Jadwalkan Demo

Sering Kerja Lembur? Pahami Ketentuan Waktu dan Sanksi atas Penyimpangan Waktu Lembur!

Rizka Maria Merdeka | January 30, 2024 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

Dalam dunia kerja yang kompetitif, aktivitas lembur menjadi suatu aspek yang tidak terhindarkan bagi sebagian pekerja. Penekanan akan diberikan pada perubahan regulasi terkini yang memengaruhi jam kerja ekstra, dengan menyoroti bagaimana perubahan tersebut dapat memengaruhi para pekerja.

Artikel ini akan mengulas tentang lembur, mulai dari ketentuan waktu lembur yang diatur secara hukum hingga sanksi yang dapat diterapkan terhadap penyimpangan waktu lembur. Tak hanya itu, artikel ini juga akan menyajikan tips berharga bagi karyawan agar dapat tetap produktif dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi ketika menghadapi situasi lembur.

Simak selengkapnya!

Baca juga: Sering Lembur? Konsumsi 7 Camilan Sehat Ini Untuk Meningkatkan Energi Saat Lembur

Ketentuan waktu dan syarat lembur

Penting untuk dicatat bahwa saat ini UU Ketenagakerjaan telah mengalami perubahan, penghapusan, dan penerapan peraturan baru melalui Perppu Cipta Kerja yang disahkan sebagai undang-undang melalui UU 6/2023.

Aturan waktu kerja yang telah ditetapkan oleh undang-undang mencakup:

  • 7 jam dalam sehari dan 40 jam dalam seminggu untuk pekerjaan selama 6 hari dalam seminggu; atau
  • 8 jam dalam sehari dan 40 jam dalam seminggu untuk pekerjaan selama 5 hari dalam seminggu.

Meskipun demikian, dalam beberapa situasi, pekerja dapat bekerja melebihi batas waktu tersebut. Ini sesuai dengan Pasal 81 angka 24 Perppu Cipta Kerja, yang mengubah Pasal 78 ayat (1) UU Ketenagakerjaan. Pasal ini menyatakan bahwa pengusaha yang mempekerjakan buruh melebihi waktu kerja yang ditentukan harus memenuhi persyaratan:

  • Mendapatkan persetujuan dari pekerja yang bersangkutan; dan
  • Waktu kerja lembur hanya boleh dilakukan maksimal 4 jam dalam 1 hari dan 18 jam dalam 1 minggu.

Selanjutnya, pengusaha yang mempekerjakan pekerja melebihi waktu kerja yang ditentukan wajib membayar upah lembur. Perlu dicatat bahwa ketentuan waktu kerja lembur tidak berlaku untuk sektor usaha atau pekerjaan tertentu.

Pasal 26 ayat (1) PP 35/2021 juga mengatur batasan waktu kerja lembur yang sama, yaitu maksimal 4 jam dalam 1 hari dan 18 jam dalam 1 minggu.

Untuk melaksanakan waktu kerja lembur, perintah dari pengusaha dan persetujuan tertulis dari pekerja yang bersangkutan diperlukan. Perintah dan persetujuan dapat dicatat dalam daftar pekerja yang bersedia bekerja lembur yang ditandatangani oleh pekerja dan pengusaha. Selanjutnya, pengusaha harus membuat daftar pelaksanaan kerja lembur yang mencantumkan nama pekerja dan durasi waktu kerja lembur.

Baca juga: 4 Alasan Karyawan Rela Lembur

Sanksi penyimpangan waktu lembur

Di masa lampau, terdapat regulasi mengenai penyimpangan waktu kerja dan istirahat yang pernah diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja tahun 1989. Regulasi tersebut diterapkan secara terbatas dan bersifat sementara, namun kini telah dicabut.

Jika terjadi situasi di mana pejabat Dinas Ketenagakerjaan memberikan izin penyimpangan waktu kerja lembur yang bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku, tindakan tersebut dianggap melampaui wewenang dan dapat mengakibatkan sanksi sesuai dengan PP 53/2010 yang diperbarui dengan PP 94/2021.

Selain itu, pelanggaran terhadap ketentuan waktu kerja lembur sebagaimana yang diatur dalam Pasal 78 ayat (1) UU Ketenagakerjaan, sebagaimana disebutkan sebelumnya, dapat dikenai sanksi pidana berupa denda minimal Rp5 juta dan maksimal Rp50 juta bagi pengusaha. Perlu diingat bahwa sanksi denda tersebut tidak menghapus kewajiban pengusaha untuk membayar hak-hak dan/atau ganti rugi kepada pekerja yang bersangkutan.

Baca juga: Bagaimana Cara Kuat Hadapi Lembur Kerja Saat Bulan Puasa?

Tips lembur bagi karyawan

Seringkali karyawan melakukan kerja lembur untuk menyelesaikan tugas-tugas yang tertinggal, mengejar deadline, atau mendapatkan tugas tambahan yang mendadak. Bagi Anda yang sering kerja lembur, berikut beberapa tips untuk Anda!

1. Rencanakan tugas dengan baik

Sebelum memulai sesi lembur, buatlah daftar tugas yang perlu diselesaikan dan prioritaskan pekerjaan sesuai dengan tingkat urgensi. Dengan merencanakan dengan baik, Anda dapat fokus pada tugas yang paling penting dan menghindari kebingungan.

2. Istirahat sesekali untuk menjaga kesehatan mental dan fisik

Meskipun sedang lembur, penting untuk memberikan waktu istirahat sesekali. Beristirahat sejenak dapat membantu menjaga kesehatan mental dan fisik Anda, mencegah kelelahan yang berlebihan, dan meningkatkan produktivitas pada jangka panjang.

3. Manfaatkan teknologi dan alat bantu produktivitas

Gunakan teknologi dan alat bantu produktivitas untuk meningkatkan efisiensi pekerjaan. Aplikasi manajemen waktu, proyek, atau alat kolaborasi online dapat membantu Anda mengorganisir tugas, berkomunikasi dengan tim, dan mempercepat proses pekerjaan.

4. Atur lingkungan kerja yang nyaman

Pastikan lingkungan kerja Anda nyaman dan terorganisir. Pencahayaan yang baik, kursi yang ergonomis, dan meja yang rapi dapat meningkatkan kenyamanan dan membantu Anda tetap fokus. Hindari gangguan eksternal sebisa mungkin untuk mempertahankan konsentrasi.

5. Komunikasikan kondisi anda dengan tim

Jika Anda bekerja dalam tim, komunikasikan dengan baik bahwa Anda sedang lembur. Berikan perkiraan waktu selesai dan laporan progres secara teratur. Hal ini dapat mencegah kekhawatiran tim dan memastikan semua orang tetap berada pada jalur yang benar.

Ingatlah bahwa lembur sebaiknya tidak menjadi kebiasaan, dan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi tetap penting. Meskipun beberapa situasi memang memerlukan usaha ekstra, jaga kesehatan dan keseimbangan hidup Anda untuk mendukung produktivitas jangka panjang.

Baca juga: Penjelasan Lengkap dan Cara Perhitungan Lembur Sesuai Peraturan Pemerintah 2021

Pengajuan cuti dan lembur karyawan jauh lebih mudah dengan GreatDay HR

ketentuan lembur gdhr

Beberapa pekerjaan seringkali membutuhkan lembur, seperti pada departemen sumber daya manusia selama musim rekrutmen atau penggajian, atau karyawan yang terlibat dalam panitia event perusahaan. Meskipun lembur diperlukan, penting untuk mengajukan permohonan lembur agar mendapatkan hak uang lembur.

Namun, proses pengajuan dan persetujuan lembur yang rumit dan memakan waktu dapat membuat karyawan enggan mengajukannya. Untuk mengatasi masalah ini, aplikasi GreatDay HR menyediakan fitur Cuti & Lembur yang mempermudah karyawan mengajukan lembur di mana saja dan kapan saja, dengan proses persetujuan yang cepat.

Dengan demikian, aplikasi GreatDay HR menjadi solusi untuk kendala pengajuan lembur, mengatasi kekhawatiran tentang pembayaran uang lembur, dan menyelesaikan perhitungan lembur dengan efisien. Berlangganan sekarang!

Baca juga: Mekanisme Payroll #4: Komponen Insentif dan Uang Lembur dalam Penghitungan Gaji Karyawan Secara Digital di Perusahaan

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email