Jadwalkan Demo

Capital Expenditure (CAPEX): Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Rizka Maria Merdeka | December 8, 2023 | Keuangan
by GreatDay HR

Dalam dunia bisnis, pemahaman yang mendalam mengenai capital expenditure (belanja modal) menjadi kunci strategis untuk pertumbuhan dan kelangsungan operasional perusahaan. Capital expenditure adalah pengeluaran yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh aset jangka panjang atau meningkatkan nilai aset yang sudah ada.

Artikel ini akan membahas konsep capital expenditure secara menyeluruh, dimulai dari pengertian dasarnya hingga tujuan, jenis-jenisnya, dan metode perhitungannya. Dengan memahami esensi capital expenditure, perusahaan dapat mengambil keputusan yang cerdas dalam merencanakan investasi jangka panjang, meningkatkan produktivitas, dan memastikan daya saing yang berkelanjutan di pasar yang terus berubah. Simak artikel selengkapnya!

Baca juga: Pahami tentang Apa Itu Capital Budgeting dan Manfaatnya bagi Perusahaan

Pengertian capital expenditure

Capital expenditure, atau belanja modal, merujuk pada pengeluaran perusahaan untuk mendapatkan aset baru atau untuk meningkatkan nilai aset yang sudah ada. Ini adalah jenis pengeluaran yang bertujuan untuk memperpanjang masa manfaat atau meningkatkan kapasitas, efisiensi, atau produktivitas aset perusahaan. Capital expenditure umumnya memiliki dampak jangka panjang dan memberikan manfaat dalam beberapa periode akuntansi.

Contoh dari capital expenditure melibatkan pembelian atau pembangunan aset fisik seperti gedung, peralatan produksi, kendaraan, dan mesin. Pengeluaran ini biasanya signifikan dalam jumlahnya dan diharapkan memberikan manfaat jangka panjang kepada perusahaan.

Capital expenditure dibedakan dari operational expenditure, yang melibatkan pengeluaran rutin sehari-hari untuk menjalankan bisnis, seperti gaji karyawan, biaya listrik, dan pembelian bahan baku. Pembedaan ini penting karena capital expenditure memengaruhi posisi keuangan perusahaan dalam jangka panjang, sementara operational expenditure mempengaruhi profitabilitas sehari-hari.

Keputusan terkait dengan capital expenditure biasanya memerlukan pertimbangan yang cermat dan analisis risiko, karena pengeluaran ini dapat memiliki dampak besar terhadap kesehatan finansial perusahaan. Beberapa perusahaan juga mengembangkan rencana kapital untuk mengelola dan mengendalikan belanja modal mereka dengan lebih efisien.

Baca juga: Penjelasan Definisi Aset Perusahaan yang Tidak Berwujud, Karakteristik, Serta Contohnya

Tujuan capital expenditure

Tujuan dari capital expenditure (belanja modal) adalah untuk meningkatkan atau memperpanjang kapabilitas, efisiensi, dan produktivitas perusahaan dalam jangka panjang. Berikut adalah beberapa tujuan utama dari capital expenditure:

1. Peningkatan Produktivitas

Capital expenditure seringkali digunakan untuk memperoleh atau meningkatkan aset yang dapat meningkatkan produktivitas perusahaan. Misalnya, investasi dalam peralatan produksi modern atau teknologi baru dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional dan output produk.

2. Perluasan Kapasitas

Perusahaan dapat menggunakan belanja modal untuk membangun atau memperluas fasilitas fisiknya, seperti pabrik atau gudang, guna meningkatkan kapasitas produksi atau menyediakan ruang tambahan untuk pertumbuhan bisnis.

3. Peningkatan Kualitas

Capital expenditure juga dapat diarahkan untuk meningkatkan kualitas produk atau layanan perusahaan. Misalnya, pembelian mesin atau peralatan baru yang lebih canggih dapat meningkatkan standar kualitas produk.

4. Keamanan dan Kepatuhan

Beberapa belanja modal mungkin diperlukan untuk memenuhi standar keamanan atau peraturan pemerintah. Ini dapat mencakup investasi dalam sistem keamanan, perlengkapan lingkungan, atau teknologi untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan tertentu.

5. Inovasi

Capital expenditure dapat digunakan untuk mendukung inovasi dan penelitian pengembangan (R&D). Investasi dalam teknologi atau pengembangan produk baru dapat membantu perusahaan tetap bersaing di pasar dan berinovasi.

6. Masa Manfaat Jangka Panjang

Keputusan belanja modal dilakukan dengan mempertimbangkan masa manfaat jangka panjang dari aset yang diperoleh. Ini berkontribusi pada pertimbangan strategis perusahaan untuk jangka waktu yang lebih panjang.

7. Keunggulan Bersaing

Dengan melakukan belanja modal yang cerdas dan strategis, perusahaan dapat menciptakan keunggulan bersaing dengan meningkatkan efisiensi operasional, inovasi, dan kemampuan untuk memenuhi tuntutan pasar.

Baca juga: Pahami Apa Itu Aset Perusahaan dari Mulai Pengertian, Sifat, Hingga Jenisnya

Jenis-jenis capital expenditure

Terdapat berbagai jenis capital expenditure (belanja modal) yang melibatkan investasi dalam aset jangka panjang dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas, efisiensi, dan nilai perusahaan. Berikut adalah penjelasan yang lebih panjang dan rinci mengenai beberapa jenis capital expenditure:

1. Peralatan Produksi

Peralatan produksi melibatkan investasi dalam mesin, peralatan, dan teknologi terbaru yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam proses manufaktur. Contoh termasuk mesin pengolah otomatis, perangkat lunak produksi terkini, atau teknologi robotik untuk otomatisasi tugas-tugas tertentu.

2. Pembangunan Properti

Investasi dalam pembangunan atau pembelian properti baru, seperti gedung kantor, pabrik, atau gudang. Pembangunan properti dapat dilakukan untuk memperluas kapasitas produksi, meningkatkan infrastruktur kantor, atau mengakomodasi pertumbuhan bisnis yang signifikan.

3. Pembelian Kendaraan

Belanja modal untuk mendapatkan kendaraan operasional yang diperlukan untuk kegiatan bisnis, seperti truk pengangkut, mobil layanan, atau armada kendaraan untuk distribusi produk.

4. Teknologi Informasi

Investasi dalam infrastruktur teknologi informasi, termasuk pembelian perangkat keras server, perangkat lunak manajemen bisnis, atau pengembangan sistem keamanan data.

5. Penelitian dan Pengembangan (R&D)

Capital expenditure untuk mendukung proyek penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk menciptakan atau meningkatkan produk atau layanan perusahaan. Ini dapat melibatkan biaya untuk tenaga peneliti, peralatan laboratorium, atau perangkat lunak khusus.

6. Peralatan Pengukuran dan Kontrol

Pengeluaran untuk peralatan yang digunakan untuk mengukur dan mengendalikan kualitas produk, seperti peralatan uji atau sensor otomatis untuk kontrol kualitas.

7. Peningkatan Lingkungan

Belanja modal yang diperlukan untuk memenuhi standar lingkungan atau keselamatan, seperti investasi dalam sistem pengolahan limbah atau teknologi ramah lingkungan.

8. Perbaikan Kapital

Pengeluaran untuk memperbaiki atau memperbarui aset yang sudah ada agar tetap beroperasi secara efisien. Ini melibatkan pemeliharaan rutin dan perbaikan berdasarkan kebutuhan.

9. Pembelian Hak Paten atau Lisensi

Investasi dalam hak paten, lisensi, atau hak kekayaan intelektual lainnya yang dapat memberikan perlindungan dan keunggulan kompetitif dalam industri tertentu.

10. Pembelian Saham Kembali

Pengeluaran untuk membeli kembali saham perusahaan sendiri sebagai strategi untuk mengembalikan nilai kepada pemegang saham atau untuk mengelola struktur modal.

11. Akuisisi Bisnis

Belanja modal untuk mengakuisisi bisnis atau aset lain dengan tujuan untuk memperluas pangsa pasar, mendapatkan teknologi atau keahlian tertentu, atau mengakuisisi pesaing.

Baca juga: Mengenal Administrasi Keuangan: Definisi, Fungsi, dan Komponennya

Cara menghitung capital expenditure

Menghitung capital expenditure (belanja modal) melibatkan evaluasi biaya investasi yang diperlukan untuk mendapatkan atau meningkatkan aset jangka panjang. Cara menghitungnya dapat bervariasi tergantung pada jenis aset dan kompleksitas proyek, tetapi umumnya, rumus umum untuk menghitung capital expenditure adalah:

Capital Expenditure = Total Biaya Investasi − Nilai Residual

Capital Expenditure = Total Biaya Investasi − Nilai Residual

Di sini, beberapa komponen yang perlu dijelaskan:

1. Total Biaya Investasi

Ini mencakup semua biaya yang terkait dengan mendapatkan atau meningkatkan aset. Ini bisa mencakup pembelian aset itu sendiri, biaya pengiriman, biaya instalasi, biaya pelatihan untuk personel, dan segala biaya tambahan terkait.

2. Nilai Residual

Nilai residual adalah nilai estimasi dari aset tersebut pada akhir masa manfaatnya. Ini biasanya dinyatakan dalam bentuk nilai pasar atau nilai yang dapat diharapkan pada saat aset tersebut dihentikan penggunaannya. Nilai residual digunakan untuk mencerminkan nilai sisa aset setelah pemakaian yang signifikan.

Rumus di atas memberikan gambaran umum, tetapi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan tergantung pada kebutuhan dan karakteristik spesifik dari belanja modal tersebut. Berikut adalah beberapa poin tambahan:

3. Perencanaan Anggaran

Pertama-tama, perlu memahami dan merencanakan semua biaya yang terkait dengan proyek. Ini mencakup biaya langsung dan tidak langsung, serta biaya yang mungkin timbul selama siklus hidup aset.

4. Analisis Masa Manfaat

Perhitungan capital expenditure juga melibatkan analisis masa manfaat aset yang diperoleh atau ditingkatkan. Masa manfaat ini harus mencerminkan periode waktu di mana aset diharapkan memberikan manfaat ekonomi kepada perusahaan.

5. Perhitungan Depresiasi

Depresiasi adalah metode penghitungan pengurangan nilai aset seiring berjalannya waktu. Perhitungan ini mempengaruhi nilai aset yang tercatat dalam neraca perusahaan dan dapat mempengaruhi jumlah yang dianggap sebagai capital expenditure.

6. Pemantauan dan Evaluasi Kinerja

Setelah belanja modal dilakukan, penting untuk terus memantau dan mengevaluasi kinerja aset tersebut. Hal ini dapat mencakup pemeliharaan, biaya operasional, dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi nilai nyata dan efektivitas belanja modal.

Baca juga: Mengelola Keuangan Bisnis dengan Cerdas: Panduan untuk Pengusaha dan Manajer

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email