Technopreneurship: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya

By Rizka Maria Merdeka   |  

Istilah technopreneurship telah populer sejak beberapa tahun terakhir ini. Kemunculannya dipicu dengan adanya kemajuan teknologi digital yang semakin pesat. Apa sih technopreneurship? Singkatnya, technopreneurship adalah kegiatan wirausaha atau entrepreneurship yang bergerak di bidang teknologi.

Technopreneurship biasanya selalu dikaitkan dengan perusahaan startup. Salah satu penanda mulai merebaknya startup di Indonesia adalah dengan kemunculan Gojek. Gojek merupakan startup pertama di Indonesia yang mendapatkan gelar unicorn.

Sejak saat itu, perusahaan startup-startup serupa lainnya mulai bermunculan dengan fokus dan produk yang beragam. Dari mulai layanan transportasi hingga layanan belanja online. Artikel kali ini akan membahas tentang technopreneurship dari pengertian sampai contohnya. Yuk, simak artikelnya untuk tahu lebih banyak!

Baca juga: Ketahui Pengertian, Fungsi, Hingga Pentingnya Teknologi Geotagging 

Apa itu technopreneurship?

Istilah technopreneurship adalah gabungan dari dua kata, yaitu “technology” dan “entrepreneurship” yang berarti. Berdasarkan kedua kata tersebut, dapat disimpulkan bahwa “technopreneurship” adalah sebuah kegiatan usaha yang menggabungkan kecanggihan teknologi dengan kemampuan berwirausaha. Atau juga kegiatan wirausaha yang fokus di bidang teknologi.

Seseorang yang menggeluti bidang bisnis ini disebut technopreneur. Kebanyakan, technopreneurship marak di kalangan pemuda dengan ide-ide inovatif dan kreativitas untuk menciptakan ladang bisnis baru. Oleh karena itu, karakteristik umum dari technopreneurship adalah transformasi dan integrasi teknologi dalam hampir setiap kegiatan operasional bisnisnya.

Temukan informasi & Tips HR Terkini dengan Subscribe Blog GreatDay HR

Bagi Anda yang memiliki jiwa wirausaha disertai dengan sifat inovatif, cerdas, dan melek teknologi, technopreneurship adalah salah satu peluang yang menjanjikan. Selain dikenal dengan sebutan technopreneurship, bisnis ini juga dikenal sebagai usaha rintisan atau startup. Singkatnya, technopreneurship adalah bisnis yang memanfaatkan teknologi sebagai basis usahanya.

Baca juga: Mengenal Teknologi Face Recognition dan Cara Kerjanya

Tujuan technopreneurship

Selain memiliki tujuan untuk berbisnis, technopreneurship ini juga memiliki tujuan lain. Beberapa tujuan dari technopreneurship antara lain sebagai berikut.

1. Mendorong perkembangan teknologi

Berkembangnya teknologi menjadi suatu hal yang wajar dalam technopreneurship ini. Setiap perusahaan pasti berlomba-lomba untuk menciptakan inovasi teknologi yang memudahkan para penggunanya, efisien, dan bermanfaat setiap harinya.

2. Menciptakan lapangan kerja baru

Dengan munculnya beragam technopreneurship, maka akan semakin banyak lapangan pekerjaan yang tercipta. Sebab, technopreneurship membutuhkan banyak sumber daya manusia untuk menjalankan bisnisnya.

Oleh karena itu, secara tidak langsung technopreneurship berkontribusi dalam mengurangi angka pengangguran dan membuka lapangan kerja baru. Terlebih lagi saat ini di mana efisiensi pegawai dan layoff sedang terjadi secara besar-besaran.

3. Mendorong perkembangan UMKM

Dengan adanya technopreneurship, para pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) akan sangat terbantu karena kemudahan yang ditawarkan dalam menjual produk yang mereka ciptakan.

4. Meningkatkan perekonomian

Technopreneurship dapat berkembang dengan sangat cepat sehingga dapat menarik investor asing untuk memberikan suntikan dana untuk memberi dukungan bisnis yang modern dan bermanfaat. Dengan begitu, bisnis berbasis teknologi ini menjadi salah satu penyokong ekonomi negara.

Selain itu, technopreneurship besar sudah mulai mengajak UMKM untuk bergabung menjadi mitra. Sehingga memberikan UMKM kesempatan untuk berkembang dan menaikkan kualitas hidup menjadi lebih baik.

Baca juga: Pemanfaatan Software HRIS dalam Mengelola SDM di Industri Manufaktur

Contoh technopreneurship

Saat ini telah banyak perusahaan startup atau technopreneurship yang besar dan terkenal, termasuk di Indonesia. Beberapa contoh technopreneurship terkenal di Indonesia antara lain sebagai berikut.

  1. Gojek 
  2. Tokopedia 
  3. Ruangguru
  4. Traveloka 
  5. Bukalapak 

Perusahaan-perusahaan tersebut berawal dari perusahaan rintisan/startup yang memberikan inovasi baru bagi dunia bisnis, yaitu pemanfaatan teknologi secara maksimal dalam akses produk dan layanannya.

Baca juga: Sederhanakan Pengelolaan Manajemen SDM di Perusahaan dengan Fitur-Fitur Solutif GreatDay HR

Beralih ke pengelolaan pekerjaan HR digital dan otomatis dengan aplikasi HRIS GreatDay HR

technopreneur adalah gdhr

Semakin berkembangnya teknologi dan adanya technopreneurship, segalanya menjadi semakin mudah. Pekerjaan yang tadinya dilakukan secara manual dengan sistem yang konvensional mulai beralih ke digital. Tidak terkecuali pengelolaan SDM perusahaan.

Pengelolaan SDM yang menjadi tanggung jawab HR kini telah dibuat otomatis dengan adanya aplikasi bersistem software HRIS. Salah satunya yang terbaik adalah aplikasi GreatDay HR. Melalui fitur-fitur canggih dan user friendly, GreatDay HR dapat mengelola seluruh pekerjaan HR secara otomatis. Dari mulai kelola absensi karyawan, payroll, pengajuan cuti, hingga proses rekrutmen semua bisa dilakukan di satu aplikasi saja.

Selain itu, GreatDay HR juga dapat diakses melalui ponsel kapan pun di mana pun tanpa ribet. Semua pekerjaan HR beres praktis lewat satu klik! Segera berlangganan dan unduh aplikasinya sekarang juga! Kunjungi websitenya untuk informasi lebih lengkap dan jadwalkan demo gratisnya!

Baca juga: Perkembangan Teknologi Dan Dampaknya

Tags :

Related Topics