Jadwalkan Demo

Memahami Tentang Asas Pemungutan Pajak di Indonesia Beserta Jenisnya

Rizka Maria Merdeka | October 20, 2023 | Keuangan
by GreatDay HR

Pengaturan pajak adalah elemen kunci dalam pembangunan ekonomi suatu negara, termasuk Indonesia. Pajak berperan penting dalam membiayai program pemerintah, menyediakan layanan publik, serta mengatur distribusi kekayaan dan pendapatan di masyarakat.

Untuk memahami lebih lanjut tentang kerangka kerja perpajakan di Indonesia, penting untuk memahami asas-asas pemungutan pajak yang mendasari sistem perpajakan negara ini. Artikel ini akan membahas berbagai asas pemungutan pajak yang diterapkan di Indonesia. 

Dengan pemahaman yang mendalam tentang asas-asas ini, kita dapat menggali lebih dalam ke dalam esensi sistem perpajakan Indonesia, termasuk prinsip-prinsip keadilan, efisiensi, dan kemampuan dalam mengenakan dan mengumpulkan pajak. Baca sampai habis!

Baca juga: Pajak Natura: Pengenalan Konsep dan Pengaplikasiannya di Indonesia

Pengertian asas pemungutan pajak

Asas pemungutan pajak adalah prinsip-prinsip atau pedoman dasar yang menjadi landasan dalam pengenaan dan pengumpulan pajak oleh pemerintah. Asas-asas ini bertujuan untuk menjaga keadilan, efisiensi, dan kepastian dalam sistem perpajakan.

Asas ini membantu menciptakan dasar hukum yang kuat untuk sistem perpajakan yang adil, efisien, dan dapat diterima oleh masyarakat. Penerapan asas-asas ini dapat bervariasi dari satu negara ke negara lain tergantung pada kebijakan fiskal dan prinsip-prinsip sosial dan politik yang berlaku.

Baca juga: Kenali 4 Fungsi Pajak dan Manfaatnya di Indonesia

Jenis atau macam-macam asas pemungutan pajak di Indonesia

Di Indonesia, asas pemungutan pajak mengacu pada sejumlah prinsip yang digunakan dalam peraturan perpajakan untuk mengenakan dan mengumpulkan pajak. Berikut beberapa jenis atau macam-macam asas pemungutan pajak yang berlaku di Indonesia:

1. Asas Keadilan (Equity)

Asas ini menekankan bahwa pajak harus dikenakan secara adil dan proporsional sesuai dengan kemampuan ekonomi pembayar pajak. Prinsip ini tercermin dalam berbagai bentuk pajak progresif di Indonesia, seperti Pajak Penghasilan (PPh) yang tarifnya lebih tinggi untuk penghasilan yang lebih besar.

2. Asas Kemampuan (Ability to Pay)

Asas ini mencerminkan bahwa pajak seharusnya berdasarkan pada kemampuan ekonomi pembayar pajak. Dalam hal ini, pajak pendapatan berdasarkan prinsip ini dengan menyesuaikan tarif pajak sesuai dengan tingkat penghasilan.

3. Asas Kepercayaan (Certainty)

Prinsip ini menuntut bahwa peraturan perpajakan harus jelas, dapat dipahami, dan konsisten. Pembayar pajak harus mengetahui dengan pasti berapa jumlah pajak yang harus mereka bayar.

4. Asas Kenetralan (Neutrality)

Asas ini menekankan bahwa peraturan perpajakan tidak seharusnya mempengaruhi perilaku ekonomi pembayar pajak. Pajak seharusnya tidak mendorong tindakan penghindaran pajak atau pengurangan aktivitas ekonomi.

Baca juga: Mau Lapor Pajak? Ini Cara Daftar Antrean Online Kunjung Pajak Praktis Tanpa Ribet

5. Asas Kepastian Hukum (Legal Certainty)

Prinsip ini mengharuskan peraturan perpajakan untuk menjadi dasar hukum yang kuat dan dapat diandalkan. Perubahan peraturan perpajakan harus diumumkan secara jelas dan sejauh mungkin tidak berlaku surut.

6. Asas Kesederhanaan (Simplicity)

Asas ini menekankan pentingnya kesederhanaan dalam sistem perpajakan agar mudah dimengerti oleh pembayar pajak. Sistem perpajakan yang rumit dapat menciptakan kerumitan dan biaya yang tidak perlu.

7. Asas Keberlanjutan (Sustainability)

Asas ini semakin penting dengan meningkatnya perhatian terhadap lingkungan. Pajak lingkungan dan insentif pajak untuk praktik bisnis berkelanjutan adalah contoh dari penerapan asas ini.

8. Asas Kepentingan Umum (General Benefit)

Prinsip ini menekankan bahwa pajak harus digunakan untuk mendanai kepentingan umum dan kebijakan pemerintah yang memberikan manfaat kepada masyarakat secara keseluruhan.

Sistem perpajakan Indonesia didasarkan pada berbagai asas ini, yang mencerminkan upaya pemerintah untuk menciptakan sistem perpajakan yang adil, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan negara dan masyarakat.

Baca juga: Sudah Bukan SSE Pajak Lagi, Ini Adalah Panduan Lengkap DJP Online!

Hitung pajak otomatis dan akurat dengan GreatDay HR

asas pemungutan pajak

Penghitungan gaji dalam perusahaan merupakan proses yang signifikan dan pajak menjadi elemen penting dalam perhitungannya. Menghitung pajak bisa menjadi tugas yang rumit dikarenakan peraturan dan kebijakan yang sering berubah.

Pemerintah secara rutin memperbarui peraturan pajak, yang berdampak pada perhitungan gaji karyawan dalam perusahaan. Selain itu, komponen lain seperti potongan, bonus, BPJS, dan faktor lainnya juga harus dihitung dengan akurat.

Untuk mengatasi tantangan ini, GreatDay HR menawarkan fitur Payroll yang dapat mengoptimalkan proses perhitungan gaji beserta semua komponennya. Dengan aplikasi GreatDay HR, perhitungan gaji dan pajak yang sebelumnya memakan waktu berjam-jam dapat dilakukan dengan cepat dan otomatis dalam satu platform.

Jadi, jangan ragu lagi! Segera berlangganan dan unduh aplikasi GreatDay HR sekarang juga! Untuk informasi lebih lanjut, klik di sini!

Baca juga: Pengertian, Tarif Pajak, Wajib Pajak dan Contoh Perhitungan PPh 21

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email