhambat oleh tingginya biaya cukai, kini secara perlahan-lahan teratasi. Produk Indonesia kini memiliki pasar yang lebih luas berkat kemudahan yang ditawarkan oleh MEA

3. Peluang investasi

Salah satu keuntungan MEA adalah aliran bebas investasi, artinya akses ke investor asing lebih mudah khususnya bagi perusahaan-perusahaan startup yang membutuhkan biaya besar. Indonesia kini memiliki lima startup unicorn dan yang paling banyak  jumlahnya di Asia Tenggara

4. Meningkatkan pendapatan negara

Ekspor produk antar negara anggota tidak lagi dikenakan biaya, hal ini memberikan keuntungan bagi produk yang akan dipasarkan di luar negeri. MEA membuat Indonesia tidak perlu lagi mengeluarkan biaya lebih untuk mengekspor produk lokal.

5. Mengembangkan bisnis kreatif

Karena kompetisi yang semakin tinggi, pengusaha harus mulai berpikir kreatif agar produknya lebih dipilih dan diminati pasar. Industri-industri kreatif pun akan semakin berkembang. Indonesia sudah menyiapkan wadah untuk mendukung berkembangnya industri kreatif seperti dengan munculnya lembaga seperti Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF)

6. Kesejahteraan masyarakat

Dari lima poin sebelumnya dapat disimpulkan bahwa MEA membantu meningkatkan ekonomi Indonesia misalnya lewat program pertukaran tenaga kerja. Pekerja yang memiliki keahlian yang dibutuhkan tentu akan dengan mudah mengakses lapangan kerja. Berkurangnya pengangguran dan meningkatnya lapangan pekerjaan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat Ekonomi ASEAN merupakan sebuah integrasi ekonomi guna menghadapi perdagangan bebas antar sepuluh negara anggota ASEAN. Hasil dari Vision 2020 ini memiliki banyak manfaat bagi negara anggotanya, salah satunya adalah pemerataan kesejahteraan rakyatnya. MEA memiliki 4 kerangka strategis yakni: Pasar dan basis produksi tunggal, kawasan ekonomi berdaya saing, kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang merata, dan kawasan yang terintegrasi dengan ekonomi global.

Great People, agar usaha Anda mampu bersaing di pasar internasional, pastikan Anda memiliki sistem pengaturan sumber daya manusia yang profesional seperti GreatDay HR! Undang demo GreatDay HR gratis sekarang di https://greatdayhr.com/demo 

Tags :

Related Topics