Ini Dia! Rahasia Cara Memperbesar Tim Dalam Perusahaan dengan Baik

By Rifqi Renanda   |  

Tak ada satupun perusahaan, yang tak ingin perusahaannya maju, bukan? Pada titik tertentu, pastinya semua pelaku usaha ingin perusahaannya berkembang, terutama bagi yang sudah berjalan dalam jangka waktu yang lama.

Jangan khawatir! Karena dengan usaha yang tepat dan melakukan perubahan yang diperlukan, cepat atau lambat kemajuan yang diinginkan oleh sebuah perusahaan akan tiba. 

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan perubahan dalam perusahaan adalah memperbesar tim. Hal tersebut mungkin terlihat mengasyikkan, tetapi sebenarnya juga menghadirkan sebuah tantangan bagi perusahaan. 

Pertumbuhan dan perubahan datang dengan lika-liku yang tak terelakkan sepanjang jalan. Terkadang, tim yang telah terbiasa dengan ritme kerja merasa tidak nyaman dan jengkel dengan adanya penambahan anggota baru dalam sebuah tim.

Tetapi, tak bisa dipungkiri bahwa memperbesar sebuah tim bisa dikatakan sebagai hal yang sangat lazim dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk meningkatkan produktivitas perusahaan tersebut.

Ibu Tricilia Paundya, Team Representative of Glints Indonesia, berbicara pada GreatDay Connect Webinar tanggal 9 September lalu dan menekankan bahwa kemungkinan perusahaan bisa menciptakan sebuah keberhasilan tanpa adanya pembesaran sebuah tim tidak terlalu besar. Bahkan bisa dikatakan kecil.

Penasaran dengan penjelasan lebih lanjut tentang cara memperbesar tim dalam sebuah perusahaan? Mari simak penjelasannya di bawah ini!

Hal-Hal yang Perlu Dipertimbangakan Dalam Memperbesar Tim

Ketika Anda ingin menghitung matematika dengan menggunakan rumus, maka ada beberapa hal yang harus dilihat dan dipertimbangkan agar mendapatkan hasil yang benar.

Sama halnya dengan memperbesar tim dalam perusahaan tidak bisa dilakukan dengan seman-mena dan ada hal-hal yang memang harus dipertimbangkan.

Lantas, hal-hal apa yang perlu dipertimbangkan dalam memperbesar tim di sebuah perusahaan agar bisa berdampak pada kemajuan perusahaan? Langsung simak penjelasan di bawah ini!

1. Membangun Tim yang Kuat

Membangun tim yang kuat tidaklah mudah, tapi juga tidak sesulit itu. Semuanya tergantung pada bagaimana tim itu digerakkan melalui sebuah seni menggerakkan tim. Dari berbagai catatan, memang sebagian besar tim tidak mencapai tujuan yang diinginkan. Bahkan, tidak sedikit tim mengalami konflik internal dan berakhir perpecahan.

Konflik mengakibatkan kondisi tim yang tidak sehat. Antara sesama tim akan saling menjatuhkan satu sama lain, saling menghambat kreativitas, bahkan hingga berakhir benturan fisik. 

Lebih ekstrim lagi, tujuan tim akan disingkirkan demi mencapai kepuasan dan mengedepankan ego serta ambisi semata. Dari kondisi ini, kerap kali perpecahan tim mempengaruhi kerja dan hasilnya kadang berimbas terhadap perusahaan dan orang lain yang tidak tahu menahu tentang kondisi tim. 

Maka dari itu, konflik internal atau hal-hal yang bisa menyebabkan kondisi tim yang tidak sehat harus ditindaklanjuti terlebih dahulu. Sebuah tim yang ada harus bisa saling mendukung satu sama lain dan bisa bekerjasama dengan baik, bukan malah menjatuhkan.

Ketika sebuah perusahaan memperbesar tim dengan didukung oleh tim yang kuat, maka bisnis akan berkemungkinan besar untuk mencapai keberhasilan yang maksimal.

2. Fokus pada Tujuan Perusahaan

Tujuan perusahaan juga menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan ketika ingin memperbesar tim dalam perusahaan. 

Ketika Anda ingin pergi ke suatu tempat, maka harus ada tujuan yang jelas agar Anda tidak menghabiskan waktu semena-mena. Sama halnya ketika Anda ingin memperbesar tim dalam perusahaan tetapi tidak mengetahui jelas tujuan dari perusahaan. Tindakan yang dilakukan akhirnya akan sia-sia dan tidak sesuai dengan harapan.

“Anda harus menentukan dulu apakah ini waktu yang tepat untuk memperbesar sebuah tim? Kalau memang sudah yakin dan sesuai dengan tujuan perusahaan, maka lakukanlah tindakan yang benar untuk memperbesar tim”, ungkap Ibu Tricilia Paundya (9/9).

3. Pikirkan Peran Masa Depan Anda

Selain harus fokus pada tujuan perusahaan, Anda juga harus memikirkan peran perusahaan Anda di masa depan agar dapat mempertahankan kemajuan sebuah perusahaan.

Anda harus bisa memprediksi dan memikirkan masa depan perusahaan Anda sehingga ketika memperbesar tim sudah mempunyai masa depan yang sudah tertuju dan tepat.

Ibu Tricilia Paundya (9/9) juga menekankan bahwa kalau ingin memperbesar tim, maka yang harus ditentukan juga adalah apa yang diinginkan secara long term dan pertanyaan bagaimana long term yang akan terjadi ke depannya. Kedua hal tersebut merupakan sebuah kunci utama untuk memperbesar sebuah tim.

Tahapan Penting Dalam Memperbesar Tim

1. Forming Stage 

Tahapan pertama yaitu forming stage  dimana anggota-anggota tim masuk ke dalam masa perkenalan dan berkumpul pertama kali untuk bertemu.

Ini dapat dianggap sebagai periode orientasi ketika semua orang saling mengenal dan berkenalan. Pikirkan tahap pembentukan seperti hari pertama sekolah atau hari pertama di pekerjaan baru. 

Pada tahap ini biasanya dinamika dan peran kelompok belum ditetapkan, seorang pemimpin tim biasanya akan muncul mengambil alih dan mengarahkan anggota individu.

Dalam tahap pembentukan ini, hal-hal yang biasanya didiskusikan oleh anggota-anggota tim yaitu tujuan tim, strategi, peran individu, dan aturan dasar yang telah ditetapkan di perusahaan.

“Tahap ini biasanya semua anggota baru sangat gembira dan excited dimana mereka ingin tahu satu sama lain, berkenalan, ngobrol santai satu sama lain, dan lainnya. Tahap ini biasanya tahap yang bisa dibilang masih segar”, ujar Ibu Tricilia Paundya (9/9).

2. Storming Stage 

Tahap kedua adalah storming stage atau tahap badai. Mungkin Anda penasaran, mengapa tahap ini disebut sebagai tahap badai?

Tahap dua dari lima tahap ini dianggap tahap yang paling kritis dan paling sulit dilalui sepertinya sulitnya menerjang badai. Pada tahap ini, bisa muncul banyak konflik karena kepribadian individu dan gaya kerja berbenturan dalam tim. 

Selain itu, kinerja tim sedikit menurun di tahap badai karena anggota terkadang tidak setuju pada tujuan, strategi, tanggung jawab, dan peran. 

Agar tidak terhambat dalam tahap ini, para anggota harus bekerja sama dan bermain dengan kekuatan masing-masing untuk mengatasi berbagai rintangan dan tetap pada tujuannya. Selain itu, luangkan waktu untuk mengatasi konflik sejak dini sehingga tidak menjadi masalah selama fase lainnya.

Pikirkan fase ini seperti ketika Anda tinggal bersama seorang teman yang belum pernah tinggal bersama Anda sebelumnya, dan Anda perlahan-lahan mulai memperhatikan hal-hal kecil tentang mereka yang membuat Anda gugup. 

3. Norming Stage

Setelah anggota Anda melewati tahap badai, tim Anda dapat beralih ke normal. Di sini, anggota tim telah menemukan cara untuk bekerja sama dengan baik dan tidak ada lagi konflik atau kompetisi internal yang tersisa.

Pada tahap ini, muncul persatuan pada setiap anggota dan konsensus berkembang seputar siapa pemimpinnya, apa peran setiap orang, dan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Selain itu, ada juga rasa ikatan antara tim dan lebih akrab dengan kepribadian dan selera humor satu sama lain. Rasa nyaman antar anggota tim juga muncul ketika mereka memberikan umpan balik yang membangun atau meminta bantuan saat Anda mengerjakan berbagai tugas.

4. Performing Stage

Tahap keempat adalah tahap pertunjukan. Tahap ini cenderung menjadi tempat di mana ada lingkungan kerja yang paling kohesif, orang-orang senang dan bersemangat, dan kinerja tim berada pada titik tertinggi. 

Ada struktur yang jelas di dalam sebuah tim dan semua orang berkomitmen penuh untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Di panggung pertunjukan, apapun peran mereka akan muncul rasa fokus, tujuan, dan keselarasan dari semua anggota di dalam tim.

Ingatlah bahwa apapun yang terjadi, masalah dan konflik masih dapat muncul, tetapi harus ditangani dengan cara yang konstruktif dan jujur. Dan karena adanya ikatan dan hubungan yang sudah dibangun di antara anggota tim, maka akan lebih mudah dan lebih cepat untuk mencapai resolusi jika konflik terjadi.

Ibu Tricilia Paundya (9/9) menuturkan bahwa pada tahap ini, semua orang sudah bisa mulai bekerja dengan smooth terhadap segala pekerjaan. Everyone is on the same page dimana performa anggota di dalam tim semakin kuat.

5. Adjourning Stage

Tahap terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah tahap penundaan. Tahap ini bisa juga disebut dengan tahap penghentian atau berkabung. 

Pada tahap adjourning, sebagian besar tujuan tim telah tercapai. Penekanannya adalah pada menyelesaikan tugas akhir dan mendokumentasikan upaya dan hasil. Saat beban kerja berkurang, anggota individu dapat dipindahkan ke tim lain, dan tim dibubarkan.

Anggota tim juga biasanya melakukan tanya jawab dan mendiskusikan apa yang berjalan dengan baik dan apa yang dapat diperbaiki untuk proyek di masa depan. 

Jika tim adalah komite tetap dengan tanggung jawab berkelanjutan, anggota dapat digantikan oleh orang baru dan tim dapat kembali ke tahap pembentukan.

Lima Strategi Efektif Memperbesar Tim Dalam Perusahaan

Sudah diakui secara luas bahwa karyawan adalah aset terbaik bisnis. Tetapi, ketika tim Anda tumbuh dari hanya segelintir orang menjadi kantor yang ramai, mungkin sulit untuk memastikan semua orang berada di halaman yang sama.

Selain itu, anggota yang bersama Anda sejak awal dapat merasa terancam dan kewalahan oleh masuknya anggota baru. Belum lagi semua perekrutan yang perlu dilakukan dan penataan ulang ruang kantor untuk mengakomodasi orang baru.

Jadi, bagaimana cara agar berhasil memperbesar tim dalam perusahaan? Ikuti lima strategi efektif di bawah ini!

1. Sampaikan Visi Perusahaan kepada Anggota Tim Baru

Terkadang, penyampaian visi perusahaan hanya sekadar disampaikan dan tidak menghiraukan apakah anggota tim memahami dengan jelas atau tidak. 

Sebenarnya, penyampaian visi perusahaan kepada anggota tim baru sangatlah penting karena bisa dikatakan sebagai pijakan awal mereka untuk mengerti tujuan perusahaan kedepannya. 

Sangat penting untuk mendorong anggota baru untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang tugas saat ini dan memahami apa yang diinginkan perusahaan di masa 

Dengan demikian, mereka akan bisa bekerja dengan tepat dan maksimal sesuai dengan visi perusahaan yang berujung pada kemajuan perusahaan.

2. Kenali dan Beri Penghargaan pada Karyawan

Perusahaan bisa berkembang dengan pesat didorong dengan adanya anggota yang bisa bekerja sama dalam sebuah tim. Anggota tim Anda saat ini melakukan pekerjaan yang sangat baik sehingga perusahaan mengalami kemajuan.

Oleh karena itu, Anda perlu menambahkan sumber daya tambahan dalam sebuah tim. Ketika perubahan terjadi, tim Anda mungkin merasa rentan dan tidak aman. Beban kerja meningkat, sistem baru diperkenalkan, dan semua pekerjaan luar biasa mereka dapat diterima begitu saja, terutama ketika Anda berfokus pada anggota tim baru.

Pastikan Anda mengenali, berterima kasih, memuji, dan memberi penghargaan kepada anggota tim atas upaya mereka. Ketika seseorang melakukan pekerjaan dengan baik, pengucapan terima kasih dapat menciptakan kebahagiaan bagi mereka.

Ketika anggota tim secara aktif menerima pujian dan pengakuan, hal tersebut dapat menginspirasi kolaborasi dan semangat tim. Lakukan pengakuan dan pujian tersebut secara maksimal dan sejalan dengan nilai, visi, budaya perusahaan Anda.

3. Jaga Agar Jalur Komunikasi Tetap Berjalan dan Terbuka

Kerentanan dan ketidakpastian adalah dua hal yang menjadi pengganggu dalam sebuah tim. Sementara, arahan dan proses tidak serta merta dapat memperbaikinya. Melainkan,  adalah komunikasi yang efektif yang dapat menjadi solusi.

Mengkomunikasikan perubahan secara efektif dapat membantu menghilangkan ketidakpastian yang dirasakan melalui transisi pertumbuhan apapun.

Idealnya, setiap orang harus bekerja dari basis pengetahuan yang sama. Menjadikan tim Anda saat ini sebagai bagian dari proses dapat membantu mereka merasa tidak terlalu rentan terhadap sebuah tantangan.

Menggunakan strategi kepemimpinan dan manajemen “buku terbuka” dan bersikap transparan akan memastikan tim Anda memahami mengapa anggota baru bergabung, tindakan apa yang akan dilakukan untuk masa depan perusahaan, dan bagaimana cara adaptasi dengan anggota baru.

Tanyakan kepada tim Anda bagaimana perubahan ini berdampak pada mereka dan meminta mereka untuk menawarkan saran untuk perubahan positif. Selain itu, pastikan Anda mengadakan pertemuan “brainstorming” secara teratur. Ketika Anda mengelola proses secara efektif melalui komunikasi yang jelas, Anda dapat melihat secara mudah keberhasilan sebuah perusahaan kedepannya.

4. Adakan Pertemuan Rutin dan Diskusikan Kemajuan Perusahaan

Memang, sebagian orang membenci sebuah pertemuan dan bahkan berpikir pertemuan yang dilakukan hanya menghabiskan waktu saja dan tidak berguna. Namun, Anda harus tahu bahwa pertemuan itu wajib untuk dilakukan, terutama untuk sebuah tim yang sedang berkembang agar tidak terjadinya miskomunikasi.

Semakin sering sebuah tim melakukan pertemuan, maka semakin dekat pula anggota dalam tim tersebut. Selain itu, dengan adanya pertemuan, semua informasi akan langsung tersampaikan dengan jelas untuk semua anggota tim.

Lakukan pertemuan harian secara teratur atau bahkan beberapa kali sehari pertemuan dengan tim kolaboratif yang berbeda. Selain itu, cobalah untuk membuat mereka seproduktif mungkin.

5. Mengelola Konflik dengan Baik

Di dunia yang ideal, kita disukai oleh semua orang dan menikmati kebersamaan dengan semua orang yang kita temui. Benar bukan? Tetapi, pada kenyataannya konflik terjadi baik secara pribadi maupun melalui tekanan tempat kerja.

Konflik di tempat kerja tidak jarang terjadi dan gejala utamanya biasanya berupa kurangnya motivasi. Tim Anda kemungkinan besar berasal dari latar belakang yang beragam; mereka akan memiliki berbagai pendapat dan keyakinan; mereka akan memiliki kepribadian yang berbeda dan akan bekerja di perusahaan yang memiliki budaya yang berbeda.

Konflik dapat menyebabkan permusuhan dengan sangat cepat kecuali dikelola secara efektif. Konflik yang terjadi tidak boleh dibiarkan lama-lama dimana harus mencari strategi yang tepat untuk menanganinya.

Maka dari itu, ketika terjadi sebuah konflik maka hal pertama yang harus dilakukan adalah komunikasi. Kemudian, dilanjutkan dengan strategi penanganan konflik yang telah dipilih.

Do’s & Don’ts Dalam Memperbesar Tim Pada Sebuah Perusahaan

Do’s & Don’ts biasanya sangat berkaitan dengan adat istiadat sebuah budaya. Dalam adat istiadat, sangat ketat terhadap hal yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.

Ternyata, untuk memperbesar tim dalam sebuah perusahaan juga ada do’s & don’t yang harus diperhatikan dengan tujuan tim yang dibentuk tidak sia-sia dan bisa memberikan dampak pada perusahaan.

Penasaran dengan apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan dalam memperbesar tim pada sebuah perusahaan? Langsung simak penjelasan berikut ini!

Do’s Dalam Memperbesar Tim Pada Sebuah Perusahaan

Yang pertama, Do get input

Dalam hal ini, Anda tidak boleh menganggap bahwa anggota baru Anda itu adalah statis, tidak aktif, tidak bisa berubah, dan lainnya. 

Maka dari itu, Anda harus menanamkan persepsi bahwa anggota baru itu bisa aktif, bisa adaptasi, dan lainnya.

Dengan adanya persepsi positif dalam pikiran kita, maka tindakan yang akan dilakukan pun mengikuti pikiran kita. Sehingga, anggota baru pun merasa dihargai dan nyaman berada dalam sebuah tim,

Yang kedua, Do Remain Organized.  

Ketika Anda memperbesar sebuah tim maka Anda harus memastikan bahwa perusahaan tetap bisa berjalan dan terorganisasi.

Sebuah perusahaan yang terstruktur merupakan sebuah hal yang penting untuk dibangun demi mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan.

Dengan adanya unsur terstruktur tersebut, anggota tim dalam perusahaan dapat melakukan pekerjaan mereka masing-masing secara mudah dan lancar. Sehingga, akhirnya berujung pada kemajuan perusahaan.

Yang ketiga, Do Empower Team Member

Hal ini sangatlah penting untuk diperhatikan. Memberdayakan anggota tim berarti memberikan izin kepada anggota tim Anda untuk mengambil tindakan dan membuat keputusan dalam organisasi Anda. 

Hal ini juga berarti ada kepercayaan dan pemahaman untuk memastikan tindakan ini sejalan dengan tujuan perusahaan. Memberdayakan karyawan penting untuk menumbuhkan bisnis yang berkelanjutan.

Maka dari itu, Anda harus memberikan tanggung jawab dan achievement atas tindakan yang hendak dilakukan oleh anggota baru. 

Yang keempat, Do be Open and Honest. 

Keterbukaan dan kejujuran menjadi sebuah aspek penting dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam bekerja. Dengan terbuka dan jujur, Anda akan menjadi seseorang yang selalu dihargai dan dipercayai.

Komunikasi yang terbuka dan jujur ​​akan lebih cepat mengarah pada saling pengertian dan menghargai perbedaan pandangan, minat, dan kebutuhan. Keberhasilan pembentukan sebuah tim sangat ditentukan oleh keterbukaan dan kejujuran.

Maka dari itu, untuk menciptakan keberhasilan dalam memperbesar tim, Anda harus bisa menjadi orang yang terbuka dan menanamkan kejujuran pada tim Anda. 

Don’ts Dalam Memperbesar Tim Pada Sebuah Perusahaan

Yang pertama, Don’t Assume

Hal yang tidak boleh dilakukan dalam memperbesar tim yaitu jangan berasumsi. Asumsi kadangkala menyebabkan apa yang kita pikirkan tidak sesuai dengan realitas yang terjadi. Maka hal tersebut hanya menjadi “batu” di pikiran kita.

Asumsi merupakan dugaan yang diterima sebagai dasar dan landasan berpikir karena dianggap benar. Asumsi bisa memberikan dampak negatif bukan hanya untuk diri kita tetapi juga orang lain.

Apakah Anda pernah berpikir bahwa dengan adanya asumsi akan cenderung menyebabkan sebuah konflik? Sebuah konflik terjadi kebanyakan disebabkan oleh adanya asumsi pada diri kita yang tidak sesuai dengan realitas.

Yang kedua, Don’t Get Defensive

Dalam memperbesar sebuah tim, sangat pantang untuk menyangkal. Jadi, Anda jangan sesekali menyangkal terhadap apa yang sebenarnya terjadi.

Selain itu, Anda harus berusaha untuk berpikir positif. Apapun yang terjadi dalam tim Anda, harus mengambil strategi cepat dan tetap berpikir positif.

Yang ketiga, Don’t Let Conflict Linger. 

Yang tak kalah pentingnya yaitu masalah konflik. Dalam situasi apapun, kita tidak bisa menghindari sebuah konflik, konflik pasti akan terjadi tidak pandang kita sedang dalam situasi apa.

Ketika terjadi konflik dalam sebuah perusahaan, maka konflik yang terjadi jangan dibiarkan terjadi terlalu lama dan berlarut-larut. Dikarenakan hal tersebut akan merusak kinerja tim. 

Oleh karena itu, Anda harus dengan cepat mencari strategi yang tepat untuk menangani konflik yang terjadi tersebut. Sehingga, tidak memberikan dampak negatif pada kinerja dan produktivitas di tim Anda.

Kesimpulan

Tentunya, setiap perusahaan menginginkan  perusahaannya untuk maju, terlebih ketika perusahaan sudah berjalan dalam jangka waktu yang sangat lama. Kemajuan sebuah perusahaan tentunya dipengaruhi oleh kinerja tim yang berada di dalam perusahaan. 

Memperbesar tim dalam perusahaan merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan perubahan dalam perusahaan. Untuk memperbesar sebuah tim, terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan yaitu, pembangunan tim yang kuat, harus fokus pada tujuan perusahaan, dan pikirkan peran masa depan perusahaan Anda.

Tim yang dikembangkan juga tidak akan berhasil tanpa mengikuti beberapa tahapan penting dalam memperbesar tim, tahapan penting tersebut antara lain: 

  1. Forming stage, tahapan ini biasanya anggota-anggota tim masuk ke dalam masa perkenalan dan berkumpul untuk bertemu pertama kali.
  2. Storming stage, tahap ini akan muncul banyak konflik karena kepribadian individu dan gaya kerja berbenturan dalam tim. 
  3. Norming stage, pada tahap ini anggota tim telah menemukan cara untuk bekerja sama dengan baik dan tidak ada lagi konflik yang terjadi.
  4. Performing stage, tahap ini biasanya mendorong anggota tim untuk senang dan bersemangat dan kinerja tim berada pada titik tertinggi.
  5. Adjourning stage, pada tahap ini sebagian besar tujuan tim telah tercapai.

Banyak perusahaan yang masih bingung akan cara atau strategi yang tepat untuk memperbesar tim dalam perusahaan. Dalam hal ini, terdapat lima strategi yang dapat digunakan untuk memperbesar sebuah tim, antara lain: 

  1. Sampaikan visi perusahaan pada anggota tim baru, dengan menyampaikan visi dengan jelas maka mereka memiliki pemahaman yang jelas tentang tugas saat ini dan memahami apa yang diinginkan perusahaan.
  2. Kenali dan beri penghargaan pada anggota, ketika anggota Anda melakukan pekerjaan dengan baik, pengucapan terima kasih dapat menciptakan kebahagiaan bagi mereka.
  3. Jaga agar jalur komunikasi tetap berjalan dan terbuka, dimana Anda harus menanyakan kepada tim Anda bagaimana perubahan ini berdampak pada mereka dan meminta mereka untuk memberikan masukan positif.
  4. Adakan pertemuan rutin dan diskusikan kemajuan perusahaan, Anda dapat mengadakan pertemuan rutin atau bahkan beberapa kali pertemuan.
  5. Kelola konflik dengan baik,  ketika terjadi sebuah konflik maka hal pertama yang harus dilakukan adalah komunikasi.

Dengan menerapkan kelima strategi tersebut, maka peluang besar sudah ada di kepalan tangan untuk menciptakan keberhasilan dalam memperbesar sebuah tim di perusahaan Anda.

“Leadership is showing the way, leading the way, and supporting all the way. Ketika terjadi ketidakcocokan antara tim, maka hal pertama yang perlu dilakukan adalah berkomunikasilah dengan baik dan samakan persepsi”

-Tricilia Paundya, Team Representative of Glints Indonesia-

Bagaimana? Masih ragu untuk memperbesar tim dalam perusahaan Anda? Jikalau memang sejalan dengan nilai, tujuan, dan peran masa depan perusahaan, maka hilangkan keraguan tersebut ya!

Ingin mendapatkan insight baru lain tentang dunia pekerjaan? Jangan ragu untuk ikuti event-event yang diadakan GreatDay Connect! Kalian juga bisa dapetin FREE e-sertifikat dan giveaway go pay vouchers, lho! Menarik bukan?

Tags : Memperbesar Tim, Tim

Related Topics