Hubungi Sales

Apa Itu Brand Equity? Ini Penjelasan Tentang Pengertian, Manfaat, dan Contohnya

Rizka Maria Merdeka | December 1, 2023 | Bisnis
by GreatDay HR

Dalam era bisnis yang semakin kompetitif, konsep brand equity menjadi landasan kunci untuk kesuksesan dan keberlanjutan merek. Brand equity tidak sekadar menciptakan logo yang menarik, tetapi melibatkan serangkaian elemen strategis yang memberikan nilai tambah signifikan pada suatu merek.

Untuk memberikan pemahaman yang lebih konkret terkait brand equity, artikel ini akan membahas tentang pengertian, manfaat, cara membangun, hingga contoh-contoh brand equity dari perusahaan terkenal. Simak selengkapnya!

Baca juga: Mengenal Brand Guidelines: Pengertian, Manfaat, Hingga Contohnya

Brand equity, apa itu?

Brand equity merujuk pada nilai tambah atau keunggulan yang melekat pada suatu merek dalam pikiran dan persepsi konsumen. Ini mencakup sejumlah elemen yang menciptakan nilai positif untuk merek tertentu, membedakannya dari merek pesaing, dan memberikan kontribusi terhadap kesetiaan pelanggan. Ada beberapa komponen utama yang membentuk brand equity:

1. Kesadaran Merek (Brand Awareness)

Sejauh mana konsumen mengenal dan mengingat merek tersebut. Kesadaran merek dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu kesadaran merek yang tidak dibantu (unaided brand awareness) dan kesadaran merek yang dibantu (aided brand awareness).

2. Kualitas Merek (Brand Quality)

Persepsi konsumen terhadap kualitas produk atau jasa yang terkait dengan merek. Jika konsumen merasa bahwa produk atau jasa merek tertentu lebih baik dari pesaingnya, hal ini dapat meningkatkan brand equity.

3. Asosiasi Merek (Brand Associations)

Kaitan positif atau nilai-nilai tertentu yang terkait dengan merek. Ini dapat mencakup citra merek, nilai-nilai merek, atau bahkan citra selebriti atau peristiwa yang terkait dengan merek.

4. Keterpercayaan (Brand Trust)

Tingkat kepercayaan konsumen terhadap merek. Keterpercayaan dapat dibangun melalui konsistensi produk, pelayanan pelanggan, dan komunikasi merek.

5. Kesetiaan Pelanggan (Brand Loyalty)

Sejauh mana konsumen cenderung memilih dan membeli produk atau jasa dari merek tertentu secara konsisten.

6. Kepemimpinan Pasar (Market Leadership)

Sejauh mana merek tersebut mendominasi pasar atau menjadi pemimpin dalam industri tertentu.

7. Kemampuan Merek untuk Meminta Harga yang Tinggi (Price Premium)

Jika konsumen bersedia membayar lebih untuk produk atau jasa dari merek tertentu karena nilai tambah yang diakui, ini menciptakan brand equity.

Brand equity penting karena dapat memberikan manfaat strategis kepada perusahaan, seperti meningkatkan pangsa pasar, memungkinkan diferensiasi dari pesaing, dan memberikan ketahanan terhadap fluktuasi pasar. Membangun dan merawat brand equity memerlukan upaya jangka panjang dalam manajemen merek dan strategi pemasaran.

Baca juga: Memahami Pentingnya Brand Positioning Bagi Perusahaan: Pengertian dan Jenis Strategi dalam Membangunnya

Manfaat brand equity bagi perusahaan

Brand equity memberikan sejumlah manfaat strategis bagi perusahaan. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari memiliki brand equity yang kuat:

1. Peningkatan Pangsa Pasar

Merek yang memiliki brand equity yang tinggi cenderung menarik lebih banyak pelanggan, memungkinkan perusahaan untuk memperluas pangsa pasarnya. Konsumen lebih cenderung memilih merek yang dikenal dan dipercaya.

2. Diferensiasi dari Pesaing

Brand equity memungkinkan perusahaan untuk membedakan produk atau jasanya dari pesaing. Ini dapat menciptakan keunggulan kompetitif yang kuat dan membuat konsumen memilih merek tertentu di atas yang lain.

3. Harga Premium

Merek yang memiliki brand equity yang kuat dapat menetapkan harga yang lebih tinggi untuk produk atau jasanya. Konsumen yang percaya pada nilai dan kualitas merek akan bersedia membayar lebih mahal.

4. Loyalitas Pelanggan

Brand equity memainkan peran kunci dalam membangun loyalitas pelanggan. Konsumen yang merasa terhubung emosional atau memiliki pengalaman positif dengan merek cenderung tetap setia dan melakukan pembelian berulang.

5. Ketahanan Terhadap Perubahan Pasar

Merek dengan brand equity yang solid lebih tahan terhadap fluktuasi pasar dan perubahan tren. Konsumen mungkin tetap setia meskipun ada persaingan baru atau perubahan lingkungan ekonomi.

6. Kemampuan Ekstensi Produk atau Linimasa

Brand equity yang kuat memudahkan perusahaan untuk memperluas portofolio produk atau layanan dengan merilis produk baru di bawah merek yang sudah mapan. Konsumen cenderung lebih terbuka terhadap produk baru dari merek yang sudah dikenal.

7. Daya Tarik Karyawan

Perusahaan dengan brand equity yang tinggi cenderung menarik dan mempertahankan bakat yang berkualitas tinggi. Merek yang dihormati seringkali dianggap sebagai tempat kerja yang baik.

8. Kemitraan dan Peluang Bisnis

Merek yang kuat dapat membuka pintu untuk kemitraan yang saling menguntungkan dan peluang bisnis baru. Pihak ketiga lebih cenderung berkolaborasi dengan merek yang sudah dikenal dan memiliki reputasi baik.

9. Kepercayaan dan Reputasi

Brand equity membantu membangun kepercayaan dan reputasi perusahaan. Konsumen yang merasa yakin terhadap merek lebih mungkin memberikan rekomendasi positif kepada orang lain.

Dengan demikian, membangun dan merawat brand equity merupakan investasi jangka panjang yang dapat membawa sejumlah manfaat positif bagi perusahaan.

Baca juga: Mengenal Brand Awareness: Pengertian dan Cara Efektif Meningkatkannya

Cara membangun brand equity

Membangun brand equity melibatkan serangkaian strategi dan tindakan yang dirancang untuk membentuk, memperkuat, dan memelihara persepsi positif konsumen terhadap merek Anda. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk membuat brand equity yang kuat:

1. Pahami Audiens dan Tetapkan Nilai Merek

Pemahaman mendalam terhadap audiens target adalah langkah kunci. Identifikasi siapa mereka, apa yang mereka inginkan, dan bagaimana merek Anda dapat memenuhi kebutuhan mereka. Selanjutnya, tetapkan nilai inti merek dan USP yang akan menjadi landasan pesan dan identitas merek.

2. Ciptakan Identitas Visual dan Pesan Konsisten

Identitas visual merek, termasuk logo dan elemen desain lainnya, harus menciptakan kesan yang konsisten dengan nilai dan kepribadian merek. Pesan merek harus menggambarkan nilai-nilai dan manfaat unik dari produk atau layanan Anda. Konsistensi dalam penampilan dan komunikasi akan memperkuat pengenalan merek di mata konsumen.

3. Berikan Pengalaman Pelanggan Positif dan Libatkan Komunitas

Fokus pada memberikan pengalaman pelanggan yang tak terlupakan dan positif. Pelayanan pelanggan yang ramah, efisien, dan responsif akan membentuk kesan positif terhadap merek. Selain itu, aktif libatkan pelanggan dalam bentuk komunitas online atau offline untuk memperkuat rasa kepemilikan terhadap merek.

4. Manfaatkan Media Sosial dan Pemanfaatan Platform Online

Media sosial adalah alat yang sangat efektif untuk berkomunikasi secara langsung dengan konsumen dan membangun kehadiran merek online. Manfaatkan platform online lainnya, seperti situs web, blog, atau aplikasi, untuk menyampaikan cerita merek dan memberikan nilai tambah kepada konsumen.

5. Evaluasi, Respons Terhadap Umpan Balik, dan Pertahankan Konsistensi Jangka Panjang

Terus pantau umpan balik pelanggan dan hasil metrik kinerja. Respons cepat terhadap umpan balik membantu mengatasi masalah secepat mungkin. Evaluasi secara rutin memastikan bahwa strategi merek tetap relevan. Pertahankan konsistensi jangka panjang dalam identitas, pesan, dan pengalaman pelanggan untuk membangun brand equity yang solid dan berkelanjutan.

Baca juga: Sama-sama Tempat Belanja Online, Apa Perbedaan Marketplace, Toko Online, dan E-commerce?

Contoh brand equity

Berikut beberapa contoh brand equity perusahaan-perusahaan besar.

1. Apple

Contoh brand equity yang kuat dapat ditemukan dalam berbagai merek terkenal di seluruh dunia. Salah satu contoh yang dapat diambil adalah merek teknologi, Apple. Berikut adalah ilustrasi brand equity Apple:

  1. Kesadaran Merek: Apple dikenal secara global, dan logo bitten apple menjadi salah satu ikon yang paling dikenal di dunia.
  2. Kualitas Merek: Konsumen mengidentifikasi Apple dengan produk-produk berkualitas tinggi, desain inovatif, dan teknologi canggih. Produk-produk seperti iPhone, MacBook, dan AirPods menjadi penanda kualitas.
  3. Asosiasi Merek: Apple terkait dengan inovasi, desain minimalis, dan kemudahan penggunaan. Merek ini menciptakan persepsi bahwa produk-produknya membawa pengalaman yang unggul dan eksklusif.
  4. Keterpercayaan: Konsumen memiliki kepercayaan tinggi terhadap produk Apple, dan merek ini dikenal karena memberikan pembaruan perangkat lunak secara teratur, dukungan pelanggan yang baik, dan keandalan produknya.
  5. Kesetiaan Pelanggan: Pengguna produk Apple seringkali sangat setia dan cenderung memilih produk-produk Apple untuk memenuhi kebutuhan mereka. Fenomena peluncuran baru dari Apple sering kali disertai dengan antusiasme yang tinggi dari para penggemar merek.
  6. Kemampuan Merek untuk Meminta Harga yang Tinggi: Produk Apple cenderung memiliki harga premium dibandingkan dengan produk serupa dari pesaing. Namun, konsumen bersedia membayar lebih mahal untuk produk Apple karena mereka percaya pada kualitas dan pengalaman pengguna yang superior.
  7. Kepemimpinan Pasar: Apple memegang posisi utama di berbagai pasar, termasuk smartphone, laptop, dan tablet. Merek ini menjadi pemimpin dalam mengubah tren dan menciptakan standar industri.
  8. Inovasi Berkelanjutan: Apple terus mendorong inovasi, dengan peluncuran produk baru yang memimpin tren di pasar. Merek ini sering kali menjadi pionir dalam mengenalkan fitur atau teknologi baru.

Contoh di atas mencerminkan bagaimana Apple telah berhasil membangun brand equity yang kuat dengan menggabungkan desain, inovasi, dan kualitas yang konsisten dalam semua produknya. Hal ini telah menciptakan hubungan emosional dengan pelanggan dan memastikan bahwa merek Apple memiliki daya tarik yang jangka panjang di pasaran global.

2. Nike

Contoh brand equity yang kuat lainnya dapat ditemukan dalam merek Nike. Berikut adalah ilustrasi brand equity-nya:

  1. Kesadaran Merek: Nike dikenal di seluruh dunia dengan logo ceklist (swoosh) yang ikonik. Merek ini menyertai berbagai olahraga dan aktivitas fisik.
  2. Kualitas Merek: Nike diidentifikasi dengan produk-produk olahraga berkualitas tinggi dan inovatif, terutama sepatu atletik dan pakaian olahraga. Produk-produknya sering dikaitkan dengan performa dan kenyamanan.
  3. Asosiasi Merek: Nike terkait dengan semangat keberanian, motivasi, dan prestasi. Slogan “Just Do It” mencerminkan semangat yang mendorong konsumen untuk mengatasi batasan dan mencapai tujuan mereka.
  4. Keterpercayaan: Nike telah membangun kepercayaan konsumen melalui konsistensi dalam kualitas produk dan dukungannya terhadap atlet dan tim olahraga. Konsumen percaya bahwa produk Nike akan memberikan performa terbaik.
  5. Kesetiaan Pelanggan: Penggemar Nike cenderung setia terhadap merek ini. Banyak atlet dan pecinta olahraga memilih Nike secara konsisten untuk kebutuhan mereka dalam berbagai kegiatan fisik.
  6. Kemampuan Merek untuk Meminta Harga yang Tinggi: Nike mampu menjual produknya dengan harga premium karena konsumen percaya bahwa mereka mendapatkan nilai tambah, baik dalam desain maupun performa.
  7. Kepemimpinan Pasar: Nike adalah pemimpin dalam industri pakaian olahraga dan sepatu. Merek ini memainkan peran utama dalam menentukan tren mode dan teknologi di dunia olahraga.
  8. Inovasi Berkelanjutan: Nike terus mendorong batas inovasi dalam desain dan teknologi olahraga. Peluncuran teknologi baru, seperti teknologi bantalan udara di sepatu Air Max, mencerminkan komitmen Nike terhadap inovasi.

Contoh Nike menunjukkan bagaimana brand equity dapat dibangun melalui penciptaan identitas yang kuat, asosiasi positif, dan konsistensi dalam memberikan produk dan pengalaman pelanggan yang memuaskan. Nike tidak hanya menjadi penyedia produk olahraga, tetapi juga menciptakan naratif emosional yang menginspirasi pelanggan untuk bergerak dan mencapai potensi terbaik mereka.

Baca juga: Memahami Copyright: Pengertian, Jenis, Fungsi, dan Mengapa Perusahaan Harus Berhati-hati dengan Copyright

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email