Pengertian, Komponen, dan Faktor yang Mempengaruhi Lead Time Pada Produksi

By Rizka Maria Merdeka   |  

Dalam bisnis, terutama pada proses produksi, ada banyak cara untuk meminimalisir waktu yang dihabiskan demi meningkatkan produktivitas dan efektivitas. Salah satunya adalah dengan menghitung lead time. Apa itu lead time? Lead time adalah jumlah waktu antara inisiasi dan penyelesaian proses produksi.

Lead time dapat digunakan sebagai metrik untuk menggambarkan seberapa cepat dan efisien proses produksi. Metrik ini biasanya banyak ditemui terutama di industri manufaktur yang fokus terhadap produksi barang. Dengan memahami lead time, perusahaan dapat menaikkan tingkat kepuasan pelanggannya.

Artikel kali ini akan membahas tentang pengertian lead time yang lebih lengkap, komponen, hingga faktor yang mempengaruhinya. Simak pembahasannya untuk ketahui lebih banyak tentang lead time!

Baca juga: Pemanfaatan Software HRIS dalam Mengelola SDM di Industri Manufaktur

Apa itu lead time?

Lead time adalah waktu yang dibutuhkan atau direncanakan – antara awal hingga penyelesaian proses produksi, operasi, atau proyek. Istilah ini biasanya digunakan dalam manajemen chain stock, manajemen proyek, dan industri manufaktur.

Waktu lead time yang lebih lama sering kali mengakibatkan inefisiensi dan pemborosan sumber daya. Oleh karena itu, perusahaan harus meninjau waktu pemrosesan dalam produksi terhadap tolok ukur untuk mengidentifikasi cara meningkatkan waktu tunggu mereka.

Mengurangi lead time dapat meningkatkan produktivitas secara keseluruhan, menghasilkan pendapatan dan keuntungan yang lebih tinggi. Dalam produksi, terdapat jenis-jenis lead time yang memiliki fungsinya masing-masing.

Berikut beberapa jenis lead time pada produksi, di antaranya:

  1. Customer Lead Time – Jumlah waktu yang dibutuhkan antara konfirmasi pesanan dan pemenuhan pesanan (baik pengambilan atau pengiriman tergantung kesepakatan dengan pelanggan).
  2. Material Lead Time – Jumlah waktu yang diperlukan untuk melakukan pemesanan dengan pemasok dan menerimanya, mulai dari pesanan yang dikonfirmasi hingga tersedia.
  3. Factory/Production Lead Time – Jumlah waktu yang diperlukan untuk membangun dan mengirimkan produk jika semua bahan tersedia.
  4. Cumulative Lead Time – Jumlah waktu yang diperlukan dari pesanan yang dikonfirmasi hingga pengiriman produk jika Anda harus memesan semua bahan (jika tidak ada yang tersedia). Ini adalah penjumlahan Material Lead Time dan Factory/Production Lead Time.
  5. Cycle Time – Jumlah waktu yang diperlukan dalam penyelesaian satu atau lebih siklus tindakan tertentu dari awal hingga akhir. Cycle time ini secara khusus merupakan waktu terukur untuk menjelaskan seberapa sering suatu bagian diselesaikan dalam proses produksi tertentu.

Baca juga: Ketahui 14 Contoh Pekerjaan yang Menghasilkan Produk

Apa saja komponen lead time?

Lead time memiliki beberapa komponen penting yang perlu diketahui. Komponen-komponen tersebut antara lain sebagai berikut.

1. Waktu pemrosesan awal

Ini juga disebut sebagai waktu perencanaan, dan ini termasuk waktu yang dibutuhkan untuk menerima permintaan untuk stok ulang, memahaminya dan membuat pesanan pembelian (saat membeli barang), atau membuat pekerjaan dalam kasus sebuah perusahaan manufaktur.

2. Waktu proses

Waktu proses adalah waktu yang dibutuhkan setelah menerima pesanan pembelian untuk mengadakan atau memproduksi barang.

3. Waktu tunggu

Waktu yang dibutuhkan antara pengadaan barang yang diperlukan hingga saat proses produksi dimulai.

Temukan informasi & Tips HR Terkini dengan Subscribe Blog GreatDay HR

4. Waktu penyimpanan

Waktu penyimpanan adalah jumlah waktu item tinggal di gudang atau pabrik menunggu pengiriman.

5. Waktu pengangkutan

Waktu yang dibutuhkan barang yang diproduksi untuk berpindah dari gudang/pabrik ke pelanggan.

6. Waktu inspeksi

Waktu yang dihabiskan oleh pelanggan untuk memeriksa produk untuk melihat apakah memenuhi spesifikasi. Juga mengacu pada waktu yang diperlukan untuk menangani ketidaksesuaian dengan permintaan pesanan.

Baca juga: PPIC: Definisi, Tujuan, dan Manfaatnya di Perusahaan

Faktor apa saja yang mempengaruhi lead time pada produksi?

Lead time tidak hanya berlaku dalam layanan pelanggan saja. Misalnya dalam order-to-delivery cycle yang merupakan waktu yang diperlukan pelanggan dari mulai waktu pemesanan hingga barang diterima. Lead time tersebut didefinisikan oleh pelanggan.

Sedangkan, pihak supplier mendefinisikan lead time sebagai waktu yang diperlukan untuk mengubah pesanan yang diterima sampai menerima pembayaran, atau disebut juga dengan cash-to-cash cycle.

Berdasarkan definisi dari kedua sisi tersebut, kemudian disimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi lead time pada produksi. Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut.

  1. Pre-processing time, yaitu waktu yang diperlukan saat produsen menerima dan memeriksa pesanan yang masuk.
  2. Processing time, yaitu waktu yang dibutuhkan saat pesanan diproses/diproduksi atau membeli pesanan pelanggan.
  3. Waiting time, yaitu waktu yang diperlukan dalam menunggu proses produksi atau pembelian barang.
  4. Storage time, yaitu waktu yang digunakan untuk menyimpan barang di gudang atau pabrik.
  5. Inspection time, yaitu waktu yang dibutuhkan untuk memeriksa kecocokan dan kelayakan barang pesanan pelanggan yang sudah selesai diproduksi sebelum dikemas..
  6. Transportation time, yaitu waktu yang diperlukan untuk mengirimkan barang kepada pelanggan.

Baca juga: SaaS: Software Layanan Berbasis Cloud Yang Dapat Meningkatkan Produktivitas Perusahaan

Monitor kinerja dan produktivitas karyawan perusahaan dengan Activity Recording di aplikasi GreatDay HR

lead time adalah gdhr

Mengawasi kinerja karyawan tidaklah mudah. Apalagi jika perusahaan menerapkan budaya kerja WFH, WFA, dan Hybrid working di mana karyawan tidak selalu berada di kantor. Hal tersebut tentu akan semakin menyulitkan HR dan atasan untuk mengawasi kinerja dan produktivitas karyawannya selama jam kerja.

Untuk mengatasi hal tersebut, GreatDay HR hadir sebagai aplikasi HRIS terbaik yang dilengkapi dengan fitur Activity Recording yang dapat memudahkan pekerjaan HR di perusahaan, khususnya dalam mengawasi produktivitas dan kegiatan kerja karyawan. 

Melalui fitur Activity Recording, Anda dapat mengawasi produktivitas karyawan bahkan saat bekerja jarak jauh. Fitur ini berisi rekaman kegiatan yang dilakukan oleh karyawan selama bekerja dari rumah. Karyawan tidak perlu melaporkan setiap kegiatan pekerjaan yang dilakukannya secara melalui pesan singkat lagi.

Karyawan hanya tinggal merekam atau memotret kegiatan mereka selama jam kerja serta memberikan deskripsi tentang pekerjaan mereka. Jadi, HR dapat mengevaluasi dan melihat pekerjaan apa saja yang dikerjakan oleh karyawan perusahaan. Activity recording ini juga bersifat real time, sehingga data rekaman/foto kegiatan tidak dapat dimanipulasi.

Tunggu apa lagi? Dapatkan kemudahan memonitor kinerja karyawan dengan unduh aplikasi GreatDay HR di ponsel pintar Anda atau kunjungi websitenya dan jadwalkan demo! Gratis!

Baca juga: Apa Itu Kartel? Berikut Pengertian dan Alasan Kartel Dilarang Pemerintah

Tags :

Related Topics