Jadwalkan Demo

Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Politik Dumping dalam Ekspor Impor

Rizka Maria Merdeka | June 20, 2023 | Bisnis
by GreatDay HR

Politik dumping adalah strategi negara atau produsen dalam menjual produk mereka di pasar internasional dengan harga di bawah biaya produksi atau harga pasar yang wajar. Meskipun politik dumping dapat memberikan beberapa keuntungan, seperti harga yang lebih rendah untuk konsumen dan persaingan yang lebih kuat, praktik ini juga memiliki dampak negatif yang signifikan.

Artikel ini akan menjelaskan berbagai jenis politik dumping, termasuk sporadic dumping, persistent dumping, dan predatory dumping, serta menganalisis kelebihan dan kekurangan penerapannya. Selain itu, akan dibahas pula dampak politik dumping terhadap produsen lokal, distorsi pasar, dan hubungan perdagangan internasional.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang politik dumping, kita dapat melihat sisi-sisi kompleks dari isu ini dan mempertimbangkan langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegah praktik yang tidak adil ini dalam perdagangan global.

Baca juga: Penerapan Software HRIS dalam Pengelolaan SDM di Industri Retail

Pengertian politik dumping

Politik dumping adalah praktik negara atau pemerintah dalam menjual produk atau jasa mereka ke pasar internasional dengan harga di bawah biaya produksi atau harga pasar yang wajar. Tujuan dari politik dumping adalah untuk mengambil pangsa pasar di negara tujuan dan merugikan produsen lokal di negara tersebut.

Politik dumping sering kali dianggap sebagai bentuk distorsi perdagangan yang tidak adil. Negara yang melakukan politik dumping dapat menciptakan keunggulan kompetitif buatan dengan mengorbankan produsen lokal di negara tujuan. Harga produk yang rendah akibat politik dumping dapat mengakibatkan penurunan penjualan dan keuntungan bagi produsen lokal, serta dapat menyebabkan penurunan jumlah tenaga kerja.

Dalam praktik politik dumping, negara dapat memberikan subsidi kepada produsen mereka, melakukan praktik diskriminatif dalam penetapan harga, atau menggunakan strategi lainnya untuk memanipulasi harga pasar. Tujuan jangka panjang dari politik dumping adalah untuk membangun dominasi pasar dengan membuang pesaing, kemudian meningkatkan harga setelah pangsa pasar yang signifikan telah diperoleh.

Namun, penting untuk diingat bahwa tidak semua penjualan di bawah harga pasar dapat dianggap sebagai politik dumping. Terdapat situasi di mana harga yang rendah dapat disebabkan oleh faktor-faktor pasar, seperti penurunan biaya produksi atau perang harga antara pesaing yang sah. Untuk dianggap sebagai politik dumping, praktik tersebut harus memenuhi kriteria dan standar yang ditetapkan dalam perjanjian perdagangan internasional.

Baca juga: Simak Cara Menghitung GDP (Gross Domestic Product) Berikut Ini!

Jenis-jenis dumping

Dalam pelaksanaannya, politik dumping terbagi menjadi tiga kategori atau jenis. Di antaranya sebagai berikut:

1. Sporadic Dumping

Sporadic dumping terjadi dalam situasi di mana produsen dari suatu negara secara tidak teratur atau tidak terduga melakukan dumping untuk sementara waktu. Ini mungkin terjadi karena fluktuasi dalam permintaan pasar, penurunan sementara dalam biaya produksi, atau faktor-faktor lain yang mempengaruhi harga produk. Sporadic dumping cenderung bersifat situasional dan tidak terjadi secara konsisten atau terjadwal.

2. Persistent Dumping

Persistent dumping terjadi ketika produsen dari suatu negara secara terus-menerus atau secara teratur melakukan dumping dengan menjual produk mereka di pasar luar negeri dengan harga di bawah biaya produksi atau harga pasar yang wajar. Ini adalah bentuk dumping yang berkelanjutan dan dapat merugikan produsen lokal dalam jangka waktu yang lebih lama. Produsen yang melakukan persistent dumping mungkin memiliki kelebihan kompetitif buatan, seperti subsidi pemerintah yang signifikan atau kapasitas produksi yang berlebihan.

3. Predatory Dumping

Predatory dumping adalah strategi agresif yang digunakan oleh produsen yang lebih kuat untuk menghilangkan pesaing yang lebih lemah dari pasar. Produsen melakukan dumping dengan menjual produk dengan harga yang sangat rendah untuk jangka waktu tertentu, dengan tujuan untuk merugikan pesaing dan mengakuisisi dominasi pasar di masa depan. Produsen yang melakukan predatory dumping mungkin mengandalkan sumber daya dan kekuatan ekonomi mereka yang lebih besar untuk menahan kerugian sementara dan menghancurkan pesaing mereka yang tidak dapat bertahan.

Dalam ketiga jenis dumping ini, praktik tersebut bisa merugikan produsen lokal di negara tujuan, menyebabkan penurunan penjualan, keuntungan, dan kerugian tenaga kerja. Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) memiliki aturan dan mekanisme untuk mengatasi praktik politik dumping yang tidak adil dan melindungi produsen lokal dari dampak negatifnya.

Baca juga: Pengusaha Importir Wajib Tahu! Memahami Konsep Dasar CIF dan Perbedaannya dengan FOB

Kelebihan dan kekurangan menerapkan politik dumping

Penerapan politik dumping memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Berikut adalah beberapa contoh kelebihan dan kekurangan penerapan politik dumping.

Kelebihan Penerapan Politik Dumping

  1. Harga yang lebih rendah untuk konsumen: Penerapan politik dumping dapat menghasilkan penurunan harga produk di pasar luar negeri. Hal ini dapat memberikan manfaat bagi konsumen dengan akses ke produk yang lebih murah atau terjangkau.
  2. Persaingan yang lebih kuat: Politik dumping dapat memicu persaingan yang lebih kuat antara produsen lokal dan produsen asing. Ini dapat mendorong inovasi, peningkatan kualitas produk, dan efisiensi dalam upaya untuk mempertahankan pangsa pasar.
  3. Akses ke variasi produk yang lebih luas: Politik dumping dapat memberikan akses yang lebih baik terhadap produk dari luar negeri yang mungkin tidak tersedia secara lokal. Konsumen dapat memperoleh pilihan yang lebih banyak dan variasi produk yang lebih luas.

Kekurangan Penerapan Politik Dumping

  1. Kerugian bagi produsen lokal: Politik dumping dapat menyebabkan kerugian bagi produsen lokal di negara tujuan. Harga produk yang rendah dapat membuat produsen lokal kesulitan bersaing dan bahkan mengalami kerugian finansial yang signifikan. Hal ini dapat mengancam keberlanjutan bisnis dan menimbulkan dampak negatif pada tenaga kerja.
  2. Distorsi pasar: Penerapan politik dumping dapat menciptakan distorsi pasar yang tidak adil. Produsen asing yang melakukan politik dumping mungkin mendapatkan keunggulan kompetitif buatan melalui subsidi pemerintah atau praktik harga yang tidak adil. Hal ini dapat merusak keadilan perdagangan dan mengganggu keseimbangan pasar.
  3. Gangguan hubungan internasional: Politik dumping dapat memicu konflik dan ketegangan dalam hubungan perdagangan internasional antara negara-negara yang terlibat. Negara yang merasa dirugikan oleh politik dumping mungkin mengambil tindakan balasan seperti penerapan tarif atau hambatan perdagangan lainnya. Ini dapat memperburuk iklim perdagangan global dan mengganggu kerjasama ekonomi antarnegara.

Penerapan politik dumping harus dilihat dalam konteks yang lebih luas dan mempertimbangkan dampaknya terhadap semua pemangku kepentingan yang terlibat, termasuk produsen lokal, konsumen, dan hubungan perdagangan internasional secara keseluruhan.

Baca juga: Pengertian dan Fungsi Wholesale dalam Pasar: Mengenal Perbedaannya dengan Distributor dan Retailer

Trending Article
01
Rizka Maria Merdeka | November 28, 2023
22 Contoh Kelebihan dan Kekurangan Diri Saat…
02
Rizka Maria Merdeka | October 25, 2023
Penting! Panduan Lengkap Pangkat Golongan PNS Terbaru…
03
Rizka Maria Merdeka | November 18, 2021
14 Contoh Penulisan Notulen Rapat yang Tepat.…
Subscribe News Letter
Get notification on your email