Jadwalkan Demo

Pengertian dan Fungsi Wholesale dalam Pasar: Mengenal Perbedaannya dengan Distributor dan Retailer

Rizka Maria Merdeka | June 14, 2023 | Bisnis
by GreatDay HR

Dalam dunia bisnis, istilah “wholesale” adalah istilah yang tidak asing lagi. Wholesale memiliki peran penting dalam rantai pasok dan merupakan bagian integral dari keberhasilan banyak perusahaan. Namun, apa sebenarnya pengertian wholesale dan mengapa konsep ini sangat penting?

Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian wholesale secara mendalam, serta menyoroti peran dan keuntungan yang terkait dengan konsep ini dalam industri bisnis. Akan dibahas juga tentang perbedaannya dengan distributor dan retailer. Simak artikelnya untuk informasi lebih lengkap!

Wholesale adalah

Wholesale adalah suatu istilah yang digunakan dalam dunia bisnis untuk mengacu pada penjualan barang atau produk dalam jumlah besar kepada pengecer, perusahaan, atau pihak lain yang akan menjual kembali barang tersebut. Dalam model bisnis grosir, penjual biasanya membeli barang dalam jumlah besar langsung dari produsen atau distributor dengan harga yang lebih rendah dibandingkan jika mereka membeli dalam jumlah kecil.

Tujuan utama dari bisnis grosir adalah memperoleh keuntungan melalui penjualan dalam jumlah besar. Penjual grosir biasanya memiliki jaringan atau saluran distribusi yang luas dan dapat menjangkau pengecer atau konsumen akhir di berbagai lokasi. Mereka sering menawarkan diskon atau harga khusus kepada pelanggan grosir untuk mendorong pembelian dalam jumlah besar.

Bisnis grosir dapat ditemukan di berbagai industri, seperti pakaian, elektronik, makanan, peralatan rumah tangga, dan banyak lagi. Mereka berperan penting dalam rantai pasokan, memungkinkan produsen mengirimkan produk mereka ke berbagai pasar dan meningkatkan efisiensi dalam distribusi.

Jenis-jenis wholesale

Berikut jenis-jenis wholesale yang paling umum yang sering ditemui.

1. Merchant Wholesaler

Merchant wholesaler adalah jenis grosir yang memiliki kepemilikan fisik atas barang yang mereka jual. Mereka membeli produk langsung dari produsen atau distributor, menyimpannya dalam fasilitas penyimpanan mereka sendiri, dan menjualnya kepada pengecer, perusahaan, atau konsumen lainnya. Merchant wholesaler bertindak sebagai perantara yang mengambil risiko kepemilikan dan pengelolaan stok.

Merchant wholesaler dapat beroperasi dalam berbagai industri dan menawarkan berbagai jenis produk. Mereka memiliki peran penting dalam rantai pasokan, memungkinkan produsen untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan menyediakan pengecer dengan persediaan yang mencukupi. Merchant wholesaler juga dapat memberikan layanan tambahan seperti pengemasan ulang, penanganan logistik, dan pemenuhan pesanan.

2. Agen atau Broker

Agen atau broker grosir adalah pihak yang bertindak sebagai perantara antara produsen atau distributor dengan pengecer atau konsumen akhir. Mereka tidak memiliki kepemilikan fisik atas produk yang mereka jual, tetapi mereka bekerja untuk menemukan pembeli potensial dan memfasilitasi transaksi antara kedua belah pihak. Agen atau broker grosir beroperasi dengan komisi dari penjualan yang terjadi.

Peran utama agen atau broker grosir adalah mencari pelanggan potensial, bernegosiasi, dan memfasilitasi transaksi. Mereka memiliki pengetahuan pasar yang baik dan seringkali memiliki jaringan luas dalam industri tertentu. Agen atau broker grosir dapat membantu produsen atau distributor dalam memasarkan produk, mencari peluang penjualan, dan membangun hubungan bisnis yang baik.

Agen atau broker grosir sering ditemui dalam industri seperti real estate, asuransi, periklanan, dan pemasaran. Mereka berfungsi sebagai penghubung antara penjual dan pembeli, membantu memudahkan proses transaksi dan memastikan kepentingan kedua belah pihak terpenuhi.

Penting untuk dicatat bahwa baik merchant wholesaler maupun agen atau broker grosir berperan penting dalam bisnis grosir secara keseluruhan. Keduanya memainkan peran yang berbeda dalam menyediakan akses ke pasar, memfasilitasi transaksi, dan memenuhi kebutuhan bisnis dan konsumen.

Baca juga: Pahami Pengertian, Jenis-Jenis, Hingga Perbedaan Bisnis Grosir dengan Retail

Peran dan fungsi wholesale

Peran dan fungsi bisnis grosir atau wholesale sangat penting dalam rantai pasokan dan ekonomi secara keseluruhan. Berikut ini beberapa peran dan fungsi utama bisnis grosir:

1. Penyedia Akses ke Produk dalam Jumlah Besar

Bisnis grosir menjadi jembatan antara produsen atau distributor dengan pengecer atau konsumen akhir. Mereka memungkinkan pengecer atau perusahaan lain untuk memperoleh barang dalam jumlah besar dengan harga yang lebih rendah daripada jika mereka membeli dalam jumlah kecil. Hal ini membantu memenuhi kebutuhan pengecer untuk memiliki stok yang mencukupi dan beragam produk untuk memenuhi permintaan pelanggan mereka.

2. Distribusi Barang

Peran utama bisnis grosir adalah mendistribusikan barang dari produsen atau distributor ke pengecer atau konsumen akhir. Mereka memiliki saluran distribusi yang luas dan infrastruktur logistik untuk mengirimkan produk ke berbagai lokasi. Dengan memiliki rantai pasokan yang efisien, bisnis grosir memastikan ketersediaan produk di pasar dan membantu memenuhi permintaan pelanggan dengan cepat.

3. Pemangkasan Biaya dan Efisiensi

Bisnis grosir memungkinkan produsen atau distributor untuk menjual produk dalam jumlah besar, yang menghasilkan efisiensi dan pemangkasan biaya dalam proses produksi, penyimpanan, dan pengiriman. Dalam pembelian dalam jumlah besar, biaya unit produk biasanya lebih rendah, sehingga pengecer dapat menawarkan harga yang lebih kompetitif kepada konsumen akhir.

4. Pemasaran dan Promosi

Bisnis grosir juga dapat berperan dalam pemasaran dan promosi produk. Mereka dapat memberikan dukungan pemasaran, seperti menyediakan materi iklan, display, atau bantuan dalam strategi penjualan kepada pengecer. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan dapat memberikan pelatihan dan dukungan untuk meningkatkan pengetahuan pengecer tentang produk yang dijual.

5. Analisis Pasar

Bisnis grosir sering kali memiliki wawasan mendalam tentang pasar dan tren konsumen. Mereka dapat mengumpulkan data penjualan dari pengecer dan mengidentifikasi pola pembelian serta permintaan produk. Informasi ini dapat digunakan untuk membantu produsen atau distributor memahami tren pasar, mengembangkan produk baru, atau menyesuaikan strategi pemasaran.

Secara keseluruhan, bisnis grosir berperan sebagai penghubung utama antara produsen dan pengecer. Mereka membantu dalam pengadaan dan distribusi produk dalam jumlah besar, memangkas biaya, meningkatkan efisiensi, serta menyediakan dukungan pemasaran. Dengan demikian, mereka memainkan peran kunci dalam memastikan ketersediaan produk di pasar dan memfasilitasi pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Pebisnis Perlu Tahu! Ini yang Dimaksud dengan Prospek, Cara Menemukan dan Mengelola Prospek yang Tepat

Keuntungan wholesale

Berikut adalah beberapa keuntungan yang dapat diperoleh melalui bisnis grosir atau wholesale:

1. Harga yang lebih rendah

Salah satu keuntungan utama bisnis wholesale adalah kemampuan untuk membeli barang dalam jumlah besar dengan harga yang lebih rendah. Produsen atau distributor biasanya menawarkan diskon atau harga khusus kepada penjual grosir. Dengan memperoleh produk dengan harga yang lebih rendah, penjual grosir dapat meningkatkan margin keuntungan mereka ketika menjual produk kepada pengecer. 

2. Efisiensi logistik

Bisnis wholesale atau grosir biasanya memiliki infrastruktur logistik yang baik untuk mendistribusikan barang ke berbagai lokasi. Mereka memiliki sistem pengiriman yang efisien dan saluran distribusi yang luas. Hal ini membantu memangkas biaya dan meningkatkan efisiensi dalam rantai pasokan.

3. Peluang kerjasama

Wholesale sering kali berfungsi sebagai mitra dan katalisator pertumbuhan bagi produsen atau distributor. Mereka dapat membantu produsen mencapai jangkauan pasar yang lebih luas dan menawarkan produk mereka kepada pengecer yang berbeda. Melalui kerjasama ini, bisnis grosir dapat berkontribusi dalam meningkatkan pangsa pasar dan keuntungan produsen.

4. Informasi pasar

Sebagai bagian dari rantai pasokan, bisnis grosir memiliki akses ke informasi pasar yang berharga. Mereka dapat mengumpulkan data penjualan dan tren konsumen dari pengecer. Informasi ini dapat membantu produsen atau distributor memahami kebutuhan pasar, mengebangkan strategi pemasaran, dan mengoptimalkan portofolio produk mereka.

5. Dukungan pemasaran dan penjualan

Bisnis wholesale atau grosir juga dapat memberikan dukungan pemasaran dan penjualan kepada pengecer. Mereka dapat menyediakan materi iklan, bahan promosi, dan bahkan pelatihan penjualan. Ini membantu pengecer dalam memasarkan dan menjual produk dengan lebih efektif, yang pada gilirannya meningkatkan penjualan dan keuntungan.

Baca juga: Penerapan Software HRIS dalam Pengelolaan SDM di Industri Retail

Perbedaan wholesale dengan distributor dan retailer

Wholesale, distributor, dan retailer adalah tiga entitas yang berbeda dalam rantai pasokan dan saluran distribusi. Berikut adalah perbedaan antara ketiganya:

1. Wholesale (Grosir)

Wholesale atau grosir merujuk pada penjualan produk dalam jumlah besar kepada pengecer, perusahaan, atau pelanggan lain yang akan menjual kembali barang tersebut. Bisnis grosir membeli produk secara langsung dari produsen atau distributor dengan harga yang lebih rendah dan menjualnya dengan keuntungan kepada pengecer.

Tujuan utama grosir adalah memperoleh keuntungan melalui penjualan dalam jumlah besar. Mereka biasanya memiliki saluran distribusi yang luas dan memainkan peran dalam penyediaan stok, pengemasan ulang, dan layanan lainnya kepada pelanggan grosir.

2. Distributor

Distributor adalah perantara yang membeli produk dari produsen dan menjualnya kepada pengecer, bisnis, atau organisasi lainnya. Distributor berperan dalam menghubungkan produsen dengan pasar, memperluas jangkauan produk, dan menyediakan layanan distribusi. Mereka membeli produk dalam jumlah besar dari produsen dan menyimpannya dalam fasilitas penyimpanan mereka sendiri.

Distributor juga dapat memberikan layanan tambahan seperti pengemasan, penyimpanan, pengiriman, dan dukungan pemasaran kepada pengecer atau pelanggan lainnya.

3. Retailer (Eceran)

Retailer atau pengecer adalah entitas yang menjual produk langsung kepada konsumen akhir. Mereka biasanya membeli produk dalam jumlah kecil dari grosir, distributor, atau produsen, dan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi kepada konsumen untuk memperoleh keuntungan. Pengecer beroperasi melalui toko fisik, toko online, atau gabungan keduanya.

Mereka bertanggung jawab untuk memasarkan produk, menyediakan layanan pelanggan, dan memenuhi kebutuhan konsumen dengan produk yang siap dijual.

Perbedaan utama antara ketiganya terletak pada peran dan fokus bisnis mereka dalam saluran distribusi. Wholesale berfokus pada penjualan dalam jumlah besar kepada pengecer atau pelanggan grosir. Distributor bertindak sebagai perantara antara produsen dan pengecer, dengan fokus pada distribusi dan layanan tambahan.

Sedangkan, retailer berfokus pada penjualan produk kepada konsumen akhir melalui toko fisik atau online. Secara singkat, wholesale berfokus pada penjualan dalam jumlah besar, distributor berperan dalam distribusi dan perantara, sementara retailer menjual produk kepada konsumen akhir.

Baca juga: Serba-Serbi Bisnis Retail: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email