Jadwalkan Demo

Apa Itu Career Cushioning? Pahami Pengertian dan Cara Memulainya

Rizka Maria Merdeka | June 6, 2023 | Info & Update
by GreatDay HR

Dunia kerja yang terus berubah memerlukan strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan dan mencapai kepuasan dalam karir. Career cushioning telah menjadi pendekatan yang semakin populer saat ini. Ditambah lagi dengan adanya gelombang layoff besar-besaran dan penggunaan AI.

Karyawan jadi merasa tidak aman suatu saat pekerjaannya akan digantikan dan terkena layoff, atau merasa tidak nyaman di tempat kerjanya. Oleh sebab itu, mereka pun mulai mencari “bantalan” yang bisa menjadi penyelamat karirnya. Contohnya mencari pekerjaan sampingan atau freelance, atau mencari alternatif serta peluang pekerjaan lain yang lebih menjanjikan.

Dalam artikel ini, GreatDay HR akan membahas tentang career cushioning, mengapa hal ini penting, dan memberikan langkah-langkah praktis untuk memulai perjalanan Anda dalam career cushioning. Dengan pemahaman yang jelas dan langkah-langkah yang tepat, Anda dapat membangun dasar yang kuat untuk mengelola karir Anda dengan lebih efektif dan mencapai kesuksesan jangka panjang.

Baca juga: Karyawan Baru Wajib Tahu! Begini Cara Membuat Perencanaan Tujuan Karir

Apa itu career cushioning?

Career cushioning adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tindakan seseorang yang menjaga opsi karirnya dengan cara mempersiapkan atau mengamankan alternatif karir selama masih bekerja di pekerjaan utamanya. Istilah “cushioning” mengacu pada konsep penyediaan pelindung atau bantalan untuk mengurangi risiko atau ketidakpastian dalam karir. Konsep ini seringkali digunakan oleh individu yang merasa tidak yakin atau tidak puas dengan pekerjaan mereka saat ini, tetapi masih mempertahankan posisi tersebut sambil mencari peluang atau jalur karir yang lebih baik.

Dalam era yang cepat berubah dan kompetitif seperti saat ini, career cushioning menjadi semakin relevan. Individu harus aktif dalam membangun opsi karir mereka, mengikuti tren industri, dan melihat ke depan untuk mengantisipasi perubahan. Dengan menggunakan strategi career cushioning, seseorang dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang mungkin terjadi dalam karir mereka, dan pada saat yang sama, memanfaatkan peluang baru yang muncul.

Baca juga: 15 Pekerjaan yang Paling Banyak Diminati oleh Wanita Karir

Mengapa career cushioning penting?

Career cushioning penting karena memberikan individu keamanan, fleksibilitas, dan kontrol atas jalur karir mereka. Berikut adalah beberapa alasan mengapa career cushioning penting:

1. Menghadapi Ketidakpastian

Dunia kerja terus berubah dan tidak bisa diprediksi. Perubahan teknologi, perubahan ekonomi, dan perubahan dalam kebutuhan industri dapat mempengaruhi pekerjaan dan peluang karir seseorang. Dengan melakukan career cushioning, individu dapat mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut, mengurangi risiko ketidakpastian yang mungkin terjadi di masa depan.

2. Memperluas Peluang Karir

Dengan melakukan career cushioning, individu dapat menjaga opsi karir yang lebih luas. Mereka dapat mengembangkan keterampilan tambahan di berbagai bidang atau industri, menjalin hubungan dengan orang-orang yang berbeda, dan mempersiapkan diri untuk mengambil kesempatan yang mungkin muncul. Ini memberikan peluang untuk mengambil langkah maju atau menjelajahi jalur karir baru yang lebih memuaskan.

3. Meningkatkan Daya Saing

Dalam lingkungan kerja yang kompetitif, memiliki keunggulan kompetitif dan keterampilan yang beragam sangat penting. Dengan melakukan career cushioning, individu dapat terus mengembangkan keterampilan dan pengetahuan mereka, menjaga koneksi yang kuat, dan membangun merek pribadi yang menonjol. Hal ini membuat mereka lebih menarik bagi perekrut dan pengusaha potensial, serta meningkatkan peluang kesuksesan dalam karir mereka.

4. Mengatasi Ketidakpuasan Karir

Banyak orang menghadapi ketidakpuasan dalam pekerjaan mereka pada suatu saat. Mungkin karena kurangnya tantangan, kurangnya kepuasan, atau ketidaksesuaian dengan minat dan nilai-nilai mereka. Dalam situasi seperti ini, career cushioning dapat memberikan individu opsi untuk mencari alternatif karir yang lebih memuaskan, sambil tetap mempertahankan pekerjaan mereka saat ini. Ini memberikan waktu dan kesempatan untuk mencari jalan yang tepat tanpa kehilangan pendapatan atau stabilitas finansial.

5. Meningkatkan Resiliensi Karir

Dengan memiliki pendekatan career cushioning, individu menjadi lebih tangguh dalam menghadapi tantangan dan perubahan dalam karir mereka. Mereka memiliki keterampilan, pengetahuan, dan jaringan yang dapat mereka andalkan dalam menghadapi situasi yang sulit. Kemampuan untuk beradaptasi dan mencari peluang baru memberikan kekuatan dan keyakinan dalam menghadapi perubahan yang tidak terduga.

Secara keseluruhan, career cushioning memberikan individu kontrol lebih besar atas masa depan karir mereka. Dengan mempersiapkan diri, mengembangkan opsi, dan menjaga fleksibilitas, individu dapat menghadapi perubahan, mengambil peluang, dan membangun karir yang memuaskan dan sukses.

Baca juga: Dari Koordinator HR hingga CHRO: Bagaimana Meningkatkan Karir HR Anda

Bagaimana cara memulainya?

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk memulai career cushioning:

1. Evaluasi Diri

Mulailah dengan melakukan evaluasi diri untuk memahami minat, keahlian, nilai-nilai, dan tujuan karir Anda. Pertimbangkan apa yang Anda sukai dan tidak sukai dari pekerjaan Anda saat ini, serta bidang atau industri mana yang menarik bagi Anda. Ini akan membantu Anda merencanakan langkah-langkah berikutnya.

2. Identifikasi Bidang atau Industri Alternatif

Lakukan penelitian tentang bidang atau industri yang menarik bagi Anda. Identifikasi peluang karir yang ada di dalamnya dan potensi pertumbuhan di masa depan. Pertimbangkan apakah ada keterampilan atau pengetahuan tambahan yang perlu Anda kembangkan untuk masuk ke bidang tersebut.

3. Pengembangan Keterampilan

Tentukan keterampilan yang relevan dengan bidang atau industri yang Anda minati. Identifikasi pelatihan, kursus, atau sertifikasi yang dapat Anda ambil untuk meningkatkan keterampilan Anda. Pertimbangkan juga untuk mengembangkan keterampilan lintas-fungsional yang dapat diaplikasikan di berbagai bidang.

4. Bangun Jaringan

Jalin dan perluas jaringan profesional Anda dengan orang-orang di industri yang Anda minati. Ikuti acara industri, seminar, atau konferensi untuk bertemu dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama. Manfaatkan platform online seperti LinkedIn untuk terhubung dengan para profesional di bidang yang diminati.

5. Mentoring dan Pembimbingan

Cari mentor atau pembimbing yang dapat membantu Anda dalam perjalanan karir Anda. Mentoring dapat memberikan wawasan, saran, dan dukungan yang berharga dalam mengembangkan opsi karir Anda. Cari seseorang yang memiliki pengalaman dan pemahaman yang baik di bidang yang Anda minati.

6. Kelola Keuangan dengan Bijaksana

Membangun keuangan yang stabil dan menyisihkan dana darurat akan memberikan kebebasan finansial yang penting dalam mencari peluang karir baru. Buatlah rencana keuangan yang bijaksana dan pertimbangkan bagaimana Anda dapat mengalokasikan dana untuk pengembangan keterampilan, pelatihan, atau kegiatan jaringan.

7. Peningkatan Personal Branding

Buat kehadiran online yang kuat dan perbarui profil profesional Anda. Bagikan pengetahuan dan wawasan Anda melalui tulisan, blog, atau media sosial. Terlibat dalam kegiatan industri, seperti menjadi pembicara di acara atau menjadi anggota organisasi profesional. Ini akan membantu membangun reputasi dan meningkatkan visibilitas Anda di bidang yang diminati.

8. Pertimbangkan Transisi yang Terkendali

Ketika Anda merasa siap untuk memulai transisi karir, lakukan dengan bijaksana. Pertimbangkan opsi seperti mengambil pekerjaan paruh waktu atau proyek sambil tetap mempertahankan pekerjaan utama Anda. Ini memberikan bantalan keuangan dan stabilitas sebelum berkomitmen sepenuhnya pada perubahan karir.

9. Mengupdate CV secara Berkala

CV atau resume Anda adalah alat penting untuk mempresentasikan diri Anda kepada perekrut atau pengusaha potensial. Selalu pastikan bahwa CV Anda terkini dan mencerminkan pengalaman, keterampilan, dan pencapaian terbaru Anda. Perbarui CV secara berkala dengan informasi terbaru tentang pendidikan, pekerjaan, pelatihan, dan proyek yang relevan. Selain itu, sesuaikan CV Anda sesuai dengan bidang atau posisi yang Anda minati untuk meningkatkan daya tarik Anda sebagai kandidat yang potensial.

Ingatlah bahwa career cushioning adalah proses yang berkelanjutan. Selalu tetap mengembangkan keterampilan dan jaringan Anda, mengikuti tren industri, dan tetap terbuka terhadap peluang baru. Fleksibilitas dan adaptabilitas adalah kunci dalam menjalani karir yang sukses dan memuaskan.

Baca juga: 12 Jenis Soft Skill yang Perlu Dimiliki Untuk Menunjang Karir Anda

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email