Jadwalkan Demo

Ini Panduan untuk HR dalam Memahami 13 Tipe Kepribadian DiSC

Rizka Maria Merdeka | April 18, 2024 | Human Resource (HR)
by GreatDay HR

HR memiliki peran kunci dalam membentuk budaya perusahaan yang inklusif, mendukung pertumbuhan karyawan, dan meningkatkan produktivitas tim. Salah satu alat yang telah terbukti efektif dalam memahami dan mengelola keberagaman di tempat kerja adalah model kepribadian DiSC.

Di balik singkatan yang sederhana, DiSC memberikan wawasan yang mendalam tentang berbagai tipe kepribadian dan perilaku yang dapat ditemui dalam lingkungan kerja. Model ini juga efektif digunakan pada saat proses rekrutmen karyawan. Tujuannya tidak lain adalah untuk menemukan kandidat terbaik yang cocok dengan perusahaan, baik secara kemampuan maupun kepribadian.

Dalam artikel ini, GreatDay HR akan membahas mengenai 13 tipe kepribadian dalam DiSC dan manfaat memahami tipe-tipe kepribadian tersebut, utamanya bagi HR. Dari pembentukan tim yang efektif hingga manajemen konflik, pengetahuan tentang DiSC dapat memberikan fondasi yang kuat bagi praktik HR yang progresif dan berorientasi pada karyawan.

Simak selengkapnya!

Baca juga: Kenali DiSC Personality Test: Tes Kepribadian yang Sering Digunakan Dalam Proses Rekrutmen Karyawan

Apa itu DiSC?

DiSC adalah model psikologi perilaku yang digunakan untuk membantu memahami perilaku dan gaya komunikasi orang lain. Model ini berfokus pada empat dimensi utama perilaku dan kepribadian yang dikenal dengan akronim “DiSC,” yang meliputi:

  1. Dominance (Dominasi) – Orang-orang yang menunjukkan tingkat dominasi yang tinggi biasanya sangat fokus pada pencapaian hasil dan menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi. Mereka cenderung lebih suka mengendalikan situasi dan mengambil keputusan dengan cepat.
  2. Influence (Pengaruh) – Individu dengan tinggi di area ini biasanya sangat persuasif, antusias, dan optimis. Mereka pandai dalam membangun hubungan dan sering kali menjadi motivator yang baik dalam sebuah tim.
  3. Steadiness (Kestabilan) – Orang dengan skor tinggi dalam kestabilan cenderung sangat sabar, dapat diandalkan, dan kooperatif. Mereka biasanya mencari konsistensi dan stabilitas dan merasa nyaman dalam situasi yang konsisten dan terstruktur.
  4. Conscientiousness (Ketelitian) – Individu yang menunjukkan tingkat ketelitian yang tinggi cenderung fokus pada detail, akurasi, dan kualitas. Mereka sangat sistematis dan terorganisir serta mementingkan keakuratan dan keadilan.

Model DiSC tidak bertujuan untuk melabeli orang tetapi untuk membantu memahami dan menghargai perbedaan individu. Ini sering digunakan dalam konteks pengembangan profesional, manajemen tim, komunikasi, dan pelatihan kepemimpinan untuk meningkatkan kerjasama dan efektivitas komunikasi antar anggota tim. Tujuannya adalah untuk memfasilitasi lingkungan kerja yang lebih harmonis dan produktif di mana setiap individu dapat berkontribusi berdasarkan kekuatan unik mereka.

Baca juga: Hati-hati! Terlalu Mengedepankan Hasil Tes Kepribadian dalam Rekrutmen Bisa Kehilangan Kandidat Potensial

13 tipe kepribadian dalam DiSC

Model DiSC umumnya dikenal dengan empat dimensi utamanya, tetapi bisa diperluas untuk menjelaskan variasi lebih lanjut dalam kepribadian individu. Beberapa versi atau interpretasi DiSC menggabungkan unsur-unsur ini untuk membentuk subkategori atau gaya yang lebih spesifik, tergantung pada perpaduan sifat yang ada dalam empat kategori utama tersebut.

Berikut adalah contoh 13 tipe kepribadian yang mungkin ditemukan dalam beberapa interpretasi yang lebih detil dari model DiSC:

  1. Dominance: Individu dengan dominasi tinggi biasanya menampilkan sikap yang tegas, langsung, dan fokus pada pencapaian tujuan.
  2. Influence: Orang yang memiliki pengaruh tinggi sering kali terbuka, antusias, dan mampu meyakinkan orang lain.
  3. Steadiness: Individu dengan sifat kestabilan umumnya menunjukkan kesabaran, keandalan, dan kemauan untuk bekerja sama.
  4. Conscientiousness: Orang yang teliti biasanya analitis, akurat, dan sangat memperhatikan detail.
  5. Dominance dengan Influence: Individu dengan kombinasi dominasi dan pengaruh cenderung percaya diri serta mudah bergaul dan meyakinkan.
  6. Dominance dengan Steadiness: Orang yang menggabungkan dominasi dengan kestabilan seringkali menunjukkan sifat yang keras kepala, sabar, dan praktis.
  7. Dominance dengan Conscientiousness: Individu yang memadukan dominasi dengan ketelitian biasanya bersikap tegas, akurat, dan berorientasi pada pencapaian.
  8. Influence dengan Dominance: Orang yang memiliki pengaruh dan dominasi biasanya sangat energik, percaya diri, dan langsung dalam tindakannya.
  9. Influence dengan Steadiness: Individu yang menggabungkan pengaruh dengan kestabilan sering kali bersifat ramah, sabar, dan dapat diandalkan.
  10. Influence dengan Conscientiousness: Individu yang memadukan pengaruh dengan ketelitian cenderung berorientasi pada tujuan, akurat, dan analitis.
  11. Steadiness dengan Dominance: Orang yang menggabungkan kestabilan dengan dominasi biasanya kooperatif, praktis, dan tegas.
  12. Steadiness dengan Influence: Individu dengan kestabilan dan pengaruh seringkali menampilkan sifat yang ramah, antusias, dan kolaboratif.
  13. Steadiness dengan Conscientiousness: Orang yang menggabungkan kestabilan dengan ketelitian biasanya sabar, akurat, dan analitis.

Variasi ini memungkinkan individu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana berbagai aspek kepribadian mereka mungkin berinteraksi dan mempengaruhi perilaku mereka dalam konteks yang berbeda. Pemahaman ini sangat berguna dalam pengembangan profesional, manajemen tim, dan hubungan interpersonal.

Baca juga: Selain untuk Rekrutmen, Ini Alasan Mengapa HRD Wajib Menguasai Psikologi Kepribadian

Manfaat mengetahui tipe kepribadian DiSC

Bagi departemen Sumber Daya Manusia (HR), mengetahui dan memahami tipe-tipe kepribadian DiSC dapat memberikan sejumlah manfaat yang signifikan:

1. Pengembangan tim yang efektif

HR dapat menggunakan pengetahuan tentang tipe kepribadian DiSC untuk membentuk tim yang seimbang dan efektif. Dengan mempertimbangkan perbedaan dalam kepribadian, HR dapat menempatkan individu pada peran yang sesuai dengan kekuatan dan preferensi mereka, meningkatkan kinerja tim secara keseluruhan.

2. Pelatihan dan pengembangan karyawan

HR dapat merancang program pelatihan dan pengembangan yang disesuaikan dengan tipe kepribadian karyawan. Ini membantu dalam meningkatkan penerimaan dan efektivitas pelatihan serta memungkinkan karyawan untuk berkembang sesuai dengan gaya belajar dan preferensi komunikasi mereka.

3. Manajemen kinerja

Memahami tipe kepribadian karyawan memungkinkan HR untuk mengadopsi pendekatan manajemen kinerja yang lebih terfokus dan terarah. Mereka dapat menggunakan wawasan ini untuk memberikan umpan balik yang lebih efektif, menetapkan tujuan yang realistis, dan menciptakan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan dan pengembangan.

4. Perekrutan dan seleksi

HR dapat menggunakan pengetahuan tentang tipe kepribadian DiSC dalam proses perekrutan dan seleksi untuk mencocokkan calon dengan peran yang paling sesuai dengan kepribadian dan karakteristik mereka. Ini membantu mengurangi risiko kesenjangan budaya dan meningkatkan retensi karyawan.

5. Manajemen konflik

HR dapat berperan sebagai penengah dalam menangani konflik antar karyawan dengan memahami perbedaan kepribadian yang mungkin menjadi penyebabnya. Mereka dapat memberikan bimbingan dan dukungan dalam menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif dan berkelanjutan.

6. Meningkatkan budaya perusahaan

Dengan mempromosikan pemahaman dan apresiasi terhadap keberagaman kepribadian, HR dapat membentuk budaya perusahaan yang inklusif dan menghargai kontribusi setiap individu. Ini menciptakan lingkungan kerja yang lebih harmonis dan produktif.

7. Analisis tim dan kinerja perusahaan

HR dapat menggunakan data tentang tipe kepribadian DiSC untuk menganalisis kinerja tim dan perusahaan secara keseluruhan. Ini membantu dalam mengidentifikasi tren, kekuatan, dan area pengembangan yang mungkin memerlukan perhatian lebih lanjut.

Secara keseluruhan, pemahaman tentang tipe kepribadian DiSC memungkinkan HR untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber daya manusia, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih positif dan kolaboratif.

Baca juga: Mengenal Pengertian dan Ciri-ciri Kepribadian Ambivert

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email