Jadwalkan Demo

Pahami Apa Itu Outplacement dan Alasan Mengapa Perusahaan Melakukannya

Rizka Maria Merdeka | April 24, 2024 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

Outplacement telah menjadi sebuah strategi krusial bagi perusahaan yang menghadapi restrukturisasi, pengurangan jumlah karyawan, atau penutupan. Outplacement adalah layanan yang ditujukan untuk membantu karyawan yang di-PHK dalam transisi mereka ke pekerjaan baru, dengan menyediakan dukungan karier, pelatihan, dan konseling.

Perusahaan mengimplementasikan outplacement tidak hanya untuk mempertahankan reputasi positif dan mengurangi risiko hukum, tetapi juga untuk mendukung moral karyawan yang tersisa dan menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan karyawan. Proses outplacement melibatkan beberapa tahap penting, mulai dari pengumuman pemutusan hubungan kerja yang sensitif hingga dukungan berkelanjutan dalam pencarian kerja.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang pengertian outplacement dan mengapa perusahaan melakukan hal tersebut pada karyawannya. Baca sampai habis!

Baca juga: Beberapa Alasan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang Boleh Digunakan oleh Perusahaan

Apa itu outplacement karyawan?

Outplacement adalah sebuah layanan yang biasanya disediakan oleh perusahaan melalui pihak ketiga untuk membantu karyawan yang di-PHK atau karyawan yang harus meninggalkan perusahaan karena alasan lain, seperti pengurangan jumlah karyawan, restrukturisasi, atau penutupan perusahaan. Layanan ini bertujuan untuk membantu karyawan tersebut dalam transisi karier mereka ke pekerjaan baru atau jalur karier lainnya.

Outplacement meliputi berbagai jenis dukungan, seperti:

  1. Konsultasi Karier: Membantu karyawan mengidentifikasi kekuatan dan minat mereka serta menyusun strategi mencari pekerjaan yang sesuai.
  2. Pelatihan Penulisan Resume dan Surat Lamaran: Membimbing karyawan dalam menyusun resume dan surat lamaran yang efektif untuk meningkatkan peluang mereka dalam pasar kerja.
  3. Pelatihan Wawancara: Memberikan pelatihan tentang cara menghadapi wawancara kerja, termasuk tips dan strategi untuk memberikan kesan yang baik kepada calon pemberi kerja.
  4. Jaringan Profesional: Membantu membangun dan memanfaatkan jaringan profesional yang bisa membuka lebih banyak peluang kerja.
  5. Dukungan Emosional: Memberikan konseling atau dukungan emosional untuk mengatasi stres dan kecemasan yang mungkin dialami karyawan karena kehilangan pekerjaan.
  6. Pengembangan Keahlian: Kadang-kadang juga mencakup pelatihan untuk mengembangkan keterampilan baru yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja yang sedang berkembang.

Tujuan utama dari outplacement adalah untuk meminimalkan dampak negatif pemutusan hubungan kerja bagi karyawan dan membantu mereka menemukan pekerjaan baru secara lebih cepat. Selain itu, outplacement juga membantu perusahaan mempertahankan citra positif dan menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan karyawan, yang bisa mempengaruhi moral karyawan yang masih bertahan serta reputasi perusahaan di mata umum.

Baca juga: Dampak Turnover Karyawan pada Bisnis dan Cara Mengatasinya

Mengapa perusahaan melakukan outplacement?

Perusahaan memilih untuk melakukan outplacement bagi karyawan yang di-PHK atau mengalami pemutusan hubungan kerja karena beberapa alasan strategis dan etis, termasuk:

1. Mempertahankan Citra Perusahaan yang Baik

Menawarkan layanan outplacement membantu memperlihatkan bahwa perusahaan bertanggung jawab dan peduli terhadap kesejahteraan karyawan, bahkan setelah mereka tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini dapat memperkuat citra perusahaan sebagai tempat kerja yang bertanggung jawab dan etis.

2. Mengurangi Risiko Hukum

Dengan memberikan dukungan transisi yang efektif, perusahaan dapat mengurangi kemungkinan tuntutan hukum dari karyawan yang merasa diperlakukan tidak adil atau diskriminatif saat pemutusan hubungan kerja.

3. Menjaga Moral Karyawan yang Tersisa

Pemutusan hubungan kerja bisa menimbulkan ketidakpastian dan menurunkan semangat karyawan yang masih bekerja. Dengan menunjukkan bahwa perusahaan memperlakukan karyawan yang di-PHK dengan baik, perusahaan bisa membantu menjaga kepercayaan dan moral karyawan yang tersisa.

4. Membantu Pemutusan Hubungan Kerja Secara Profesional

Outplacement memfasilitasi proses pemutusan hubungan kerja dengan lebih halus, memungkinkan perusahaan dan karyawan yang di-PHK untuk berpisah dengan cara yang lebih profesional dan kurang traumatis.

5. Mempercepat Transisi Karyawan

Outplacement membantu karyawan yang di-PHK menemukan pekerjaan baru lebih cepat, yang tidak hanya menguntungkan karyawan tetapi juga dapat mengurangi beban finansial bagi masyarakat dan pemerintah dalam bentuk klaim pengangguran atau bantuan sosial lainnya.

6. Meningkatkan Kemungkinan Rehire

Jika masa depan perusahaan membaik dan ada kesempatan untuk mempekerjakan kembali, karyawan yang diperlakukan dengan baik melalui proses outplacement mungkin lebih terbuka untuk kembali bekerja di perusahaan tersebut.

Menunjukkan Komitmen Terhadap Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR): Outplacement merupakan salah satu cara perusahaan menunjukkan komitmen terhadap tanggung jawab sosial, yang semakin penting dalam dunia bisnis modern.

Secara keseluruhan, outplacement bukan hanya tentang membantu karyawan yang di-PHK, tetapi juga tentang memelihara ekosistem perusahaan dan memastikan keberlanjutan hubungan yang positif dengan semua pemangku kepentingan, termasuk karyawan saat ini, mantan karyawan, dan masyarakat luas.

Baca juga: Employee Turnover – Sebab Akibat dan Cara Mengendalikannya

Tahap proses outplacement karyawan

Proses outplacement karyawan biasanya dilakukan dengan terstruktur dan melibatkan beberapa tahapan untuk memastikan transisi yang efektif bagi karyawan yang di-PHK. Berikut adalah tahapan umum dalam proses outplacement:

  1. Pengumuman Pemutusan Hubungan Kerja:

    1. Persiapan: Sebelum mengumumkan pemutusan hubungan kerja, perusahaan perlu menyiapkan semua informasi yang relevan dan cara penyampaian yang tepat agar dampaknya kepada karyawan dapat diminimalkan.
    2. Komunikasi: Pemberitahuan kepada karyawan yang akan di-PHK harus disampaikan secara jujur dan empatik, idealnya secara langsung dan pribadi.
  2. Orientasi Outplacement:

    1. Pengenalan Layanan: Karyawan diberi orientasi tentang layanan outplacement yang akan mereka terima. Hal ini meliputi informasi tentang jadwal, jenis bantuan yang akan diberikan, dan tujuan dari layanan tersebut.
    2. Pertemuan Awal: Karyawan bertemu dengan konsultan atau penasihat karier untuk membahas kebutuhan dan ekspektasi mereka.
  3. Penilaian dan Perencanaan Karier:

    1. Assessment: Melakukan penilaian terhadap kemampuan, keahlian, dan minat karyawan untuk membantu menentukan langkah selanjutnya dalam karier mereka.
    2. Perencanaan Karier: Menyusun strategi karier yang sesuai dengan profil dan kondisi pasar kerja saat itu.
  4. Pengembangan Alat Pemasaran Diri:

    1. Resume dan Surat Lamaran: Membantu karyawan dalam menyusun resume dan surat lamaran yang menarik untuk memperkuat posisi mereka dalam pencarian kerja.
    2. Profil Online: Dukungan dalam memperbarui atau membuat profil profesional di platform seperti LinkedIn.
  5. Pelatihan dan Pengembangan:

    1. Workshop: Mengadakan workshop tentang teknik wawancara, negosiasi gaji, dan keterampilan komunikasi.
    2. Pengembangan Keterampilan: Kursus atau pelatihan untuk meningkatkan atau menambah keterampilan yang relevan dengan peluang kerja yang potensial.
  6. Dukungan dalam Pencarian Kerja:

    1. Strategi Pencarian: Membantu karyawan merumuskan dan melaksanakan strategi pencarian kerja.
    2. Jaringan: Menghubungkan karyawan dengan jaringan profesional dan peluang kerja yang sesuai.
  7. Dukungan Terus-Menerus dan Evaluasi:

    1. Konseling Berkelanjutan: Memberikan dukungan emosional dan praktis selama masa pencarian kerja.
    2. Evaluasi: Secara berkala menilai kemajuan karyawan dalam mencari pekerjaan baru dan menyesuaikan strategi jika diperlukan.
  8. Penempatan dan Transisi:

    1. Negosiasi Penawaran Kerja: Membantu karyawan dalam proses negosiasi penawaran kerja yang mereka terima.
    2. Transisi ke Pekerjaan Baru: Dukungan dalam memperlancar transisi ke posisi baru, jika diperlukan.

Setiap perusahaan mungkin memiliki pendekatan yang sedikit berbeda terhadap outplacement berdasarkan kebutuhan khusus perusahaan dan karyawan mereka. Namun, tujuan utamanya tetap sama: memfasilitasi transisi yang mulus dan mendukung karyawan selama masa perubahan penting ini.

Baca juga: Ketahui Penyebab Peningkatan Turnover Karyawan Pasca Libur Lebaran

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email